Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Mematahkan Kaki Qin Luoran


__ADS_3

Keesokan paginya, ibukota dihebohkan dengan hukuman mati yang diterima Xue Yuwen karena telah mencoba menjebak Kaisar.


Namun, tidak ada di antara mereka yang berani membicarakan masalah itu hingga berlarut-larut karena takut terkena imbas atas kemarahan Selir Agung Mei yang belum surut sepenuhnya.


Bersamaan dengan itu, tidak ada juga di antara mereka yang tahu bahwa sebenarnye Xue Yuwen bukannya ingin menjebak Kaisar, melainkan berniat tertangkap basah bersama Putra Mahkota.


Sebelum mengetahui dirinya tidur dengan Luyao, Putra Mahkota secara tegas meminta Permaisuri Xuan mengangkatnya menjadi Selir Sanding.


Akan tetapi, begitu tahu bahwa yang tidur dengannya adalah seorang pelayan, Putra Mahkota marah besar hingga langsung menemui Luyao dan memberikan arak beracun pada gadis itu.


Tanpa belas kasih, Putra Mahkota juga memerintahkan orang untuk membuang mayat Luyao di kuburan massal, di mana mayat Xue Yuwen yang hampir membusuk berada.


Pada saat bersamaan, Putra Mahkota juga tidak begitu peduli dengan nasib tragis Xue Yuwen.


Bagaimanapun, gadis itu hanya ingin Putra Mahkota jadikan selimut penghangat sekaligus pion yang bisa dia gunakan untuk menjalankan rencananya.


Karena satu pionnya sudah punah, maka dia hanya perlu menggunakan pion lainnya.


Di sisi lain, Xue Shan Shan baru saja selesai sarapan pagi bersama ibunya.


Dia berbincang sedikit dengan sang ibu, sebelum akhirnya berpamitan. "Ibu, aku harus pergi sekarang."


Xue Shan Shan sudah berdiri dan berjalan keluar dengan tergesa-gesa.


"Shan Shan, kamu mau ke mana?" Nyonya Diana bertanya dengan suara yang agak tinggi.


"Menyenangkan hati ibu mertuaku!"


Begitu saja, Xue Shan Shan sudah hilang dari pandangan Nyonya Diana yang tidak mencoba menghentikannya.


Bagaimanapun, Nyonya Diana berpikir bahwa Selir Agung Mei yang baru saja mendapati suaminya bersama dengan wanita lain, memang sedang butuh dihibur.


Saat sudah akan menjauh dari kediaman Perdana Menteri, Xue Shan Shan dihentikan oleh Fu Qingyue. "Shan Shan, ke mana kamu akan pergi?"


"Mencari Putri Kerajaan Qin untuk memotong kakinya," sahut Xue Shan Shan tanpa beban.


Mendengar itu, Fu Qingyue sedikit tertegun, sebelum akhirnya tampak bersemangat. "Kebetulan, aku baru saja ingin mengingatkanmu akan hal ini."

__ADS_1


Sebelumnya, kedatangan Fu Qingyue di pagi hari ke Kediaman Perdana Menteri hanya untuk mengingatkan Xue Shan Shan pada taruhannya dengan Qin Luoran.


Tidak diduga, gadis itu sama sekali tidak melupakannya, meski telah mengalami begitu banyak masalah yang disebabkan oleh Xue Yuwen sebelumnya.


Xue Shan Shan tersenyum miring, merasa tidak mungkin melupakan hal sepenting itu.


Lagipula, dia benar-benar harus mematahkan kaki Qin Luoran demi menghibur Selir Agung Mei yang berkemungkinan masih dalam suasana hati buruk.


"Kalau begitu, ayo kita pergi sekarang." Xue Shan Shan langsung pergi, sementara Fu Qingyue dengan patuh mengikutinya berjalan ke tempat tinggal utusan Kerajaan Qin.


Ketika tiba di sana, Fu Qingyue dan Xue Shan Shan mendapati orang-orang utusan Kerajaan Qin tampak dalam suasana hati yang buruk dan sedang mengemasi barang-barang mereka untuk meninggikan Negara Yuzhou.


"Di mana Qin Luoran?" Xue Shan Shan langsung menarik seseorang sambil mengajukan pertanyaan-pertanyaan begitu dia memasuki paviliun.


Ketika utusan Kerajaan Qin yang ditarik itu melihat Xue Shan Shan, dia terkejut hingga bola matanya hampir saja keluar seolah-olah telah bertemu dengan hantu.


