Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Ini adalah Anugerah


__ADS_3

"Ada di sini," kata Xue Shan Shan sambil mengeluarkan sebotol minyak gosok untuk memar yang dia ambil dari ruang waktu.


Memang benar, dibandingkan dengan luka Pangeran Li Xian, luka Xue Shan Shan tidak terlalu serius.


Setidaknya, ini tidak masalah baginya.


"Dibuka saja, lalu tuangkan ke lukaku dan gosok dengan kencang." Xue Shan Shan menjelaskan cara penggunaan minyak gosok pada Pangeran Li Xian.


"Berapa banyak kekuatan yang dibutuhkan?" Pangeran Li Xian melirik botol aneh itu dan bertanya untuk memastikan agar dia menggunakan tenaganya dengan tepat.


"Semakin besar kekuatan, akan semakin baik. Hanya dengan begitu, minyak busuk ini akan lebih efektif. Jangan bersikap kasihan padaku karena itu tidak akan berpengaruh pada lukaku."


"Hmmmmm."


Setelah beberapa saat.


"Ahhhh—"


Jeritan seperti hewan disembelih terdengar dari kamar Xue Shan Shan bersaman dengan tangisan gadis itu. "Pelan sedikit, tolong pelan sedikit ...."


"Kalau begini?"


"Ya, begini saja ... langsung lebih nyaman."


"Oke, kalau begitu aku akan lanjutkan."


Di pintu, Lei Zhen, Minglang, dan Qingyue yang batu saja kembali ke penginapan, mereka saling memandang.


Bahkan, Qianning memiliki ekspresi aneh di wajahnya. 'Aduh, siang bolong begini, ketika cinta telah kuat, tidak ada yang bisa menghentikannya.'


Fu Qingyue tertegun sejenak, dia melarikan diri dengan wajah malu-malu setelah memahami apa yang terjadi di dalam kamar.


'Shan Shan, kamu terlalu tidak bisa mengekang diri.'


'Kalian belum menikah, tapi sudah ... sudah ....'


Bersamaan dengan itu, Qing Yuyao yang ingin kembali ke paviliun dipukuli hingga pingsan di tengah jalan dan dibawa ke suatu tempat.


Ketika dia membuka matanya, yang dia lihat adalah seorang pria tampan mempesona berdiri di hadapannya.


Qing Yuyao terkejut, tetapi dia benar-benar terpesona oleh wajah itu.


Pada saat ini, orang itu bersandar sangat dekat dengan Qing Yuyao, matanya menyipit dan menatap gadis itu dengan hati-hati.


Saat pria itu mengeluarkan tangan hendak melepas cadarnya, Qing Yuyao menyusut kembali secara refleks.


Sekarang, ada lepuh di wajahnya, bagaimana bisa dilihat orang?


Terlebih lagi, di depan pria tampan yang mengenakan pakaian mewah dan seluruh tubuhnya penuh dengan arogansi.


Dilihat sekilas saja, dia bukan orang biasa.


"Wajahku terluka," kata Qing Yuyao.


Dia tidak tahu siapa orang di depannya, tetapi dia ingin meninggalkan kesan yang baik.


Yuan Jingye menatap gadis di depannya, sosoknya sangat mirip dengan gadis hari itu. Hanya saja, sekarang wajahnya tertutup sebagian besar, dia tidak bisa melihatnya.


Setelah memikirkannya kembali, dia menarik tangannya dan mengeluarkan sesuatu.


Qing Yuyao mengikuti garis pandangan pria itu, dia terkejut saat melihat plakat giok yang dikenalnya.


Itu adalah milik ayahnya.


Ada karakter 'Qing' yang tertulis di sana yang merupakan simbol identitas Keluarga Qing.


Hanya saja, bukankah ayahnya mengatakan bahwa plakat itu hilang ketika bertarung dengan Xue Shan Shan?


Bagaimana bisa ada di tangan pria ini?


"Ini plakat giokku, kenapa ada di tempatmu?" Qing Yuyao bertanya sambil ingin mengambilnya kembali.


Yuan Jingye tertawa. "Ini benar-benar milikmu."


