Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Hanya Tersisa Satu Nafas


__ADS_3

Di Taman Fixie, Chihuahua berdiri sambil memijit Yura Chen yang sedang berbaring di sofa selir agung. "Selir, apa menurutmu posisi nyonya rumah di Kediaman Xue akan diisi oleh Selir Faye?"


"Jika memang benar Selir Faye, aku khawatir akan sedikit sulit untuk dihadapi!" Chihuahua menyampaikan kekhawatirannya pada Yura Chen.


"Menurutku, kamu masih begitu muda, tapi sudah terlalu banyak berpikir." Yura Chen memakan buah anggurnya sambil berkata, "Kalau Yu Faye ingin menjadi nyonya rumah, dia harus bertanya pada Nona Besar apakah dia setuju atau tidak."


"Kenapa?" Chihuahua menatap Yura Chen dengan ragu. "Saat ini, Selir Faye tampaknya sudah dipercayai lagi oleh tuan, ditambah lagi Nyonya Tua lebih bias padanya dan yang paling penting, Nona Kedua sudah berhasil mendekati Putra Mahkota. Jadi, dia sangat dekat dengan posisi nyonya rumah."


"Dengan kemampuan Nona Besar, apa dia akan membiarkan Yu Faye menjadi nyonya rumah? Meski bukan lagi nona besar di Kediaman Xue, dia tidak akan membiarkan Yu Faye mencapai tujuannya!" Yura Chen berbicara penuh keyakinan, lalu menggelengkan kepala sambil berkata, "Sudahlah, cepat siapkan air dan makanan untuk selirmu ini."


Kemudian, Yura Chen kembali ke kamarnya. "Setelah menyiapkan air hangat untukku, pergilah cari tahu di mana tuan. Aku ingin mengantarkan sup untuknya."


"Baik."


Selesai menyantap sedikit makanannya, Yura Chen berdandan sebentar, sebelum pergi ke ruang kerja Xue Jingguo.


Sebelumnya, pengawal di tempat tinggal Xue Jingguo sudah diberitahukan untuk mengizinkan Yura Chen datang kapan saja.


Jadi, ketika dia datang saat ini, tidak ada siapa pun yang berani menghalanginya.


Tepat saat Yura Chen hendak mengetuk pintu, dia mendengar suara dari dalam. "Apa kalian sudah berhasil menemukan keberadaan Yangtao dan keluargaku?"


"Kami sudah memeriksanya."


"Kamu tahu apa yang harus dilakukan, bukan?" Suara Xue Jingguo sangat dalam, menyiratkan niat membunuh.


"Tuan, hamba mengerti. Anda tenang saja."


"Bagus, pergilah!"


Di luar, Yura Chen sudah tercengang mendengar percakapan antara Xue Jingguo dengan orang suruhannya.


Saat mendengar pergerakan dari dalam, Yura Chen segera melangkah mundur dan berpura-pura baru saja datang. "Pengurus rumah."


"Selir Chen." Pengurus rumah yang selama ini memiliki status di bawah Kepala Pelayan Chen satu tingkat, akhirnya bisa menjadi pelayan dengan status tertinggi di Kediaman Xue.


Bahkan, dia juga sudah menjadi orang kepercayaan Xue Jingguo.


Setelah mengangguk singkat pada Yura Chen, pengurus rumah itu pun bergegas pergi.


Yura Chen menarik nafas dalam-dalam, lalu memasang senyum manis di wajahnya saat masuk ke ruang kerja Xue Jingguo. "Tuan, Anda sudah bekerja keras. Ini aku buatkan sup penghangat tubuh di musim di gin ini, silahkan dinikmati."

__ADS_1


"Hahaha ... Yura memang paling menyayangiku." Xue Jingguo dengan senang hati mengambil sup itu, lalu tangannya yang lain menyentuh wajah Yura Chen.


Di matanya, terlihat ada has rat yang mulai berkobar.


"Tuan ...." Yura Chen mengedipkan matanya, menerima has rat Xue Jingguo dengan menjatuhkan tubhnya ke pelukan Xue Jingguo


Dalam sekelip mata, keduanya sudah saling memberikan sentuhan yang memabukkan.


Setelah membuat Xue Jingguo kelelahan hingga jatuh tidur, Yura Chen bergegas kembali ke kamarnya hanya untuk menulis surat dan menyerahkannya pada Chihuahua. "Pastikan surat ini sampai ke tangan Nona Besar secepat mungkin!"


