Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Aku Masih Kecil


__ADS_3

Seketika, wajah Xue Shan Shan langsung memerah dan terasa panas.


Masalah ini sulit sekali ....


Melihat Xue Shan Shan mengalihkan pandangan dengan canggung, Pangeran Li Xian semakin tersenyum lebar, lalu kembali menambahkan, "Namun, tahun ini sudah tidak sempat. Jadi, ibu harus menunggu sampai tahun depan."


Dengan kata lain, mereka bisa saja memulai mencetak hadiah untuk Selir Agung Mei, tetapi tetap saja proses jadinya tidak sebentar.


Xue Shan Shan mendengus, lalu memanyunkan bibirnya. "Aku masih kecil."


Pangeran Li Xian tidak bisa menahan diri untuk tertawa pelan. "Kalau begitu, dua tahun lagi saja. Sebenarnya, tiga tahun lagi juga tidak masalah."


"Li Xian, apa kamu masih belum puas? Kamu ...."


Belum sempat Xue Shan Shan menyelesaikan kalimatnya, Pangeran Li Xian sudah menghentikannya dengan ciuman.


Di luar kereta kuda, Kakek Ye yang sedang menunggangi kereta kuda dengan bosan, langsung mengerti begitu mendengar pembicaraan di dalam.


Kakek Ye merasa perkembangan hubungan Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan begitu pesat, padahal dia hanya pergi selama sebulan.


Ternyata, sisi lain Yang Mulia Pangeran Li Xian sangat liar!


Pantas saja, Xue Shan Shan tidak bisa menahan pesonanya. Pria itu terlihat serius dan keras kepala, tetapi saat sedang menjalin kasih ternyata dia adalah sosok yang pandai membujuk wanita.


Kakek Ye menghela nafas, lalu mulai bernyanyi.


"Aku hanyalah sebuah obat nyamuk yang beraroma tidak sedap dan tidak diharapkan ....."


Kedua orang di dalam kereta kuda yang mendengar nyanyian itu, tidak mengatakan sepatah kata pun, bahkan tidak berkutik.


Kakek Ye masih lanjut bernyanyi. "Aku yang lajang, menyanyikan lagu cinta sendirian ...."


"Diam!"


Suara Xue Shan Shan langsung membuat Kakek Ye diam dengan patuh.


Suasana tenang selama perjalanan kembali, hingga mereka bisa kembali merasakan cuaca dingin di ibukota, setelah beberapa hari merasakan kehangatan di Kota Qianjing.


Dilihat dari kejauhan, selalu ibukota tanpa diselimuti oleh salju.


Suhu udara yang turun drastis membuat Xue Shan Shan agak tidak terbiasa, dia turun di depan gerbang Kediaman Perdana Menteri setelah kereta berhenti.


Saat hendak turun, dia menyempatkan diri mengambil sampel darah di lengan Pangeran Li Xian.


Sampel darah itu akan dilakukan tes laboratorium agar bisa diketahui golongan darah Pangeran Li Xian, lalu baru melakukan beberapa persiapan untuk menjalankan operasi transfusi darah.


Dengan begitu, Xue Shan Shan bisa membersihkan seluruh racun yang tersisa di tubuh Pangeran Li Xian.


Namun, yang membuat dirinya pusing adalah bagaimana caranya membawa Pangeran Li Xian masuk ke dalam Pusat Pengobatan Grenie.


Bagaimana jika Pangeran Li Xian menganggapku aneh?


"Aku pergi dulu, ya. Jangan lupa merindukan aku." Xue Shan Shan mencium pipi Pangeran Li Xian sebelum benar-benar turun dari kereta.


Pangeran Li Xian mengangguk sambil menjawab, 'Ya.' Dia tidak pergi, sampai Xue Shan Shan memasuki Kediaman Perdana Menteri dan hilang dari pandangannya.


Begitu kembali ke kamarnya, Xue Shan Shan langsung memasuki kamar dengan alasan ingin beristirahat. Padahal, dia pergi ke Pusat Pengobatan Grenie untuk mengecek golongan darah Pangeran Li Xian yang ternyata adalah O.


Melihat stok darah dengan golongan O tersedia di bank darah, Xue Shan Shan menghela nafas lega, dia cukup tenang.


Hanya saja, dia harus memikirkan cara menjelaskan tentang Pusat Pengobatan Grenie pada Pangeran Li Xian agar pria itu tidak menganggapnya aneh.

__ADS_1


Saat keluar dari bank darah, Xue Shan Shan melewati ruang Rontgen, dia tiba-tiba terpikirkan hadiah yang lebih cocok dan dibutuhkan oleh Selir Agung Mei, daripada seorang cucu.


