Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Berani Sekali Gadis Kecil Ini Menggodaku!


__ADS_3

Seketika, mimpi indah Xue Shan Shan langsung hancur hanya dengan satu kalimat Pangeran Li Xian.


Siapa yang peduli pada Xue Shan?


Pangeran Li Xian merasa dirinya sama sekali tidak mengkhawatirkan Xue Shan Shan, dia hanya merasa kurang baik membiarkan gadis itu terlibat masalah.


Bagaimanapun, Xue Shan Shan pergi ke Kota Gu bersamanya.


"Aku bermain salju ke gunung terdekat sampai lupa waktu." Xue Shan Shan memasang ekspresi cemberut, lalu berbalik dan meninggalkan Pangeran Li Xian.


Awalnya, Xue Shan Shan ingin menceritakan banyak hal pada Pangeran Li Xian, termasuk tentang para pria yang mencoba menggodanya.


Namun, moodnya untuk bercerita sudah musnah.


Pangeran Li Xian membiarkan saja Xue Shan Shan meninggalkan dan masuk ke dalam paviliun karena tahu gadis itu sudah sangat kedinginan.


Benar saja, Xue Shan Shan baru merasa tubuhnya sedikit hangat ketika sudah berada di kamar.


"Buatkan sup jahe dan antarkan kepada Putri Changning, lalu siapkan makan malam untuknya." Setelah menyampaikan titah dengan ekspresi dan suara datar, Pangeran Li Xian pun berlalu pergi tanpa menghiraukan isi pikiran siapa pun.


Saat mengantarkan sup jahe pada Xue Shan Shan, pelayan meminta Xue Shan Shan keluar dari kamar untuk makan malam sesuai perintah Pangeran Li Xian.


Ketika tiba di ruang makan, Xue Shan Shan tidak melihat keberadaan siapa pun. Dia ingin makan, tetapi rasanya sangat tidak sopan jika tidak menunggu tuan rumah.


Setelah beberapa saat, Pangeran Li Xian datang bersama Yan Shu dan Wei Shu, mereka duduk di dekat Xue Shan Shan, sementara Lin Mei sejak awal hanya berdiri karena tahu statusnya hanyalah seorang pelayan.


"Kenapa kamu membiarkan pelayanmu berdiri di sana? Suruh dia duduk!" Pangeran Li Xian berbicara pada Xue Shan Shan yang memasang wajah datar.


Xue Shan Shan mengangkat kepalanya untuk menatap Lin Mei. "Duduklah."


"Nona, saya ...." Lin Mei merasa tidak enak hati dan ingin menolak, tetapi tatapan Pangeran Li Xian membuatnya mengurungkan niat untuk membuka mulutnya.


"Duduk saja selagi dia berbaik hati," bisik Xue Shan Shan dengan suara pelan yang masih mampu menembus gendang telinga siapa pun, tidak terkecuali Pangeran Li Xian.


Begitu saja, Lin Mei akhirnya duduk di sebelah Xue Shan Shan dengan enggan.


Kemudian, semua orang mulai makan begitu Pangeran Li Xian mengambil sumpit dan menyentuh hidangan.


Bahkan, Lin Mei juga ikut makan. Akan tetapi, dia tidak berani menyentuh makanan yang sudah disentuh Pangeran Li Xian karena khawatir pria itu tidak ingin makan lagi.


Sementara itu, Xue Shan Shan menundukkan kepala dan hanya fokus pada makanan hangat yang ada di hadapannya.


Saat ini, tubuhnya sudah terasa hangat, wajahnya pun terlihat merah dan dia sangat puas.


Melihat Xue Shan Shan tidak menghiraukannya sama sekali, Pangeran Li Xian tiba-tiba merasa kesal seolah-olah bara api sedang bergemuruh di dalam hatinya.


Hanya saja, tidak ada tempat baginya untuk melampiaskan amarahnya.


Dasar gadis tidak punya hati!


Apa dia tidak menyadari keberadaanku?


Tidak mungkin!


Memang tidak mungkin karena saat Pangeran Li Xian datang, semua pelayan termasuk Lin Mei memberi salam.


Hanya Xue Shan Shan yang bertindak masa bodoh seolah-olah Pangeran Li Xian adalah makhluk tak kasap mata.


Tentu saja, dia bersikap seperti itu karena kesal pada Pangeran Li Xian untuk masalah sebelumnya.


Pangeran Li Xian menghela nafas, lalu menatap Xue Shan Shan dengan memasang raut wajah tidak berdaya. "Xue Shan Shan, aku merasa tidak enak badan."


Xue Shan Shan yang baru saja memasukkan sepotong daging ke mulutnya, langsung meletakkan sumpitnya saat mendengar kata-kata Pangeran Li Xian.


Dia menyeka bibirnya, lalu menatap Pangeran Li Xian dengan khawatir. "Bagian mana yang sakit? Biar aku periksa."


Melihat banyak orang di sekitar, Xue Shan Shan kembali berkata, "Kita kembali ke kamar Yang Mulia saja."

