
Tidak hanya Tabib Yang, semua orang yang menyaksikan dan mendengar hal itu keluar langsung dari mulut Xue Shan Shan, mereka tidak bisa berkata-kata.
"Aku paling tidak suka orang-orang seperti kalian yang mata duitan! Sebelum aku memukulmu, cepat menghilang dari hadapanku!"
Tadinya, Tabib Yang datang dengan penuh percaya diri. Sekarang, dia yang malang sangat ketakutan hingga segera naik ke kereta.
Ada apa dengan gadis kecil ini?
Setelah menipu 10 juta teal dari Pangeran Qin, apa dia langsung bertobat?
Baji ngan mana yang mengatakan Tuan Putri Changning sangat menyukai uang?
Bukankah sudah menipu dirinya yang sudah tua ini?
Di saat semua orang merasa dirinya sangat aneh, Xue Shan Shan justru merasa sebaliknya.
Merekalah yang aneh!
Karena bosan, Xue Shan Shan memutuskan untuk keluar rumah.
Di jalan, dia melihat ke kiri dan kanan, tetapi tidak da satu pun yang membuatnya bersemangat.
Pada saat ini, seorang lelaki tua yang menjual manisan datang sambil tersenyum. "Tuan Putri, hari ini ada rasa hawthorne asam kesukaan Anda, apa Anda mau?"
Xue Shan Shan langsung merasa giginya ngilu hanya dengan melihat manisan hawthorne itu.
"Aku tidak suka makan ini."
Aku bukan anak kecil, kenapa masih makan manisan?
Orang tua yang menjual manisan terlihat kebingungan, Bukankah ini gadis yang dua hari lalu sambil tersenyum mengatakan hawthorne buatannya hari itu kurang asam dan sedikit tidak enak?
Mengapa sekarang jadi tidak suka?mengapa sekarang jadi tidak suka?
Benar-benar wanita, suka berubah-ubah pikirannya.
Saat ini, Putri Amber telah mendapatkan laporan dari Xiao Xing bahwa Xue Shan Shan enggan datang mengatasi perbannya yang terbuka.
Seketika, Putri Amber menjadi murka. "Jangan sampai aku melihatnya hari ini! Jika tidak, aku akan membuatnya sengsara!"
Xiao Xing diam, dia melihat keadaan Putri Amber dan merasa tidak yakin wanita itu bisa membuat hidup Xue Shan Shan sengsara.
Dalam keadaan sehat saja tidak bisa, apalagi dalam keadaan yang hampir seperti mumi sekarang ini.
"Putri, itu sepertinya Tuan Putri Changning." Xiao Xing baru saja membuka jendela dan tidak sengaja melihat Xue Shan Shan sedang berjalan santai di bawah sana.
Mendengar itu, Putri Amber ingin beranjak bangun.
Segera, Xiao Xing membantu dan memapah Putri Amber sampai ke jendela.
Putri Amber benar-benar melihat Xue Shan Shan yang berpakaian hitam sedang berjalan-jalan bersama para pelayannya.
Setelah melihatnya dengan cermat, Putri Amber menyadari bahwa Xue Shan Shan hari ini tampak sedikit berbeda dari hari-hari biasa.
__ADS_1
Hari ini, seluruh tubuhnya menunjukkan keangkuhan bahkan orang-orang di sekitar yang menyapanya juga hanya dibalas dengan dingin.
Putri Amber memikirkan trend baru-baru ini di ibukota.
Di mata rakyat, Xue Shan Shan sudah menjadi wanita berbakat dari generasi baru.
Dirinya yang merupakan Tuan Putri Pertama tidak hanya kalah, bahkan berakhir menjadi seperti sekarang ini.
Putri Amber semakin marah.
Dia mengambil teko teh dari atas meja, lalu melemparkannya ke arah Xue Shan Shan.
Di lantai bawah, Xue Shan Shan yang merasakan keanehan langsung berbalik dan menghindari serangan itu.
Xue Shan Shan menatap teko teh yang berserakan di tanah dengan geram.
Meski tidak mati, dia sudah pasti akan terluka jika menjadi sasaran empuk bagi teko teh itu.
Xue Shan Shan menenangkan diri, lalu menatap ke tempat teko teh itu berasal.
Setelah menyadari tekoh teh itu berasal dari Putri Amber yang tengah berbalut perban, Xue Shan Shan menyipitkan matanya sambil mencibir, "Cari mati!"
Tanpa pikir panjang, Xue Shan Shan langsung terbang dan menerjang ke arah Putri Amber.
Saat ini, Putri Amber tidak pernah menyangka bahwa Xue Shan Shan akan berani balas menyerangnya secara langsung.
Tidak hanya mundur beberapa langkah setelah ditendang oleh Xue Shan Shan, Putri Amber bahkan sampai terjengkang ke lantai.
"Xue Shan Shan, kamu berani memukulku?!" Putri Amber berteriak kaget setelah meringis kesakitan.
"Kamu!"
