Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Aku Sangat Mengagumi Yang Mulia


__ADS_3

Saat Xue Shan Shan baru saja hendak beranjak pergi dengan wajah masam, tiba-tiba suara ketukan di pintu terdengar dari luar diikuti dengan suara Wei Shu.


"Yang Mulia, ada kabar dari Kediaman Bangsawan Agung bahwa Tuan Bangsawan Agung sakit parah."


Segera setelah Wei Shu berbicara dengan nada tergesa-gesa, Pangeran Li Xian beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu.


Ketika hendak membuka pintu, Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan yang masih berdiam diri di tempatnya. "Ayo, ikut denganku."


Mendengar ajakan Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan langsung tersadar.


Dia juga mencerna ulang berita yang disampaikan oleh Wei Shu bahwa Tuan Bangsawan Agung sakit parah.


Bukankah dia adalah kakek luar pangeran?


Memikirkannya, jiwa Xue Shan Shan yang entah sejak kapan sudah tertanam ilmu medis, langsung bergejolak.


Dengan ekspresi serius, Xue Shan Shan mengikuti Pangeran Li Xian berjalan keluar.


Namun, dia kembali ke kamarnya terlebih dahulu hanya untuk mengambil kotak obat dan mengisinya dengan beberapa obat, juga peralatan medis.


Bagaimanapun, ketika mengobati Tuan Bangsawan Agung nanti, dia harus mempersiapkan segalanya agar tidak secara tiba-tiba mengeluarkan perlengkapan medis yang bisa menimbulkan kecurigaan siapa pun.


Tidak lama kemudian, Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan tiba di Kediaman Bangsawan Agung.


Sebagai kediaman paling bagus di Kota Gu, Kediaman Bangsawan Agung sangat megah


Begitu melihat Pangeran Li Xian, Kepala Pelayan Huang berkata dengan hormat. "Hormat kepada Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Pangeran Li Xian mengangguk denganw ajah datar andalannya. "Pandu jalan."


Kepala Pelayan Huang agak terkejut dengan aura dingin yang tiba-tiba dirasakannya, tetapi dia segera mengatasi keterkejutannya itu dan buru-buru berlari kecil untuk memandu jalan.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai ke kamar Bangsawan Agung Han Minxi yang sudah dipenuhi dengan banyak orang.


Setengah dari ruangan adalah istri dan selir Tuan Bangsawan Agung, sedangkan sisanya adalah anak dan cucunya.


Ketika melihat kedatangan Pangeran Li Xian, istri sah Tuan Bangsawan Agung yang juga merupakan Ibu Selir Agung Mei, Nyonya Luo sedang meneteskan air matanya.


Meski demikian, Nyonya Luo tetap membungkukkan badannya dan berkata, "Hormat pada Yang Mulia Pangeran."


Kemudian, pria dan wanita di sampingnya juga berlutut dan memberi hormat kepada Pangeran Li Xian.


"Nenek, tidak perlu hormat padaku." Pangeran Li Xian menopang tangan Nyonya Luo untuk membantunya kembali berdiri dengan tegak.


Nyonya Luo menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana kondisi kakek?"


Nyonya Luo menyeka air matanya lagi sambil berkata, "Usia yang sudah tua ditambah musim dingin datang lebih cepat mengakibatkan kakekmu yang baik-baik saja pada sore hari, tiba-tiba tidak sadarkan diri malam ini."


"Periksa keadaan kakek." Pangeran Li Xian memandang Xue Shan Shan yang berdiri di belakangnya.


Xue Shan Shan menganggukkan kepala.


Sebelumnya, dia pernah melihat Tuan Bangsawan Agung ketika di Perjamuan Istana beberapa waktu lalu.


Saat itu, gelar Tuan Bangsawan Agung masihlah Sekretariat Agung.


Sekarang, setelah mengundurkan diri dari pemerintahan dan memutuskan kembali ke kampung halamannya untuk menghabiskan masa tuanya di sana bersama sang istri, beliau diberi gelar Bangsawan Agung oleh Kaisar.


Xue Shan Shan melangkah maju, tetapi dia tiba-tiba dihentikan oleh seorang wanita paruh baya yang memakai banyak perhiasan di tubuhnya.


Wanita itu memandang Xue Shan Shan dengan tatapan tidak suka dan berbicara dengan nada meremehkan. "Bahkan, Tabib Lee yang handal tidak bisa menyembuhkannya apa gadis kecil sepertimu bisa menyembuhkannya?"


Dengan nada bicara yang tidak enak didengar dan ekspresi angkuh, Xue Shan Shan membalas, "Jika kamu bisa, kamu saja yang menyembuhkan kakek."


