
Setelah beberapa saat, akhirnya Tabib Zhang tiba di tempat perkumpulan dengan menunggangi kuda.
Begitu bertemu dengan Xue Shan Shan, Tabib Zhang ingin menyapanya, tetapi dia lebih dulu merasakan tatapan tajam yang tertuju ke arahnya.
Mau tak mau, dia pun melihat ke samping.
Saat melihat, dia hampir terjatuh dari kuda karena ketakutan.
"Halo, ... halo Kakak Senior." Tabib Zhang turun, dia berjalan ke arah Xiangxiang dengan tubuh gemetar, sebelum akhirnya memberi hormat padanya.
Ketika melihat Tabib Zhang, senyum aneh muncul di wajah Xiangxiang.
Diam-diam, Xue Shan Shan merasa panik untuk Tabib Zhang.
"Lapor kepada Kakak Senior, saya sudah lama tidak bertemu dengan Senior Zhang Yiyuan." Tabib Zhang segera membuat laporan, sebelum dicecar dengan berbagai pertanyaan yang sudah tentu menjurus pada keberadaan Tabib Hebat Zhang Yiyuan.
Setelah mendengar jawaban yang sama lagi, Xiangxiang mencibir dengan rasa kesal, lalu duduk kembali di kereta.
Sontak saja, Tabib Zhang langsung menghela nafas lega.
Di sisi lain, Lei Zhen tampak bingung. Dia tidak habis pikir, ada apa dengan Qin Xiang?
Tidak masalah baginya jika Bos Besar memanggil Xiangxiang dengan sebutan kakak senior, tetapi mengapa pria yang seumuran dengannya juga memanggil wanita itu demikian?
Bahkan, Xiangxiang masih memanggil pria ini Xiaozhang?
Apa maksudnya ini?
Bukankah senior Bos Besar adalah Zhang Yiyuan yang sudah tua itu?
Mungkinkah Xiangxiang dan pria tua itu ....
Semakin memikirkannya, Lei Zhen merasa kesedihan semakin menyelimuti dirinya.
Apakah aku kalah menarik dari seorang pria tua?
Visi apa yang dimiliki Xiangxiang?
Lei Zhen mendengus kesal. Sia-sia berwajah cantik.
__ADS_1
Pada saat ini, Fu Qingyue dan Fu Qiqi yang sempat diajak bepergian bersama Xue Shan Shan, tiba dengan kereta kuda mereka.
"Shan Shan, aku sudah datang!" Fu Qingyue melompat turun dari kereta kuda menuju ke arah Xue Shan Shan.
Kali ini, Xue Shan Shan siap secara mental untuk menangkap Fu Qingyue dengan mantap.
Sementara itu, Fu Qiqi tetap anggun seperti biasa ketika menyapa Xue Shan Shan. Bahkan, dia tetap menyapa orang-orang di sekitarnya meski merasa heran dan asing.
Setelah Fu Qingyue berdiri kokoh, dia menemukan ada beberapa orang berwajah asing berdiri di sampingnya. Setelah melihat mereka satu per satu, dia merasa heran.
Di antara mereka, dia hanya mengenal Tabib Zhang.
Ada juga seorang kakak cantik yang tinggi dan ramping tengah berdiri si samping Xue Shan Shan, tetapi terlihat sedikit galak.
Di depannya, ada seorang wanita pendek dan gemuk dengan wajah yang ditutupi bedak, juga ada seorang pria yang tampak garang dengan mata menakutkan.
"Shan Shan ...." Fu Qingyue merangkul lengan Xue Shan Shan, dia bersikap seperti gadis kecil yang takut pada orang-orang yang baru ditemuinya.
"Ini Qingyue, sedangkan yang ada di hadapan kita adalah Qiqi, mereka berdua temanku dan akan berangkat bersama kita. Jadi, kalian semua tolong menjaga mereka dengan baik." Xue Shan Shan memperkenalkan kedua bersaudara Fu kepada mereka.
Mendengar keduanya adalah teman Xue Shan Shan, Mu Ruhua langsung melambaikan tangannya. "Halo, Qiqi ... Qingyue."
Fu Qiqi dan Fu Qingyue membalas sapaan Mu Ruhua seadanya.
"Karena kamu adalah temannya Bos Besar, maka kamu adalah temanku juga. Kalau ada yang menggertakmu, sebut saja namaku ... Lei Zhen!"
