Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Shan Shan, Kamu Sudah Keracunan!


__ADS_3

Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan, senyum tipis muncul di bibirnya.


Pangeran Li Xian kembali salah tingkah, dia pun terbatuk-batuk dua kali. "Itu ...."


"Maaf."


Xue Shan Shan terbengong-bengong, dia menoleh pada Pangeran Li Xian, sementara suara permintaan maaf yang rendah itu terus bergema di benaknya.


"A—apa yang kamu lakukan?" Entah kenapa, Xue Shan Shan tiba-tiba menjadi gugup.


Karena teringat kejadian kemarin, Pangeran Li Xian menjadi salah tingkah hingga meminta maaf dengan suara pelan.


Namun, setelah dipikirkan kembali, dia seharusnya tidak meminta maaf.


"Makan lebih banyak." Suara Pangeran Li Xian terdengar tak acuh.


Xue Shan Shan tertegun, tetapi dia juga memilih abai meski tahu penyebab Pangeran Li Xian meminta maaf padanya.


Setidaknya, permintaan maaf dari orang angkuh dan mendominasi seperti Pangeran Li Xian pasti tidak mudah didapatkan. Jadi, terima saja.


Tidak lama kemudian, beberapa pelayan datang membawa berbagai macam makanan.


Sudut bibir Xue Shan Shan terangkat, dia pun berkata, "Baiklah, aku akan memaafkanmu karena kamu telah menyediakan banyak makanan lezat untukku."


Pangeran Li Xian menoleh ke arah Xue Shan Shan yang memiliki ekspresi penuh data pikat seperti rubah kecil hingga membuatnya terpesona.


Tanpa sadar, dia mengulurkan tangan untuk membelai kepala Xue Shan Shan.


Saat tangan Pangeran Li Xian menyentuh kepala Xue Shan Shan, keduanya sama-sama tercengang.


Seketika, detak jantung mereka pun bertambah cepat.


Bahkan, Xue Shan Shan tampak panik.


"Grenie, cepat pindai aku! Apa aku keracunan?"


Grenie berbicara dengan nada ceria seolah-olah tersenyum manis. "Benar sekali. Shan Shan, kamu sudah keracunan!"


Dengan ekspresi yang tampak biasa saja seperti tidak terjadi apa pun, Pangeran Li Xian menurunkan tangannya.


Namun, telinganya yang memerah justru mengungkapkan isi hatinya.

__ADS_1


Xue Shan Shan mengabaikan kata-kata Grenie, dia merasa suasana di sekitar membuatnya tidak tahu harus melakukan apa.


Itu sebabnya, dia rasanya ingin segera pergi dari sana.


Setelah batuk beberapa kali, Xue Shan Shan menarik nafas dalam-dalam dan menatap Pangeran Li Xian. "Apa rambutku enak disentuh?"


Grenie terdiam sambil memutar bola mata, hal ini membuatnya berpikir bahwa kecerdasan emosional Xue Shan Shan adalah nol besar.


Mata Pangeran Li Xian menyunggingkan senyuman, sedangkan nada bicarakan terdengar tidak berdaya. "Iya."


"Lebih enak disentuh daripada bulu anjing kuning yang ada di halaman belakang istanamu, kan?" Xue Shan Shan berbicara secara refleks, bahkan dia sampai tercengang setelah mengatakan itu.


"Shan Shan, apa yang kamu bicarakan? Apa kamu ingin membuatku mati karena menertawakanmu? Hahahaha ...."


Tawa Grenie terdengar di benak Xue Shan Shan yang tengah menundukkan kepala sambil menggigit bibirnya dengan rasa ingin menampar dirinya sendiri.


Kenapa aku harus membandingkan diriku sendiri dengan seekor anjing?!


Pangeran Li Xian terkekeh beberapa kali, lalu segera mengganti pembicaraan. "Makanlah."


Xue Shan Shan mengangkat kepalanya, sementara wajahnya sudah memerah. Dia segera mengambil makanan dan memasukkannya ke dslan mulut.


Aku pasti belum kenyang, makanya jadi seperti ini!


Mendengar itu, hati Xue Shan Shan langsung bergetar. "Artinya, akan ada banyak korban. Kalau tidak ditangani dengan tepat, maka para korban akan memberontak. Mungkin, Paman Zhejiang akan terkena bahaya."