Namun, dia harus mendapatkan persetujuan dari Selir Agung Mei.


***


Setelah sehari menikmati hari tenang pasca kembali dari Kota Qianjing, Kediaman Perdana Menteri tiba-tiba diselimuti aura suram ketika Kasim Han membawa Dekret Kaisar.


Begitu membacakan dekret kekaisaran yang sudah disusun sejak awal, Kasim Han bertanya pada Lee Chenyuan yang berlutut di antara anggota Keluarga Perdana Menteri lainnya. "Lee Chenyuan, apa kamu punya keyakinan untuk pergi ke Kota Ming?"


Lee Chenyuan berjalan keluar, lalu membungkukkan badannya memberi hormat sambil berkata, "Jangan khawatir, Yang Mulia Kaisar, hamba pasti akan melakukan yang terbaik!"


"Baiklah, aku akan menjadikanmu sebagai urusan kekaisaran. Kamu harus menangani masalah ini dengan baik. Demi menjaga keselamatanmu, Kaisar telah mengutus Tim Pengawal Naga untuk melindungimu."


"Terima kasih banyak, Yang Mulia Kaisar."


Sesuai dengan namanya, Tim Pengawal Naga yang dipilih dengan cermat di antara para prajurit, bertugas menjaga keselamatan Kaisar.


Performa Lee Yucheng sangat baik di barak sehingga dipromosikan menjadi Pengawal Naga. Mulanya, dia yang masih berada di barak militer ingin pergi ke ibukota untuk mengucapkan terima kasih.


Namun, dirinya tiba-tiba menerima titah untuk pergi ke Kota Ming sehingga hanya bisa menerima titah dengan patuh.


Saat ini, Lee Yucheng sangat tidak berdaya, padahal dia ingin bertemu dengan Xue Shan Shan yang sudah lama tidak ditemui.


Begitu Kasim Han pergi dengan beberapa pengikutnya, Keluarga Perdana Menteri sudah tidak berlutut lagi, mereka hanya memulai diskusi.


"Chenyuan, kekeringan di Kota Ming ini tidak sesederhana yang terlihat. Kamu harus berhati-hati." Lee Wushang berbicara dengan penuh kekhawatiran.


Lee Chenyuan memahami kesulitan ayahnya, dia mengangguk. "Jangan khawatir, Ayah. Ada Pengawal Naga bersamaku, tidak mungkin terjadi masalah."


Setelah berbincang sedikit dengan keluarganya, Lee Zhejiang dan Lee Chenyuan saling berpandangan, sebelum akhirnya mereka berpamitan pergi ke Kedai Teh Ruyi untuk menunggu Pangeran Li Xian.


Setelah rapat mengenai penyelesaian masalah di Kota Ming yang diserahkan kepada Lee Zhejiang, Kaisar mulai berkata dengan suara lantang sambil menatap para menterinya.


"Turunkan Xue Jinggou menjadi rakyat jelata dan jangan pernah pekerjakan dia lagi!"


"Yang Mulia!" Tuan Fu yang berstatus sebagai Walikota, mengernyitkan alisnya dan berkomentar, "Xue Jinggou bersekongkol dengan musuh untuk menghianati negara, dia bahkan banyak melakukan kejahatan lainnya demi mencapai posisinya sebagai Menteri Pertahanan. Jika hanya diturunkan menjadi rakyat biasa, maka akan sulit untuk memenangkan hati rakyat."


Bagaimanapun, rakyat yang telah mengetahui semua kejahatan Xue Jinggou, sangat murka hingga rasanya mereka ingin membunuh pria itu dengan tangannya sendiri.


Negara Yuzhou tidak layak menampung pendosa seperti Xue Jinggou!


Kaisar menganggukkan kepala begitu mendengar penuturan Tuan Fu. "Ucapan Tuan Fu memang benar, tapi sekarang Kita Ming tengah mengalami kekeringan. Aku pikir Langit sangat menghargai semua makhluk hidup, jadi ingin mengampuni Xue Jinggou demi mendapatkan belas kasihan Langit."


"Kaisar panjang umur!"


Semua orang dengan patuh hanya bisa berlutut, padahal mereka berpikir Langit tidak mungkin berbelas kasih pada Negara Yuzhou demi seorang pendosa.


Hanya saja, siapa yang berani menentang titah penguasa negari?


Kaisar diam sejenak, dia juga tiba-tiba memiliki pemikiran seperti itu.


Xue Jinggou tidak hanya membunuh satu orang, tetapi satu keluarga, dia bahkan menipu orang. Masih banyak kesalahan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu per satu, dia benar-benar tidak termaafkan.


Namun, membunuh Xue Jinggou terlalu mudah.