Lei Zhen berbicara sambil mengulurkan tangan ke arah Fu Qingyue, tetapi dia segera menariknya lagi saat melihat punggung tangannya yang agak kotor. Dia menyeka tabgannya di tubuhnya sendiri. "Maaf, sebelum pergi ke sini, aku baru saja meretas seseorang sampai mati, darahnya belum dibersihkan sepenuhnya."
Mendengar itu, Fu Qingyue hampir pingsan karena ketakutan.
Fu Qingyue merasa bahwa bepergian bersama Xue Shan Shan dan teman-temannya itu sangat menakutkan.
Apakah sudah terlambat untuk menyesal sekarang?
Sebelum berangkat, Xue Shan Shan membuat beberapa pengaturan.
Dia naik satu kereta dengan Fu Qiqi dan Fu Qingyue, sedangkan Lin Mei dibiarkan bersama kedua pelayan Fu bersaudara.
Sementara itu, Tabib Zhang, Lei Zhen dan Minglang berada di kereta kuda yang sama.
__ADS_1
Di sisi lain, juga ada kereta kuda yang memuat Mu Ruhua dan Xiangxiang.
Dengan pengaturan itu, hanya ada tiga kereta kuda sehingga tidak terlihat begitu mencolok.
Saat akan berangkat, Xue Shan Shan melihat Fu Qingyue dan Fu Qiqi yang masing-masing dari mereka hanya membawa satu kantong.
Xue Shan Shan agak terkejut dan mengerutkan keningnya. "Perjalanan kita paling tidak memakan waktu 20 hari untuk bolak-balik, kamu hanya membawa ini?"
"Bukankah ada kamu?" Fu Qingyue menatap Xue Shan Shan, begitu juga dengan Fu Qiqi.
Sejak awal, Fu Qingyue memang tidak berniat membawa banyak barang karena berpikir Xue Shan Shan sekarang sudah sangat kaya jadi pasti akan semakin loyal.
Tentu saja, dia juga mempengaruhi kakaknya untuk tidak membawa begitu banyak barang.
Itu hanya memberatkan dan sangat merepotkan.
Meski berpikir demikian, kedua kakak beradik Fu tetap membawa perbekalan uang yang cukup.
Keduanya tidak mungkin membiarkan Xue Shan Shan terus-menerus membiayai mereka selama dalam perjalanan.
Xue Shan Shan memutar bola matanya, lalu dia mulai membuka tasnya saat kereta kuda mulai berjalan meninggalkan tempat persinggahan mereka.
"Qingyue ... Qiqi, ini untuk kalian berdua."
Perhatian Fu Qingyue dan Fu Qiqi teralihkan oleh Xue Shan Shan yang menyerahkan dua belati ke arah mereka.
"Simpan belati ini di sepatu kalian."
Sebelumnya, Fu Qingyue sempat belajar sedikit ilmu bela diri. Namun, belakangan ini dia menyerah dengan alasan lelah. Jadiz ilmu bela dirinya masih sangat amatir.
Meski begitu, dia sedikit lebih baik daripada Fu Qiqi yang hanya tahu tentang ilmu sastra, bermain alat musik dan melukis. Gadis anggun dan elegan itu sama sekali tidak pernah berlatih ilmu bela diri, bahkan dia belum pernah bertarung.
Fu Qingyue dan Fu Qiqi saling menatap, sebelum akhirnya menerima belati pemberian Xue Shan Shan.
Walaupun tidak pandai bela diri, setidaknya mereka masih tahu cara menggunakannya senjata tajam itu.
Di sisi lain, Xue Shan Shan berpikir bahwa memang benar dia yang mengajak kedua bersaudara Fu untuk bepergian jauh kali ini. Akan tetapi, kemungkinan ada kalanya dia mengabaikan mereka sehingga harus menyiapkan sesuatu untuk mereka melindunginya diri masing-masing.
"Ada ini juga, penembak anestesi." Xue Shan Shan kembali menyerahkan barang lainnya kepada Fu Qingyue dan Fu Qiqi, lalu menjelaskan secara detail. "Ini adalah tombol untuk menembak. Begitu mengenai lawan, dia akan langsung mati rasa sekujur tubuh. Namun, benda ini ada batas waktunya. Jadi, kalian harus memanfaatkan kesempatan saat lawan lengah untuk melarikan diri."
__ADS_1
Ketika melihat benda baru itu, Fu Qiqi merasa sangat tertarik. Akan tetapi, dia juga agak khawatir. Bagaimana jika kami sudah mengeluarkan benda ini, tetapi direbut paksa oleh lawan sebelum kami sempat menggunakannya?"