__ADS_1


Seketika, Yan Shu yang tidak tahu bahwa Xue Shan Shan adalah tabib bagi Pangeran Li Xian, langsung tersedak.


Dia semakin terbatuk-batuk saat mendengar Pangeran Li Xian menjawab 'iya', bahkan dengan ekspresi yang terlihat senang.


Yan Shu benar-benar tidak menyangka hubungan Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan sudah pada tahap memasuki kamar.


Meski tahu isi pikiran Yan Shu, Pangeran Li Xian tidak berniat menjelaskannya. Dia hanya berjalan menuju kamarnya dengan diikuti Xue Shan Shan.


"Menurutmu, apa Yang Mulia memiliki perasaan pada Putri Changning?" Yan Shu menatap Wei Shu dengan tatapan ingin tahu.


"Makan saja makananmu," sahut Wei Shu apa adanya, tidak berniat menghilangkan rasa penasaran Yan Shu.


Sementara itu, Lin Mei hanya menundukkan kepalanya dan fokus menghabiskan makanannya seolah-olah tidak ada siapa pun di hadapannya.


Setelah masuk ke dalam kamar, Pangeran Li Xian duduk di kursi, sementara Xue Shan Shan mengambil kursi kecil dan duduk di hadapan sang pangeran.


Kemudian, Xue Shan Shan langsung meraih pergelangan tangan Pangeran Li Xian untuk memeriksa denyut nadinya.


Setelah memeriksa berulang kali, Xue Shan Shan tidak menemukan masalah apa pun.


Meski demikian, dia tidak berpikiran bahwa Pangeran Li Xian saat ini hanya berpura-pura sakit demi menarik perhatiannya.


"Mungkin, karena perubahan suhu, tubuh Yang Mulia sedikit tidak bisa menerimanya. Oleh karena itu, Yang Mulia harus tetap menjaga kehangatan tubuh." Xue Shan Shan menjelaskan seperti tabib profesional dia juga bersikap biasa saja seolah-olah tidak pernah merasa kesal pada Pangeran Li Xian.


"Lalu?" Pangeran Li Xian bertanya seolah-olah masih belum puas atas jawaban dan penjelasan Xue Shan Shan.


Untuk sesaat, Xue Shan Shan tercengang. Kemudian, dia pun menjawab, "Tidak ada lagi."


Pangeran Li Xian hanya mengangguk tanpa mengatakan apa pun lagi, sebelum akhirnya diammenutup mata.


Seketika, suasana menjadi hening hingga membuat Xue Shan Shan kurang nyaman.


"Kalau begitu, aku pergi dulu." Xue Shan Shan berbicara dengan ragu, dia tidak tahu apakah Pangeran Li Xian sudah tidur atau belum.


Namun, tidak ada jawaban dari Pangeran Li Xian.


Setelah berpikir sejenak, Xue Shan Shan mengeluarkan kantong penghangat dan berniat meletakkannya di dekat perut Pangeran Li Xian agar pria itu merasa hangat dan nyaman.


Saat Xue Shan Shan menyentuh pakaian Pangeran Li Xian untuk merealisasikan niatnya, tiba-tiba pergelangan tangannya digenggam.


Detik berikutnya, sepasang mata hitam Pangeran Li Xian mengamati gerak-gerik Xue Shan Shan, lalu dia berbisik, "Apa yang kamu lakukan? Ingin melecehkan aku?"


Xue Shan Shan ternganga, dia tak mengira dirinya akan mendapatkan tuduhan kejam dari Pangeran Li Xian.


Sembarangan!


Aku melecehkannya?


Mimpi!


Xue Shan Shan melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Pangeran Li Xian, dia tidak berniat menjelaskan apa pun dan tetap membuka pakaian sang pangeran sesuai niat awalnya.


Setelah meletakkan kantong penghangat di atas perut Pangeran Li Xian yang terdapat beberapa belahan, Xue Shan Shan mundur ke belakang dengan menundukkan kepalanya.


Dia berusaha menyembunyikan wajahnya yang memerah.


Apa-apaan dia ini?


Tadi jelas-jelas membantah tuduhan Pangeran Li Xian, tetapi hanya dengan melihat perut sang pangeran, niat melecehkan hampir memenuhi kepala kecilnya.


Dasar mata murahan, tidak bisa melihat yang bening-bening!


Saat merasakan kehangatan di perutnya, Pangeran Li Xian baru menyadari kalau ternyata dia sudah berpikir sembarangan.


"Yang Mulia jangan terlalu banyak berpikir." Xue Shan Shan tersenyum tipis, tatapannya yang lembut pun melayang ke arah Pangeran Li Xian. "Walaupun Yang Mulia sudah menuliskan surat cinta untuk membalas perasaanku, aku tidak akan mengambil kesempatan di saat Yang Mulia tidak bersedia."


Sebenarnya, Xue Shan Shan tidak memiliki perasaan cinta untuk Pangeran Li Xian.

