
Melihat kerumunan orang, terlebih ketika bertatapan dengan netra Selir Agung Mei yang dalam ga berujung dan tampak gelap, Fu Qingyue menjadi panik hingga kepalanya terasa mengejang.
"Serahkan uang kalian, jika tidak, jangan berharap bisa masuk ke dalam."
Semua orang tercengang mendengar kata-kata Fu Qingyue, tidak terkecuali Xu Miaohua yang langsung menarik tangannya dan bertanya, "Ada apa denganmu? Apa yang kamu katakan?"
Saat ini, Fu Qingyue baru tersadar dan tercengang, sebelum akhirnya dia menepuk kepalanya sendiri
Astaga, aku salah bicara.
Di belakang, Da Bingzhi sudah tidak bisa menahan diri lagi sehingga dia pun tertawa, sedangkan Minglang menatap Fu Qingyue dengan mata terbelalak tak percaya.
Xue Shan Shan juga menepuk dahinya sendiri, dia sejak awal sudah tahu bahwa temannya itu memang tidak bisa diandalkan.
"Hehe ... aku hanya bercanda," kata Fu Qingyue sambil tersenyum lebar.
Orang-orang di belakang dengan cepat berjalan memasuki ruangan, mereka malah mendapati Xue Shan Shan sedang duduk santai di meja.
Semua orang bahkan melihat ke sekeliling, tetapi tidak menemukan orang lain, apalagi pria asing.
"Adik sangat perduli padaku." Xue Shan Shan berdiri dan menatap Xue Yuwen sambil tersenyum polos dan kembali melanjutkan kata-katanya. "Sebelum melihatku, kamu sudah berteriak keras seolah-olah ingin mengumumkan pada dunia bahwa aku 'kehilangan keperawanan'. Jangan-jangan, Adik tahu bahwa akan ada orang yang muncul di tempat ini sebelum kalian semua sampai?"
Xue Yuwen menggerakkan bibirnya beberapa kali, lalu tersadar dengan cepat dan berkata, "Apa yang Kakak katakan? Aku hanya mengkhawatirkan Kakak. Tentu saja, aku sangat senang karena Kakak baik-baik saja."
"Namun, apa yang Kakak lakukan di sini?" Xie Yuwen melihat Xue Shan Shan dengan bingung. "Jangan-jangan Kakak sedang menunggu seseorang?"
Xue Shan Shan tidak menghiraukan Xue Yuwen, dia justru berjalan ke arah Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei, sebelum akhirnya membungkuk kepada keduanya sambil berkata dengan penuh hormat. "Saya minta maaf karena telah membuat Permaisuri dan Selir ... Ibu khawatir. Saat ingin mengganti pakaian, saya tidak sengaja menyenggol teko teh hingga pecah dan melukai tangan saya."
"Pelayan istana membantu saya memanggil tabib kerajaan sehingga menunda waktu karena harus membalut luka. Mohon Permaisuri dan Ibu memaafkan saya."
__ADS_1
Selesai berbicara, Xue Shan Shan memperlihatkan lukanya dengan ekspresi tanpa daya.
Mendengar kata-kata itu, Selir Agung Mei dan Permaisuri diam-diam menghela nafas lega.
Setidaknya, Xue Shan Shan baik-baik saja dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti spekulasi orang-orang.
Pada saat bersamaan, Selir Agung Mei juga merasa khawatir. "Apa lukamu parah?"
"Ibu, saya baik-baik saja, lukanya tidak begitu parah." Xue Shan Shan perlahan-lahan berkata, "Hanya saja, saya tidak tahu kenapa adik mengatakan bahwa ada pelaku?"
Saat berbicara, Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen. "Aku tahu Adik mengkhawatirkanku, tapi ke depannya harus mencari tahu dulu sebelum berbicara. Kalau tidak, reputasiku mungkin akan hancur hari ini."
Semua orang adalah orang bijak, mereka pun langsung memahami situasi.
Detik berikutnya, mereka semua sudah melangkah mundur untuk menjauhi Xue Yuwen demi menghindari terjerat masalah bersama.
Bahkan, Guo Yangyang dan Xu Miaohua yang awalnya bersemangat ingin menjatuhkan Xue Shan Shan, ikut memisahkan diri dari Xue Yuwen
"Permaisuri, karena tidak ada sesuatu yang terjadi, sebaiknya kita kembali ke Taman Istana saja, jangan membuat suasana hati menjadi buruk karena saya." Xue Shan Shan memotong ucapan Xue Yuwen.
