
Sekali lagi, Xue Shan Shan tertegun.
Dia pun kembali menegakkan posisi tubuhnya, lalu menatap Pangeran Li Xian. "Apa yang pangeran inginkan dariku?"
Senyuman Pangeran Li Xian tampak semakin lebar, tetapi menyiratkan makna yang membuat Xue Shan Shan curiga.
Setelah membuat Xue Shan Shan dalam keadaan curiga dan penasaran, Pangeran Li Xian akhirnya berkata, "Siapkan hadiah ulang tahun yang istimewa untuk ibuku atas namaku."
"Hanya itu?" Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan tak percaya.
Bantuan yang dia inginkan dari Pangeran Li Xian tidak bisa dibilang kecil, tetapi imbalan yang diinginkan sang pangeran hanya mempersiapkan jadi ulang tahun?
"Duduklah." Pangeran Li Xian membawa tubuh Xue Shan Shan untuk kembali duduk, dia juga ikut duduk di hadapan gadis itu.
Suasana di antara mereka sudah mencair, tidak setegang sebelumnya.
Pada akhirnya, Pangeran Li Xian menghela nafas, lalu mulai bercerita "Setelah kamu dan ayah pulang dari Istana Wanshou, giliran ibu yang datang. Ibu memintaku mempersiapkan hadiah ulang tahun yang lebih istimewa, hadiah yang tidak pernah dia miliki dan dapatkan dari siapapun."
"Seperti yang kamu tahu, ibu memiliki segalanya. Apa yang aku miliki juga dimiliki oleh ibu dan aku tidak tahu apa yang tidak dia miliki juga tidak pernah didapatkan dari orang lain. Jadi, masalah ini aku serahkan padamu."
Sebagai seorang pria yang tidak ingin berpikir rumit, Pangeran Li Xian mempercayakan masalahnya kepada Xue Shan Shan.
Bagaimanapun, Xue Shan Shan dan Selir Agung Mei sama-sama wanita.
Jadi, sedikit banyak dia pasti tahu apa yang diinginkan oleh wanita Lin seperti ibunya.
Mendengar penjelasan Pangeran Li Xian, xuie Shan Shan tidak lagi merasa masalah yang pria itu hadapi cukup ringan.
Ini sangat rumit!
Saat berpikir, alis Xue Shan Shan tampak berkerut, bahkan hampir menyatu.
Setelah beberapa saat, dia mengangkat pandangannya dan menatap Pangeran Li Xian. "Apa yang harus diberikan untuk hadiah ulang tahun ibu?"
"Kalau aku tahu, aku tidak memintamu mempersiapkannya," sahut Pangeran Li Xian dengan datar.
Kedua alis Xue Shan Shan berkerut semakin dalam, bibirnya juga tampak mengerut.
__ADS_1
Kemudian, tiba-tiba Xue Shan Shan kembali menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan berbinar, menunjukkan bahwa dia baru saja mendapatkan ide brilian. "Kenapa kita tidak memberikannya bayi dan menjadikannya nenek?"
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Seketika, Pangeran Li Xian tersedak liurnya sendiri, dia pun menatap Xue Shan Shan dengan bola mata yang membesar.
Tanpa sadar, sesuatu di dalam diri Pangeran Li Xian langsung membara hanya mendengar kata-kata Xue Shan Shan.
Apa gadis kecil ini sadar dengan yang dia katakan?
Dasar gila!
Pangeran Li Xian menggelengkan kepalanya, menghalau pikiran kotor yang ingin menyelinap masuk.
Xue Shan Shan juga sepertinya baru tersadar dari apa yang telah dikatakan, dia pun menunduk dalam-dalam dan menggigit bibirnya sambil merutuki kebodohannya.
Setelah berhasil mengatasi dirinya, Xue Shan Shan mengangkat kepalanya sekali lagi sambil berkata, "Yang Mulia, aku hanya bercanda. Jangan dimasukkan ke dalam hati, aku pergi dulu."
Tanpa menunggu persetujuan Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan sudah menghilang dari hadapan pria itu.
Dia menggunakan kemampuannya untuk melarikan diri dengan cepat dari hadapan sang pangeran.
Setelah Wei Shu melihat Xue Shan Shan pergi, dia masuk dan langsung merasakan adanya keanehan dengan Pangeran Li Xian.
Karena itu, dia memanggil dengan hati-hati. "Yang Mulia ...."
Tatapan Pangeran Li Xian tampak dingin saat mengulurkan tangan, melemparkan sebuah laporan ke arah Wei Shu. "Laporkan!"
"Baik, Yang Mulia."
