Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Penderitaan Xue Shan Shan


__ADS_3

"Putri Changning, izinkan saya meminta kembali gaun Phoenix Sutra dari Anda."


Begitu melihat Xue Shan Shan masih hidup dan Pangeran Li Xian tidak lagi memiliki niat membunuh, Kepala Pelayan Chen yang bersembunyi, langsung menunjukkan dirinya dan berbicara pada Xue Shan Shan dengan lembut juga penuh kesopanan.


Mendengar permintaan Kepala Pelayan Chen, Xue Shan Shan memasang wajah cemberut. "Barang yang sudah diberikan tidak boleh dikembalikan."


"Saya akan meminta Pangeran Li Xian menggantinya dengan yang baru dan lebih bagus." Kepala Pelayan Chen membalas dengan cepat, sebelum akhirnya menatap Pangeran Li Xian hanya untuk meminta bantuan dari sang pangeran agar bersedia membujuk Xue Shan Shan.


Belum Pangeran Li Xian membuka mulut dan mengatakan apa pun, Xue Shan Shan lebih dulu menolak dengan keras kepala. "Tidak perlu, aku suka gaunnya. Itu cantik."


Kepala Pelayan Chen rasanya ingin menangis, dia pun berkata dengan rasa bersalah. "Putri, saya tidak akan menutupinya dari Anda. Gaun Phoenix Sutra itu tidak boleh di pakai karena ada racun mematikan di sana."


"Racun?" Xue Shan Shan menaikkan sebelah alisnya, menatap Kepala Pelayan Chen dan Pangeran Li Xian.


Dia tidak begitu terkejut begitu mendengar pengakuan Kepala Pelayan Chen tentang racun pada gaun Phoenix Sutra yang menjadi salah satu mahar.


Bagaimanapun, beberapa saat lalu dia sudah mengalami keterkejutan itu saat mendengar penjelasan Pangeran Li Xian mengenai asal-usul gaun tersebut.


"Racun kecil seperti ini?" Xue Shan Shan mengeluarkan botol kaca kecil dari lengan bajunya dan menunjukkannya pada Kepala Pelayan Chen dan Pangeran Li Xian.


Saat dirinya berbincang dengan Nyonya Diana, Lin Mei dan Qing Ke bersemangat melihat tumpukan mahar di halaman Paviliun Bulan. Terlebih, saat melihat ada gaun merah yang sangat mencolok di antara semua barang-barang itu.


Lin Mei dengan penuh semangat mendekati gaun itu dan meraihnya, lalu membawanya ke hadapan Xue Shan Shan. "Nona, lihatlah. Pangeran Li Xian bahkan mengirimkan gaun pengantin untukmu. Ini sangat indah."


Qing Ke yang mengikuti Lin Mei berlari ke arah Xue Shan Shan hanya mengangguk, dia menyetujui pendapat rekannya.


Gaun itu memang sangat indah!


Mulanya, Xue Shan Shan melirik gaun itu tanpa minat. Akan tetapi, dia langsung meraih gaun tersebut dari tangan Lin Mei saat hidungnya mencium aroma yang sedikit aneh.


Dia pun membuka gaun itu dan mendapati serbuk putih yang hampir tidak terlihat di jahitan bagian dada. Jika tidak diperhatikan dengan seksama, tidak akan ada yang menyadari ada racun sehalus debu di sana.


Xue Shan Shan cukup terkejut, dia juga sangat takjub dengan penempatan racun yang begitu strategis. Selain dekat dengan indera penciuman, racun itu juga sangat dekat dengan jantung hingga tidak akan butuh waktu lama baginya membunuh target.

__ADS_1


"Racun? Pangeran ingin meracuniku?" Xue Shan Shan bergumam di dalam hatinya dengan alis berkerut dalam. "Tapi kenapa?"


Karena rasa ingin tahunya itulah yang membawa Xue Shan Shan pergi ke Istana Wanshou dan beruntungnya, dia langsung mendapatkan penjelasan dari Pangeran Li Xian tentang asal-usul racun tersebut.


Dengan demikian, pemikirannya tentang Pangeran Li Xian ingin meracuninya sudah hilang tak berjejak.


"Putri, bagaimana ...." Kepala Pelayan Chen ingin menanyakan bagaimana Xue Shan Shan mendapatkan racun itu, tetapi kata-katanya sudah lebih dulu di potong.


"Aku adalah gadis yang diberkati, jadi trik kotor seperti ini tidak akan dapat menyakitiku." Xue Shan Shan berbicara dengan penuh percaya diri, lalu dia menatap pria tampan berbaju putih di hadapannya sambil mengedip-ngedipkan matanya saat berkata, "Selain itu, bagaimana mungkin aku tega membiarkan pangeranmu menjadi duda di usia muda."


