Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Tunggu Aku Kembali


__ADS_3

"Aku hanya perlu membuat sepuluh manusia salju, sekarang sudah ada tujuh, sisa tiga lagi, maka aku akan selesai bermain." Xue Shan Shan berbicara sambil mempercepat kecepatan tangannya.


Pangeran Li Xian memandang Xue Shan Shan dengan tak acuh, tetapi semakin lama dia menatap gadis itu, alisnya semakin berkerut.


Terlebih, saat melihat tangan Xue Shan Shan yang semula putih menjadi merah karena dinginnya salju.


'Dia baru saja sembuh, tapi sudah bermain salju. Apa dia tidak bisa menjaga dirinya lebih baik lagi?' Pangeran Li Xian berpikir di dalam hati.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Pangeran Li Xian langsung membungkuk untuk meraih bola salju dari tangan Xue Shan Shan, lalu menggantikannya membuat manusia salju.


Xue Shan Shan tentu saja terkejut melihat perilaku Pangeran Li Xian, dia tersadar setelah termenung beberapa saat.


Begitu sadar kembali, Xue Shan Shan dengan cepat berkata, "Aku ... aku bisa melakukannya sendiri."


Pangeran Li Xian mengabaikan Xue Shan Shan, dia tetap melanjutkan aktivitasnya.


Pangeran Li Xian yang bermartabat benar-benar merendahkan diri untuk membantunya membuat manusia salju bersamanya?


Xue Shan Shan menggigit bibirnya, merasa kegiatannya bermain salju sudah sangat mengganggu Pangeran Li Xian.


Semakin Xue Shan Shan memikirkannya, semakin dia merasa bersalah.


Setelah Pangeran Li Xian selesai membantu Xue Shan Shan membuat satu manusia salju, dia mengangkat kepalanya dan memberikan instruksi dengan dingin. "Pergilah menggali salju."


Untuk sesaat, Xue Shan Shan kembali tertegun, sebelum akhirnya dia dengan cepat mengambil sekop dan pergi menggali salju.


Tak lama kemudian, Pangeran Li Xian menyelesaikan manusia salju yang kedua.


Saat menggali untuk yang terakhir kalinya, Xue Shan Shan melihat lubang salju bekas galiannya dalam waktu yang lama.


Dia mencoba mencari barang berharga, tetapi sampai tanahnya digalipin tidak ada barang istimewa yang bisa ditemukan.


Xue Shan Shan menghela nafas dengan kecewa, lalu berbalik dan memandang Pangeran Li Xian yang terlihat sangat menawan dan anggun.


Bahkan, saat membuat manusia salju pun gerakannya sangat terhormat hingga Xue Shan Shan agak tercengang.


"Triiing ... triiing ... satu poin sudah diterima di dalam sistem." Suara Grenie kembali terdengar hingga menyadarkan Xue Shan Shan.


Saat sadar, Xue Shan Shan menggunakan pikirannya untuk berkomunikasi dengan Grenie. "Apa kamu benar-benar hanya memberikan satu poin untukku?"


Grenie tertawa sambil berkata, "Hahaha ... itu hukuman karena kamu mengabaikan aku. Kamu sudah tertipu ... hahaha."


Benar, Xue Shan Shan memang sudah tertipu.


Dia berpikir bahwa Grenie tidak mungkin setega itu memberikan satu poin setelah dirinya membuat sepuluh manusia salju di tengah musim dingin.


Setidaknya, meski hanya mendapatkan satu poin, Xue Shan Shan berharap mendapatkan berkah seperti benda berharga selama proses pembuatan manusia salju.

__ADS_1


Ternyata, harapan tinggal harapan.


Grenie benar-benar tega hanya karena sudah diabaikan selama beberapa hari terakhir.


"Aku ingin mengumpat," pikir Xue Shan Shan.


Menyadari dirinya sudah tertipu, Xue Shan Shan sangat emosi sehingga paru-paru seolah-olah ingin meledak.


Pangeran Li Xian memandang ke arah sepuluh manusia salju, lalu melirik Xue Shan Shan sambil berkata, "Sekarang kamu sudah bisa tenang, kan?"


Xue Shan Shan hanya bisa mengangguk dengan patuh.


"Terima kasih, Yang Mulia."


Pangeran Li Xian tidak mengindahkan ucapan terima kasih dari Xue Shan Shan, dia hanya berlaku pergi.


Ketika hendak pergi, Xue Shan Shan tiba-tiba teringat akan sesuatu.


Oleh karena itu, dia dengan cepat berlari ke hadapan Pangeran Li Xian untuk menghentikan langkahnya.


"Ada apa?" Pangeran Li Xian mengerutkan keningnya.


"Itu, itu ...." Xue Shan Shan tidak tahu Bagaimanapun mengutarakannya.


Namun, dengan desakan dari tatapan tidak sabar Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan menarik nafas dalam-dalam dan memberanikan dirinya berkata, "Bisakah kamu mengajariku ilmu bela diri? Aku ingin belajar walau hanya satu jurus saja."


Dia yakin, pria itu tidak akan dengan senang hati mengajarinya sesuai keinginannya.


