Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa Otaknya Bermasalah?


__ADS_3

Pada akhirnya, Lu Qinwen hanya tinggal sebentar di Kediaman Bangsawan Agung, sebelum akhirnya bergegas pergi dengan alasan ada urudan penting.


Jika tetap di sana lebih lama lagi, tidak tahu berapa banyak lagi uang yang harus dia petik dari kediamannya.


Ketika pergi, raut wajah Lu Qinwen tampak masam.


Di dalam hati, dia tidak berhenti memaki Xue Shan Shan. 'Gadis sialan, jangan salahkan aku jika tidak segan-segan lagi padamu!'


Setelah melihat kepergian Lu Qinwen, Xue Shan Shan melirik uang kertas yang ada di tangannya. Entah kenapa, dia tiba-tiba merasa sungkan.


Karena itu, dia memberikan dua lembar uang kepada Pangeran Li Xian. "Yang Mulia, tolong terimalah uang ini."


Meski di luaran Xue Shan Shan tampak seperti gadis baik hati yang dermawan, tetapi sebenarnya di dalam hati dia terus bergumam, 'Jangan diambil. Jangan diambil. Yang Mulia, kamu orang yang kaya, kan? Jadi, jangan ambil uangku.'


Kalimat-kalimat tersebut Xue Shan Shan rafalkan dengan penuh permohonan seolah-olah sedang berdoa kepada dewa.


Namun, Pangeran Li Xian langsung mengambil dua lembar uang pemberian Xue Shan Shan tanpa merasa sungkan, lalu memasukkannya ke lengan baju dengan ekspresi datar sembari berkata, "Terima kasih."


Xue Shan Shan menundukkan kepalanya, menyembunyikan ekspresi cemberut saat kembali bergumam di dalam hati. 'Kamu benar-benar tidak sungkan padaku.'


Detik selanjutnya, suara teriakan Nyonya Luo terdengar ketika wanita itu berlari dengan ekspresi bahagia. "Shan Shan, Shan Shan, kakekmu sudah sadar."


"Aku akan segera ke sana." Xue Shan Shan bergegas memasuki kamar Tuan Bangsawan Agung.


Sementara itu, Pangeran Li Xian yang masih berdiam diri di tempatnya malah mengernyitkan keningnya.


Kakek?


Cepat sekali panggilan ini diubah.


Saat Xue Shan Shan memasuki kamar Tuan Bangsawan Agung, Han Minxi sudah sadar dan mendengar cerita dari Nyonya Luo bahwa Pangeran Li Xian datang bersama calon istrinya.


"Tuan, dia adalah Istri Yang Mulia Pangeran Li Xian, juga merupakan murid Liu Jili."


Nyonya Luo tahu bahwa Han Minxi sudah tua sehingga sangat waspada dan tidak mudah mempercayai orang lain.


Oleh karena itu, Nyonya Luo dengan senang hati memberitahukan kemampuan Xue Shan Shan.


Di dunia ini, ilmu pengobatan Sekte Xianyue yang paling bisa dipercaya. Terutama, seorang murid Liu Jili.


Namun, Han Minxi sama sekali tidak meragukan Xue Shan Shan karena sebelumnya dia sudah menyelidiki latar belakang gadis itu.


Lagipula, dia juga mempercayai pilihan Selir Agung Mei dan Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan tidak berbasa-basi lagi, dia langsung menanyakan kabar Han Minxi. "Tuan Bangsawan Agung, bagaimana keadaan Anda sekarang?"


Han Minxi mengangguk. "Aku baik-baik saja."


"Aku akan melakukan akupuntur pada tubuh Anda dulu." Xue Shan Shan tersenyum lembut, kemudian menasehati Han Minxi. "Meskipun sekarang sedang musim dingin, Anda harus banyak bergerak dan tidak boleh terus berdiam diri dalam satu posisi. Saat seseorang sudah bertambah tua, peredaran darahnya mulai tersumbat."


Han Minxi kembali mengangguk.


Begitu mendengar perkataan Xue Shan Shan, Nyonya Luo tahu penyebab penyakit Han Minxi dan langsung menegurnya. "Begitu cuaca dingin, kamu suka membaca buku sembari duduk di tempat tidur. Mungkin, hal itu yang membuatmu sakit."


Meski dimarahi istrinya di depan banyak orang, Han Minxi hanya diam tanpa perlawanan.


Xue Shan Shan mengeluarkan jarum perak, lalu mulai melakukan akupuntur pada tubuh Han Minxi.


Tanpa sadar, satu jam pun telah berlalu.


