
Setelah tiga hari menerima hukuman pukulan, Xue Jinggou ternyata benar-benar bisa bertahan hidup hanya dengan mengandalkan tekadnya.
Hanya saja, Xue Jinggou yang dalam keadaan sekarat dibuang ke pinggiran kota. Ada noda darah di sekujur tubuhnya, wajahnya pucat pasi dan ada sedikit emosi.
Entah pria tua baik hati dari mana, Xue Jinggou diselamatkan olehnya dan dibawa ke klinik.
Xue Jinggou tersadar setelah tujuh hari, dia sangat senang mendapati dirinya masih hidup, bahkan luka-lukanya hampir pulih berkat orang tua itu.
Tidak peduli siapa dia, Xue Jinggou pergi dari tempatnya tanpa pamit, dia juga tidak mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diterimanya.
Dia ingin segera bertemu dengan Diana Lee, jadi sengaja menyebar berita palsu bahwa barang-barang di Gang Baihe sangat bagus karena dia tahu wanita itu akan tetarik dan pergi berbelanja.
Benar saja, setelah menunggu lebih kurang satu jam, Diana Lee tampak memasuki Gang Baihe bersama Bibi Su.
"Diana!" Saat ini, Xue Jinggou yang mengenakan pakaian yang terbuat dari kain linen kasar dan terlihat sangat menyedihkan, langsung mendekati Diana Lee.
Sepasang mata yang berkaca-kaca itu menatap Diana Lee yang mengenakan pakaian mewah, membuat kecemburuan di hati Xue Jinggou melonjak.
Saat ini sama seperti pertama kalinya Xue Jinggou melihat Diana Lee, dia dipenuhi rasa iri, cemburu dan ingin menghancurkannya!
"Berhenti!" Bibi Su langsung berdiri di depan Diana Lee untuk melindunginya. "Tuan Xue, Nona kami tidak berhubungan dengan Anda lagi."
Bibi Su mencoba memperingati Xue Jinggou kalau-kalau pria itu lupa.
Sama seperti Bibi Su, Diana Lee juga tidak menyangka mereka akan bertemu dengan Xue Jinggou di sini.
Diana Lee masih berdiri terpaku di tempatnya, dia hanya bisa mendengar detak jantungnya sendiri dengan pikiran yang kalut.
Xue Jinggou menatap Diana Lee dengan ekspresi penuh bersalah dan penyesalan. "Diana, aku tahu diriku sudah berbuat kesalahan. Kamu percayalah padaku, aku masih sangat menyukaimu. Bagaimanapun, kita adalah satu keluarga!"
Jika Xue Shan Shan mengetahui Xue Jinggou menemui ibunya, bahkan mengumbar kata-kata menjijikkannya seperti itu, dia pasti akan muak dan sangat marah.
Benar-benar tidak tahu malu!
Kenapa ada manusia tidak tahu malu seperti Xue Jinggou di dunia ini?
Wajah Bibi Su dipenuhi dengan kemarahan. "Tuan Xue, apa yang ingin Anda lakukan?"
Xue Jinggou malah mengabaikan Bibi Su dan menatap Diana Lee dengan raut wajah sedih.
"Diana, aku tahu aku salah. Dulu, aku memang bajingan. Kumohon padamu, tolong maafkan aku!" Detik berikutnya, Xue Jinggou sudah berlutut di depan Diana Lee.
Wanita itu menarik nafas dan secara reflek mundur selangkah, matanya membelalak dengan ekspresi tidak percaya tercetak jelas di wajahnya.
Bibi Su yang ada di samping juga tercengang, dia tidak menyangka Xue Jinggou akan berlutut di depan Diana Lee sembari memegang rok wanita itu.
"Diana, aku tahu aku salah. Aku bajingan, aku bajingann!"
Saat berbicara, Xue Jinggou menampar dirinya sendiri.