Xue Shan Shan sengaja memanggil Tuan Bangsawan Agung dengan sebutan kakek, sama seperti Pangeran Li Xian.


"Kamu!" Seketika, wanita paruh baya itu tidak lagi bisa berkata-kata.


Tanpa memperdulikan apa pun, Xue Shan Shan mendorong wanita itu menjauh. "Jika kamu tidak bisa, jangan menghalangiku!"


Wanita paruh baya itu memang tinggi besar, bahkan lebih tinggi satu kepala dari Xue Shan Shan. Akan tetapi, Xue Shan Shan memaksa mendorongnya hingga terjatuh.


"Kakak, kamu tidak bisa membiarkan sembarang orang memeriksa tuan!" Wanita paruh baya itu menatap Nyonya Luo, mengharapkan pembelaan.


Sebelum Nyonya Luo beraksi, Pangeran Li Xian sudah dulu mengeluarkan suara dinginnya.


"Apa menurutmu istriku adalah sembarangan orang?"


"Ini—"


Tidak hanya wanita itu, semua orang bahkan terkejut hingga mata mereka terbeliak.

__ADS_1


Nyonya Luo yang juga terkejut, segera tersadar dan tertawa kecil sambil berkata, "Oh, ternyata kamu wanita yang dipilih Pangeran Li Xian untuk dijadikan istrinya."


Dengan cepat, semua orang juga mengatasi keterkejutan masing-masing dan langsung memberi hormat pada Xue Shan Shan.


Meskipun status Xue Shan Shan tidak lebih tinggi dari Pangeran Li Xian, tetapi juga tidak rendah.


Terlebih, dia memiliki gelar khusus dari Kaisar.


"Nyonya mengenaliku?" Xue Shan Shan sedikit terkejut.


Dia memang sudah pernah melihat Tuan Bangsawan Agung, tetapi ini pertama kali baginya melihat Nyonya Luo.


"Aku memang belum mengenalimu secara langsung, tapi aku tahu kamu adalah gadis yang diberikan Dekret Pernikahan oleh Kaisar. Bahkan, sehari setelah kamu diberikan dekret, Selir Agung Mei mendatangi Kediaman Sekretariat Agung untuk pamer karena sudah menemukan istri yang baik untuk Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Saat menjelaskan, wajah Nyonya Luo tampak berseri, tidak seperti sebelumnya yang terkesan sulit didekati.


"Selain itu, Selir Agung Mei juga mengundangku untuk menghadiri pernikahanmu dan Yang Mulia pada musim semi tahun depan."


Xue Shan Shan berpikir di dalam hati. 'Berita ini tersebar cukup cepat.'


Kemudian, dia menggaruk kepalanya karena malu. "Semua itu adalah wujud kasih sayang yang Mulia Selir Agung Mei."


Nyonya Luo tersenyum, sebelum akhirnya teringat pada Selir Wang yang bertindak semena-mena hingga hampir mencelakainya Kediaman Bangsawan Agung.


Dia pun memelototi Selir Wang dan berkata, "Bagaimana bisa kamu bersikap tidak sopan di hadapan Yang Mulia Pangeran dan Putri Changning?"


"Pengawal, seret dia keluar dan tampar dia!"


Setelah Nyonya Luo memberikan instruksi, beberapa orang datang dan menyeret Selir Wang keluar.


Begitu Selir Wang diseret keluar, pandangan Nyonya Luo dan yang lainnya kembali terpaku pada Xue Shan Shan.


Sejak awal, mereka memang sudah cukup penasaran dengan sosok gadis muda yang mengekor di belakang Pangeran Li Xian.


Tidak ada di antara mereka yang menduga bahwa Xue Shan Shan istri sang pangeran, bahkan mampu memeriksa keadaan orang sakit.


Bagaimanapun, Xue Shan Shan memang terlihat sangat muda dan agak kekanak-kanakan, juga tidak seperti orang yang memiliki ilmu pengobatan.


Karena itu, Nyonya Luo hanya bisa menatap Pangeran Li Xian dengan cemas.


Pangeran Li Xian tidak menunjukkan ekspresi apa-apa, dia hanya mengeluarkan suara dingin untuk meyakinkan semua orang. "Dia adalah murid Liu Jili."


Ketika mendengar Xue Shan Shan adalah murid Liu Jili, seorang tabib jenius dari Sekte Xianyue, Nyonya Luo langsung merasa tenang.


