Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Pangeran Li Xian Sedang Memarahi Xue Shan Shan


__ADS_3

Xue Shan Shan sangat senang melihat pemain salju putih, dia membungkuk hanya untuk mengambil segenggam salju dan melemparkannya ke atas.


Tak lama kemudian, kepalanya sudah dipenuhi dengan salju.


"Benar-benar turun salju." Lin Mei juga berseru melihat pemandangan ini.


Melihat Xue Shan Shan tersenyum bodoh, Pangeran Li Xian mengernyitkan keningnya. "Apa salju begitu langka?"


"Kamu tidak paham." Xue Shan Shan menjawab tanpa menatap Pangeran Li Xian.


Salju memang bukan hal yang langka, tetapi Xue Shan Shan hampir tidak pernah menikmati keindahannya ketika hidup di masa lalu.


Dia terlalu sibuk menyenangkan hati orang sehingga melupakan kesenangannya sendiri.


Bahkan, rasanya inilah pertama kali bagi Xue Shan Shan menikmati salju yang begitu banyak.


Sepertinya, Xue Shan Shan tidak merasa dingin saat berguling-guling di atas salju, sebelum akhirnya kerah mantel berbulunya ditarik oleh Pangeran Li Xian untukemasuki paviliun.


Begitu masuk, mereka langsung disambut oleh seorang pria yang bertampang sedikit menonjol. "Pangeran."


Melihat postur dan gerak-geriknya, Xue Shan Shan merasa pria itu bukan orang biasa.


Pangeran Li Xian hanya mengangguk sekilas pada pria itu, lalu menatap Xue Shan Shan saat berkata, "Kamu bisa memilih kamarmu sendiri. Kota Gu memang agak dingin dan pakaianmu sepertinya sedikit tipis tipis. Nanti bawalah pelayanmu pergi membeli pakaian baru."


Setelah selesai berbicara, Pangeran Li Xian melemparkan sekantong uang pada Xue Shan Shan yang segera menangkapnya.


Begitu merasakan betapa beratnya kantong uang pemberian Pangeran Li, Xue Shan Shan langsung tersenyum manis. "Terima kasih, Yang Mulia."


Meski memiliki ekspresi dan suara datar, Pangeran Li Xian justru terkesan cukup hangat di mata Xue Shan Shan.


Pada saat ini, pria tampan yang menyambut mereka tampak sedang mengamati Xue Shan Shan.


Menyadari tatapan pria itu, Xue Shan Shan menatapnya dengan tatapan datar.


Kemudian, pria itu pun memperkenalkan dirinya. "Yan Shu."


Melihat pria bernama Yan Shu memperkecil diri dengan singkat dan padat, Xue Shan Shan juga hanya memberitahukan namanya. "Xue Shan Shan."


Begitu mendengar namanya, Yan Shu mengangkat alisnya dan melirik Pangeran Li Xian dengan senyum jahat. "Ternyata Putri Changning, maaf sudah bertindak sopan."


Karena status Xue Shan Shan adalah istri dari Pangeran Li Xian, maka sudah seharusnya dia dipanggil dengan sebutan 'Putri Changning' sesuai gelar yang dianugerahkan oleh Kaisar.


Xue Shan Shan melirik Yan Shu dengan tatapan agak canggung, tetapi menganggap tidak mendengar ucapan pria itu dan lebih memilih mencari sebuah kamar kosong dan berjalan masuk bersama Lin Mei.


Kali ini, Xue Shan Shan hanya membawa beberapa pakaian musim gugur karena tidak ingat bahwa Kota Gu adalah kota paling Utara di Negara Yuzhou sehingga akan memasuki musim dingin lebih dulu daripada kota lainnya.


Jadi, wajar saja jika Pangeran Li Xian memintanya membeli pakaian baru.


Setelah membereskan barang-barangnya, Xue Shan berjalan keluar. Akan tetapi, dia tidak melihat keberadaan Pangeran Li Xian.


Sebaliknya, justru Lin Mei yang tampak jelas di depan matanya.


Lin Mei berbicara dengan ekspresi khawatir. "Nona, kamu harus membeli mantel dan beberapa pakaian hangat. Jika tidak, kamu bisa kedinginan dan masuk angin."

__ADS_1


"Aku sedang tidak ingin pergi ke mana-mana." Xue Shan Shan merasa malas, dia juga sudah cukup lelah.


"Namun, cuaca malam ini pasti akan lebih dingin daripada siang hari. Jadi, sebaiknya jangan ditunda lagi mencari pakaian baru untukmu." Lin Mei tidak ingin menunggu lebih lama lagi.


Selain mengkhawatirkan kondisi Xue Shan Shan yang rentan terhadap cuaca dingin, Lin Mei juga sangat tertarik ingin menjelajahi Kota Gu.


Awalnya, dia pikir Xue Shan Shan akan langsung mengajaknya berjalan-jalan menikmati berbagai hal di Kota Gu begitu mereka sampai.


Ternyata, pemikirannya salah.


Xue Shan Shan sudah benar-benar lelah hingga rasanya sudah tidak sanggup melakukan hal lain, selain tidur.


"Bagaimana kalau ...."


"Tidak, kamu harus ikut denganku!" Lin Mei segera menyela kata-kata Xue Shan Shan yang memberikan ide agar dirinya yang pergi berbelanja sendiri.


Sungguh membosankan!


Detik berikutnya, Lin Mei menarik paksa Xue Shan Shan keluar dari paviliun dengan santai.


Bagaimanapun, saat berada di luar seperti saat inilah dirinya bisa benar-benar menganggap Xue Shan Shan sebagai teman, bukannya majikan.


