
"Aku tidak melakukannya! Tuan, jangan dengarkan omong kosong mereka! Aku benar-benar tidak melakukannya! Jantung Selir Faye berdegup kencang, matanya penuh dengan kepanikannya, dia terus menggelengkan kepala dan menyangkal."
Pupil mata Xue Jingguo menyusut, dia tiba-tiba teringat katakan Yura Chen beberapa waktu lalu.
Jika Diana Lee dan Xue Shan Shan meninggal, maka Selir Faye adalah orang yang paling diuntungkan.
Saat ini, Xue Jingguo sepenuh percaya. Dia mengukur tangan dan mencengkram lengan Selir Faye dengan keras. "Kamu sudah membohongiku!"
"Tuan, kamu menyakitiku ...." Selir Faye memelas.
Kalau di masa lalu, hal ini tentu saja dapat membuat hati Xue Jingguo melunak.
Namun, sekarang Xue Jingguo hanya merasa Selir Faye sangat menjijikkan.
Bahkan, jika bukan karena dukungan dan saran dari Putri Amber, dia sudah lama mengurungkan niatnya untuk menjadikan Selir Faye sebagai istri sah.
Melihat itu, Xue Yuwen segera berkata, "Ayah, jangan tertipu!"
Tanpa menunggu respon dari ayahnya, Xue Yuwen kembali berkata, "Bisa saja saputangan nenek terjatuh dan dipungut oleh seseorang, sedangkan surat itu juga dapat dipalsukan."
Selain ingin melindungi ibunya, Xue Yuwen juga ingin melindungi posisinya agar tidak selamanya menjadi putri murba.
Bagaimanapun, jika ibunya terbukti bersalah, mimpi mereka untuk pengangkatan istri sah hanya tinggal mimpi yang tidak akan pernah kesampaian.
Raut wajah Xue Jingguo noak mengendur, pegangannya pada lengan Selir Faye pun sudah terlepas.
Dengan begitu, Selir Faye dan Nyonya Tua Xue langsung menghela nafas lega.
Nyonya Tua Xue bahkan kembali merasa percaya diri. "Huh, Xue Shan Shan, kamu menjebak sesepuh dan memfitnah! Generasi muda seperti ini harus dipukul sampai mati, anggap saja Keluarga Xue tidak memiliki anak perempuan seperti kamu!"
"Benar!" Selir Faye dengan penuh semangat menyetujui saran dari Nyonya Tua Xue.
Setidaknya, di kemudian hari tidak akan ada lagi Xue Shan Shan yang menghalangi jalannya, terutama jalan putri tercintanya.
"Tuan, kamu tidak perlu berbelas kasih lagi kali ini. Keluarga Xue tidak dapat menerima nona besar yang seperti ini." Selir Faye dengan cepat melanjutkan, "Jika bukan karena nona kedua, kita sudah dihukum atas tuduhan ini."
Di sisi lain, para pelayan tidak ada yang berani mendekat, tetapi mereka semua dapat mendengarnya dengan jelas dari jauh.
__ADS_1
Mereka saling memandang dengan bingung.
Ini, sebenar apa yang terjadi?
Xue Jingguo menarik nafas Dalam, lalu melirik Xue Yuwen yang juga baru pulang dari tempat biksuni dengan penuh persetujuan.
Bagaimanapun, dia merasa Xue Yuwen pasti semakin berwawasan setelah dihukum terakhir kali hingga kata-katanya cukup masuk akal.
Kemudian, pandangannya tertuju pada Xue Shan Shan.
Ketika dia hendak berbicara, Nyonya Diana yang baru saja datang bersama Bibi Su langsung mendengus sinis dan berkata dengan dingin. "Aku ingin melihat, siapa yang berani menyentuh Shan Shan?!"
Setelah Xue Shan Shan pergi dari kamarnya, Nyonya Diana langsung memerintahkan Bibi Su mencari tahu apa yang akan putrinya lakukan.
Begitu tahu Xue Shan Shan mengunjungi Kediaman Xue, Nyonya Diana sangat khawatir putrinya akan mendapatkan masalah hingga segera menyusul tanpa sepengetahuan keluarganya.
Benar saja, dia langsung mendengar orang-orang tidak tahu diri dari Kediaman Xue ingin menghukum putrinya sampai mati.
"Dasar ja lang! Anak yang kamu lahirkan juga sama ja langnya!" Saat ini, Nyonya Tua Xue sudah tidak peduli pada citranya dan langsung mengutuk dengan vul gar.
Bersamaan dengan itu, Nyonya Diana juga semakin murka.
"Kakak, cepatlah meminta maaf pada ayah dan nenek. Mereka pasti tidak akan mempermasalahkannya denganmu." Xue Yuwen berbicara sambil tersenyum, tetapi sorot angkuh samar-samar muncul di netranya yang bisa disembunyikan dengan baik.
