Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Angsa yang Murka


__ADS_3

Sementara itu, Xue Shan Shan diam-diam keluar dari Paviliun Bulan hanya untuk pergi ke Istana Wanshou dan menemui Pangeran Li Xian.


Dia sudah lelah berpikir, jadi ingin bertanya langsung pada Pangeran Li Xian apa sebenarnya permainan yang sedang dia mainkan.


Jika Pangeran Li Xian tidak ingin menjelaskannya, Xue Shan Shan bertekad ingin menusuknya dengan seratus jarum.


Oh, bukan. Seribu jarum!


Saat kereta kuda melewati jalanan, orang-orang masih membicarakan perjodohan yang ditunjuk oleh Kaisar.


"Kali ini, Xue Shan Shan benar-benar seperti kodok yang berhasil memakan daging angsa, dia bahkan benar-benar berhasil mendapatkan Pangeran Li Xian."


"Aku ragu apakah ini nyata atau tidak, tapi kekaisaran sudah mengeluarkan pengumuman yang mengatakan Xue Shan Shan bukan hanya menikah dengan Pangeran Li Xian, tetapi juga menjadi istri sahnya."


"Benar, bahkan dia diangkat menjadi Putri Changning."


"Betapa beruntungnya!"


"Beruntung apanya? Dia pasti menggunakan ilmu sihir untuk memerangkap Pangeran Li Xian!"


"Apa yang kamu katakan sangat masuk akal! Selain itu, aku tidak terpikirkan alasan lain lagi."


Mendengar percakapan itu, Xue Shan Shan sangat marah. Dia langsung membuka tirai kereta dan berteriak, "Kalian dan keluarga kalian adalah kodok itu, bahkan kodok yang sudah menjelma menjadi setan!"


Sialan!


Kenapa dia malah diumpamakan seperti kodok yang memakan angsa?!


Kurang ajar!


Pangeran Li Xian yang memohon pada Kaisar untuk menikahinya, bukan dia yang meminta untuk dinikahi.


Menyebalkan!


Padahal, berita tentang Pangeran Li Xian memohon pada Kaisar bukan hanya sampai di telinga Xue Shan Shan melalui mulut ke mulut, tetapi juga terdengar oleh semua penghuni ibu kota.


Hanya saja, mereka tidak bisa menerima kenyataan bahwa Pangeran Li Xian yang terkenal dingin dan anti wanita, tiba-tiba memilih sendiri gadis untuk dinikahi.


Bahkan, gadis itu adalah Xue Shan Shan yang tidak berguna!


Apakah selera Pangeran Li Xian begitu buruk atau mungkin dia mengalami kebutaan?

__ADS_1


Saat kereta kuda yang membawa Xue Shan Shan tiba di Istana Wanshou, dia langsung turun dan merasakan adanya kejanggalan di dalam Kediaman Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan mencium aroma darah yang begitu kuat dari dalam kediaman, bahkan dia juga merasa ada aura mencengkam yang menyebar.


Diam-diam, Xue Shan Shan mengambil jalan memutar dan pergi ke halaman belakang Istana Wanshou yang terdapat Hutan Bunga Aprikot.


Xue Shan Shan bersembunyi di sana, melihat dari kejauhan beberapa pria berpakaian hitam denganw akan tertutup topeng menyerang Istana Wanshou.


Mereka berhasil membunuh beberapa pengawal pria dan saat ini sedang mengepung pria berpakaian putih yang duduk santai di tengah-tengah gazebo seolah-olah tidak pernah terjadi pembunuhan sadis di sekitarnya.


Melihat wajah pucatnya, para pembunuh itu mengira bahwa Pangeran Li Xian adalah sampah yang rapuh dan mudah disingkirkan.


Mereka juga merasa rumor yang menyebar tentang betapa hebat dan kejamnya pria itu, hanyalah rumor belaka!


Mana ada orang hebat dan kejam berwajah pucat!


Padahal, pria yang mereka anggap sampah dan tidak berguna itu pernah mencabut nyawa orang di depan pejabat istana, bahkan di hadapan Kaisar.


Pangeran Li Xian membunuh dua pejabat istana yang menukar senjata perang berkualitas baik dengan kualitas buruk, bahkan mereka juga dengan sadar sudah menyelundupkan serbuk mesiu.


Jelas, mereka sedang merencanakan pemberontakan!


Tentu saja, salah satu pangeran berdiri di belakang mereka untuk memimpin aksi pemberontakan tersebut.


Meski tahu siapa pangeran yang memiliki rencana buruk itu, Pangeran Li Xian tidak berniat menangkapnya.


Dengan membunuh dua pejabat setia pangeran pemberontak, itu sama saja dengan memotong kedua kaki dan tangannya!