"Kalau tidak? Itu memiliki Keluarga Qing kami," kata Qing Yuyao sebagaimana mestinya.


Mendengar nada ini, Yuan Jingye mendapatkan kembali sedikit keakraban, tetapi dia tidak bermaksud mengembalikannya dan memasukkan plakat itu ke sakunya.


Qing Yuyao mana tak pria aneh itu dengan bingung, dia merasa sedikit ketakutan.


"Kenapa wajahmu bisa terluka?" Yuan Jingye kembali fokus pada waja Qing Yuyao.


Mendengar itu, Qing Yuyao mengangkat kepalanya untuk melihat pria itu. 'Dia peduli padaku?'


Mungkinkah dia adalah seorang yang mencintainya?


Dalam sekejap, Qing Yuyao merasa bahwa semoga kekesalannya beberapa hari terakhir hilang dalam sekejap.


Tanpa diduga, Langit menurunkan seorang pria tampan untuknya, dengan sekilas pandang pun tahu dia bukan orang biasa.


Setelah memikirkannya sebentar, Qing Yuyao menurunkan matanya dan berkata dengan sedih. "Aku dilukai seorang wanita."


"Oh?" Yuan Jingye mengangkat sebelah alisnya dan berkata dengan nada santai. "Wanita mana yang menyakitimu? Biar aku sebagai seorang Putra Mahkota yang membalaskan dendam untukmu."


Putra Mahkota?


Qing Yuyao tercengang.


Statusnya begitu tinggi?


Detik berikutnya, gelombang ekstasi meluap dari dalam hati Qing Yuyao.


Ini adalah anugerah!


"Putra Mahkota?" tanya Qing Yuyao yang menginginkan informasi lebih lanjut.


Yuan Jingye mengangguk.


Melihat pria itu mengakui identitasnya, Qing Yuyao menahan kegembiraan di hatinya dan menarik nafas dalam-dalam berapa kali.


Setelah memikirkannya dengan hati-hati, Negara Yuzhou telah memilih Putra Mahkota dan dia mengenalinya, bahkan mereka berbincang beberapa saat lalu untuk lulus ujian.


Jelas, pria di depannya bukan Putra Mahkota dari Negara Yuzhou.


Sementara itu, Kerajaan Qin belum menetapkan Putra Mahkota


Satu-satunya kemungkinan, tampaknya adalah Kerajaan Yuan Ding.


'Xue Shan Shan, kamu akan segera mati!'


'Aku memang tidak bisa berurusan denganmu, tapi tidak mungkin Putra Mahkota dari kerajaan Yuan Ding juga tidak bisa, kan?'


Qing Yuyao diam-diam tersenyum miring, hal pertama yang dia inginkan begitu tahu Putra Mahkota di depannya bersedia membalaskan dendam tentu saja menyingkirkan Xue Shan Shan.


Qing Yuyao menghela nafas dan sengaja terlihat serba Salah. "Lupakan saja, pihak lain memiliki latar belakang yang bagus. Yang Mulia seharusnya tidak mencari masalah untuk diri sendiri."


Begitu kata-kata itu diucapkan, Yuan Jingye mengangkat matanya dengan malas dan berkata dengan menekankan. "Benarkah? Apa latar belakangnya? Coba katakan!"


"Dia adalah Putru Changning, calon istri Pangeran Li Xian, dia yang menyakitiku." Qing Yuyao benar-benar sudah tidak sabar untuk menjebak Xue Shan Shan.

__ADS_1


Tepat setelah Qing Yuyao selesai mengucapkan kata-kata ini, suasana tiba-tiba berubah menjadi aneh.


Dia menemukan bahwa tidak hanya pangeran di depannya dalam suasana hati yang buruk, bahkan suasana hati para penjaga yang ada di sekitar juga berubah.


Apa yang terjadi?


Setelah keheningan beberapa saat, senyum menyeramkan keluar dari sudut bibir Yuan Jingye, lalu berkata demi kata. "Xue ... Shan ... Shan?"


Qing Yuyao terkejut.


Putra Mahkota ini benar-benar mengenal Xue Shan Shan?


