Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Giliranmu Akan Segera Tiba!


__ADS_3

"Pengawal!" Suara Selir Agung Mei menggema saat dia berteriak ke arah luar hingga dua orang pengawal masuk dengan tergesa-gesa. "Seret wanita ja lang ini, bawa dia ke ruang bawah tanah yang ada di Istana Bunga Persik!"


Mendengar itu, semua orang terkejut dan memasang ekspresi tercengang.


Kaisar dan Permaisuri Xuan tentu saja tahu tempat itu selalu digunakan oleh Selir Agung Mei untuk menghukum dengan kejam orang-orang yang menurutnya adalah pendosa besar.


Meski tahu demikian, baik Kaisar maupun Permaisuri Xuan tidak berniat menghentikan Selir Agung Mei karena bagaimanapun, dosa Xue Yuwen yang berani menjebak Kaisar bukanlah dosa besar.


Itu sama saja dengan mencelakai Kaisar dan benar-benar tidak termaafkan!


Berbeda dengan Xue Shan Shan yang tidak tahu fungsi ruangan itu hingga dia bertanya dengan rasa ingin tahu. "Ibu, apa yang akan kamu lakukan pada adikku?"


"Shan Shan, sebelumnya sudah Ibu katakan bahwa kamu tidak boleh meminta ampun untuknya. Dia adalah pendosa, maka sudah seharusnya dia dihukum!"


Mendengar itu, Xue Shan Shan pun mengerti bahwa hukuman paling ringan bagi orang yang sudah berani mencelakai Kaisar adalah mati!


Xue Shan Shan cukup bersimpati pada akhir tragis Xue Yuwen, tetapi dia juga sama sekali tidak berniat meminta ampun bagi sang adik.


Baginya, itu adalah hal yang pantas didapatkan oleh Xue Yuwen!


Jangankan dirinya, bahkan Xue Jinggou yang selama ini sangat menyayangi Xue Yuwen juga tidak akan berani meminta pengampunan untuk Xue Yuwen.


Bagaimanapun, Xue Yuwen adalah pendosa dan menghindarinya adalah hal paling benar yang harus dilakukan oleh orang-orang sekitar.


Jika tidak, maka orang yang mencoba membelanya juga bisa dianggap sebagai pendosa dan berhak menerima hukuman yang sama dengannya.


Untuk ayah yang egois seperti Xue Jinggou, Xue Shan Shan berani bertaruh bahwa pria itu tidak akan menggunakan hidupnya demi Xue Yuwen.


Saat diseret pergi, Xue Yuwen yang mencoba meronta berusaha berhenti tepat di hadapan Xue Shan Shan dan menatap sang kakak dengan mata merahnya. "Xue Shan Shan, kamu pasti sudah bekerja keras dalam merencanakan masalah hari ini, kan?"


Xue Shan Shan membalas tatapan Xue Yuwen sambil berbalik bertanya dengan datar. "Memangnya aku yang memaksamu membeli dan memakai aroma pemikat itu?"


Seketika, Xue Yuwen langsung terdiam, dia sudah kalah telak dalam pertarungan ini.


Detik berikutnya, Xue Yuwen sudah diseret pergi oleh kedua pengawal yang memegang kedua tangannya di sisi kiri dan kanan.


Teriakan dan rontaan Xue Yuwen tidak membuat kedua pengawal itu mengurungkan niat mereka untuk melaksanakan titah dari Selir Agung Mei, bahkan tidak ada yang bersimpati padanya.

__ADS_1


Begitu melihat Xue Yuwen sudah hilang dari pandangan, Xue Shan Shan kembali menatap Selir Agung Mei dan berkata dengan lembut seperti sedang membujuk. "Ibu, aku bukannya ingin meminta pengampunan untuk Xue Yuwen ... aku hanya ingin tahu hukuman apa yang ingin kamu berikan padanya?"


"Tentu saja hukuman mati," sahut Selir Agung Mei tanpa beban seolah-olah menghukum mati Xue Yuwen sama seperti membunuh seekor semut.


Xue Shan Shan diam-diam bersorak gembira di dalam hatinya, dia juga sangat penasaran dengan cara sang adik menghampiri kematian. "Bagaimana caramu menghukum mati Xue Yuwen?"


Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah menundukkan kepala dengan ekspresi bersalah sambil berkata, "Ibu, maafkan aku karena terlalu banyak bertanya ... aku hanya terlalu penasarannya, tapi kamu tidak perlu menjawabku."


Mendengar itu, Selir Agung Mei tersenyum tipis, dia pun menjawab dengan tenang seolah-olah apa yang dia katakan bukankah tentang kematian seseorang. "Kalau begitu, ayo ikut ibu menyaksikan kematiannya."