Awalnya, tidak ada seorang pun di gang, tetapi suara Xue Jinggou yang sangat keras menarik perhatiannya beberapa orang sehingga mereka datang untuk menonton.
"Diana, bagaimanapun, kita adalah suami istri! Kita juga masih memiliki Shan Shan, kamu pasti tidak ingin dia tidak punya ayah, kan?"
"Diana, ini semua salahku. Ayo, kita berbaikan!"
"Diana, asalkan kamu bersedia memaafkan aku, kamu boleh memarahi dan memukulku."
Suara Xue Jinggou penuh kesedihan, ditambah dengan tindakan dan kata-katanya, dia langsung menarik simpati banyak orang dan orang-orang itu pun mulai membicarakan Diana Lee.
"Aduh, pasangan ini hanya bertengkar, tapi coba lihat wanita itu. Dia mengenakan sutra brokat dan satin, sedangkan suaminya mengenakan linen kasar. Jangan-jangan dia adalah istri garang yang suka menindas suami "
"Benar, lihat saja penampilan pria itu, di sangat menyedihkan. Ckckck, sayang sekali dia menikahi wanita seperti itu!"
"Hmmmm, lebih baik ceraikan saja istrimu, kenapa harus rujuk? Aku saja tidak sudi memiliki wanita seperti itu."
Wajah Bibi Su terlihat penuh dengan kemarahan saat mendengar kritikan orang-orang di sekitar, dia pun langsung berteriak, "Jangan sembarangan bicara! Nyonya kami sudah bercerai dan tidak ada hubungan dengan dia!"
Saat ini, Nyonya Diana juga tersadar dan wajahnya menjadi sedikit pucat. Dia menatap Xue Jinggou dan berkata, "Aku tidak berhubungan denganmu lagi, kamu jangan ganggu aku!"
"Kamu benar-benar tidak berperasaan! Wanita seperti ini bagusnya direndam di kandang babi!"
Seseorang memandang Diana Lee dan mengejek, "Jangan-jangan kamu sudah berhubungan dengan pria lain? Melihat pakaian yang kamu kenakan, kamu tidak seperti orang miskin."
"Aku juga berpikir begitu." Seorang wanita menyahut dan menatap Xue Jinggou. "Kamu masih tidak rela melepaskan wanita yang membenci orang miskin dan mencintai kekayaan?"
"Benar, entah putri dari keluarga mana dia ini."
Bibi Su melindungi sang majikan di belakangnya dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi Diana Lee menghentikannya. "Lebih baik kita pergi saja."
Diana Lee sudah bergerak ingin pergi meninggalkan Xue Jinggou, tetapi bagaimana mungkin pria itu melepaskan kesempatan baik ini?
Dia sudah mendapatkan simpati dan dukungan rakyat, jadi segera berdiri dan menghalangi jalan Diana Lee. "Diana ...."
"Xue Jinggou, kamu jangan ...."
"Diana!"
Tiba-tiba, suara yang familier terdengar dari kerumunan, Diana Lee mendongak dan melihat dengan tatapan terkejut.
__ADS_1
Detik berikutnya, mata Diana Lee berbinar, dia segera memanggilnya. "An Xie ...."
Dia adalah Pangeran Li An Xie, saudara Kaisar.
Karena sudah berhubungan dekat dengan Diana Lee, dia tidak ingin dipanggil dengan nama resmi kekaisaran karena merasa ada begitu tinggi batasan yang menghalangi mereka.
Hanya dengan nama panggilan 'An Xie ', sang pangeran merasa dirinya dan Diana Lee seperti kembali ke masa lalu, di mana tidak ada Xue Jinggou di antara mereka.
Pangeran Li An Xie mengerutkan alis dan berjalan dengan cepat, lalu melindungi Diana Lee di belakangnya.
Melihat tindakan Li An Xie, Diana Lee merasa lega seolah-olah telah melihat malaikat pelindungnya.