"Hari sudah larut, bagaimana kalau kalian menginap di sini saja? Kalau tiba-tiba terjadi sesuatu pada Tuan Bangsawan Agung, Shan Shan bisa langsung mengobatinya," ucap Nyonya Luo pada Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan tidak merasa keberatan.


Lagipula, ucapan Nyonya Luo ada benarnya juga.


Mana tahu terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada Tuan Bangsawan Agung, dia bisa langsung mengambil tindakan.


Karena Pangeran Li Xian melihat Xue Shan Shan tidak keberatan, dia tentu tidak keberatan tinggal di rumah kakeknya.


Tidak lama kemudian, Nyonya Luo langsung membawa Xue Shan Shan da Pangeran Li Xian ke kamar mereka.


Saat mereka berjalan, Nyonya Luo menarik tangan Xue Shan Shan sembari berkata dengan penuh perasaan. "Shan Shan, aku tidak menyangka kamu masih semuda ini, tapi sudah memiliki ilmu pengobatan yang sangat hebat. Kamu bisa mengobati penyakit apa saja?"


"Bermacam-macam ilmu pengobatan yang pernah saya pelajari. Untuk penyakit biasa, saya bisa mengobatinya." Xue Shan Shan menjawab dengan jujur.


Setelah beberapa saat berjalan sambil saling berbicara, sampailah mereka di sebuah paviliun yang terdiri dari dua kamar.


Paviliun itu sudah dibersihkan dan dipersiapkan segala keperluan, jadi Nyonya Luo membiarkan Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan tinggal di sana.


"Maaf, malam ini harus menyusahkan kalian menginap di sini dulu."


Xue Shan Shan menatap Nyonya Luo yang sudah beruban, lalu menghampirinya sambil berkata, "Nenek juga segeralah beristirahat, jangan bergadang terlalu malam."


"Baik, kalian juga istirahatlah lebih awal."

__ADS_1


Setelah Nyonya Luo selesai berbicara, dia pun pergi dengan dipapah oleh dua orang pelayan.


Setelah Xue Shan Shan memasuki paviliun, dia menyesap secangkir teh.


Sementara itu, Pangeran Li Xian sudah berjalan menuju kamarnya sambil berkata, "Besok aku masih punya urusan, aku akan beristirahat dulu."


Ketika mendengar hal ini, Xue Shan Shan seperti teringat sesuatu. Jadi, dia langsung bertanya, "Kali ini, Yang Mulia datang ke Kota Gu memang untuk mengunjungi kakek Anda?"


Pangeran Li Xian berhenti melangkah. "Bukan."


"Hah?" Xue Shan Shan sedikit terkejut, dia mengerutkan kedua aslinya sembari menatap Pangeran Li Xian seolah-olah sedang meminta penjelasan dari sang pangeran.


"Di sini, aku punya dua tambang emas. Kali ini, aku datang untuk memeriksa dan mengambil hasil tambang emas."


Xue Shan Shan langsung tercengang. 'Apa katamu? Pendengaranku tidak bermasalah, kan?'


Dia menelan ludah, lalu berkata dengan lembut. "Tambang emas yang dimaksud Yang Mulia apakah sama dengan tambang emas yang aku pahami?"


Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan alis berkerut, lalu bebalik bertanya, "Memangnya, masih ada hal lain yang dinamakan tambang emas?"


"Karena kamu sudah memiliki tambang emas, bisakah kamu mengembalikan dua ribu tael tadi?" Xue Shan Shan benar-benar merasa dirinya sangat kurang kerjaan.


Padahal, Pangeran Li Xian sudah memiliki tambang emas, tetapi dia dengan baik hati memberinya uang.


Apa otaknya bermasalah?


Pada saat ini, sebuah senyuman yang jarang terlihat di wajah Pangeran Li Xian merekah dengan indah, lalu dia menatap Xue Shan Shan sembari berkata, "Menurutmu, mungkinkah orang yang memiliki uang akan merasa uangnya terlalu banyak sampai-sampai tidak butuh uang lagi?"


"Tidak akan ...."


Setelah Xue Shan Shan selesai berbicara, Pangeran Li Xian sudah memasuki kamarnya dan menutup pintu tanpa menghiraukan gadis itu lagi.


Seketika, tubuh Xue Shan Shan langsung telungkup di atas meja bak seekor binatang tak bertulang sembari terus meratapi nasibnya. "Ini tidak adil! Kenapa orang sudah punya tambang emas, sementara aku masih saja sangat miskin? Siapa yang bisa menyelamatkan aku dan membuatku kaya dalam semalam?!"


"Xue Shan Shan, jangan berisik!" Suara tidak senang terdengar dari kamar Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan pun langsung terdiam.


