Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Balas Dendam


__ADS_3

Melihat Nyonya Diana pergi begitu saja bersama Xue Shan Shan, Xue Jingguo tentu saja tidak senang hingga rasanya dia hampir memuntahkan seteguk darah.


Selir Faye jelas melihat kemarahan Xue Jingguo, dia mencoba menghiburnya. "Tuan, mungkinkah Kasim Han salah membacakan dekret?"


Sebenarnya, kata-kata itu juga dia gunakan untuk menghibur dirinya sendiri.


"Apanya yang salah? Dekret sudah di depan mata, tinggal dibacakan saja."


Seketika, Xue Jingguo jadi kesal pada Selir Faye dan Xue Yuwen yang sudah memberikan harapan palsu padanya


Selir Faye terdiam untuk sesaat, sebelum akhirnya berkata dengan suara pelan. "Mungkinkan Kaisar salah mengenali orang? Bagaimanapun, Yuwen dan Nona Besar adalah saudara, siapa tahu yang Kaisar maksud adalah Yuwen, tetapi dia malah menulis nama Nona Besar di dekret."


Mendengar praduga Selir Faye, Xue Jingguo dan Xue Yuwen sama-sama terdiam.


Benar!


Seharusnya, nama Xue Yuwen yang disebutkan di dalam dekret, bukannya Xue Shan Shan.


Mau tidak mau, mereka juga memiliki pemikiran yang sama.


Karena itu, Xue Yuwen dengan berani menghentikan kereta kuda Kasim Han yang belum jauh dari Kediaman Xue.


"Nona, apa yang kau lakukan? Minggirlah." Suara dingin dan ekspresi datar kusir yang membawa kereta kuda Kasim Han, ditujukan pada Xue Yuwen.


"Kasim Han, siapa yang akan menikah dengan Pangeran Kedua?" Xue Yuwen mengabaikan sang kusir, dia tetap berdiri di depan kereta sampai Kasim Han mengangkat tirai penutup kereta.


Melihat Xue Yuwen menghalangi Kasim Han, Xue Jingguo semakin marah. Akan tetapi, dia menelan kemarahannya saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh sang putri.


Bagaimanapun, dia juga berpikir ada kesalahan dalam penulisan atau penyampaian dekret tersebut.


Benar-benar tidak bisa menerima kenyataan!


Jadi, dia hanya berdiri diam sembari menunggu tanggapan Kasim Han.


Kasim Han cemberut. "Yang Mulia Pangeran Li Xian dan Nona Besar Xue. Pagi ini, Pangeran Kedua memasuki istana, dia bertemu secara langsung dengan Kaisar dan memohon untuk bisa menikahi Nona Xue Shan Shan, Putri Pertama Keluarga Xue. Karena itulah, Kaisar memintaku untuk menyatakan dekret sesegera mungkin."


Mendengar hal ini,semua orang yang hadir seperti sedang tersambar petir di siang bolong.


Tanpa sadar, mereka menatap bayangan Xue Shan Shan yang sudah menghilang.


Saat ini, mereka merasa Xue Shan Shan sangat beruntung.


Di dunia ini, perempuan mana lagi yang akan dipilih sendiri oleh Pangeran Li Xian?


Tidak ada!


Hanya Xue Shan Shan satu-satunya!


"Apa ada yang lain?" Kasima Han menatap Xue Yuwen yang masih berdiri kaku di depan kudanya.


"Kasim Han, apa Kaisar tidak memberikan dekret lain?"


Saat ini, Xue Yuwen benar-benar berharap ada dekret untuknya juga.


Baginya, tidak masalah jika harus menjadi selir Pangeran Li Xian. Dia masih bisa memikirkan ribuan cara untuk menggantikan Xue Shan Shan sebagai nyonya rumah.


Kasim Han diam sejenak hanya untuk berpikir, lalu berkata, "Tidak ada dekret lagi, tapi Pangeran Li Xian mengirimkan sesuatu ke sini."


"Apa itu?"

__ADS_1


Dalam sekejap, wajah Xue Yuwen dan Xue Jingguo kembali berseri-seri dengan binar harapan yang menggelora.


Pangeran Li Xian mengirimkan mahar untuk Nona Besar Xue


***


"Ibu, kenapa kamu menatapku seperti itu?" Xue Shan Shan yang sedang duduk di Gazebo Paviliun Bulan, merasa gugup karena Nyonya Diana menatapnya dengan lekat seolah-olah ingin menguliti dirinya.


"Apa yang sudah kamu lakukan?" Tatapan penuh menyelidik Nyonya Diana lemparkan pada Xue Shan Shan.


"Apa yang aku lakukan?" Xue Shan Shan berbalik bertanya dengan bingung.


Apa aku melakukan sesuatu yang salah?


Xue Shan Shan mengerutkan kedua alisnya, merasa tidak melakukan kesalahan apa pun.


Salah pun, dia tetap melakukan hal yang benar!


"Apa yang kamu lakukan sehingga Kaisar memberikan dekret pernikahan dengan Pangeran Kedua? Apa kamu mengenali Pangeran Li Xian secara pribadi?"


Xue Shan Shan diam, tampak berpikir.


Dia dan Pangeran Li Xian memang pernah bertemu secara pribadi beberapa kali, tetapi bisakah mereka disebut sebagaimana kenalan?


"Tidak, aku juga tidak tahu apa yang terjadi."


Benar, mereka tidak saling mengenal dan bertemu secara tidak sengaja.


Kemudian, Xue Shan Shan mencoba menjelas agar tidak terjadi kesalahan di antara dirinya dan ibu. "Saat di perjamuan, Ibu juga melihat aku tidak melakukan apa-apa, sementara para nona bangsawan itu menunjukkan bakat. Yuwen yang mendorongku melakukannya, tapi bukankah aku mengacaukannya karena tiba-tiba pingsan di tengah aula?"