Melihat Xue Shan Shan yang tampak tidak keberatan dan terlihat santai seolah-olah tidak terjadi apa pun, Selir Agung Mei yang berniat tidak ingin melepaskan Xue Yuwen, hanya bisa menghela nafas tanpa daya.
Bagaimanapun, Selir Agung Mei masih mempunyai keyakinan bahwa meski dirinya atau Xue Shan Shan melepaskan Xue Yuwen, tetapi Pangeran Li Xian tidak akan melakukannya.
Jika sudah begitu, maka dirinya dan Xue Shan Shan hanya perlu duduk dan menonton pertunjukan yang akan ditayangkan oleh Pangeran Li Xian.
"Sudahlah, ini hanya kesalahpahaman. Ayo, kita kembali saja." Selesai berbicara, Selir Agung Mei melirik dan mengangguk sedikit pada Permaisuri, sebelum akhirnya menggamit lengan Xue Shan Shan untuk pergi dari sana.
Di dalam perjalanan, Selir Agung Mei yang masih tidak puas hati tidak bisa menahan diri untu tidak bertanya pada Xue Shan Shan dengan suara pelan. "Shan Shan, kamu benar-benar ingin melepaskan adikmu?"
__ADS_1
Tanpa perlu berpikir banyak, Selir Agung Mei jelas sudah bisa menebak bahwa ada yang berusaha menjebak Xue Shan Shan.
Meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, Selir Agung Mei juga tidak perlu bertanya siapa yang sudah menyelamatkan Xue Shan Shan.
Bagaimanapun, dia sempat melihat Pangeran Li Xian terburu-buru pergi meninggalkan acara tidak lama setelah kepergian Xue Shan Shan.
Bahkan, Selir Agung Mei juga tahu bahwa tidak hanya Xue Yuwen, tetapi ada orang lain yang mendalangi kemalangan Xue Shan Shan barusan.
Xue Shan Shan tersenyum, dalam senyumannya menyiratkan misteri yang tidak bisa dijelaskan. "Ibu, bagaimana mungkin aku akan melepaskannya begitu saja? Bukankah aku harus memberikannya pelajaran yang berharga agar adikku yang berbudi luhur itu tidak mengulangi kesalahannya lagi?"
Saat ini, Xue Shan Shan tidak berusaha menyembunyikan sifat dan sikap aslinya dengan tampang polos.
Selir Agung Mei mengangguk setuju dan bertanya dengan antusias. "Apa kamu perlu bantuan Ibu?"
"Ibu, kamu jangan khawatir. Pangeran sudah mengatur rencana untukku," sahut Xue Shan Shan dengan suara rendah yang hanya bisa didengar oleh Selir Agung Mei seorang.
Detik berikutnya, tatapan Xue Shan Shan tampak berbinar seolah-olah dia baru teringat sesuatu. "Oh, tapi kalau Ibu mau membantu, bisakah Ibu mengalihkan perhatian semua orang agar aku bisa bertemu dengan pangeran tanpa dicurigai siapa pun?"
Mendengar itu, Selir Agung Mei tersenyum cerah. Dia sangat senang karena hubungan Xue Shan Shan dan putranya benar-benar semakin dekat, terlebih sang menantu bersedia melibatkannya untuk membuat pembalasan bagi orang-orang tidak tahu diri itu.
Setidaknya, memang hal ini yang ditunggu-tunggu oleh Selir Agung Mei.
"Tentu, Ibu akan membantumu." Selir Agung Mei berbicara dengan penuh semangat. "Kamu selesaikan masalahmu dengan Xian'er, mereka yang ada di sini serahkan saja kepada Ibu."
"Baik, Ibu ... terima kasih." Xue Shan Shan tanpa sungkan dan dengan manja meletakkan kepalanya di lengan Selir Agung Mei hingga membuat wanita itu semakin senang.
Di belakang, banyak orang yang menyaksikan keharmonisan mereka dengan berbagai pandangan pendapat.
Tentu saja, rasa iri tidak luput dari pandangan beberapa orang itu.
__ADS_1
Salah satunya, Permaisuri Xuan ....