Meski wajahnya menegang, Chihuahua tetap patuh pada perintah Yura Chen hingga dia keluar dari Kediaman Xue dengan mengendap layaknya maling.


Saat tengah malam, Xue Shan Shan yang baru saja naik ke atas pembaringan, mendengar suara langkah kaki.


Segera setelah itu, seseorang mendorong pintu dan berjalan masuk.


"Nona ...."


Ketika Lin Mei terdengar, Xue Shan Shan langsung eegulinh dan memeluk selimu, berpura-pura tidur.


Melihat itu, Qing Ke dan Lin Mei saling memandang, sebelum akhirnya Lin Mei melangkah maju untuk menyalakan lampu minyak, sementara Qing Ke menarik selimut dan membangunkan Xue Shan Shan.


Xue Shan Shan menggosok matanya dengan bingung terlihat seperti orang yang benar-benar sudah tertidur pulas. "Ada masalah apa?"


"Selir Chen memberi kabar bahwa Tuan Xue ingin membunuh Yangtao dan seluruh keluarganya." Qing Ke berbicara cepat dengan cara yang mengejutkan. "Mereka menemukan tempat persembunyian Yangtao!"


Xue Shan Shan juga sedikit terkejut. "Bukankah sudah ada orang yang menjaga Yangtao?"


"Ada." Qing Ke mengangguk cepat, lalu berkata, "Aku sudah memilih beberapa orang yang pintar bela diri untuk melindungi mereka."


Detik berikutnya, Xue Shan Shan mengangkat selimut dan turun dari tempat tidur.


Di yang sudah mengatur segalanya, memiliki pemikiran bahwa Yangtao dan keluarganya akan berjuang melawan kematian.


Meski begitu, Xue Shan Shan tampak masih bersikap santai.bdia juga dengan santainya memperingati Lin Mei dan Qing Ke untuk tidak keluar dari rumah selama beberapa waktu.


Setelah memikirkannya lagi, Xue Shan Shan berkata, "Lin Mei, Qing Ke, kalian tetap di rumah, biarkan Minglang yang mengikutiku."


Begitu mendengar keputusan Xue Shan Shan, mereka tidak ada yang membantah.


"Nona, Anda sudah mengatur segalanya dengan baik. Selama Yangtao menurut, dia akan baik-buruk saja." Lin Mei berbicara sambil mendandani Xue Shan Shan yang sudah menyiramkan air dingin ke wajahnya sendiri.

__ADS_1


Dengan begitu, mata Xue Shan Shan langsung terbuka lebar dan rasa kantuknya juga perlahan menghilang.


Xue Shan Shan dan Minglang berjalan keluar dari pintu samping, lalu menaiki kuda dan segera keluar dari kota


Begitu tiba di tengah jalan, mereka menemukan sosok yang tidak asing lagi.


Minglang segera berbalik hanya untuk turun dari kereta, lalu memapah pria yang tergeletak di rumahnya. Dia pun mengernyitkan alisnya. "Nona ...."


Xue Shan Shan menghampiri Minglang dengan cepat, sebelum akhirnya memeriksa dan memberikan obat kepada pria yang terlihat tak berdaya itu. "Hanya tersisa satu nafas."


Twnru saja, Minglang tercengang.


"Nona, ada pembunuh ...." Pria yang terluka itu berkata dengan melepaskannya kata demi kata. "Dua tetua dari Keluarga Chu berlari keluar dengan ketakutan. Kami tidak bisa menggunakan senjata yang Nona berikan dan hanya bisa mengejar juga melindungi mereka. Namun, teman-temanku banyak yang mati ...."


"Nona ...."


Brak!!!


Tangan pria itu langsung jatuh ke tanah, sebelum akhirnya tubhnya menjadi dingin.


"Minglang, selamatkan mereka semua!"


Tanpa memperdulikan hal lain, mereka pun langsung melangkah maju.


Namun, mereka kembali begitu melihat sebuah Ali yang sangat besar.


Detik berikutnya, tempat tinggal Yangtao sudah terbakar dan menjadi abu!


Tanpa pikir panjang, Xue Shan Shan pun turun tangan untuk memadamkan api.


Kemudian, dia menatap seonggok mayat dengan alis berkerut dalam.


"Mereka sudah mati terbakar!"


***


Guys, sabar ya, masalah di novel ini pasti akan segera teratasi dengan baik.


Dan yang paling penting, novel ini juga akan segera tamat.


Jadi, nikmati saja kisah mereka okay?

__ADS_1


__ADS_2