Saat masih dalam keterkejutan, dia melihat Yuan Jingye tertawa sambil membelai dagunya dan berpikir. "Kebetulan sekali."


"Gadis ini kebetulan musuhku juga."


"Hah?!" Qing Yuyao merasa bahwa dia sama sekali tidak bisa mengikuti ritme orang ini.


Kemudian, dia menghela nafas lagi. 'Xue Shan Shan benar-benar bermusuhan dengan orang di mana-mana.'


Rasakan!


Senyum di bibir Yuan Jingye menjadi lebih tentara, tetapi Aura dingin dan berdarah di matanya membuat orang gemetar ketakutan.


"Siapapun yang dekat dengan orang itu adalah musuhku!"


Xue Shan Shan, salahkan dirimu sendiri karena menjadi wanita Li Xian!


Di dalam hidupnya, dia tidak memiliki hobi lain selain suka menikmati orang-orang di sisi Li Xian mati di depannya satu per satu.


Biar Li Xian juga merasakan bagaimana kehilangan orang yang dicintai!


"Luo Xiao," panggil Yuan Jingye.


"Ya."


"Sudah begitu lama sejak aku berada di Negara Yuzhou, saatnya bagiku untuk berbincang-bincang dengan teman lamaku ini. Sekalian, culik wanita itu ... aku ingin melihatnya."


"Baik."


***


Perjalanan Sekte Xingyun hampir berakhir.


Pagi-pagi sekali, kakeknya datang untuk mengajak Xue Shan Shan sarapan bersama.


"Rencananya, aku akan pulang besok. Bagaimana denganmu, kamu mau tinggal di sini?" Xue Shan Shan bertanya sambil menggigit sesuap kue yang indah, dia menemukan bahwa rasanya memang berbeda.


Gue itu sepertinya ditambahkan beberapa bahan khusus, setelah dimakan membuat diafragma terasa panas dan energi bergejolak.


"Untuk apa tinggal di sini, tentu saja aku akan kembali bersamamu. Bagaimanapun, tidak akan ada masalah di tempat ini. Aku masih ingin melihat Feng-Shui Kediaman Tuan Putri milikmu." Kakek Ye berbicara tanpa perasaan untuk Sekte Xingyun, dia sudah tinggal di sana selama sebulan lebih hingga rasanya sangat membosankan.


Jadi, lebih baik pergi dengan Xue Shan Shan.


Selain itu, tidak lama lagi akan ada perayaan tahun baru dan Kakek Ye tidak ingin merayakannya sendirian.


"Kamu yakin? Bawahanmu yang bernama Liang Baiyao sangat terobsesi dengan posisimu." Xue Shan Shan merasa sedikit khawatir saat teringat Liang Baiyao.


Kakek Ye melambaikan tangannya dengan wajah tegas. "Jangan khawatir, orang itu tidak akan bisa membuat masalah besar."


"Kalau begitu, kamu putuskan saja sendiri."


"Hehe, saat pulang ke Kediaman Ye, aku akan meluangkan waktu untuk mengajarimu beberapa jurus. Hari itu, aku melihat kamu mencerna teknik yang aku ajarkan dengan baik. Mari kita hajar terus, jangan sia-siakan bakatmu!" Kakek Ye tahu aoa yang ingin didengar oleh Xue Shan.


Benar saja, mata Xue Shan Shan langsung berbinar. "Benarkah?"


"Ya!"


Dia telah merasakan manfaat dari jurus yang diajarkan Kakek Ye, sekarang dia pun tengah menganggur jadi lebih baik belajar banyak jurus untuk perlindungan diri.


Setelah keduanya makan sebentar, tiba-tiba mereka merasa ada yang salah dengan aliran udara di sekitar.


Detik berikutnya, terlihat beberapa pengunjung dan pelayan di kedai jatuh ke tanah satu per satu, tergeletak berantakan.


Pada saat yang sama, segelombang pria berpakaian serba hitam turun dari langit, sekitar 20 sampai 30 orang.


Setelah pria berbaju hitam mendarat, mereka dengan cepat membentuk formasi khusus seolah-olah melemparkan jaring yang padat untuk mengepung Xue Shan Shan dan Kakek Ye bagaikan burung dalam kurungan.