Di dalam hati, dia sudah memutuskan dan bertekad mengikuti Pangeran Li Xian untuk menambah wawasan.


Bagaimanapun, dia belum pernah melihat tambang emas!


Setelah memikirkan hal ini, Xue Shan Shan mengeluarkan surat perjanjian detoksifikasi yang telah dia dan Pangeran Li Xian tandatangani bersama.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan hanya bisa memaksa matanya untuk terlelap hingga bermimpi dirinya berbaring di tambang emas yang memancarkan cahaya keemasan di sekujur tubuhnya.


Di tambang emas, dia mengenakan pakaian yang berbahan emas murni, perhiasan kepala, bahkan bantal dan selimutnya juga terbuat dari emas murni.


Ketika Xue Shan Shan sedang tertawa terbahak-bahak, Xue Yuwen tiba-tiba muncul di samping dan mendorongnya dengan kejam sembari berkata dengan ketus. "Hei, bangunlah. Jangan tidur terus, cepat pijat kakiku!"


Seketika, Xue Shan Shan langsung terbangun seakan dirinya benar-benar terjatuh.


Melihat keadaan di sekelilingnya yang gelap gulita, lalu membandingkannya dengan emas berkilau yang baru saja dia lihat di dalam mimpinya, Xue Shan Shan merasa perbedaan ini terlalu kontras.


Kenyataan memang kejam!


Xue Shan Shan mendengus dingin. "Huh, tidak hanya di dunia nyata, bahkan di alam mimpi pun Xue Yuwen masih saja menjadi perusak kesenanganku!"


Pada pagi hari, Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan sarapan bersama.


Saat sedang sarapan, Xue Shan Shan yang kurang tidur terus menunjukkan kepalanya dengan lesu.


Meski begitu, nafsu makannya sama sekali tidak terganggu.


Setelah sarapan, Xue Shan Shan pergi ke kamar Han Minxi untuk memeriksa keadaan pria paruh baya itu.


Ketika Xue Shan Shan sedang dalam perjalanan menuju ke kamar Han Minxi, Selir Wang yang kemarin diusir tengah menyuapi sang suami dengan semangkuk bubur.


Selir Wang menangis dan berkata, "Tuan, saya hanya mengkhawatirkan kesehatan Anda, tidak seharusnya Xue Shan Shan memperlakukan saya seperti itu. Kalau begitu, saya mana punya muka lagi untuk terus tinggal di kediaman ini lagi."


Tadi malam, Han Minxi memang belum sepenuhnya sadar, tetapi sekarang dia sudah sepenuhnya sadar dan tahu dengan jelas apa yang terjadi.


Han Minxi tahu bahwa tadi malam dirinya diselamatkan oleh Xue Shan Shan.


Meskipun Selir Wang memiliki temperamen yang buruk, Han Minxi tahu wanita itu tidak berhati jahat. Oleh karena itu, dia pun menghiburnya. "Aku rasa, dia tidak bermaksud seperti itu."


Kemudian, Han Minxi juga menegur dan menasehatinya. "Lihatlah bagaimana cara kamu memanggilnya? Sekarang, dia bukan lagi Nona Besar Xue. Jadi, kamu tidak boleh menyebut namanya, melainkan menyebut gelar yang diberikan Kaisar."


"Tuan ...."


Ketika Selir Wang hendak mengatakan sesuatu, seorang pelayan masuk ke dalam kamar untuk melapor. "Tuan, Putri Changning datang untuk meriksa nadi Anda."


"Izinkan dia masuk."


Setelah Han Minxi selesai berbicara karena dia memberi isyarat agar Selir Wang menyingkir terlebih dahulu.

__ADS_1


Meski enggan, Selir Wang tetap menyingkir dengan patuh.


Tak lama kemudian, dia melihat Xue Shan Shan berjalan masuk.


Tadi malam, Han Minxi tidak melihat Xue Shan Shan dengan seksama tetapi sekarang dia bisa melihat gadis itu sangat cantik dan terlihat lugu.


Selain itu, dia juga terlihat arogan seperti nona dari keluarga bangsawan pada umumnya.


Selama ini, Pangeran Li Xian bahkan tidak pernah memilih seorang selir.


Namun, tiba-tiba saja meminta Kaisar menganugerahkan pernikahan padanya.


Tentu saja, Han Minxi merasa dia harus menguji Xue Shan Shan.


Begitu tiba di dekat Han Minxi, Xue Shan Shan menyadari rona di wajah pria paruh baya itu tidak terlalu pucat lagi.


Ketika Xue Shan Shan sedang memeriksa denyut nadi Han Minxi, pria paruh baya itu pun bertanya, "Berapa umurmu?"