Melihat Putri Amber sudah sangat marah, tetapi tidak bisa bergerak lagi, Xiao Xing segera menempatkan diri untuk mengambil alih penyerangan.
Namun, selama bertarung dengan Xue Shan Shan, Xiao Xing dengan ngeri menyadari bahwa ternyata gadis itu menguasai seni bela diri.
Bahkan, lebih hebat daripada dirinya!
Xiao Xing sudah belajar seni bela diri sejak kecil, kemampuannya tidak perlu diragukan lagi.
Namun, dia tidak menyangka setelah puluhan jurus, dia bahkan tidak bisa menyentuh rambut Xue Shan Shan.
Keduanya bertarung dari tempat penginapan sampai ke jalanan,m sehingga orang-orang di sekitar menonton dengan kaget.
"Bukankah itu pelayan yang ada di sisi Tuan Putri Amber?"
"Iya, benar. Ya, ampun, kenapa dia berkelahi dengan Tuan Putri Changning?"
"Aku haru tahu ilmu bela diri Tuan Putri Changning sebagus ini. Pelayan itu tidak mungkin bisa mengalahkannya!"
"Dengar-dengar, Tuan Putri Amber dan Tuan Putri Changning memang memiliki dendam pribadi. Namun, kenapa malah pelayan Tuan Putri Amber yang bertarung dengan Tuan Putri Changning? Di mana Tuan Putri Amber?"
Semua orang mulai berbicara satu sama lain, mereka juga mengintip mencari keberadaan Putri Amber yang tidak terlihat karena sedang menyembunyikan diri.
__ADS_1
Bukan karena takut pada Xue Shan Shan, Putri Amber hanya tidak ingin ada yang melihat dirinya dalam keadaan seperti itu.
Setelah dipukul mundur beberapa langkah, Xiao Xing melihat semakin banyak orang yang menonton di samping hingga membuatnya sedikit tidak nyaman.
Meski demikian, Xiao Xing tetap melanjutkan pertarungan dan mengeluarkan cambuk untuk diayunkan ke arah Xue Shan Shan.
Sekujur tubuh Xue Shan Shan mengeluarkan aura membunuh yang kuat. "Benda butut seperti itu layak disebut cambuk?"
Begitu kata-kata Itu keluar, Cambuk Abadi sudah berada di genggamannya.
Melihat itu, Lin Mei dan Qing Ke tampak terkejut, juga sedikit ketakutan. Akan tetapi, tidak ada di antara mereka yang berani menghentikan Xue Shan Shan.
Terlebih, begitu mengingat bahwa suasana hati Xue Shan Shan hari itu sangat buruk.
Bahkan, Minglang hanya bisa bersimpati untuk Xiao Xing dan Putri Amber.
Siapa suruh tidak berhenti mencari masalah.
Kali ini, sepertinya mereka sudah salah pilih hari!
Dengan kekuatan di pergelangan tangannya, cambuk pendek di tanah Xue Shan Shan berubah menjadi cambuk panjang.
Cambuk itu tidak hanya berayun, tetapi juga mengeluarkan cahaya yang menakutkan sehingga membuat hembusan angin kencang.
Merasakan awal orang jahat dari majikannya, Cambuk Abadi mendekati Xiao Xing dengan sangat cepat dan penuh amarah.
Melihat situasi ini, Xiao Xing segera melangkah mundur.
Namun, Cambuk Abadi itu sudah melingkar di pinggangnya dan melemparkannya ke tanah pada detik berikutnya.
"Puft!"
Xiao Xing merasakan tulangnya patah, dia tidak bisa berhenti batuk dan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Bahkan, dia tidak bisa berdiri lagi!
Xue Shan Shan sama sekali tidak berniat berhenti, tepat ketika dia ingin mengayunkan cambuknya sekali lagi, sebuah tangan dingin tiba-tiba memegangnya.
"Hentikan, Xue Shan Shan!" Tiba-tiba, terdengar suara Pangeran Li Xian yang tampak sedikit cemas.
Xue Shan Shan saling bertatapan dengan Pangeran Li Xian.
Tatapan Pangeran Li Xian tampak tegas dan berwibawa, tetapi saat melihat dirinya, Xue Shan Shan merasa tatapan itu sangat lembut dan sehangat matahari.
Xue Shan Shan mendengus kesal, dia menarik cambuknya dari tangan Pangeran Li Xian dan menatapnya dengan dingin.
Kebetulan, ketika Xue Shan Shan dan Xiao Xing berkelahi beberapa saat lalu, Pangeran Li Xian sedang berada di Paviliun Wangyou.
Setelah mendengar tentang Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian langsung melihatnya dan sangat cemas saat menyaksikan bagaimana anehnya gadis itu.
Di sisi lain, Xiao Xing yang terluka parah berdiri dengan dipapah orang.
Kali ini, dia harus bersyukur dan berterima kasih kepada Pangeran Li Xian.
__ADS_1
Jika tidak ada Pangeran Li Xian, Xiao Xing sudah pasti mati di tempat!