Setelah berkata seperti itu, Xue Shan Shan mendekati Pangeran Li Xian dan memandangnya dengan penuh kasih sayang. "Pangeran, bukankah menurutmu begitu?"


Pangeran Li Xian membuang wajahnya dari Xue Shan Shan, tidak ingin menunjukkan rasa gugup yang sempat hinggap dalam hitungan detik. "Wei Shu, antarkan Putri kembali ke Kediaman Xue! Itu tidak akan baik baginya jika ada orang luar yang melihatnya ada di sini."


"Aku belum mau pulang." Wajah Xue Shan Shan langsung berubah murung. "Apanya yang tidak baik? Kita adalah pasangan yang sudah bertunangan. Lagipula, siapa yang berani membicarakan aku, tunangan Pangeran Li Xian?"


Benar juga.


Dengan status Pangeran Li Xian yang agung, tidak akan ada yang berani membicarakan Xue Shan Shan secara terang-terangan lagi.


Mendengar penolakan Xue Shan Shan, Wei Shu tidak tahu harus mematuhi Pangeran Li Xian atau tidak.


Dia menatap Pangeran Li Xian yang masih terdiam, lalu kembali menatap Xue Shan Shan yang kembali membuka mulutnya.


"Pelayan Chen, bisakah kamu menyiapkan makanan untukku?" Xue Shan Shan memasang wajah memelas, menunjukkan ekspresi seolah-olah dia sudah ditindas dan tidak diberikan makanan selama bertahun-tahun. "Aku lapar."


Tepat setelah kata-katanya dimuntahkan, cacing-cacing di perut Xue Shan Shan langsung berbunyi.


Pangeran Li Xian dan Wei Shu menatap Xue Shan Shan, belum mereka mengatakan apa pun, Kepala Pelayan Chen sudah lebih dulu bertanya, "Putri, belum makan?"


"Ya." Xue Shan Shan mengangguk tanpa malu.


Baginya, tidak masalah jika menjadi orang yang tidak tahu malu di Istana Wanshou yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.

__ADS_1


"Aku belum makan dari kemarin."


Kemarin yang Xue Shan Shan maksud adalah kemarin malam. Setelah dirinya memakan mi yang disediakan oleh Lin Mei, dia belum makan apa pun lagi yang mengenyangkan.


Pagi ini, dia hanya sarapan sedikit karena kedatangan Kasim Han.


"Astaga!" Kepala Pelayan Chen langsung kaget. "Apakah Kediaman Xue tidak memberimu makan?"


Xue Shan Shan hanya tersenyum canggung, tidak berniat menjelaskan apa pun. Biarkan saja orang-orang memiliki pemikiran buruk tentang Kediaman Xue.


Lagipula, memang selama ini Kediaman Xue tidak memberikannya makanan yang layak!


Tiba-tiba, Kepala Pelayan Chen langsung meneteskan air matanya seolah-olah mengerti penderitaan Xue Shan Shan.


"Sekuat apa pun manusia, dia tetap membutuhkan makanan untuk hidup. Seperti cucuku yang sudah meninggal karena ...."


"Pelayan Chen, pergilah siapkan makanan untuk Putri." Pangeran Li Xian langsung memijit tengah alisnya dan memberi perintah pada Kepala Pelayan Chen, sebelum pria tua itu mengoceh lebih banyak lagi tentang cucunya.


"Baik." Kepala Pelayan Chen menyeka air matanya, lalu berjalan menjauh dari gazebo.


Setelah Kepala Pelayan Chen hilang dari pandangan, Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dan tiba-tiba teringat sesuatu.


Meskipun ragu, Xue Shan Shan merasa tidak ada salahnya mencoba. Dia pun berkata dengan perlahan. "Pangeran, kamu bilang akan menyetujui tiga permintaanku jika aku berhasil menawar racunmu. Apakah masih berlaku?"


Pangeran Li Xian tidak langsung memberi jawaban, dia menatap lekat pada Xue Shan Shan.


Setelah beberapa saat, dia mengangkat alisnya dan berkata, "Tidakkah menurutmu kamu terlalu tamak?"


Xue Shan Shan menggigit bibirnya, lalu tertawa canggung. "Hehe, aku tidak akan meminta banyak padamu. Hanya satu hal."


Dia mengacungkan jari telunjuknya dan menatap Pangeran Li Xian dengan mata berkedip-kedip yang menyiratkan harapan.


Ekspresi Pangeran Li Xian tampak datar saat dia bertanya, "Apa itu?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin kamu membantuku membalaskan dendam pada Xue Jingguo!"


__ADS_2