Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kegelisahan Pun Melanda Hatinya


__ADS_3

Dua hari kemudian, mereka pun tiba di ibukota.


Setelah tiba di gerbang kota, Xue Shan Shan memutuskan untuk keluar dari kereta Pangeran Li Xian dan kembali dengan menggunakan kereta kuda Kediaman Perdana Menteri yang sudah menunggunya.


"Selamat tinggal, Yang Mulia." Setelah turun dari kereta, Xue Shan Shan tersenyum manis sembari melambaikan tangannya.


Pangeran Li Xian yang melihat senyum santai dan bahagia di wajah Xue Shan Shan hanya mengangkat alis dan pergi tanpa meninggalkan sepatah kata pun.


Namun, saat melihat keretanya kosong, dia selalu merasa ada sesuatu yang hilang hingga kegelisahan pun melanda hatinya.


"Huh, capek sekali." Xue Shan Shan buru-buru kembali ke keretanya, dia pun dengan cepat memasukkan kembali kotak-kotak brokat ke ruang da waktu satu per satu.


Perjalanan pergi-pulang kali ini hampir memakan waktu setengah bulan, entah bagaimana kondisi ibu dan keluarganya, dia sungguh merindukan mereka semua.


Sayangnya, tidak ada yang menyambut kepulangannya di gerbang kota, mereka hanya mengirimkan kereta kuda dan berpesan agar dirinya segera pulang untuk makan bersama.


Benar saja, begitu tiba di gerbang Kediaman Perdana Menteri, Xue Shan Shan disambut oleh ibu dan kedua bibinya dengan senang hati.


Setelah turun dari kereta kuda, Xue Shan Shan menghambur ke pelukan ibu dan kedua bibinya.


"Sayangku, akhirnya kamu pulang." Nyonya Ning masih memeluk Xue Shan Shan, dia tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan rindu di hatinya.


"Shan Shan, ibu dan kedua bibimu sudah meminta dapur untuk menyiapkan makanan kesukaanmu." Diana Lee juga berbicara dengan ekspresi bahagia.


"Benar, kami juga membuatkan beberapa camilan untukmu." Nyonya Cheng menambahkan, "Ayo, cepat masuk. Cuaca akhir-akhir ini terasa sangat dingin, jangan sampai masuk angin."


"Terima kasih, Ibu dan kedua bibiku tersayang," sahut Xue Shan Shan dengan manja. "Setelah makan siang, Shan Shan akan pergi menemui kakek dan nenek, mereka pasti sudah merindukanku."


Sikap manja Xue Shan Shan langsung membuat ketiga wanita itu tertawa, Diana Lee pun berujar, "KBilang saja kamu merindukan makanan yang dibuat oleh koki istana."


Setiap paviliun yang ada di Kediaman Perdana Menteri memang berbeda kokinya karena mereka memiliki dapur masing-masing.


Koki di Paviliun Nyonya Lee yang lebih handal karena dia sebelumnya adalah koki istana yang dihadiahkan oleh Kaisar untuk Perdana Menteri.


"Aku memang merindukan makanan dan camilan yang dibuat koki istana, tetapi aku lebih rindu pada nenek dan kakek." Xue Shan Shan menjawab dengan sungguh-sungguh.


Mendengar itu, Diana Lee, Nyonya Ning dan Nyonya Cheng kembali tertawa.


"Nenekmu berpesan, setelah makan siang tidak perlu menemuinya. Kamu beristirahat saja, kamu pasti lelah karena perjalanan jauh." Nyonya Ning menyampaikan pesan yang sempat dititipkan oleh ibu mertuanya untuk Xue Shan Shan.


"Benar, kita akan berkumpul dan makan bersama malam nanti." Nyonya Cheng menimpali.


Saat ini, mereka sudah berjalan bersama sambil mendengarkan banyak cerita singkat dari Xue Shan Shan mengenai apa yang dia alami dan lihat selama di Kota Gu.


Begitu tiba di paviliun yang dia tempati bersama ibunya, Nyonya Ning dan Nyonya Cheng pun berpamitan dengan alasan memiliki sedikit urusan yang harus diselamatkan.


Xue Shan Shan dan Diana Lee berdiri di depan pintu paviliun sampai Nyonya Ning dan Nyonya Cheng hilang dari pandangan mereka.