Kakek Ye dan Xue Shan Shan saling memandang.


Orang-orang di depan mereka masing-masing memegang pedang panjang, tampak seperti membentuk lingkaran, tetapi sebenarnya itu adalah formasi yang rapat.


Selama mereka bergerak, orang-orang berbaju hitam dengan cepat bereaksi.


Selain itu ....


Bukan hanya orang-orang di depan mereka, bahkan tempat-tempat gelap yang tidak bisa mereka lihat sudah penuh dan siap menunggu kesempatan untuk bertindak.


"Siapa suruh kamu mengajakku ke tempat terpencil seperti ini, sekarang jadi masalah, kan?!" Xue Shan Shan bergumam dengan suaranya masih bisa didengar oleh Kakek Ye.


Xue Shan Shan mengeluh di dalam hati, entah siapa yang begitu hebat kali ini hingga menghabiskan begitu banyak uang untuk membunuhnya.


Kakek Ye juga tidak menduga hal ini.


Lagi pula kau Mas Siapa yang punya keberanian untuk membunuh Ketua Sekte Xingyun?


Bukankah hanya ingin cari mati?


Hanya saja, situasi hari ini sangat rumit.


Lagi pula kau mah masih ada orang yang bersembunyi di kegelapan, situasi di mana ada kemungkinan diserang musuh memang sangat memusingkan.


Xue Shan Shan melirik formasi itu, lalu berkata dengan pelan. "Ini Formasi Enam Bunga."


Seperti namanya, formasi ini seperti bunga yang memiliki enam kelopak.


Sekarang, dia dan Kakek Ye berada di posisi benang sari di mana orang-orang mengapungnya.


Selain benang sari ini, ada 6 arah di mana semua arah itu juga ada musuh yang bersembunyi.


Begitu formasi ini digunakan, formasi besar membungkus formasi kecil, semua aspek terkait erat dan saling bekerja sama, terpusat dan terkoordinasi sehingga musuh sulit melarikan diri


Xue Shan Shan sama sekali tidak mengerti, bukankah formasi ini umumnya digunakan untuk di medan perang?


Apa tidak terlalu heboh jika menggunakannya untuk melawanku dan Kakek Ye?


Kakek Ye jaga mengerti sedikit tentang militer, setelah mendengar bahwa itu adalah Formasi Enam Bunga, dia berpikir sejenak.


Tempat ketika dia akan berbicara, dia melihat orang-orang berbaju hitam itu mengawasi dirinya dan Xue Shan Shan.


Situasi benar-benar semakin rumit.


Seketika, Kakek Ye melirik Xue Shan Shan dan berkata, "Nanti, kamu ke kiri, aku ke kanan. Kemudian, kita menyerang mereka bersamaan sampai mereka kalah. Barus telah itu, kamu ikut aku, aku akan membawamu terbang."


Setelah mendengar Kakek Ye taktik yang dijelaskan oleh Kakek Ye, Xue Shan Shan menjadi semakin kagum pada pria tua itu dan segera mengangguk sembari berkata, "Baik."


Di depan mereka, sekelompok orang berpakaian hitam saling berpandangan dengan ekspresi bingung.


Apa yang mereka bisikkan?

__ADS_1


"Ayo!"


Setelah Kakek Ye memberi perintah, keduanya berpisah sesuai rencana, lalu menyerang pria berbaju hitam yang paling dekat dengan mereka.


Mereka ingin mengambil kesempatan untuk mengalahkan musuh.


Xue Shan Shan mengayunkan Cambuk Abadi, setelah menipu pria berpakaian hitam dengan gerakan palsu, jarum anestesi ditembakkan dari tangannya yang lain.


Detik berikutnya, pria yang ditembakkan dengan jarum anestesi langsung jatuh ke tanah.


Begitu dia jatuh, pria berpakaian hitam lain menggantikannya.


Dalam sekejap, tempat itu sudah dipenuhi dengan aura membunuh yang kuat.


Setelah Kakek Ye memukul mundur segelombang pria berbaju hitam, tiba-tiba terdengar suara tarikan busur.


