
Lima hari kemudian ....
Begitu memikirkan dirinya akan pergi keluar kota bersama Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan sengaja berlama-lama di Kediaman Perdana Menteri hanya untuk memberi wejangan pada semua pelayan dan pengawalnya agar lebih menjaga Nyonya Diana saat dia tidak ada.
Xue Shan Shan yakin, selama ibunya berada di Kediaman Perdana Menteri, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya saja, dia tidak bisa tidak khawatir ketika sewaktu-waktu ibunya keluar dan bertemu dengan Xue Jingguo atau manusia laknat lainnya dari Keluarga Xue.
Sebelum meninggalkan Kediaman Perdana Menteri, Xue Shan Shan sudah menyiapkan dua tas besar barang bawaan.
Namun, dia tidak bisa langsung keluar karena harus mendengarkan beberapa patah kata dari keluarganya.
Bagaimanapun, dia adalah gadis yang belum menikah. Bepergian keluar kota saja sudah cukup berbahaya baginya, apalagi pergi bersama seorang pria.
Tentu saja, keluarganya merasa khawatir.
Namun, mengingat Xue Shan Shan pergi bersama Pangeran Li Xian, kekhawatiran mereka tidak begitu mendalam.
Setidaknya, Pangeran Li Xian pasti akan menjaga Xue Shan Shan.
Bersamaan dengan itu, pasti tidak ada seorang pun yang berani menyebarkan gosip tentang Xue Shan Shan yang bepergian dengan Pangeran Li Xian.
Terlebih, setelah orang-orang mendengar rumor yang beredar di masyarakat mengenai Pangeran Li Xian yang membakar Kediaman Putri Amber hanya karena sang putri mencoba mengintimidasi Xue Shan Shan.
Jadi, tentu saja tidak ada yang punya nyali untuk sembarangan bertindak pada Xue Shan Shan lagi!
Setelah beberapa saat, Xue Shan Shan keluar dan menunggu Pangeran Li Xian di pintu masuk kediaman.
Setelah kereta kuda milik Pangeran Li Xian tiba dan berhenti di depan Kediaman Perdana Menteri, entah kenapa Xue Shan Shan merasa sedikit gugup.
Pangeran Li Xian turun dari kereta kuda, dia menyapa dan berbasa-basi sedikit dengan Keluarga Perdana Menteri yang memintanya menjaga Xue Shan Shan.
Setelah itu, Pangeran Li Xian membantu Xue Shan Shan naik ke kereta kudanya, sebelum akhirnya dia ikut menyusul masuk.
Begitu melambaikan tangan pada keluarganya, kereta kuda pun mulai berjalan meninggalkan halaman Kediaman Perdana Menteri.
"Pangeran, berapa lama perjalanan ini dibutuhkan?" Xue Shan Shan mengangkat kepalanya untuk menatap Pangeran Li Xian yang sama sekali tidak melirik dirinya.
Namun, pria itu tetap membuka mulut dan berkata dengan datar. "Dua hari."
Begitu mendengar perjalanan itu membutuhkan waktu dua hari, Xue Shan Shan merasa sedikit menyesal.
Beruntung, dia sudah meminta Lin Mei membawa banyak stok makanan.
Dengan begitu, dia tidak khawatir akan kelaparan.
Lagipula, jika dirinya kehabisan stok makanan, dia hanya perlu mengambilnya dari giok yang menyediakan ruang dan waktu.
Hanya saja, Xue Shan Shan benar-benar berharap tidak akan terjadi cuaca buruk selama dalam perjalanan sehingga dirinya bisa mengisi daya pada Giok Hijau kapan dan dia mana pun juga.
Xue Shan Shan mengambil kue osmanthus dari tas bawaannya, lalu menatap Pangeran Li Xian yang sudah menutup mata.
Xue Shan Shan memutar bola matanya, lalu mendengus di dalam hati. 'Hmmmm, benar-benar membosankan!'