Wei Shu berbalik dan berjalan dua langkah, lalu berbalik dan menoleh ke belakang untuk melihat Pangeran Li Xian yang sudah hanyut dalam pikirannya sendiri.
Wei Shu memikirkanmu sejenak, sebelum akhirnya menggeleng dan pergi.
Sementara itu, Xue Shan Shan yang baru saja hendak memasuki Kediaman Perdana Menteri sudah lebih dulu dihentikan oleh Sera—pelayan yang melayani nyonya baru di Keluarga Xue.
Ya, Xue Jingguo sudah menikahi istri baru pasca membatalkan pengangkatan istri sah bagi Selir Faye.
__ADS_1
Tentu saja, istri baru Xue Jingguo adalah salah satu antek Xue Shan Shan.
Siapa lagi kalau bukan Yangtao?
"Ada apa?" Xue Shan Shan menatap Sera dengan curiga. "Ada masalah dengan nyonya di keluarga kalian?"
"Izin menjawab pertanyaan Putri Changning," kata Sera dengan sopan, lalu mengulangi pesan yang dikatakan oleh Yangtao sebelumnya. "Putri, akan ada pertunjukan bagus di Kediaman Xue. Harap Putri bisa pulang untuk menonton."
Mata Xue Shan Shan berbinar, dia pun tersenyum lebar. "Menarik."
Begitu saja, Xue Shan Shan tidak jadi kembali ke Kediaman Perdana Menteri dan justru pergi ke Kediaman Xue.
Saat tiba di tengah tempat tinggal utama Kediaman Xue, Xue Shan Shan melihat Yangtao yang sekarang berstatus sebagai Nyonya Xue dan Selir Chen berjalan dengan membawa senyum datar.
Setelah semua orang duduk, Yura Chen menjelaskan apa yang terjadi pada Xue Shan Shan tanpa diminta. "Putri Amber mengirimkan undangan kepada Nona Kedua untuk mengajaknya pergi bersama ke perjamuan ulang tahun Selir Agung Mei. Untuk pergi ke perjamuan tentu saja memerlukan perhiasan dan pakaian bagus, terlebih dengan sifat Nona Kedua yang tidak ingin kalah dari orang lain."
"Namun, sekarang di dalam kediaman mengalami banyak kerugian dan sudah banyak toko sehingga tidak bisa memenuhi keinginan Nona Kedua."
"Saat ini, Nona Kedua sedang berada di tempat tinggal Selir Faye. Tidak perlu menunggu lama, Selir Faye pasti akan menyerahkan kekuasaan ke tangan nyonya." Wajah Yura Chen dipenuhi dengan raut kemenangan.
"Memikirkan adegan Selir Faye yang selama ini tidak rela menyerahkan kekuasaan mengurus rumah ke pada siapa pun akan menyerahkannya secara terpaksa kepada nyonya baru, aku sangat senang hingga tidak bisa tidur nyenyak."
Lin Mei yang mengikuti Xue Shan Shan, bertanya dengan alis berkerut. "Kenapa Selir Faye mau menyerahkan kekuasaan mengurus rumahnya?"
Bagaimanapun, Lin Mei merasa itu adalah hal mustahil terjadi.
Xue Shan Shan tersenyum sambil berkata dengan pelan. "Berdasarkan sifat adikku yang sombong, tentu saja dia tidak akan memperbolehkan siapa pun lebih baik darinya. Namun, Selir Faye bahkan tidak memiliki banyak uang yang tersisa."
"Jika nyonya yang menjadi nyonya rumah, maka dia akan mengeluarkan mas kawinnya sendiri untuk diberikan kepada Yuwen. Kita hanya perlu mengatakan beberapa patah kata, maka Yuwen pasti akan membujuk Selir Faye untuk menyerahkan kekuasaannya."
Perkataan Xue Shan Shan membuat Yura Chen tertegun, sebelum akhirnya menghela nafas dan berkata, "Putri Changning memang hebat! Hanya dengan beberapa kata, Putri sudah bisa mengetahui semua rencana kami."
"Kalian sangat cerdas." Xue Shan Shan memberikan Yura Chen dan Yangtao tatapan pasti. "Xue Yuwen adalah orang yang egois, semua pemikirannya berasal dari sudut pandangnya sendiri."
Tentu saja, Xue Shan Shan adalah orang yang sudah membuat orang-orang luar mengincar toko Keluarga Xue.
Uang memang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang.
__ADS_1
Dengan begini, rencana ini tentunya akan menjadi sangat mudah.
Saat ini, Selir Faye yang berada di kediamannya menatap Xue Yuwen dengan tatapan tak percaya. "Yuwen, apa yang kamu katakan?"