Pangeran Li An Xie juga tidak menyangka akan bertemu dengan Xue Jinggou, dia menyipitkan matanya.
"Diana, gara-gara pria ini, kamu ...." Xue Jinggou bersikap seolah-olah dia telah menerima pukulan besar di dadanya, tubuhnya tampak bergetar seperti benar-benar kesakitan.
"Obatnya begit, ternyata ada yang berselingkuh! Wanita seperti ini benar-benar harus direndam di kandang babi!"
"Benar, kurung dia di kandang babi, laporkan juga kepada petugas!"
"Kamu tidak perlu takut, kami semua bersaksi untukmu!"
Selain Diana Lee dan Bibi Su, orang lain yang mengdtahui identitas Pangeran Li An Xie adalah Xue Jinggou, sisanya hanya mengira bahwa pria itu adalah seorang bangsawan yang menjadi selingkuhan.
Jika tahu yang ada di hadapan mereka adalah Pangeran Li An Xie, mereka tidak mungkin berani bersikap begitu arogan.
"Jangan bicara sembarangan! Nyonya kami tidak seperti itu!" Bibi Su berteriak dengan cemas. "Nyonya kami sudah lama bercerai dengannya!"
"Kalian semua berhentilah bicara, ini semua salahku, aku tidak menyangka ... aku memiliki keberuntungan ini." Meski tahu identitas Pangeran Li An Xie, Xue Jinggou sama sekali tidak merasa takut, bahkan ketika merasakan aura dingin yang mulai memancar dari sekujur tubuh sang pangeran.
Baginya, jika di masa lalu dia bisa mengalahkan Pangeran Li An Xie tanpa perlawanan, maka sekarang juga bisa!
Xue Jinggou menggelengkan kepalanya dan memaksa air matanya untuk menetes sehingga membuat orang-orang semakin kasihan padanya.
Mengabaikan orang-orang yang tidak berhenti berbisik, Pangeran Li An Xie tersenyum miring sambil mencibir. "Xue Jinggou, karena kamu sudah datang, mari kita bicarakan semuanya sampai jelas!"
Suara Pangeran Li An Xie sangat keras, membuat suara bisikan di sekitar menjadi jauh lebih lirih.
Sementara itu, mata Xue Jinggou langsung memancarkan kepanikan hanya karena namanya disebut dengan jelas.
Siapa di ibukota yang tidak mengenali Xue Jinggou, si pendosa?
"Xue Jinggou, saudaraku, Kaisar, sudah sangat berbelas kasihan sehingga menyelamatkanmu dari kematian. Kamu bukannya intropeksi diri dengan baik, malah datang untuk mengganggu Diana Lee, putri satu-satunya Perdana Menteri. Apa maksudmu?"
Saat ini, Pangeran Li An Xie menyebutkan tentang kemurahan hati Kaisar, tetapi dia sebenarnya sedang memperkenalkan dirinya secara tak langsung.
Bersamaan dengan itu, Pangeran Li An Xie juga tidak lupa memperkenalkan Diana Lee pada semua orang.
Selanjutnya, orang-orang pun mulai mengenali Xue sebagai si pendosa yang menerima hukuman pukulan sebanyak 50 kali papan berduri dan dibuang ke pinggiran kota tanpa dipedulikan soal hidup dan matinya.
Tentu saja, mereka juga tahu tentang Nyonya Diana, wanita terhormat yang baru ingin membuka hatinya untuk Pangeran Li An Xie, setelah dilukai dengan kejam oleh Xue Jinggou.
Seketika, suasana di tempat itu menjadi sunyi-senyap, tidak ada lagi yang berani berkomentar, terlebih dengan adanya Pangeran Li An Xie di sana.
"Diana sudah lama bercerai denganmu. Dulu, kamu memanjakan selirmu dan mengabaikan istrimu. Kami bahkan meracuni istri dan putri, tapi bagaimana bisa kamu masih berani mengganggu mereka? Bukankah sikapmu sudah sangat keterlaluan?"
