
Rasa sakit yang timbul di pergelangan tangannya membuat Xue Shan Shan sedikit tersadar, tetapi dia tidak memiliki kesempatan untuk memperdulikan pakaiannya yang kacau.
Detik berikutnya, Xue Shan Shan langsung menopang tubuhnya dengan berpegangan pada meja, membiarkan darah segar mengalir di pergelangan tangannya.
Saay ini, tidak ada ekspresi apa pun di wajah Xue Shan Shan, hanya matanya yang memancarkan cahaya dingin.
Xue Shan Shan berjalan selangkah demi selangkah ke arah pria ca bul itu, sebelum akhirnya dia berjongkok.
Akan tetapi, pandangannya tiba-tiba menggelap.
Xue Shan Shan pun buru-buru menggelengkan kepalanya, lalu kembali menggoreskan kulitnya menggunakan pecahan porselen yang dia pegang dengan erat.
Melihat tindakan Xue Shan Shan, pria ca bul itu kembali terkejut. "Kamu ... apa yang ingin kamu lakukan?!"
Gadis ini seperti iblis, dia bahkan tidak mengerutkan alis ketika terluka begitu parah.
Xue Shan Shan dengan tenang membuka mulut dan berkata, "Apa kalian sudah merasakannya? Tulang kalian sedang meleleh ...."
Padahal, hari itu adalah hari yang panas, tapi mereka sangat tidak tahan dan merasa menggigil.
Detik berikutnya, mereka semua menatap Xue Shan Shan yang tersenyum cerah dengan ekspresi panik.
Kemudian, pria ca bul menundukkan kepala untuk melihat tubuh bagian bawah. Selain tubuh yang tidak bisa bergerak, bagian lain sangat normal.
"Kapan kamu meracuniku?" Pria ca bul itu menatap Xue Shan Shan.
Jelas-jelas, dia juga terkena racun senikto, kenapa masih bisa meracuniku?
Xue Shan Shan tersenyum sembari mengulurkan tangan, membiarkan darahnya menetes ke wajah pria itu.
"Obatmu hanya bisa membuat kami tidak bergerak, apa yang bisa kamu lakukan pada kami?" Pria ca bul itu menelan ludahnya dengan susah payah, tetapi tetap memberanikan diri untuk berbicara pada Xue Shan Shan.
Gadis itu menurunkan kelopak matanya, membenarkan kata-kata sang pria ca bul.
Bagaimanapun, dia masih bisa bertahan hingga detik ini sepenuhnya karena pengendalian diri.
Jumlah penangkal di dalam sistem Grenie sangat terbatas dan akan habis jika dia mengambilnya sekali lagi, tetapi dia masih memiliki banyak racun yang bisa membuat siapa pun menjadi lumpuh dan mati perlahan.
Hanya saja, tidak lama lagi dia juga akan pingsan.
Jadi, sebelum itu terjadi ....
__ADS_1
Xue Shan Shan mengangkat sudut bibirnya, membentuk senyuman miring yang terlihat sangat mengerikan.
Deti selanjutnya, pecahan porselen di tangannya langsung menancap ke dada pria ca bul itu.
"Ahhh!" Jeritan keras keluar dari mulut pria itu.
Pangeran Li Xian dan Wei Shu yang sedang berlari pun langsung menghentikan langkah mereka, sebelum akhirnya bergegas pergi ke sumber suara.
"Ahhh!"
Sekali lagi, terdengar suara yang keras dari pria yang sama.
Xue Shan Shan mencabut pecahan porselen yang berlumuran darah, tangannya juga dinodai dengan darah.
Entah itu darah dari kulitnya yang tergores, atau darah sang pria ca bul.
Pria lain yang menyaksikan semua itu semakin memucat, mereka juga sangat ketakutan dan panik.
Hanya menunggu giliran saja ....
Bang!
Tiba-tiba, pintu ditendang dari luar hingga terbuka sepenuhnya.
Bahkan, di saat pria itu sudah mengejang dan memuntahkan darah hingga kdua matanya menonjol, Xue Shan Shan masih tanpa bekas kasih menusuk dan mencabut porselen dari tubuh pria itu.
Langkah Pangeran Li Xian sangat kacau, dia buru-buru berjalan ke sisi Xue Shan Shan.
Melihat rambut dan pakaian Xue Shan Shan yang sudah berantakan, Pangeran Li Xian tiba-tiba merasa sakit hati.