Meskipun Pangeran Li Xian berbuat segila itu di hadapan Kaisar, dia hanya dihukum introspeksi diri di Istana Wanshou.


Kaisar benar-benar tidak rela menyentuh sehelai pun rambut Pangeran Li Xian hingga membuat beberapa orang merasa semakin jengkel dan merencanakan pembunuhan ini.


Para pembunuh memegang pisau tajam dan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan penuh kebencian, tetapi mereka juga tidak berani bertindak gegabah.


Satu per satu dari mereka menatap Pangeran Li Xian dengan waspada, berharap tatapan tajam mereka bisa berubah menjadi senjata yang mengiris-iris tubuh sang pangeran menjadi beberapa bagian.


Pangeran Li Xian hanya tertawa kecil menghadapi tatapan permusuhan di sekitar, sementara jari-jari putih dan lembutnya membelai cangkir giok putih di tangannya.


Angin sepoi-sepoi bertiup, membuat pakaiannya berkibar. Sutra putih itu menyapu wajah tampan Pangeran Li Xian yang dingin, tetapi tampak sangat menawan.


Namun, bibir merah tipis milik Pangeran Li Xian tiba-tiba saja membentuk senyum sinis seperti bunga Mandala yang mekar di dalam genangan darah.

__ADS_1


"Kalian mau mati berdiri atau berbaring?" Suaranya terdengar tegas dan penuh amarah.


Sebuah senyuman dan sepatah kata langsung mematahkan aura keabadian dan kerapuhan bawaannya


Meskipun dia masih duduk santai dengan mata terpejam, auranya bukan lagi fatamorgana yang akan hancur dengan satu sentuhan.


Dia terlihat seperti bunga segar yang haus darah dan sedang mekar, tampak indah dan mempesona, tetapi sangat berbahaya!


Para pembunuh saling memandang dan tiba-tiba menerjangnya seolah-olah bersiap menjadi martir. "Pergilah ke neraka, Iblis!"


Belasan pedang bersiap menikam tubuh Pangeran Li Xian, tetapi tidak ada satu orang pun yang melindunginya.


Bukan tidak ada yang melindunginya, mereka juga saat ini sedang berhadapan dengan para pembunuh lain di bagian lain kediaman.


Pada saat itu, bahkan senyuman di wajah tampannya tidak berhenti dan tampak semakin kejam.


Ketika pedang ditusukkan, pria yang duduk tenang itu tiba-tiba melayang ke udara.


Kemudian saat menukik ke bawah, dia tampak seperti angsa yang murka.


Sebelah telapak tangannya menghantam formasi pedang tajam, sedangkan telapak tangan lainnya memelintir leher pembunuh yang berada di dekatnya dengan kejam.


Detik berikutnya, suara leher yang dipatahkan hampir bersamaan terdengar seperti suara simponi.


Setelah semuanya terbunuh dalam sekejap, Pangeran Li Xian kembali duduk dengan tenang seolah-olah bukan dia pelaku yang membuat puluhan mayat dengan leher payah.


Pangeran Li Xian mengeluarkan secarik sapu tangan bersih, dia menyeka ke sepuluh hari tangannya dengan lembut dan hati-hati sembari menatap puluhan mayat di hadapannya seolah-olah mereka semua adalah seonggok sampah.


Tidak lama kemudian, Wei Shu terbang entah dari mana dengan membawa dua pengawal rahasia di depan kaki Pangeran Li Xian.


"Pangeran, saya pantas mati." Wei Shu langsung berlutut, sementara dua pengawal yang dibawanya tampak terbaring lemah tak berdaya. "Ternyata, ada pengkhianat di dalam pengawal rahasia. Saya siap menerima hukuman."


Pangeran Li Xian berkata dengan tenang. "Memang harus dihukum."


Kemudian, dia menatap kedua pengkhianat itu dan berkata dengan ketus. "Bunuh mereka!"


Dalam sekejap, Wei Shu menarik pedang panjangnya dan cahaya berkilauan melintas bersamaan dengan darah segar yang menyembur ke mana-mana seperti lahar panas.


Bahkan, kedua pengawal itu tidak sempat berteriak, apalagi meminta pengampunan saat jantung mereka sudah koyak oleh pedang Wei Shu.


Beberapa tetes darah juga mengenai sepatu Pangeran Li Xian, dia menundukkan pandangannya dan tiba-tiba seteguk darah menyembur dari mulutnya sehingga membuat Wei Shu panik.

__ADS_1


Bahkan, Xue Shan Shan yang melihat segalanya dari kejauhan tampak terkejut.


"Pangeran ...."


__ADS_2