Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kamu Tidak Punya Otak?


__ADS_3

"Hah, apa yang harus aku perhatikan?"


Untuk sesaat, Xue Shan Shan tidak mengerti makna tersirat dari ucapan Pangeran Li Xian.


'Apa aku tidak boleh menciumnya?' Xue Shan Shan bertanya di dalam hatinya.


"Aku adalah seorang pria," kata Pangeran Li Xian sambil melirik ke suatu tempat.


"Hmmmm?" Xue Shan Shan pun ikut melihat ke arah pandangan Pangeran Li Xian.


Ketika Xue Shan Shan mulai memahami kata-kata Pangeran Li Xian, wajahnya langsung tersipu. Pada detik selanjutnya, dia sudah melepaskan diri dari tubuh Pangeran Li Xian.


Apa tindakanku tadi dinamakan dengan bermain api?


Xue Shan Shan kembali bergumam di dalam hati, pikirannya juga dipenuhi dengan begitu banyak pertanyaan.


"Aku akan melihat keadaan ibuku." Xue Shan Shan berbagai dengan tergesa-gesa, sebelum akhirnya bergegas pergi dari Paviliun Bintang.


Setelah Xue Shan Shan pergi meninggalkan Paviliun bintang, seseorang memberitahunya bahwa Tabib Yang datang mencarinya dan sudah menunggu selama dua jam.


"Kenapa kamu tidak memberitahuku lebih awal? Tidak baik membiarkan orang menunggu selama ini," kata Xue Shan Shan sambil berjalan menuju ke aula depan.


Di sana, Tabib Yang telah meminum lima cangkir teh hingga akhirnya bisa berteman dengan Xue Shan Shan.


Tabib Yang langsung berdiri dengan penuh semangat sambil berkata, "Putri, kemarin saya dengar Anda melakukan operasi. Apa Nyonya Diana baik-baik saja?"


"Tentu saja, ibuku baik-baik saja." Xue Shan Shan mengangkat alisnya dengan bangga.


"Ilmu pengobatan Putri benar-benar mengagumkan, Anda seolah-olah telah menggunakan ilmu sihir. Maaf sebelumnya, Apa saya bisa melihat keadaan Nyonya Diana?"


Mendengar permintaan Tabib Yang, Xue Shan Shan agak ragu.


Bagaimanapun, Nyonya Diana baru saja menjalani operasi.


Bukankah tidak pantas membiarkan seorang pria melihat perutnya?


Saat Tabib Yang melihat keraguan Xue Shan Shan, dia pun langsung mengerti. Kemudian, dia mengeluarkan sebuah kotak berbahan brokat seperti sedang melakukan sulap, lalu berkata sambil tersenyum. "Dua hari yang lalu, Putri telah menolak uang pemberian saya. Setelah saya pikirkan lagi, ketulusan saya memang tidak cukup. Jadi, saya memutuskan untuk membuat kue bernutrisi menggunakan beberapa bahan obat-obatan. Silakan Putri cicipi."


"Apa-apaan ini?!" Xue Shan Shan langsung merasa kesal.


Aku menolak uang Tabib Yang?


Astaga, diriku yang berkepribadian lain tidak waras, ya?

__ADS_1


Kenapa dia tidak menyukai uang? Kenapa!!!


Xue Shan Shan versi kedua, kamu bodoh, ya?


Kamu tidak punya otak?


Xue Shan Shan hanya bisa memaki di dalam hati, padahal dia sangat ingin berteriak merutuki kebodohannya.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan yang masih tidak merelakan hal ini pun bertanya, "Berapa banyak uang yang kamu siapkan hari itu?"


Tabib Yang berpikir sejenak, lalu menjawab, "Saya menyiapkan uang dan perhiasan, jumlahnya sekitar 80.000 teal perak."


Semua uang dan perhiasan itu Tabib Yang kumpulkan dengan berhemat.


Delapan puluh ribu teal perak!


Xue Shan Shan menggigit bibirnya sembari berusaha keras menahan dirinya agar tidak menangis.


Lai kali, aku tidak boleh sembarangan minum obat lagi!


Xue Shan Shan mulai memperingati dirinya di dalam hati, dia juga merasa bersyukur bahwa Xue Shan Shan versi kedua yang tidak berotak itu tidak menyumbangkan sepuluh juta uang kertas miliknya yang dia dapat dari Qin Lang.


Kalau tidak, Xue Shan Shan pasti akan bunuh diri!


Setelah menenangkan dirinya, Xue Shan Shan melirik Tabib Yang sambil berkata dengan murah hati. "Terima kasih atas pemberian kue ini, kamu sangat perhatian. Namun, ibuku adalah seorang wanita dan lukanya ada di bagian perut. Kalau kamu mau melihatnya, aku memerlukan persetujuan dari ibuku dulu."


Tak lama kemudian, Xue Shan Shan pun membawa Tabib Yang ke Paviliun Nyonya Diana.