Tanpa pikir panjang, Xue Shan Shan langsung mengangguk dengan penuh semangat hingga membuat Kaisar dan Permaisuri Xuan sedikit heran dengan sikapnya.


Beberapa saat lalu Xue Shan Shan membela Xue Yuwen dengan segenap jiwa raga, tetapi sikap gadis itu berubah hanya dalam sekejap.


Bahkan, semangat yang ditunjukkan Xue Shan Shan membuat orang berpikir bahwa kematian Xue Yuwen adalah hal yang dia tunggu sejak lama.


Tidak memberikan kesempatan pada Kaisar berpikir lebih banyak dan mengatakan apa pun, Selir Agung Mei langsung membawa Xue Shan Shan pergi, meninggalkan Permaisuri Xuan dengan sang suami.


Saat ini, Selir Agung Mei sudah tidak berkeinginan menghabiskan waktu dengan Kaisar, meski tahu pria itu tidak terbukti bersalah.


"Buka pintunya!" Selir Agung Mei langsung memberi perintah kepada kedua pengawal yang berjaga di depan pintu ruang bawah tanah.


Di dalam sana, Xue Yuwen yang terkapar di lantai sudah tidak mengenakan sehelai benang pun.


Melihat penampilan Xue Yuwen yang begit menyedihkan, Xue Shan Shan masih saja tidak bersimpati.


Bersamaan dengan itu, dia juga tahu bahwa sang adik baru saja digilir oleh para pengawal yang membawanya pergi beberapa saat lalu.


Bagaimanapun, aroma pemikat di tubuh Xue Yuwen. Jadi, tidak heran jika para pengawal terpengaruh hingga menggilir gadis malang itu.


Setelah memperhatikan Xue Yuwen, Xue Shan Shan menatap ke arah langit dengan perasaan lega karena beban berat yang selama ini menghantam dadanya sudah hilang tanpa jejak.


Langit sangat adil!


Sebelumnya, Xue Yuwen berkali-kali mengirim orang untuk menodai aku. Sekarang, Langit membalasnya dengan lebih kejam.


Saat ini, Xue Shan Shan teringat pada kejadian beberapa hari lalu di mana Xue Yuwen mengirim beberapa orang untuk melecehkannya. Bahkan, beberapa saat lalu dia dan Putra Mahkota juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Beruntung, Pangeran Li Xian datang tepat waktu.


Jika tidak ....


Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya, tidak ingin membayangkan hal-hal mengerikan.


Putra Mahkota, tunggulah ... giliranmu akan segera tiba!


"Selir Agung, ini barang yang Anda inginkan." Seorang pengawal berjalan mendekati Selir Agung Mei sembari membawa dua kotak brokat di tangannya.


Selir Agung Mei menoleh pada dua kotak yang ada di tangan pengawal itu, lalu melirik Xue Yuwen tanpa belas kasih. "Oleskan madu itu ke tubuhnya!"


"Baik!"


Begitu saja, pengawal itu langsung mendekati Xue Yuwen yang sudah terkapar tak berdaya di lantai, sebelum akhirnya membuka salah satu kotak dan mengoleskan madu ke tubuh gadis itu.


"Madu?" Xue Shan Shan mengerutkan kedua alisnya dengan bingung. "Untuk apa madu itu?"


"Tentu saja untuk menghukumnya sampai mati," sahut Selir Agung Mei dengan santai. "Karena dia suka menjebak pria dengan aroma tubuh, maka biarkan dewa maut datang setelah mencium aroma madu di tubuhnya."


Detik berikutnya, Selir Agung Mei menggenggam tangan Xue Shan Shan yang tampak tercengang.


Sebenarnya, Xue Shan Shan sudah bisa menebak fungsi madu yang sudah dioleskan ke tubuh Xue Yuwen.


Hanya saja, dia tidak begitu yakin dengan pemikirannya.


Terlebih, dia juga agak tidak percaya bahwa Selir Agung Mei akan menggunakan madu dan lebah untuk menghukum Xue Yuwen.


Bisa dibilang, cara Selir Agung Mei menghukum Xue Yuwen sangat kejam!


Selir Agung Mei membawa Xue Shan Shan keluar dari ruangan isolasi Xue Yuwen, lalu menatap pengawal yang masih ada di dalam sambil berkata, "Lepaskan semua lebah itu!"


"Baik!" Pengawal itu berjalan keluar, sebelum akhirnya melepaskan lebah yang ada di kotak brokat di tangannya.


Kemudian, dia dengan cepat menutup pintu.


***

__ADS_1


Pada puas gak sama hukuman Xue Yuwen? Apa masih kurang?


__ADS_2