Setelah berjalan beberapa saat, Xue Shan Shan dan Lin Mei tiba di jalan besar karena paviliun yang mereka sewa tidak jauh dari pusat Kota Gu.


Mengingat cuaca cukup dingin, Xue Shan Shan memaklumi ketika melihat tidak banyak orang berlalu-lalang di sekitarnya.


Selain itu, mereka semua berpakaian sangat tebal.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan dan Lin Mei sudah hampir tidak tahan dengan hawa dingin sehingga mereka segera mencari sebuah toko pakaian jadi.


"Kalian datang dari luar kota, kan?" Pemilik toko bertanya sambil melihat ke arah Xue Shan Shan dan Lin Mei yang memakai pakaian musim gugur.


Xue Shan Shan mengangguk.


"Kalau begitu, kalian datang ke tempat yang benar. Di tempat kami ini ada berbagai jenis pakaian musim dingin baik itu mantel atau jubah ... semuanya sangat lengkap." Pemilik toko mulai mempromosikannya berbagai jenis pakaian di tokonya.


"Jubah rubah putih ini sangat menghangatkan." Pemilik toko berbicara sambil meraih dan memberikan jubah rubah putih yang dia sebutkan pada Xue Shan Shan.


Begitu mendengar jubah tersebut terbuat dari rubah, Xue Shan Shan langsung menolaknya.


Kemudian, pemilik toko membawa Xue Shan Shan ke tempat yang disusun dengan banyak pakaian tebal.


Saat melihat-lihat pakaian yang ada di sana, Xue Shan Shan bisa menilai kualitasnya lumayan bagus.


Hanya saja, semuanya sangat berat.


Meskipun demikian, Xue Shan Shan tetap memilih dan membeli beberapa pakaian, beserta setumpuk penghangat. Tidak lupa, dia juga membelikan beberapa untuk Lin Mei yang menerima dengan penuh keterpaksaan.


Sepulangnya ke paviliun, Xue Shan Shan memasuki kamarnya hanya untuk meletakkan barang-barang belanjaan, sebelum akhirnya dia mengganti pakaiannya dengan yang lebih hangat.


"Putri Changning, saatnya makan." Suara seorang wanita terdengar dari luar.


Xue Shan Shan membuka pintu, dia melihat seorang pelayan berdiri di depan pintu dengan membawa beberapa hidangan.

__ADS_1


Setelah menerima hidangan dari pelayan yang mmuji kecantikannya di dalam hati, Xue Shan Shan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Begitu selesai menyantap makanannya tanpa sisa, Xue Shan Shan segera memakai sarung tangan dan berlari ke halaman, sebelum akhirnya mulaiembuat boneka salju.


Sebelumnya, Xue Shan Shan tidak pernah minat alju setebal ini dan sekarang, dia bisa membuat bola salju sepuasnya.


Di sisi lain, Pangeran Li Xian baru saja keluar dari kamarnya setelah berbincang dengan Yan Shu.


Dia melihat Xue Shan Shan sedang berjongkok di halaman sembari menumpukkan dua bola salju.


Meski pipi Xue Shan Shan menjadi merah karena dingin, tetapi wajahnya tampak berseri-seri.


Setelah membuat dua bola salju, Xue Shan Shan mencari dua ranting pohon, lalu menancapkannya pada kedua bola salju tersebut.


Karena itu, Pangeran Li Xian langsung mengerti bahwa yang dibuat oleh Xue Shan Shan adalah boneka salju.


"Pakai topi dan selendang." Xue Shan Shan seperti sedang bermain sihir, dia mengeluarkan sebuah topi dan selendang dari lengan bajunya, lalu memakaikan kedua barang itu pada boneka salju.


Meski merasa heran, Pangeran Li Xian tidak ingin menanyakan asal-usul selendang dan topi.


"Xue Shan Shan, untuk apa kamu membuat boneka jelek ini? Apa untuk mengusir roh jahat?" Pangeran Li Xian bertanya dengan ekspresi dan suara mengerikan.


"Jelek?" Xue Shan Shan bergumam dengan suara pelan, sebelum akhirnya dia mendengus dengan sinis. "Itu karena seleramu saja yang sangat buruk."


"Oh, ya?" Pangeran Li Xian mengangkat sebelah alisnya.


Saat itu, Xue Shan Shan baru menyadari bahwa dia tengah berbicara dengan Pangeran Li Xian.


Jadi, dia segera memperbaiki kata-katanya. "Tidak, tidak! Boneka salju yang kubuat memang sangat jelek."


"Sepertinya, kamu memang tidak takut dingin." Pangeran Li Xian kembali berbicara sambil menatap Xue Shan Shan.


Biasanya, orang-orang akan sangat menghindari cuaca dingin karena takut dingin hingga demam.


Namun, Xue Shan Shan berbeda.


Yah, dia memang benar-benar berbeda dari yang lain.


Sementara itu, Xue Shan Shan tampak tercengang.


Entah kenapa, dia merasa Pangeran Li Xian sedang memarahinya.


Mungkinkah?


Apa ini hanya perasaan saja?


Tiba-tiba, Xue Shan Shan merasa dingin, tidak seperti saat membuat boneka salju.


Namun, dia tetap berbicara dengan serius di hadapan Pangeran Li Xian.


"Tentu saja, aku berkelana di dunia ini hanya dengan mengandalkan energi positif sehingga hawa dingin tidak bisa mempengaruhiku."


***

__ADS_1


Guys, maaf ya malam ini aku nulisnya dikit banget. Aku agak sedikit gak mood karena baru aja terkena musibah, ditipu orang huhuhu ....


__ADS_2