"Xue Shan Shan ...."
Saat ini, Xue Shan Shan seolah-olah tidak mendengar suara apa pun di sekitarnya, dia bahkan seperti tidak menyadari keberadaan Pangeran Li Xian dan Wei Shu.
Kedua mata Xue Shan Shan masih memancarkan cahaya, bibirnya juga berkerut. Seperti robot, dia menggunakan porselen di tangannya menggoreskan kulit pria itu.
Di dalam benaknya, terdengar suara teriakan Grenie yang masih baik-baik saja, meski gelang Giok Hijau sebagai cangkang sudah pecah. "Shan Shan, sadarlah ... kita masih di istana! Hentikan, Shan Shan!"
"Shan Shan, cepat lihat! Yang Mulia sudah datang, kamu pasti akan baik-baik saja!"
Tidak peduli bagaimana Grenie berteriak dan mencoba menghentikannya, Xue Shan Shan tetap tidak menanggapi.
__ADS_1
"Xue Shan Shan!" Pangeran Li Xian tiba-tiba memegang pergelangan tangan Xue Shan Shan, pupil matanya tiba-tiba menyusut saat melihat luka-luka di tangan gadis itu.
Setelah mendongak dan menatap Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan sudah tidak tahan lagi hingga jatuh pingsan di dalam pelukan pria itu.
Pangeran Li Xian buru-buru memeriksa denyut nadi Xue Shan Shan, tetapi netranya jelas memancarkan niat membunuh.
"Yang Mulia ...." Wei Shu baru saja tiba dengan nafas tengah-tengah, dia pun berkeringat dingin melihat adegan di depan matanya.
Lebih tepatnya, dia berkeringat dingin karena aura membunuh yang memancar dari sekujur tubuh Pangeran Li Xian.
Dengan cepat, Wei Shu mengeluarkan parasut roket dari pinggang dan melepaskannya.
Detik berikutnya, terjadi guncangan di udara, sebelum akhirnya beberapa pria berpakaian hitam muncul entah dari mana.
Mereka pun langsung memukul beberapa pria yang masih hidup dan tampak ketakutan hingga mereka tidak bisa bicara, bahkan sampai jatuh pingsan.
Kemudian, mereka mengangkat dan membawa semua pria itu pergi.
"Senikto," ucap Pangeran Li Xian sambil menatap Wei Shu.
Mendengar itu, Wei Shu segera mengeluarkan botol obat dari lengan bajunya. "Ini adalah penangkal untuk sepuluh jenis racun yang dibuat oleh Tabib Zhang, seharusnya bisa menangkal racun ini juga."
Pangeran Li Xian mengangguk, lalu menginstruksikan Wei Shu untuk memberikan penawar tersebut kepada Fu Qingyue dan yang lainnya juga.
Dengan cepat, beberapa orang itu sadar kembali dan bisa menggerakkan tubuh mereka.
Fu Qingyue yang baru saja membuka matanya langsung melihat ke sekeliling. "Shan Shan, di mana Shan Shan?"
Fu Qingyue pun segera berdiri dan menatap Wei Shu. "Di mana Shan Shan?"
"Nona Fu tidak perlu cemas, Putri Changning terluka dan sedang berbaring di dalam."
Mendengar itu, Fu Qingyue bersama Minglang dan Da Bingzhi segera memasuki kamar di mana Xue Shan Shan yang sedang terbaring lemah di atas ranjang.
Meski demikian, mata Xue Shan Shan sudah terbuka, lukanya pun sudah dibalut.
"Shan Shan!" Fu Qingyue berteriak dengan cemas, dia langsung berjalan ke sisi Xue Shan Shan tanpa menghiraukan keberadaan Pangeran Li Xian. "Apa kamu baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja," sahut Xue Shan Shan sambil menggelengkan kepalanya. "Aku menyembunyikan warsenik di gelang."
Mendengar itu, Fu Qingyue menghela nafas lega.
__ADS_1
Bahkan, Pangeran Li Xian juga diam-diam bersyukur.
"Untungnya, kamu sangat cerdas hingga terpikirkan menyimpan obat itu. Jika tidak, konsekuensinya sungguh tidak terbayangkan." Fu Qingyue menggelengkan kepala, rasanya dia tidak sanggup membayangkan hal-hal mengerikan yang dilakukan para pria ca bul itu. "Tidak tahu siapa yang menjebak kita seperti ini?!"