__ADS_1


Saat memasuki dapur bersama ibunya, Xue Shan Shan langsung berbinar melihat begitu banyak hidangan di atas meja.


"Makanlah, Ibu tahu kamu sudah sangat kelaparan." Xue Shan Shan mengangguk, dia pun makan sembari berbincang dengan ibunya, tanpa mengungkit perihal Xue Jingguo maupun orang-orang di Kediaman Xue.


Begitu selesai makan, Diana Lee meminta Xue Shan Shan kembali ke kamar untuk beristirahat, sementara dia pun kembali ke kamarnya sendiri.


Namun, bukannya beristirahat, Xue Shan Shan justru memanggil Qing Ke.


Meski melihat ibunya terus tersenyum dengan bahagia selama menemaninya, Xue Shan Shan bisa merasakan hati ibunya tidak benar-benar senang.


Jadi, Xue Shan Shan memutus untuk menanyakan banyak hal yang tidak diketahui karena kepergiannya ke Kota Gu selama beberapa hari.


Begitu melihat Xue Shan Shan, Qing Ke langsung memberi hormat dengan senang hati.


Xue Shan Shan pun menanggapi sapaan Qing Ke seadanya saja, sebelum akhirnya bertanya, "Qing Ke, bagaimana kondisi ibuku selama aku pergi? Apa ada hal yang terjadi? Orang-orang dari Kediaman Xue tidak mengganggu ibuku, kan?"


Xue Shan Shan sengaja tidak mengungkit soal orang-orang di Kediaman Xue karena tidak ingin melukai hati dan merusak mood ibunya.


Dia yakin, Kediaman Perdana Menteri tidak akan membuat ibunya bersedih. Sebaliknya, dia sama sekali tidak bisa mempercayai Kediaman Xue yang selalu saja meresahkan.


Pertanyaan Xue Shan Shan membuat wajah Qing Ke berubah sedikit, dia tampak ragu.


Melihat ini, Xue Shan Shan menghentikan gerakan tangannya untuk melepaskan mantelnya. "Qing Ke, ayo, katakan."


Qing Ke menggigit bibir bawahnya, lalu berujar dengan ragu. "Tuan Besar akan menjadikan Selir Faye sebagai istri sah, tanggalnya akan ditetapkan tiga hari lagi."


Istri sah?


Xue Shan Shan mengerutkan keningnya. "Apa yang dilakukan Selir Faye? Bagaimana bisa dia tiba-tiba diangkat menjadi istri sah?"


Sebelumnya, Xue Jingguo memang sangat ingin mengangkat Selir Faye menjadi istri sah, tetapi dia selalu memikirkan Kediaman Perdana.


Namun, kenapa sekarang dia berani? Apakah tidak memikirkan Kediaman Perdana Menteri lagi?


Tidak mungkin dia berani bertindak seperti itu tanpa alasan!


Terlebih, hubungan Xue Jingguo dan Selir Faye juga sebelumnya sedikit renggang karena ulah Yura Chen.


Jadi, apa yang terjadi saat ini? Apa Yura Chen tidak mencoba menghalangi niat Xue Jingguo?


"Hamba juga tidak tahu, tapi katanya hal ini ada kaitannya dengan Putri Amber. Sepertinya, Tuan Putri Amber yang menyarankan pada Tuan Besar untuk mengangkat Selir Faye sebagai istri sah." Qing Ke berbicara dengan tidak yakin.


Sekali lagi, Xue Shan Shan mengerutkan keningnya.


"Mengapa ini melibatkan Li Xuanji?"


Li Xuanji adalah seorang tuan putri bermartabat yang diberi gelar Putri Amber, apakah dia kekurangan pekerjaan sehingga ikut mngurusi perihal rumah tangga Kediaman Xue?

__ADS_1


Setelah memikirkannya kembali, Xue Shan Shan yakin bahwa 80% masalah ini ada hubungannya dengan apa yang terjadi di Kediaman Tuan Putri terakhir kali, juga hal-hal yang terjad di Istana Angin.


Li Xuanji pasti sangat membenciku sampai berbuat seperti ini hanya untuk membuatku marah.


Xue Shan Shan tersenyum dingin, dia merasa beruntung karena dibawa pulang oleh Pangeran Li Xian tepat waktu.