Pada hari perjamuan, Xue Shan Shan memang tidak berniat menunjukkan bakat apa pun. Selain tidak ingin dipilih menjadi selir para pangeran, dia juga tidak ingin menarik perhatian nyonya-nyonya bangsawan yang sedang mencarikan calon istri untuk putra mereka.


Nyonya Diana menghela nafas panjang, dia setuju dengan pendapat Xue Shan Shan.


Terlebih, Pangeran Li Xian adalah putra kesayangan Kaisar!


"Sejujurnya, Ibu tidak ingin kamu masuk istana dan menjadi istri pangeran."


"Meskipun kamu menjadi istri dan diberi gelar Putri Changning, setiap pangeran pasti memiliki selir. Percayalah, hidup di dalam Harem tidaklah mudah."


Xue Shan Shan juga menghela nafas, dia sudah pasti mempercayai kata-kata ibunya yang lebih berpengalaman.


Menghadapi satu selir dan satu putri murba saja, dia hampir mati sia-sia.


Bagaimana kehidupannya kelak jika harus tinggal di dalam Harem yang dipenuhi dengan selir pangeran?


"Kalau bisa, Ibu ingin kamu menikahi Tuan Muda yang hanya akan memiliki satu istri. Tidak masalah jika dia bukan dari keluarga bangsawan, asal dia tidak akan menikahi selir."


Sebagai seorang ibu, Nyonya Diana sudah tentu ingin yang terbaik untuk putrinya dan tidak ingin sang putri mengalami nasib malang seperti dirinya.


Menikahi pria yang tidak setia!


Namun, jika nanti selir yang ada di sisi Pangeran Li Xian pengertian seperti Selir Agung Mei, mungkin masih bisa dibicarakan.


"Karena Kaisar sudah mengeluarkan dekret, keinginan Ibu sudah tidak berguna lagi dan kamu hanya bisa menerimanya."


Xue Shan Shan masih saja diam, benaknya sedang berkecamuk.


Pangeran Kedua, pagi-pagi begini membuat semua orang terkejut, apa kamu sudah gila?

__ADS_1


Xue Shan Shan tidak bisa menggambarkan suasana hatinya saat ini.


Dia pikir permasalahan balas dendam yang baru akan dimulai sudah membuatnya cukup sakit kepala, tetapi sekarang Pangeran Li Xian malah ingin menikah dengannya.


Apa ada hal yang lebih menyakitkan kepalanya lagi selain ini?


Xue Shan Shan melihat gulungan dekret kekaisaran yang membuat tangannya tidak berhenti bergetar, dia merasa itu adalah benda terberat yang pernah dipegang.


Tanpa sadar, dia membuka dekret kekaisaran dan meliriknya. Di sana dia langsung menemukan kata, 'menganugerahkan' yang sangat menakjubkan baginya.


Saat ini, Xue Shan Shan bahkan tidak bisa menangis atau tertawa.


Bersamaan dengan itu, seorang pengawal dari halaman utama berjalan masuk dengan cara yang tergesa-gesa.


"Ada apa?" Nyonya Diana menatap pengawal itu dengan datar.


"Pangeran Li Xian mengirimkan orang-orangnya dari Istana Wanshou untuk mengantarkan mahar."


"Lalu?" Nyonya Diana mengangkat sebelah alisnya. "Kalau memang ada mahar, biarkan mereka membawanya ke sini."


Pengawal itu menunduk untuk beberapa saat, sebelum akhirnya menjawab, "Nyonya Tua Xue meminta mahar itu dimasukkan ke gudang halaman utama, tetapi pelayan pangeran tidak setuju. Mereka mengatakan bahwa pangeran berpesan semua mahar itu harus sampai ke tangan Nona Besar."


Nyonya Diana mengerutkan keningnya, menunjukkan ekspresi tidak suka.


Karena Xue Shan Shan yang dilamar, tentu saja mahar itu harus diberikan kepadanya.


Kenapa Nyonya Tua Xue ingin mahar tersebut diletakkan di gudang halaman utama?


Mungkinkah dia ingin memiliki semua mahar itu?


"Tidak tahu malu!" Nyonya Diana mendengus sinis. "Jika sebelumnya wanita tua itu memperlakukan Shan Shan-ku dengan baik, aku bisa memberikan tidak kurang dari semua mahar yang diberikan pangeran."


"Minta mereka antarkan ke sini!"


Begitu saja, tidak ada yang memperdulikan bagaimana buruknya wajah Xue Jingguo dan Nyonya Tua Xue saat halaman bulan yang semulanya lapang kini dipenuhi dengan hadiah mahar.


Tidak hanya perak, di sana juga ada emas, perhiasan, gulungan kain sutra yang langka, dan lukisan batu giok.


Entah kenapa, Xue Shan Shan tidak bisa merasa senang seperti para pelayannya.


Dia merasa semua harta benda di hadapannya adalah benda-benda untuk pemakamannya


Bagaimanapun, Pangeran Li Xian terkenal kejam.


Bisakah dia hidup bersamanya?


Ah, sudahlah.


Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya, lelah berpikir.


Karena sudah begini, maka manfaatkan saja!


Lagipula, dengan pernikahan ini dia bisa lebih leluasa menggunakan kekuasaan Pangeran Li Xian untuk balas dendam!


***


Guys, maaf ya telat update dan hanya satu. Hari ini aku agak sibuk di dunia nyata, sambil momong anak juga. Ini aja nyuri-nyuri waktu, hehe.


Jangan lupa dukungannya, ya. Cmiwww

__ADS_1


__ADS_2