Kaisar menghela nafas dan lanjut berkata, "Berikan hukuman pukulan papan berduri 50 kali, bisa hidup atau tidak ... tergantung pada takdirnya!"


Jangankan Kaisar, semua orang yang ada di aula sidang tidak yakin Xue Jinggou bisa bertahan hidup setelah dipukuli sebanyak 50 kali dengan papan berduri. Hanya 30 papan saja, dia belum tentu masih bisa bernafas. Sekarang, 50 papan ....


Xue Jinggou benar-benar harus bergantung pada takdirnya!

__ADS_1


Mengenai Keluarga Xue lainnya yang juga merupakan pendosa, mayat mereka sudah diangkut ke kuburan massal.


Kedai Teh Ruyi.


Ketika Pangeran Li Xian menghampiri kedua bersaudara Lee, dia berkata dengan perlahan. "Tuan Lee jangan khawatir, Chen An akan membantumu di Kota Ming."


Chen An adalah salah satu Pengawal Bayangan Hantu milik Pangeran Li Xian, dia sengaja mengirimkannya pergi bersama Lee Chenyuan demi menjaga keselamatan dan membantu menjalankan misi pria itu.


Bagaimanapun, hal itu Pangeran Li Xian lakukan demi Xue Shan Shan yang pasti akan mengkhawatirkan keadaan paman keduanya yang dikirimkan ke Kota Ming.


"Mengenai pejabat setempat yang bersekongkol dengan pedagang dan subsidi pangan yang diberikan oleh pemerintah, sudah digelapkan."


"Setelah Tuan Lee tiba di sana, mulailah dari tim patroli."


Kata-kata Pangeran Li Xian mengejutkan kedua bersaudara Lee, mereka tidak menyangka sang pangeran akan mengetahui banyak tentang Kota Ming.


Karena itu, mereka yakin bahwa kekuatan Pangeran Li Xian tidak sesederhana yang terlihat.


Lee Chenyuan memberi hormat. "Terima kasih banyak, Yang Mulia Pangeran Li Xian."


"Sama-sama," sahut Pangeran Li Xian dengan senyum tipis. "Tiga hari lagi, Tuan Lee sudah akan berangkat bertugas. Aku tidak bisa mengantarmu, jadi hati ini aku memimpin untuk mengantar kepergian Tuan Lee. Aku berharap Tuan Lee kembali dengan membawa kemenangan."


"Yang Mulia Pangeran Li Xian terlalu sungkan."


Di sisi lain, Xue Shan Shan mendengar suara Grenie ketika dirinya tengah termenung sendirian.


"Shan Shan, apa yang sedang kamu pikirkan?"


Xue Shan Shan menyipitkan matanya. "Semuanya telah diatur dengan baik, aku harus pergi dan bersenang-senang sekarang."


Selesai berbicara, dia langsung berdiri dan berjalan pergi.


Xue Shan Shan berjalan sambil memakan cemilannya, dia tiba dengan cepat ke tempat tujuannya.


"Shan Shan, apa yang kamu lakukan di Kediaman Putra Mahkota?" Grenie bertanya dengan bingung.


"Tentu saja untuk bersenang-senang," sahut Xue Shan Shan dengan senyum manis.


Saat di Kota Qianjing, Putra Mahkota menggunakan banyak kesempatan untuk 'menjaga dirinya'.


Kali ini, Xue Shan Shan harus berterimakasih dengan cara yang benar pada pria itu.


Sepertinya, belum cukup jika hanya membuat Putra Mahkota tidak punya keturunan.


Dia terlalu sewenang-wenang dengan identitas Putra Mahkota-nya itu ....


Di dalam penjara.


Xue Jinggou sudah mendengarkan Dekret Kaisar mengenai hukuman 50 kali pukulan papan berduri, dia benar-benar tidak yakin bisa bertahan hidup.


Hanya saja, dia juga tidak ingin mati dengan dan membiarkan apa yang dia dapatkan dengan susah payah hilang begitu saja.


Setelah memikirkannya sejenak, Xue Jinggou bertekad untuk tetap bertahan hidup. Dia ingin menemui Diana Lee, wanita yang pernah mencintainya dengan tulus dan sepenuh hati.


Xue Jinggou yakin, Diana Lee pastilah masih memiliki cinta itu hingga detik ini untuk dirinya.


Dia hanya perlu mengakui kesalahan dan meminta maaf secara langsung, maka Diana Lee pasti dengan senang hati memaafkannya dan menerimanya kembali.


Selama aku dan Diana berdamai, aku masih memiliki peluang!


Hanya 5o pukulan, aku pasti bisa bertahan!

__ADS_1


__ADS_2