Jika orang yang tidak mengenalnya melihat ini, mungkin mereka akan mengira Xue Yuwen adalah adik yang berbakti.
Xue Shan Shan tahu ibunya sangat marah, jadi dia diam-diam menggelengkan kepala dan tersenyum menenangkan hingga sang ibu tetap diam di tempat.
"Benar!" Xue Shan Shan menganggukkan kepala, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi yang tidak biasa. "Kalian bisa berkata semua bukti ini palsu. Saputangan bisa hilang, surat pun bisa dipalsukan, tapi apa pakaian dalam bisa hilang begitu saja?"
"Selain itu, apa stempel tanda tangan di atas surat itu bisa dipalsukan?" Xue Shan Shan membuka tas lainnya, mengambil pakaian dalam, serta surat yang ditulis Selir Faye untuk toko obat.
Orang di toko sangat berhati-hati sehingga mengharuskan ada stempel Selir Faye pada surat yang dikirimkan.
Pada saat Selir Faye meminta Yangtao menanggung semua kesalahan, dia juga menyuruh orangnya untuk menghubungi toko obat lagi.
Sementara itu, orang-orang Xue Shan Shan sudah menyelidiki petunjuk dan mengumpulkan semua surat tanpa tersisa.
__ADS_1
Mengenai pakaian dalam itu ....
Selir Faye tidak sengaja terkena tanaman herbal yang mengandung racun, jadi dia segera mengganti dan membuangnya karena takut keracunan.
Tidak disangka, pakaian dalam itu ternyata dikumpulkan oleh Xue Shan Shan yang hidup kembali sebagai bukti.
"Bibi Faye, apa yang ingin kamu katakan?" Xue Shan Shan memiringkan kepalanya dan bertanya dengan datar.
Selir Faye tertegun, dia sudah ingin membuka mulut, tetapi tidak ada kata yang bisa diucapkan.
Xue Yuwen juga tidak menyangka Xue Shan Shan mempunyai bukti, dia pun hanya bisa mengeoalkan tangannya dengan erat.
Xue Shan Shan memiliki segunung bukti yang kuat!
"Apa Ayah merasa lega karena aku tidak memiliki bukti yang berhubungan denganmu?" Xue Shan Shan yang menyadari helaan nafas lega dari Xue Jingguo kembali berkata, "Aku harus mengatakan Ayah memang sangat berhati-hati hingga tidak meninggalkan petunjuk apa pun!"
Xue Shan Shan masih tersenyum dingin saat melihat ekspresi Xue Jingguo. "Tidak masalah, setelah membawa nenek dan Bibi Faye ke pengadilan, mereka pasti bisa menyelidikinya. Setelah saatnya tiba, Ayah akan kesulitan untuk mengaku terlibat dalam semua masalah ini."
Sambil menatap Xue Shan Shan, Xue Jingguo menarik nafas dalam-dalam beberapa kali dan berusaha menghilangkan semua kemarahan, kegelisahan dan ketegangan di dalam hatinya.
Setelah sedikit tenang, Xue Jingguo berkata dengan kejam. "Apa kamu pikir bisa membawa semua bukti ini ke pengadilan? Jika aku menghancurkannya, kamu tidak punya bukti apa-apa lagi!"
Kata-kata Xue Jingguo membuat Selir Faye dan Nyonya Tua Xue senang.
"Pelayan, rebut barang-barang itu!" Xue Jingguo berseru lantang hingga seluruh pelayan beserta pengawal dengan segera mengelilingi Xue Shan Shan dan yang lainnya
"Hancurkan semua bukti itu!"
"Hancurkan? Apa Ayah bisa?" Xue Shan Shan memandang pengawal di sekeliling dengan dingin, sebelum akhirnya jarum perak mendadak muncul di tangannya.
Seketika, semua orang, tidak terkecuali Xue Jingguo langsung tercengang. Mereka lupa bahwa Xue Shan Shan memiliki jarum perak yang bisa digunakan sebagai senjata kapan saja.
Meski begitu, Xue Jingguo bersikap tidak peduli dan berkata dengan penuh penghinaan. "Gadis arogan! Tangkap Xue Shan Shan lebih dulu!"
Detik berikutnya, dia salah orang yang pertama kali menerjang ke arah Xue Shan Shan.
Namun, Xue Shan Shan berhasil menendang bokong Xue Jingguo hingga membuat sang ayah sempoyongan dan jatuh ke tanah.
__ADS_1
Semua orang terkejut melihat hal itu dan berpikir Xue Jingguo tidak pernah jera dengan pukulan Xue Shan Shan seolah-olah sudah ketagihan.
Dalam sekejap, wajah Xue Jingguo pun tampak berang, dia menggertakkan gigi dan meraung. "Xue Shan Shan!"