Tahu begini, lebih baik dia menaiki kereta kuda yang lain bersama dengan Lin Mei.
Dengan demikian, perjalannya pasti tidak akan begitu membosankan dan penuh perbincangan, juga canda tawa.
__ADS_1
Sepanjang perjalanan yang membosankan dan penuh keheningan itu, kereta kuda berjalan dengan terhuyung-huyung hingga membuat mata Xue Shan Shan semakin berat.
Menyadari gadis di sebelahnya tidak berisik lagi untuk membuka berbagai jenis bungkus makanan, Pangeran Li Xian membuka matanya.
Dia mendapati Xue Shan Shan sudah tertidur pulas.
Pangeran Li Xian tersenyu tipis, dia dengan perlahan meraih kepala Xue Shan Shan yang terkulai dan membiarkannya bersandar di bahunya.
Kemudian, Pangeran Li Xian juga menyelimuti Xue Shan Shan dengan jubahnya.
Melihat Xue Shan Shan tidak bergeming dengan semua gerakan yang dia lakukan barusan, Pangeran Li Xian menggelengkan kepalanya sambil bergumam pelan. "Dasar kerbau, habis makan langsung tidur."
Entah sudah berapa lama dalam perjalanan, tiba-tiba kereta kuda berhenti.
Saat menyadari Xue Shan Shan hendak membuka mata, Pangeran Li Xian justru dengan cepat menutup matanya sendiri.
Bagaimanapun, posisi mereka saat ini agak sedikit ... intim. Jadi, dia tidak tahu harus bagaimana bersikap hingga memutuskan untuk berpura-pura tidur.
Lagipula, dia tidak ingin disebut sebagai pria yang mencari kesempatan dalam kesempitan.
Benar saja, Xue Shan Shan terkejut saat mendapati dirinya berada di dalam pelukan Pangeran Li Xian.
Namun, dia bisa menghela nafas lega begitu melihat Pangeran Li Xian tertidur.
Dengan begitu, dia tidak perlu merasa malu.
Saat sibuk dengan pemikirannya, Pangeran Li Xian membuka matanya. "Apa pelukanku begitu nyaman sehingga kau tidak ingin jauh-jauh dariku?"
"Maaf." Xue Shan Shan segera memisahkan dirinya dari tubuh Pangeran Li Xian yang memang memberikannya kenyamanan.
Di dalam hati, dia memaki dirinya sendiri karena begitu tidak tahu malu.
"Yang Mulia Pangeran, Putri Changning, saatnya makan siang."
Suara Wei Shu dari luar kereta membuyarkan lamunan Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan.
Begitu keluar dari kereta kuda, Xue Shan Shan menyadari matahari sudah berdiri tegak di atas kepalanya.
Itu artinya, hari sudah beranjak siang dan memang sudah waktunya bagi cacing-cacing di perutnya untuk makan.
Saat ini, mereka sudah berdiri di depan sebuah restoran besar.
Wangi makanan yang menguar dari dalam restoran membuat cacing-cacing di perut Xue Shan Shan berontak, dia benar-benar sudah sangat kelaparan dan tidak sabar untuk mencicipi semua makanan lezat yang ada di sana.
Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan yang menelan liurnya sembari menatap ke dalam restoran, lalu dia memutar kepalanya untuk melihat ke arah kereta kudanya.
Dia sana, kusirnya tampak sedang membersihkan sampah makanan yang dihasilkan oleh gadis itu.
Tidak hanya ada toples-toples, kereta kuda itu juga hampir dipenuhi dengan kantong kertas bekas kue dan jajanan.
"Sepertinya, kamu tidak lapar lagi." Pangeran Li Xian berbicara sambil memberi kode pada Xue Shan Shan untuk menatap ke arah di mana sang kusir tengah membenahi kereta kuda.
Dengan cepat, Xue Shan Shan melambaikan tangannya sambil berkata, "Tidak, aku belum kenyang. Aku sudah sangat kelaparan sekarang."