__ADS_1


Mungkin, lebih tepat jika dikatakan bahwa dia belum memiliki perasaan tersebut karena bagaimanapun, dia tidak bisa mengendalikan hati dan tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.


Lagipula, dia memang berniat menjalin hubungan yang baik dengan Pangeran Li Xian. Karena itu, tidak masalah baginya jika bersikap seperti seorang gadis yang memiliki perasaan pada sang pangeran.


Bagaimanapun, mereka sebentar lagi akan menikah dan menjadi suami istri. Jadi, memang sudah seharusnya mereka memiliki perasaan satu sama lain.


Dengan perasaan yang dimiliki Pangeran Li Xian untuknya, Xue Shan Shan yakin bahwa proses balas dendamnya akan semakin mudah.


Tidak akan ada yang berani menganggap remeh Xue Shan Shan karena perlakuan istimewa Pangeran Li Xian yang memiliki perasaan padanya akan membuat semua orang berpikir bahwa dirinya benar-benar berharga bagi sang pangeran.


"Aku menulis surat cinta untukmu?" Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan alis berkerut dalam.


Apa mental gadis ini bermasalah?


Xue Shan Shan melipat kedua tangan di dadanya, lalu mendengus. ""Benar, Yang Mulia tidak hanya mengajak aku pergi ke pesta lampion, tetapi memanggilku dengan panggilan manja Shan Shan. Jelas-jelas Yang Mulia juga memiliki rasa padaku, tapi malah bersikap dingin."


Alis Pangeran Li Xian semakin berkerut. "Aku tidak pernah menulis surat cinta untukmu."


Pada saat bersamaan, Pangeran Li Xian memang merasa tak nyaman ketika diabaikan oleh Xue Shan Shan.


Namun, dirinya sangat menyangkal bahwa itu adalah perasaan suka.


Lebih lagi, benar-benar mustahil baginya untuk menulis surat cinta dan memberikannya kepada Xue Shan Shan.


Setelah berpikir sejenak, Pangeran Li Xian tiba-tiba teringat pada surat yang ada di kamarnya.


Seketika, Pangeran Li Xian sudah bisa mendapatkan kesimpulan bahwa surat itu bukan ditulis dan datang dari Xue Shan Shan, melainkan ibunya.


Memangnya, siapa lagi yang berani masuk ke kamarnya hanya untuk meletakkan sebuah surat cinta, selain orang-orang dari Istana Bunga Persik?


Meski begitu, Pangeran Li Xian bersikap tidak peduli seolah-olah dia tidak tahu apa-apa saat mencibir, "Kamu sendiri menuliskan surat cinta untuk mengajakku melihat lampion."


Xue Shan Shan sedikit terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri. "Aku memang pernah menulis surat cinta untuk Yang Mulia, tapi menulis surat dan mengajakmu melihat lampion, aku tidak pernah melakukannya."


Benar-benar sebuah fitnah yang nyata dan secara terang-terangan!


Saat terdiam, Xue Shan Shan mulai mengerti sesuatu.


Dia mengedipkan matanya, lalu menatap Pangeran Li Xian.


"Kalau aku tidak salah, itu adalah tulisan tangan ibu." Pangeran Li Xian ingat bahwa Selir Agung Mei memang memiliki kemampuan untuk meniru tulisan tangan orang lain


Ibu ....


Xue Shan Shan menggigit bibirnya.


Awalnya, dia memahami bahwa ada yang menjebak dirinya dan Pangeran Li Xian sehingga dirinya berniat memukul kepala orang itu.


Namun, begitu tahu siapa pelakunya, Xue Shan Shan langsung mengurungkan niatnya.


Setelah tahu kalau itu semua hanya salah paham, Xue Shan Shan cemberut sekali lagi.


Dia kecewa karena surat yang dia terima bukan dari Pangeran Li Xian, padahal dia sudah menganggap surat tersebut sangat berharga.


"Ibu benar-benar nakal, tapi sepertinya beliau memang ingin segera menimang cucu." Xue Shan Shan sengaja menyebut Selir Agung Mei dengan sebutan 'ibu' agar tidak terlihat jarak di antara mereka. "Oleh karena itu, Yang Mulia harus segera menikahiku setelah racun di tubuhmu sudah hilang agar bisa mewujudkan keinginan ibu."


Saat mengatakan itu semua, Xue Shan Shan sama sekali tidak terlihat malu, bahkan terkesan sangat serius.


Jika mengikuti dekret Kaisar, maka pernikahan Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian akan dilakukan pada musim semi.


Namun, Xue Shan Shan merasa dirinya harus menikah dengan Pangeran Li Xian sebelum musim semi, tepat setelah racun sang pangeran hilang sepenuhnya.


Lebih cepat lebih baik.


Dengan begitu, dendamnya juga akan lebih cepat dibalaskan!


Mendengar kata-kata Xue Shan Shan, ekspresi di wajah Pangeran Li Xian langsung berubah suram. "Keluar dari sini sebelum aku bertindak!"

__ADS_1


Berani sekali gadis kecil ini menggodaku!


__ADS_2