Xue Shan Shan berpikir sejenak, sebelum akhirnya menjawab, "Enam belas tahun."


Han Minxi kembali membuka mulutnya untuk bertanya, "Kamu adalah putri sah Keluarga Xue, juga cucu luar Perdana Menteri, seharusnya kamu sudah menghafal semua aturan dan tata krama yang harus diketahui oleh seorang wanita, kan?"


Xue Shan Shan langsung menjawab tanpa pikir panjang lagi. "Apa gunanya mempelajari semua itu?"


Sebelumnya, dia sudah mempelajari semua aturan dan tata krama, tetapi tidak ada yang lengket di otaknya.


Begitu selesai berbicara, Xue Shan Shan justru merasa dirinya sudah terlalu jujur.


Bagaimanapun, aturan dan tata krama adalah hal yang paling diperhatikan, terutama bagi keluarga bangsawan.


Karena itu, Xue Shan Shan diam-diam melirik Han Minxi untuk melihat reaksi pria paruh baya itu.


Namun, dia tidak menyangka Han Minxi malah tersenyum puas. "Ucapanmu benar, semua itu hanya omong kosong. Saat musuh datang, bukankah yang bisa kita andalkan hanyalah kemampuan bertarung? Kita tidak mungkin melafalkan semua aturan-aturan itu di hadapan musuh, kan?"


Ketika masih muda, Han Minxi adalah pejabat militer. Jadi, dia paling benci ajaran dan peraturan tertulis.


Xue Shan Shan dengan semangat menyetujui pendapat Han Minxi. "Benar sekali, asalkan memiliki kemampuan pertarungan yang hebat, siapa pun tidak akan berani mendekati kita!"


Dalam hal ini, mereka memiliki pemikiran yang sama.


Tentu saja, Xue Shan Shan tidak bermaksud mengatakan belajar merupakan hal yang buruk.


Hanya saja, dia merasa semua aturan dan tata krama itu merupakan omong kosong belaka!


"Sudah berapa lama kamu belajar ilmu pengobatan? Padahal, masih sangat muda, tapi kamu sangat hebat. Setidaknya, kamu sudah belajar selama sepuluh tahun, kan?" Han Minxi sudah tua, jadi dia agak cerewet.


Xue Shan Shan mengangguk. "Kurang lebih selama itu."


Tidak mungkin baginya untuk mengatakan bahwa dia hampir tidak pernah mempelajari ilmu pengobatan.


Lebih tepatnya, dia tidak benar-benar menganggap serius apa yang dipelajarinya dari Liu Jili.


"Hmmmm, sangat bagus." Han Minxi mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu berkata lagi. "Setelah aku sembuh, aku akan meluangkan waktu untuk mengajarimu beberapa kungfu andalanku."


Saat membahas tentang ilmu kungfu yang dimilikinya, kebanggan langsung menyelimuti Han Minxi.


Xue Shan Shan tersenyum, lalu berkata, "Boleh, tapi obat yang saya resepkan nanti sangat pahit. Anda harus menghabiskannya, ya."


"Boleh tidak kalau aku tidak meminum obat ini?"


"Tidak boleh!"


Seketika, raut wajah Han Minxi langsung menjadi masam.


Xue Shan Shan menggelengkan kepala tanpa daya saat melihat Han Minxi yang sudah berusia delapan puluh tahun lebih, tetapi malah bersikap seperti anak-anak yang sedang tawar-menawar untuk tidak perlu meminum obat.


Ketika hendak keluar l, dia melewati Selir Wang yang menatap dirinya dengan marah.


Kedua wajah Selir Wang yang ditampar oleh Nyonya Luo tampak merah dan sedikit bengkak, membuat naluri dokter di dalam diri Xue Shan Shan terenyuh.


Dia pun memberikan sebuah salep kepada Selir Wang.


Ketika melihat Xue Shan Shan memberikan sebuah salep, Selir Wang mengulurkan tangannya untuk menepis botol salep dari tangan gadis itu. "Jangan sok baik!"


"Kalau tidak mau, ya sudah!" Xue Shan Shan kembali menyimpan salepnya dan berlalu pergi tanpa menghiraukan Selir Wang lagi.


Dia juga tidak rugi hanya karena Selir Wang menolak salep pemberiannya.


Setidaknya, stok obatnya juga tidak berkurang.


Saat melihat Xue Shan Shan pergi dengan tegas, Selir Wang mulai menyesali keputusannya.


Bagaimanapun, Xue Shan Shan adalah murid Liu Jili. Salep yang dia berikan pasti sangat bagus.


Namun, menyesal pun sudah terlambat.

__ADS_1


__ADS_2