Hanya saja, tugas dari Grenie yang menjanjikan 600 poin, mengharuskannya untuk tetap mencoba.


"Bukankah kamu memahami ilmu bela diri?"


Pangeran Li Xian mengangkat sebelah alisnya, dia merasa Xue Shan Shan benar-benar serakah.


Sebelumnya, dia beberapa kali melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Xue Shan Shan mengalahkan para penjahat yang mencoba menyakitinya.


Apa masih perlu belajar lagi?


"Kemampuanku tidak sebanding dengan Yang Mulia." Xue Shan Shan berbesar hati memuji Pangeran Li Xian dan merendahkan dirinya sendiri dengan harapan pria itu akan luluh. "Aku hanya mengandalkan jarum perakku untuk melawan musuh, sementara Yang Mulia benar-benar mengandalkan dirimu sendiri."


"Kalau Yang Mulia bersedia mengajariku sedikit ilmu bela diri, maka itu adalah keberuntungan yang sangat besar bagi diriku." Xue Shan Shan memandang Pangeran Li Xian dengan rasa kagum.


Namun, sepertinya hati Pangeran Li Xian sama sekali tidak tergerak.


"Xue Shan Shan, kalau kamu ingin aku mengajarimu, kamu harus menunjukkan ketulusanmu dulu karena aku tidak mengajari sembarangan orang."


Setelah berbicara, Pangeran Li Xian kembali melanjutkan langkahnya untuk meninggalkan Xue Shan Shan.

__ADS_1


Melihat kepergian Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan tidak sengaja melihat tangan pria itu memerah.


Dia yakin, tangan sang pangeran pasti hampir membeku karena membuat manusia salju.


Tiba-tiba, Xue Shan Shan merasa terharu karena meskipun tangan Pangeran Li Xian sudah hampir membeku, pria itu tetap fokus membantunya.


Kemudian, Xue Shan Shan mengambil sebotol salep dari ruang dan waktu menggunakan poin yang dia miliki, lalu pergi ke kamar Pangeran Li Xian.


Setelah mengetuk pintu tiga kali, Pangeran Li Xian muncul di depan pintu dengan tatapan tak sabar. "Ada apa lagi?"


Xue Shan Shan langsung mengulurkan botol salep itu sambil berkata, "Salep ini bisa mencegah peradangan akiba dinginnya salju."


Pangeran Li Xian menunduk, menatap botol salep di tangan Xue Shan Shan dan mengambilnya tanpa ekspresi.


Sebelum menutup pintu, Pangeran Li Xian berbicara dengan penuh tekanan. "Memberi salep tidak dianggap sebagai wujud ketulusan."


Setelah tertegun sejenak, Xue Shan Shan yang masih berdiri di depan pintu menjawab dengan penuh semangat. "Tentu saja, Yang Mulia."


Dia memang tidak berniat menunjukkan ketulusan, tetapi membayar jasa Pangeran Li Xian yang bersedia membantunya.


Karema Pangeran Li Xian tidak menolak salep pemberiannya dan berkata seperti itu, maka berarti dia masih memiliki kesempatan untuk belajar ilmu bela diri.


Di dalam kamar, Pangeran Li Xian melihat salep di tangannya, sebelum akhirnya membukanya dengan perlahan.


Dia mengoleskan salep itu ke telapak tangannya, lalu berkata dengan jijik. "Baunya tidak enak."


Setelah selesai, Pangeran Li Xian menyimpan sisa salep di dalam lemari.


Ketika hendak berbalij, dia mencari kunci untuk mengunci lemari.


Kalau sampai salep itu dicuri, Xue Shan Shan pasti akan sakit hati.


Keesokan paginya, Xue Shan Shan bangun seperti biasa dan menikmati semangkuk bubur yang dihidangkan oleh Lin Mei.


Ketika isi mangkuknya tersisa sedikit, Xue Shan Shan melihat Pangeran Li Xian yang berpakaian elegan berjalan tanpa menoleh ke arah dirinya.


Xue Shan Shan dengan cepat menghabiskan sisa buburnya, lalu meraup beberapa kue dan menyimpannya di balik lengan bajunya, lalu pergi mengejar Pangeran Li Xian.


Begitu tiba di sisi Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan bertanya dengan manis. "Yang Mulia, Anda mau pergi ke mana?"


Pangeran Li Xian meliriknya sekilas, lalu menjawab dengan datar. "Apa aku harus melapor padamu ke mana aku harus pergi?"


Diam-diam, Xue Shan Shan mendengus. Dia berpikir Pangeran Li Xian terlalu sombong dan sulit didekati. Padahal, dia sudah bersikap manis seperti ini.


"Hari ini adalah jadwal untuk menawar racun Anda, Yang Mulia." Xue Shan Shan memasang wajah serius, lalu mengeluarkan Pil Kehidupan dari ruang dan waktu dan memberikannya pada Pangeran Li Xian.


Melihat uluran tangan Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian menatap netra Xue Shan Shan yang terlihat polos.

__ADS_1


Dia pun merasa canggung, lalu mengalihkan tatapannya sambil berkata dengan di gin. "Tunggu aku kembali."


__ADS_2