
Xue Shan Shan tersenyum. "Nenek adalah orang yang sangat menyukai uang. Dia selalu membeli barang dengan kualitas terbaik, tetapi sangat pelit terhadap orang di sekitarnya. Karena Bibi Feng juga membutuhkan uang, wajar saja jika dia mudah berpindah pihak."
Yangtao mengangguk mengerti, dia bertanya lagi. "Kalau begitu, ke mana Bibi Feng pergi?"
"Dia meninggalkan ibukota dan kembali ke kampung halamannya." Xue Shan Shan tiba-tiba teringat kata-kata Pangeran Li Xian beberapa waktu lalu.
Peristiwa yang terjadi di sisi barat kota adalah perbuatan yang disengaja karena bagaimanapun, Bibi Feng dan keluarganya tinggal di sana sehingga pasti akan meninggalkan jejak.
Jadi, dia membakar segalanya untuk menghilangkan jejak.
"Syukurlah, satu keluarga bisa berkumpul lagi." Yangtao menghela nafas lega. "Nona, masih ada beberapa hal yang harus saya lakukan di kediaman."
"Baiklah." Xue Shan Shan mengangguk dan membiarkan Yangtao pergi.
Baru saja dia ingin pergi meninggalkan Kediaman Xue, netranya tidak sengaja menangkap sosok Xue Yuwen.
"Nona, Nona Kedua sudah pergi ke tempat tinggal Selir Faye." Lin Mei berbisik dengan suara rendah.
Xue Shan Shan berjalan berkeliling bersama Lin Mei, mendekat perlahan.
"Ibu, jangan khawatir, aku akan membalaskan dendammu pada Zhang Fei, Yura Chen, Diana Lee Xue Shan Shan. Aku janji, aku tidak akan melepaskan mereka satu pun."
"Oh iya, masih ada dia ... orang yang kamu cintai selama hidupmu ... orang yang telah membunuhmu dengan tangannya sendiri. Aku juga tidak akan melepaskannya!"
Xue Shan Shan mengangkat alisnya, sebelum akhirnya melangkah masuk. "Kata orang, Nona Yuwen sudah membunuh kerabatnya sendiri demi menegakkan keadilan karena telah menemukan bukti itu sendiri. Itu artinya, bukankah kamu yang membunuh Selir Faye?"
Perkataan Xue Shan Shan membuat Xue Yuwen menoleh dengan cepat.
Saat itulah Xue Shan Shan dapat melihat dengan jelas boneka kain dengan tanggal lahir tertulis di atasnya yang dipegang oleh Xue Yuwen.
Mata Xue Shan Shan meredup, dia melangkah maju dan dengan cepat meriah boneka itu.
Xue Shan Shan melihat tanggal lahirnya tertulis di atas boneka itu, sementara satu lainnya milik ....
Pupil mata Xue Shan Shan menyipit dengan kejam, itu adalah milik ibunya!
"Kapan ibuku berbuat salah padamu? Kamu bahkan berani menggunakan ilmu sihir padanya?" Xue Shan Shan memandang Xue Yuwen dengan aura dingin yang menyebar dari sekujur tubuhnya. "Apa menurutmu cara ini berguna?"
__ADS_1
Xue Yuwen menatap Xue Shan Shan yang sedang menghancurkan boneka kain itu hingga kapas di dalam boneka kain berjatuhan.
"Xue Yuwen, apa botol racun yang ada di kamar Selir Faye benar-benar digunakannya untuk meracuni nenek?" Xue Shan Shan mengangkat sebelah alisnya bersamaan dengan sudut bibirnya yang terangkat sebelah juga. "Tidak, itu bukan dia!"
Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya, menatap Xue Yuwen dengan hina dan mengeluarkan suara yang terkesan mencemooh. "Kamu tahu, tapi demi kepentingan pribadimu, kamu rela menjebak ibumu sendiri."
"Tidak! Aku tidak melakukannya! Bukan aku!" Xue Yuwen meraung dengan wajah pucat. "Xue Shan Shan, jangan bicara omong kosong dan memfitnahku!"
"Aku tidak punya bukti." Xue Shan Shan tersenyum tipis. "Jadi, tidak perlu khawatir aku akan menuntutmu."
"Selir Faye telah menyayangimu sepenuh hati, tapi kamu malah mengambil nyawanya sebagai gantinya. Jika bukan karena botol racun itu, ayah yang memiliki hubungan baik dengan Selir Faye pasti akan memeriksa segalanya dengan jelas. Namun, kamu malah membunuh harapan itu."