Xue Shan Shan benar-benar tidak punya niat untuk istirahat lagi, dia hanya pergi mandi, sebelum akhirnya pergi ke kamar ibunya.


Jangan sampai sang ibu larut dalam depresi.


Lebih dari siapa pun, Xue Shan Shan tahu bahwa Diana Lee bisa bersikap biasa saja, tetapi bibir yang mengucapkan kata benci, tidak sejalan dengan hati yang pernah mencintai Xue Jingguo dengan dalam.


Setidaknya, semuanya butuh proses.


Lagipula, rasa sakit yang dia alami saat ini bukanlah benar-benar karena masih mencintai Xue Jingguo. Dia hanya merasa dirinya terlalu bodoh hingga terlalu banyak menguras waktu dan usaha hanya demi dicintai oleh pria bajingann itu.


Ketika tiba di depan kamar ibunya, Xue Shan Shan menatap Bibi Su yang melihatnya seperti melihat seorang penyelamat. "Nona, akhirnya kamu kembali."


"Bagaimana kabar ibu belakangan ini?" Xue Shan Shan langsung bertanya pada Bibi Su yang tidak ikut menyambut kepulangannya di gerbang Kediaman Perdana Menteri.


Begitu mendengar pertanyaan Xue Shan Shan, wajah Bibi Su menjadi tidak enak dipandang. "Awalnya, ketika Nona Besar baru saja pergi selama beberapa hari, Nyonya dalam suasana hati yang baik. Terlebih, surat perceraiannya juga sedang dalam pengurusan oleh Tuan Pertama dan Tuan Kedua. Namun, beberapa hari yang lalu ...."


Bibi Su berhenti.


Xue Shan Shan kembali mengerutkan keningnya hingga kini tampak lebih dalam.


Kalau surat perceraian sudah dalam pengurusan bukankah itu hal yang baik?


Berhenti berpikir, Xue Shan Shan langsung bertanya pada Bibi Su. "Aku tahu tentang Selir Faye, tapi tidak tahu cerita keseluruhannya, jadi tolong beritahu aku."


Bibi Su menghela nafas dan berkata dengan lemah. "Beberapa hari lalu, entah bagaimana Nona Kedua berhasil mendekati Tuan Putri Amber. Bahkan, Tuan Putri Amber juga sering mengundang Nona Kedua keluar, juga menyatakan kepada publik bahwa hubungan mereka sangat dekat bagaikan saudara kandung."


"Kemudian, saya dengar bahwa Tuan Putri Amber juga pernah sekali mendatangi Kediaman Xue dan bertemu dengan Selir Faye. Dia bilang Selir Faye lembut dan menyenangkan, itu sebabnya dia bisa mendidik seorang putri yang sangat baik seperti Nona Kedua. Bahkan, dia juga bilang kepada Tuan Besar bahwa sangat merugikan baginya karena hanya menjadikan Selir Faye sebagai seorang selir."


"Seperti yang kita semua tahu, Tuan Besar memang lebih menyayangi Selir Faye. Begitu mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan Putri Amber, dia langsung merasa kasihan pada Selir Faye."


"Siapa sangka, Tuan Putri Amber juga langsung mengatakan kepada Tuan Besar bahwa dia akan bertanggung jawab untuk mengangkat Selir Faye sebagai istri sah. Kalau dia turun tangan, Kediaman Perdana Menteri pasti tidak akan berani berkomentar."


"Nona, menurutmu bukankah ini memang yang diinginkan oleh Tuan Besar! Siapa yang berani menolak ketika Tuan Putri Amber berbicara?"


Mendengar itu, Xue Shan Shan tersenyum sinis. Bahkan, jika bukan Tuan Putri Amber yang turun tangan dalam proses pengangkatan istri sah untuk Selir Faye, Kediaman Perdana Menteri tidak akan berkomentar banyak.


Mereka juga tidak akan menolaknya!


Namun, mereka pasti akan memastikan perceraian sudah lebih dulu terjadi sebelum pelantikan istri sah diselenggarakan.


Kemudian, ekspresi Xue Shan Shan menjadi sangat muram begitu pikirannya tertuju pada Tuan Putri Amber.

__ADS_1


Kenapa Pangeran Li Xian kemarin tidak sekalian membakar hati Li Xuanji?


__ADS_2