"Saat kamu masih menjadi pejabat, kamu mengabaikan Diana. Sekarang, setelah kamu terpojok, kamu datang untuk mencarinya. Xue Jinggou, kamu ingin menggunakan Diana untuk membalikkan keadaan, kan?"
"Xue Jinggou, apa urat malumu sudah putus?"
Dalam sekejap, situasi mulai berbalik. Orang-orang di sekitar yang mulanya menyerang Diana Lee secara verbal, berbalik menyerang Xue Jinggou secara fisik.
Dihina dan dicaci-maki oleh orang-orang itu, wajah Xue Jinggou tampak pias. Dia ingin melarikan diri, tetapi dirinya malah melemparinya dengan bebatuan yang mereka pungut di tanah.
Padahal, Xue Jinggou sudah mengatur beribu rencana untuk kembali bersama Diana Lee, tetapi tidak disangka kehadiran Pangeran Li An Xie malah membalikkan keadaan.
Bahkan, dirinya ditinggalkan tanpa belas kasih oleh Pangeran Li An Xie dan Bibi Su yang membantu Diana Lee memasuki kereta kuda.
Di dalam kereta, Diana Lee perlahan-lahan sudah pulih dari rasa terkejutnya. Namun, wajahnya masih pucat. "Jangan beritahu Shan Shan tentang kejadian hari ini."
"Baik." Bibi Su segera mengangguk, begitu juga dengan Pangeran Li An Xie.
"Kamu jangan takut, ada aku di sini. Kalau, kamu jangan keluar lagi sesuka hati. Aku rasa, Xue Jinggou pasti ingin menggunakan kediaman Perdana Menteri untuk mendapatkan kembali posisinya di kerajaan."
"Jangan harap dia bisa mendapatkannya!" Diana Lee meraung. "Dia sudah memanfaatkanku sekali, jangan berpikir bisa memanfaatkanku untuk kedua kalinya!"
"Ayahku tidak akan melakukan apa pun untuknya lagi!"
"Diana, kamu jangan marah, kamu juga tidak perlu mengkhawatirkan masalah ini. Aku akan mengurusnya untukmu."
Pangeran Li An Xie menatap Diana Lee dengan penuh kasih.
Diana Lee mengangguk.
Namun, yang tidak diketahui oleh Diana Lee adalah Xue Shan Shan telah mengatur seseorang secara diametral untuk melindunginya.
Bahkan, jika Pangeran Li An Xie tidak datang, dia tidak akan membiarkan Xue Jinggou menyakiti ibunya.
Karena itu, Diana Lee selalu aman ke mana pun dia pergi dan berita barusan telah sampai ke telinga Xue Shan Shan.
__ADS_1
"Xue Jinggou ...."
Xue Shan Shan mengerutkan alisnya, dia menatap Minglang. "Kamu selidiki di mana dia tinggal sekarang!"
"Baik, Nona."
Lin Mei menuangkan secangkir teh untuk Xue Shan Shan dan menghela nafas. "Tidak disangka Tuan Xue tidak punya malu dan masih berani mendekati Nyonya e, dia benar-benar ...."
Lin Mei terdiam, dia tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan betapa tidak tahu malunya Xue Jinggou.
Xue Shan Shan pun mencemooh dengan dingin.
Tidak lama kemudian, Minglang telah kembali dengan membawa hasil penyelidikannya.
Awalnya, Xue Jinggou tinggal di jalanan dan mendapatkan uang dengan cara mencuri. Namun, dua hari lalu dia bertemu dengan Putra Mahkota yang memberikannya sejumlah uang.
Tentu saja, Putra Mahkota memberikan uang karena berpikir Xue Jinggou pasti masih berguna untuknya.
"Putra Mahkota benar-benar sangat menganggur." Mata Xue Shan Shan memancarkan aura dingin. "Panggilkan Da Bingzhi."