Setelah memeriksa, dia berkata pada orang yang berdiri di sampingnya. "Berikan obat terlebih dahulu, lalu aku akan melakukan teknik akupuntur untuk mengobati tulang belakang lehernya."


"Tulang belakang leher? Bukan penyakit jantung? Baru saja Tabib Lee mengatakan bahwa Tuan Bangsawan pingsan karena penyakit jantung." Nyonya Luo agak terkejut karena apa yang dikatakan Xue Shan Shan berbeda dengan Tabib Lee.


Sementara itu, Tabib Lee juga langsung melangkah maju dan berkata, "Mana mungkin tulang belakang leher. Jelas-jelas itu adalah penyakit jantung."


Tabib Lee dan semua orang di sana merasa bahwa meskipun Xue Shan Shan adalah murid Liu Jili, bahkan istri Pangeran Li Xian, dia tidak boleh berbicara omong kosong seperti ini!


"Jangan ribut-ribut, tunggu sampai aku selesai melakukan pengobatan!" Xue Shan Shan mengabaikan segala bentuk protes orang-orang di sekitarnya.


Bagaimanapun, dia sudah memeriksa detak jantung Tuan Bangsawan Agung normal dan tidak ada masalah sama sekali.


Sebaliknya, dia malah menemukan masalah serius saat memeriksa tulang belakang leher Tuan Bangsawan Agung.


Oleh karena itu, Xue Shan Shan menyimpulkan penyebab Tuan Bangsawan Agung tidak sadarkan diri adalah karena tulang belakangnya bermasalah.


Tabib Lee ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia sudah lebih dulu ditarik keluar oleh Wei Shu.


Melihat itu, semua orang kembali diam dan tidak berani berkomentar lagi karena mereka merasa penasaran dan masih ingin melihat bagaimana Xue Shan Shan mengobati Tuan Bangsawan Agung.


Saat ini, Xue Shan Shan membuka kotak obat dan mengeluarkan satu kotak obat untuk melancarkan sirkulasi darah.


Namun, saat hendak memasukkan obat itu ke mulut Tuan Bangsawan Agung, dia memutar kepalanya hanya untuk menatap Pangeran Li Xian dan meminta persetujuan. "Yang Mulia."


Pangeran Li Xian menjawab dengan singkat. "Lakukan."


Xue Shan Shan berdiri, lalu berjalan ke sebelah Pangeran Li Xian dan berbisik dengan suara pelan. "Aku sudah mempersiapkan Bunga Pelangi dan akan memberimu resepnya, tolong cari seseorang untuk membantuku untuk mengolah bahan-bahan tersebut."


Kemudian, Xue Shan Shan menambahkan satu patah kata lagi. "Aku tidak bisa mempercayai orang lain."


Sebenarnya, Xue Shan Shan sangat tidak rela mengorbankan Bunga Pelangi miliknya yang dia dapat dengan susah payah.


Namun, mengingat Tuan Bangsawan Agung adalah ayah dari Selir Agung Mei, sekaligus kakek luar Pangeran Li Xian, juga merupakan orang yang sudah sangat tua, Xue Shan Shan dengan sangat terpaksa harus merelakannya demi berbuat kebaikan.


Mendengar kata-kata Xue Shan Shan, ekspresi Pangeran Li Xian tampak lebih hangat.


Bukankah itu artinya dia adalah satu-satunya orang yang bisa dipercaya oleh Xue Shan Shan?


Tanpa diketahui oleh siapa pun, hati Pangeran Li Xian terasa mengembang. Dia mengulurkan tangan pada Xue Shan Shan. "Berikan padaku, aku akan melakukannya sendiri."

__ADS_1


Jika biasanya Pangeran Li Xian akan memerintahkan Wei Shu untuk melakukan berbagai tugas, termasuk yang bersifat rahasia, maka kali ini dia lebih memilih melakukannya dengan tangannya sendiri.


Setidaknya, dia harus menunjukkan ketulusan atas kepercayaan yang Xue Shan Shan berikan padanya.


Wajah Xue Shan Shan terlihat senang, dia segera menuliskan resep, lalu mengeluarkan Bunga Pelangi yang sempat dia selipkan di dalam kotak obat dan memberikannya pada Pangeran Li Xian beserta resep obatnya.


Setelah Pangeran Li Xian meninggalkan ruangan, semua orang Kediaman Bangsawan Agung yang berada di dalam ruangan itu memandang Xue Shan Shan dengan tatapan terkejut sekaligus penasaran.


Bagaimana mungkin gadis kecil ini bisa membuat Pangeran Li Xian menjalankan perintahnya?


Sungguh ajaib!