"Putri ... Changning."


"Aku tanya padamu, di mana Qin Luoran." Nada bicara Xue Shan Shan menjadi lebih serius, dia juga tidak peduli pada sang utusan Kerajaan Qin yang merasa tertekan.


Utusan Kerajaan Qin sangat ketakutan hingga dia langsung menunju ke lantai dua.


Di lantai dua, Qin Luoran sedang memerintahkan pelayannya dengan tergesa-gesa. "Cepat, kemasi semua barang-barangku!"


Melihat semua pelayan yang bergerak lamban, Qin Luoran sangat kesal.


Kali ini, perjalanan ke Negara Yuzhou sama sekali tidak berjalan mulus.


Begitu kembali ke Kerajaan Qin, tidak tahu bagaimana ayahnya akan menghukumnya.


Bahkan, Qin Luoran tidak berani membayangkannya.


Saat sedang sibuk dengan pikirannya, tiba-tiba saja pintu kamarnya terbuka dengan keras.


Qin Luoran melihat ke arah pintu dengan tatapan tak senang, tetapi langsung ketakutan saat mendapati Xue Shan Shan berdiri di depan pintu.


Kenapa Xue Shan Shan datang kemari?

__ADS_1


Apakah ....


Tanpa sadar, Qin Luoran melihat kedua kakinya.


Qin Luoran pikir Xue Shan Shan hanya berniat menakuti dirinya, tetapi tidak disangka dia benar-benar datang ....


"Wah, Tuan Putri Qin belum selesai berkemas, ya?" Xue Shan Shan bertanya dengan ringan semari berjalan ke dalam seolah-olah dia sedang berada di rumahnya sendiri.


Qin Luoran merasa punggungnya sudah mengeluarkan keringat dingin.


Saat beradu tarian sebelumnya, Qin Luoran berpikir bahwa Xue Shan Shan adalah seorang gadis berperilaku buruk yang hanya mengandalkan status Pangeran Li Xian.


Namun, setelah mengalami kekalahan telak, Qin Luoran tidak bisa berpikir demikian lagi.


Setidaknya, dia tidak bisa meremehkan Xue Shan Shan seperti sebelumnya.


Jika Pangeran Li Xian adalah penguasa dunia fana, maka Xue Shan Shan adalah penyiksa di akhirat.


"Kalau aku jadi kamu, aku sudah keluar dari ibukota sejak kemarin malam dan tidak akan mengemasi barangku lagi sekarang." Xue Shan Shan melihat ke sekeliling.


Kemudian, dia mengambil sebuah kursi dan menghantamkan benda tak berdosa itu ke lantai.


Detik selanjutnya, dia mengambil satu kaki kursi dan berjalan mendekati Qin Luoran dengan perlahan.


Tentu saja, tindakan Xue Shan Shan membuat Qin Luoran ketakutan hingga tanpa sadar dia mundur beberapa langkah ke belakang. "Xue Shan Shan, aku yang bersalah kemarin. Aku tidak seharusnya menyinggungmu, jadi ampuni aku!"


Dalam diam, Fu Qingyue yang sejak awal setia berada di sisi Xue Shan Shan membakar dupa untuk Qin Luoran.


"Apakah aku orang yang kamu singgung?" Xue Shan Shan menaikkan sebelah alisnya. "Ketika kamu menggunakan kekurangan Selir Agung Mei sebagai bahan pembicaraan, apa kamu pernah berpikir bahwa tindakanmu saja dengan menaburkan garam ke lukanya?"


"Qin Luoran, sebagai seorang Tuan Putri, kamu boleh saja bertindak sombong dan keras kepala. Namun, kamu tidak boleh kehilangan aura yang seharusnya dimiliki seorang Tuan Putri."


"Selain itu, sebagai manusia, kamu juga harus menerima konsekuensinya dari ucapanmu."


Setelah berkata demikian, Xue Shan Shan langsung mengulurkan tangannya untuk mencengkeramnya leher Qin Luoran dan mendorongnya ke lantai.


Ketika sudah terjatuh ke lantai, Qin Luoran melihat Xue Shan Shan mengayunkan tangannya yang memegang kaki kursi ke arah bawah tubuhnya.

__ADS_1


Seketika, Qin Luoran langsung menutup mata sambil berteriak dengan keras.


"Ahhhh!!!"


__ADS_2