Tidak butuh waktu lama, Da Bingzhi sudah berdiri di hadapan Xue Shan Shan.
"Nona, apa ada perintah untukku?"
Xue Shan Shan menatap Da Bingzhi, cahaya dingin melintas di matanya. "Kamu pergi hajar Putra Mahkota!"
Sebelumnya, Xue Shan Shan sudah mengatur ingin membuka rahasia Putra Mahkota, tetapi dia merasa waktunya belum tepat.
Jadi, hanya bisa meminta Da Bingzhi menghajarnya tanpa ampun.
Sudut mulut Da Bingzhi berkedut, dia menegakkan tubuhnya. "Nona, ada begitu banyak pengawal rahasia di sisi Putra Mahkota. Jika pergi sendirian, aku tidak mungkin bisa menang."
"Hari ini, kamu tunggu di pintu belakang istana, dia akan pergi ke sana sendirian." Xue Shan Shan membolak-balikkan buku catatan, lalu melemparkannya pada Da Bingzhi.
Xue Shan Shan menyesap tehnya di samping dan berkata sambil tersenyum manis. "Orang makan 3 kali sehari, jadi Putra Mahkota juga harus dipukuli tiga kali sehari."
Da Bingzhi memungut buku kecil itu, dia melihat di sana tertulis dengan rinci jadwal Putra Mahkota.
"Nona, akan lebih leluasa jika turun tangan saat jumlah orangnya lebih banyak."
"Cari saja seseorang untuk menemanimu," sahut Xue Shan Shan tak acuh.
"Baik."
Mendengar percakapan mereka, Minglang tertarik. "Nona, bagaimana jika aku saja yang menemani Da Bingzhi?"
Dia juga ingin bermain dengan Putra Mahkota.
Xue Shan Shan melirik Minglang, dia berkata, "Pergi saja."
Pada saat ini, Kediaman Pangeran Li Xian juga menerima kabar mengenai Xue Jinggou.
Alis Pangeran Li Xian berkerut, cahaya dingin juga melintas di matanya.
"Di mana dia tinggal?"
"Penginapan Yunlei."
"Bereskan dia!"
Wei Shu ragu-ragu sejenak, dia pun berkata, "Tuan, bagaimanapun juga dia adalah ayah Putri Changning."
"Dia tidak akan peduli."
Pangeran Li Xian berkata dengan datar, Wei Shu di samping mengingatkan dan berbalik untuk mengatur tugas.
Di sisi lain, Pangeran Li An Xie juga diam-diam mengirim orang untuk mengurus Xue Jinggou dengan baik.
Sangat disayangkan jika pria pendosa itu dibiarkan berkeliaran bebas di Negara Yuzhou yang suci.
Di dalam penginapannya, Xue Jinggou sedang makan sambil berpikir dengan keras mengenai apa yang harus dia lakukan selanjutnya.
Pada akhirnya, Xue Jinggou berpikir ingin menemui Putra Mahkota untuk meminta pendapatnya.
Namun, saat tengah tertidur, dia tiba-tiba merasakan kehadiran seseorang di tempat tidurnya.
Xue Jinggou membuka matanya dengan linglung, sebelum akhirnya dia membelalak dan terkejut saat melihat dua pria berpakaian serba hitam dengan topeng yang menutupi wajah mereka.
"Kalian ... siapa kalian?"
Saat ini, kedua pria yang tidak saling mengenal, saling berpandangan untuk sesaat.
Melihat tatapan satu sama lain, keduanya menyadari bahwa mereka memiliki misi yang sama.
Menghabisi Xue Jinggou!
Karena itu, mereka tidak perlu saling menyerang, tetapi justru saling bekerja sama menyelesaikan tugas.
Mereka saling menganggukkan kepala, sebelum akhirnya mengulurkan tangan ke arah Xue Jinggou ....
__ADS_1