Semua orang di dunia ini, bahkan Kaisar Agung pun tidak bisa memerintah Pangeran Li Xian.


Namun, bagaimana mungkin gadis ini dapat menyuruhnya melakukan sesuatu?


"Maaf kalau aku tiba-tiba bertanya, tapi aku ingin tahu nama Putri." Sebagai nenek, Nyonya Luo masih cukup peduli pada Pangeran Li Xian.


"Xue Shan Shan," jawab Xue Shan Shan singkat.


Nyonya Luo mengangguk singkat, lalu kembali bertanya, "Apa Putri Changning haus atau lapar? Nenek tidak menyangka kedatanganmu untuk pertama kalinya ke sini sangat dadakan. Karena itu, nenek tidak memiliki persiapan sama sekali sehingga tidak bisa menyambutmu dengan benar."


Saat ini, Nyonya Luo sudah benar-benar mengubah sikapnya terhadap Xue Shan Shan.


Sebagai seorang ibu, tentu saja dia tahu bagaimana sifat Selir Agung Mei yang sulit dihadapi.


Dia yakin, gadis yang dipilih oleh selir Agung Mei tentu tidak buruk.


Ketika mendengar Nyonya Luo menyebut nenek di hadapannya, Xue Shan Shan menjadi semakin malu. Dia juga merasa keluarga Selir Agung Mei sangat ramah padanya.


Namun, kenapa bisa lahir Pangeran Li Xian, sosok yang seperti raja neraka?


Mungkinkah ada mutasi genetik?


"Jangan panggil putri, panggil Shan Shan saja." Xue Shan Shan tersenyum lembut, lalu lanjut berkata, "Terima kasih atas niat baik Nenek, tapi Shan Shan sudah makan sebelum datang ke sini dan tidak lapar."


Xue Shan Shan memang sudah makan, tetapi perutnya mana bisa kenyang terlalu lama.


Namun, mengingat situasi dan kondisi saat ini, dia mencoba menahan diri untuk tidak tergoda pada makanan seperti biasanya.


Lagipula, tenaganya masih cukup banyak untuk aktifitas mengobati Tuan Bangsawan Agung hari ini.


Dia yakin, dia bisa bertahan sampai proses pengobatan selesai.


Nyonya Luo menganggukkan kepalanya.


Tidak lama kemudian, Pangeran Li Xian masuk dengan semangkuk obat dan menyerahkannya kepada Xue Shan Shan.


Ketika melihat warna sup obat, Xue Shan Shan memuji Pangeran Li Xian dengan cara yang berlebihan. "Wah, Yang Mulia sangat hebat! Kalau dilihat dari warna soft obat ini, waktu pengolahan tidak lebih cepat atau lambat satu menit."


Itu artinya, waktu pengolahannya tepat waktu!


"Aku sangat mengagumi Yang Mulia."


Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan tanpa daya.


Tadi tingkah laku Xue Shan Shan masih normal, kenapa sekarang kumat lagi?


Meski begitu, di dalam hatinya tidak bisa tidak merasa senang atas pujian Xue Shan Shan.


Setidaknya, kerja kerasnya yang turun tangan langsung untuk menyediakan obat, tidak sia-sia.


"Cepat suapi kakek!"


"Baiklah."


Tanpa kedua orang itu sadari, sejak awal ada seorang gadis yang menatap interaksi mereka dengan tatapan penuh kecemburuan dan kedengkian.


Hanya saja, gadis itu tidak bisa berbuat apa pun untuk menghentikan aksi Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan yang membuat hatinya terasa sakit.


Padahal, tidak ada yang berlebihan dari tingkah laku Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan berjalan ke samping tempat tidur, lalu meminta bantuan seseorang untuk membuat Yuan Bangsawan Agung duduk sedikit lebih tegak.


Kemudian, dia menyuapi sesendok demi sesendok sup obat tersebut ke mulut Tuan Bangsawan Agung.


Ketika menyuapi obat, aroma Bunga Pelangi bisa tercium dengan samar di hidung semua orang, kecuali Xue Shan Shan yang hanya bisa mencium bau perak dan emas.


Bagaimanapun, Xue Shan Shan sudah sempat membayangkan dirinya tidur di atas tumpukan perak dan emas karena berhasil menjual Bunga Pelangi.


Setelah selesai menyuapi satu mangkok sup obat, Xue Shan Shan berkata pada semua orang. "Satu jam lagi, aku akan menusukkan jarum akupuntur."


***

__ADS_1


Guys, jika kalian menyadari aku melakukan kesalahan dalam peletakan nama atau marga, tolong info ya, aku agak lupa hehe ....


__ADS_2