Tepat setelah Xue Shan Shan selesai bicara, perutnya berbunyi dengan keras.
__ADS_1
Meski memalukan, Xue Shan Shan tetap merasa bersyukur karena cacingnya bisa diajak bekerja sama di saat yang paling tepat.
Selain karena lapar, Xue Shan Shan juga tidak bisa menolak kebaikan hati Pangeran Li Xian yang sudah berjanji padanya untuk menanggung semua biaya selama dalam perjalanan, tidak terkecuali biaya makan.
Jadi, tentu saja dia harus memoroti Pangeran Li Xian!
Mendengar itu, Pangeran Li Xian hanya tersenyum tipis dan masuk ke dalam restoran tanpa mengatakan apa pun lagi.
Di belakang, Xue Shan Shan dan Lin Mei berjalan menyusul Pangeran Li Xian.
Lima menit kemudian, semua hidangan utama restoran itu sudah dihidangkan di hadapan Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.
Sementara itu, meja yang ditempati oleh Lin Mei dan Wei Shu beserta kusir, juga sudah dipenuhi dengan berbagai jenis makanan.
"Permisi, semua ini adalah hidangan utama dan spesial di restoran ini. Selamat menikmati." Setelah melayani dengan ramah dan sopan, pelayan restoran itu pun beranjak pergi.
Melihat semua makanan yang ada di hadapannya, Xue Shan Shan menelan liurnya lagi.
"Makanlah." Pangeran Li Xian berbicara sambil melirik Xue Shan Shan sedikit, lalu mengambil sumpitnya.
Xue Shan Shan segera mengambil sumpit, lalu meraih dan mencicipi seekor udang.
Detik berikutnya, dia berseru senang karena udang itu sangat terasa lezat.
Kemudian, Xue Shan Shan juga mencicipi sepotong iga dan dia tidak bisa tidak merasa takjub dengan rasanya.
Keterampilan memasak di restoran itu sungguh bagus!
Setelah itu, Xue Shan Shan memakan apa pun yang dia inginkan, bahkan Pangeran Li Xian juga melayaninya dengan begitu hangat.
Pangeran Li Xian tidak hanya membantu meletakkan beberapa potong hidangan ke dalam mangkuknya, pria itu juga memesan beberapa hidangan lagi.
Xue Shan Shan sangat terharu, dia merasa Pangeran Li Xian benar-benar menepati perjanjian mereka.
Setelah beberapa saat, Xue Shan Shan merasa perutnya sudah terisi penuh.
Namun, dia tidak bisa menyia-nyiakan kebaikan Pangeran Li Xian.
Jadi, Xue Shan Shan hanya bisa memakan makanan yang ada di dalam mangkuknya dengan perlahan hingga membuat Pangeran Li Xian terkejut.
Saat ini, Xue Shan Shan terlihat seperti gadis-gadis yang menyukainya dan sengaja bersikap anggun untuk menunjukkan sisi terlembut mereka.
Menggelengkan kepalanya, Pangeran Li Xian langsung mengangkat bebek panggang utuh dan meletakkannya ke dalam piring Xue Shan Shan sambil berkata, "Makanlah sampai habis!"
Xue Shan Shan terkejut, dia menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan aneh yang menyiratkan ketidakpercayaan.
Xue Shan Shan mengerutkan keningnya dan bergumam di dalam hati 'Ada apa ini? Kenapa pangeran tiba-tiba jadi begitu baik?'
"Jangan pakai sumpit!" Pangeran Li Xian kembali berbicara saat melihat Xue Shan Shan ingin mencubit daging bebek menggunakan sumpit.
"Pangeran, kamu tidak akan membuatku makan seperti orang primitif, kan?"
***
Romance tipis² bikin baper yak hehe ....
__ADS_1
Btw, jangan lupa support selalu karyaku ya gesss, minimal like di tiap part.
Semoga kalian dan kita semua sehat dan bahagia selalu, aamiin.