Setelah Nyonya Diana mendengar maksud kedatangan Tabib Yang, dia pun berkata dengan penuh pengertian. "Baiklah, jika Tabib Yang bisa mempelajari teknik operasi, kelak pasti akan bermanfaat bagi orang-orang."


"Ibu sangat bijaksana," kata Xue Shan Shan sambil tersenyum bangga.


Selesai berbicara seperti itu, dia pun mempersilakan Tabib Yang untuk masuk, lalu memperlihatkan luka di perut Nyonya Diana.


Tadinya, Tabib Yang mengira dirinya telah salah lihat.


Namun, setelah melihatnya dengan seksama, dia melihat luka di perut Nyonya Diana dijahit dengan benang dan jarum.


Pada akhirnya, dia percaya bahwa Tabib Zhang tidak berbohong.


"Bukan mengada-ada, saya rasa ilmu pengobatan Putri lebih hebat dari Tabib Zhang." Tabib Yang memuji dengan tulus.


"Jangan memujiku lagi," balas Xue Shan Shan dengan senyum malu.

__ADS_1


Pada saat ini, Bibi Su masuk ke dalam ruangan dan melapor. "Nyonya, Nona, Nona Besar Fu dan Nona Kedua Fu datang berkunjung."


Mendengar itu, Xue Shan Shan baru teringat akan kedua teman yang belum dia temui sejak terakhir kali.


Dia mengerutkan kening, merasa cukup aneh karena biasanya Fu Qingyue akan datang mencari ya hampir setiap hari.


Namun, setelah dipikir-pikir, ada baiknya kedua bersaudara Fu itu tidak datang berkunjung di saat dirinya telah berubah kepribadian menjadi kejam tak berperasaan seperti beberapa hari terakhir.


Jika tidak, mungkin mereka tidak hanya celaka, tetapi akan menjauhinya juga.


"Suruh mereka menunggu di gazebo, aku akan segera datang."


Setelah memberi titah kepada Bibi Su, Xue Shan Shan merawat luka Nyonya Diana terlebih dahulu sembari mengajarkan beberapa hal kepada Tabib Yang.


Kemudian, dia pun meminta izin keluar kepada ibunya untuk bertemu dengan Fu Qiqi dan Fu Qingyue.


Seperti biasa, Fu Qingyue lebih banyak berbicara dengan Xue Shan Shan dibandingkan dengan Fu Qiqi ketika mereka bertemu.


"Oh, iya, aku dengar kamu memukuli pelayan Tuan Putri Amber?" Setelah bercerita banyak hal, Fu Qingyue teringat akan berita yang menyebar di ibu kota.


Tentu saja, mereka tidak tahu bahwa Putri Amber juga sudah ditendang oleh Xue Shan hingga patah tulang.


Ketika membahas tentang memukuli Putri Amber, Xue Shan Shan juga merasa pusing tujuh keliling.


Hari itu, dia tampaknya sangat ganas.


Tidak tahu apakah Pangeran Li Xian membantunya, tetapi Putri Amber sampai sekarang belum datang untuk menuntut balas.


Mungkin, itu juga dikarenakan Putri Amber tengah memulihkan diri.


Setelah memikirkannya, Xue Shan Shan merasa percuma saja Putri Ambar memulihkan diri karena waktunya sudah semakin dekat.


Ketiga gadis itu mulai membicarakan tentang Putri Amber dan kematian Xiao Xing, sebelum akhirnya membahasa beberapa topik ringan.


Kemudian, Fu Qiqi mengerjapkan mata dan menatap Xue Shan Shan sambil berbicara dengan suara pelan. "Katanya, baru-baru ini kamu sangat mesra dengan Yang Mulia Pangeran Li Xian sering pergi bersama. Kalian tampaknya sangat mesra."


"Apa iya?" Xue Shan Shan merasa sedikit malu atas pertanyaannya Fu Qiqi.


Di samping, Fu Qingyue menyunggingkan senyum lebar. "Waktu itu, tidak tahu siapa yang mengatakan Yang Mulia Pangeran Li Xian sudah tua, bertemperamen buruk dan berkepribadian aneh. Bahkan, dia juha mengatakan mati pun tidak akan pernah menyukai orang seperti itu ...."


Xue Shan Shan terbungkam saat tiba-tiba ingatannya tertuju pada hari di mana dia berbicara seperti itu pada Fu Qingyue.


Tolong berhenti, aku sangat malu!

__ADS_1


Xue Shan Shan tidak bisa berteriak langsung pada Fu Qingyue, dia hanya menjerit di dalam hati dengan rasa frustasi.


"Shan Shan, sepertinya kamu sendiri yang mengatakan itu." Fu Qiqi berbicara dengan senyum menggoda, dia menatap Xue Shan Shan yang terlihat salah tingkah.


__ADS_2