"Xue Yuwen, hatimu sungguh sangat kejam!"
Seketika, Xue Yuwen langsung mundur dua langkah sembari menatap Xue Shan Shan.
"Ayah yang membunuh ibu, bukan aku!"
Xue Shan Shan terkekeh ringan, cahaya redup melintas di matanya. "Ayah memang membunuh Selir Faye dengan tangannya sendiri, tapi jangan lupa bahwa kaulah yang mendorong ayah untuk melakukan hal itu."
"Tidak, bukan aku!" Xue Yuwen memegang kepala dengan kedua tangannya, matanya pun dipenuhi dengan sorot panik seperti orang yang frustasi.
Lin Mei yang sempat tertegun hanya mengikutinya dengan patuh.
Awalnya, dia ingin bertanya. Akan tetapi, dia tidak tahu harus memulainya dari mana.
Jadi, dia pun memilih diam.
Hanya saja, dia tidak menduga Xue Yuwen akan bersikap sejauh itu.
"Nona Kedua, dia ...." Lin Mei tidak tahu harus bagaimana mendeskripsikan pandangannya terhadap Xue Yuwen.
Saat ini, Xue Yuwen sedang berjongkok di tanah sembari menahan tangisnya.
Setelah beberapa saat, dia mengangkat kepalanya dan menetap kamar kosong yang menampilkan senyuman dan kerutan di wajah Selir Faye.
"Ahhhh!" Xue Yuwen berteriak dan pergi dengan cepat.
__ADS_1
Namun, hal itu terdengar di telinga Yangtao yang langsung mencibir, "Apakah dengan menyalahkan orang lain bisa menghapus dosa sendiri? Sungguh lelucon!"
Istana Wanshou.
Wei Shu mengintip tumpukan buku besar, laporan dan surat-surat rahasia di atas meja dengan penuh keraguan.
Ini, kenapa hal yang belum perlu dikerjakan malah sudah diselesaikan?
"Pergilah, pimpin orang untuk mencari jejak orang tua Yangtao."
Wei Shu menerima perintah dan pergi tanpa keraguan.
Xue Shan Shan duduk di seberang Istana Wanshou dan melihat pengawal rahasia yang muncul di sana. "Aku sudah melihat kalian."
Para pengawal rahasia yang mengikuti Wei Shu saling memandang.
"Putri, Anda sudah datang? Yang Mulia saat ini ada di ruang kerjanya, Anda bisa pergi ke sana kapan saja. Maaf, saya tidak bisa mengantar karena ada hak yang harus segera dilakukan."
"Aku tahu, tapi aku ingin bicara dengan kalian sebentar."
Melihat senyuman di wajah Xue Shan Shan, Wei Shu merasa ada yang janggal.
Para pengawal pun menyadari hal itu dan berniat pergi, tetapi Xue Shan Shan malah melintas dan menghalangi jalan mereka
"Karena kalian tidak ingin duduk dan bicara denganku, mari kita bicara sambil berdiri saja." Xue Shan Shan tersenyum penuh arti. "Berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk menggerakkan kalian?"
Mata dingin para pengawal tertuju pada Xue Shan Shan, mereka pun menjadi lebih waspada.
Ekspresi wajah Xue Shan Shan tidak berubah, dia menghela nafas dalam-dalam. "Aduh ... hanya Yang Mulia yang bisa menggerakkan kalian. Lupakan saja, pergilah!"
Setelah mengatakan hal itu, Xue Shan Shan memasuki Istana Wanshou dan langsung menuju ke arah dapur.
"Shan Shan, mengapa kamu tidak langsung menemui Pangeran Li Xian dan meminta bantuannya?" Suara Grenie terdengar di benak Xue Shan Shan. "Bukankah kamu selalu mencari Pangeran Li Xian setiap kali menemukan masalah? Kamu tinggal mengatakan padanya jika memang ingin menggunakan bawahannya."
Xue Shan Shan menopang dagunya dengan satu tangan dan bergumam, "Aku hanya merasa sedikit canggung ...."
"Apa yang membuatmu merasa canggung?" Grenie bertanya dengan rasa ingin tahu.
__ADS_1
Bagaimanapun, Grenie yang sedang menonaktifkan sistemnya tidak tahu apa yang terjadi terakhir kali ketika Xue Shan Shan bertemu dengan Pangeran Li Xian.
"Kamu tidak akan mengerti ...."