"Namun, jika Tuan Zhejiang mengatasinya dengan baik, maka dia akan memiliki masa depan yang cerah. Terlebih, kali ini Kaisar akan mengizinkannya membawa pasukan ke sana dan ada kakak sepupumu di antara para pasukan."


"Itu artinya, ini bisa jadi kesempatan baik bagi kakak sepupumu untuk membuat prestasi. Bagaimanapun, mereka sangat berbakat hingga sangat disayangkan jika mereka diabaikan begitu saja. Negara Yuzhou memerlukan orang seperti mereka!"


Mendengar itu, Xue Shan Shan mendengus pelan. "Akan tetapi, ada orang yang tidak berpikiran demikian. Mereka justru takut Keluarga Lee berkembang kuat. Terlebih, Kaisar juga sering kali mencurigai orang-orang. Jika kakak sepupuku maju, takutnya akan menjadi ancaman bagi Keluarga Lee."


Bukan tanpa alasan Kaisar mencurigai orang-orang, dia hanya khawatir Negara Yuzhou yang dibangun dengan tetesan keringat dan darah dirinya bersama para pejuang setia akan dirampas oleh orang tak bertanggung jawab.


Di sisi lain, Xue Shan Shan mengkhawatirkan Keluarga Lee jika terlalu menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.


Dia khawatir kemampuan dan bakat para kakak sepupu, beserta kedua pamannya akan dijadikan senjata untuk menjatuhkan mereka.


"Jangan khawatir, pasti selalu ada kesempatan." Nada bicara Pangeran Li Xian sangat lembut, dia pun melihat ke arah meja makan yang hampir kosong.


Jadi, dia segera menyuruh pelayan untuk membersihkan meja.

__ADS_1


Xue Shan Shan meraba perutnya. "Waktu sudah larut, aku harus pulang."


"Iya, pulanglah."


Saat melihat Pangeran Li Xian berdiri, Xue Shan Shan terkejut. "Kamu ingin mengantarku pulang?"


Ekspresi kaget dari Xue Shan Shan membuat senyuman di wajah Pangeran Li Xian menjadi lebih cerah.


Di bawah pancaran cahaya bulan wajah yang tampan itu terlihat kabur.


Xue Shan Shan menelan ludah sambil bergumam di dalam hati. 'Pria ini lagi-lagi telah melampaui batasannya!'


"Aku kebetulan telah berjanji dengan Perdana Menteri untuk bertemu pada jam ini."


Xue Shan Shan mengangguk mendengar alasan Pangeran Li Xian, tetapi di dalam hatinya merasa kecewa.


Saat berjalan keluar dari gerbang Istana Wanshou, Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian. "Kalau orang melihatmu berjalan bersamaku, mereka pasti akan terkejut."


Sebelumnya, Xue Shan Shan bukannya tidak pernah dilihat oleh orang lain saat dirinya sedang bersama Pangeran Li Xian.


Hanya saja, berjalan kaki bersama memang baru pertama kali terjadi sejak dia resmi menyandang status Putri Pangeran Li Xian.


Kecuali di medan perang, orang-orang tidak akan menemukan Pangeran Li Xian berjalan kaki.


Jadi, orang-orang tentu saja akan terkejut bila menyaksikan si dewa perang berjalan kaki dari Istana Wanshou ke Kediaman Perdana Menteri.


"Mulai sekarang, mereka pasti akan lebih sering melihatku berjalan kaki." Pangeran Li Xian bicara dengan nada datar.


Xue Shan Shan terdiam, dia diam-diam tersenyum saat hatinya terasa seperti sedang kembang-kempis di dalam rongga da danya.


Entah kenapa, Xue Shan Shan merasa kata-kata Pangeran Li Xian menyiratkan bahwa pria itu akan sering berjalan kaki demi mengantarkan dirinya pulang.


Pada langkah selanjutnya, tidak ada yang berbicara di antara Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan.


Ketika tiba di gerbang Kediaman Perdana Menteri, Xue Shan Shan menghadap Pangeran Li Xian sambil melambaikan tangannya.


Kemudian, dia pun berbalik untuk pergi.


"Xue Shan Shan."


Suara lembut Pangeran Li Xian membuat Xue Shan Shan berbalik dan menatap pria itu dengan heran.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Besok, mari bertemu di Ruang Pribadi X di Kedai Teh Ruyi."


__ADS_2