"Shan Shan, ayo ke sini!"


Panah berbulu yang tidak terhitung jumlahnya melesat ke arah mereka.


Kakek Ye telah menarik Xue Shan Shan terbang ke langit, panah bulu itu jatuh ke tana. Dalam sekejap, posisi para pria berbaju hitam itu berdiri barusan menjadi kacau balau.


Bersamaan dengan itu, gelombang busur lainnya kembali mengarah ke Xue Shan Shan dan Kakek Ye.


Keduanya berpisah lagi di udara, Xue Shan Shan juga mengaktifkan kekuatan batinnya sehingga cahaya Cambuk Abadi di tangannya berubah dari ungu muda menjadi ungu tua.


Plak, plak, plak!


Setelah beberapa cambuk, panah bulu yang diterbangkan ke arah mereka mulai berjatuhan satu per satu.


Kakek Ye juga terus menghantam dengan telapak tangannya kau mau menyebabkan para pria berpakaian hitam itu melindungi diri sendiri.


Setelah beberapa saat, formasi itu pun benar-benar menjadi kacau dan longgar.


"Ayo!"


Setelah menemukan jalan keluar, mereka meninggalkan tempat itu dengan kecepatan paling cepat.


Sementara itu, para pria berbaju hitam masih mengejar mereka.


Pada sat ini, di lapangan di pinggiran Kota Qianjing.


Setelah merasakan da yang tidak beres, Pangeran Li Xian segera keluar untuk mencari Xue Shan Shan, tetapi tiba-tiba ada sosok yang turun dari langit.


Begitu mereka saling melempar pandangan, seketika suasana di sekeliling menjadi sedingin es.


Yuan Jingye menatap Pangeran Li Xian sambil berkata, "Xian'er, lama tidak bertemu."


Pangeran Li Xian menatap orang di hadapannya dengan acuh tak acuh, tidak terlihat ekspresi apapun di wajahnya, tapi aura di sekitarnya sudah seperti iblis dari neraka.


"Yuan Jingye," kata Pangeran Li Xian dengan perlahan.


Yuan Jingye menjawab 'ya' dengan senyuman yang masih tercetak jelas di wajahnya. "Hmmmm, kita tidak bertemu selama sekitar 5 tahun. Bagaimana, 5 tahun ini ...."


"Apa racun panah masih menyiksamu?"


"Ngomong-ngomong, kamu sangat kuat dalam bertahan. Bisa-bisanya kamu belum mati, aku sangat kecewa!"


Pangeran Li Xian tertawa. "Racunku sudah teratasi."


Komentar acuh tak acuh itu membuat ekspresi Yuan Jingye berubah, dia langsung emosi.


"Brengsek!"


Begitu kata itu diucapkan, hembusan angin bertiup dengan membawa aura membunuh.


Orang-orang yang diajak Yuan Jingye telah mengambil tindakan terlebih dahulu, Wei Shu dan yang lain Tentu saja tidak ingin kalah.


Seketika, terjadi pertarungan berdarah yang sangat sengit.


Saat melihat Pangeran Li Xian dengan ekspresi tenang di hadapannya, beberapa kenangan menyakitkan kembali teringat oleh Yuan Jingye.


Mata Yuan Jingye memerah, sosoknya melintas dengan secepat kilat menuju ke arah Pangeran Li Xian.


Pria itu terlihat tak acuh dan masih berdiri di tempat yang sama, dengan lambaian lembut tangan kanannya, energi yang menyesakkan pun menghempaskan Yuan Jingye berapa meter jauh ke belakang.


Yuan Jingye menatap lawannya dengan ngeri, mereka sudah lima tahun tidak bertemu, tetapi Pangeran Li Xian menjadi lebih kuat lagi.


Lima tahun lalu, dia juga tidak bisa mengalahkan Pangeran Li Xian hingga menyerangnya dengan racun.


Sekarang, dia masih saja bukan lawan pria itu.


Yuan Jingye menggertakkan giginya, niat bertarung kembali menyelimuti. Dia pun segera berdiri dan melangkah maju.


Bang!!!


Beberapa ledakan besar terdengar, debu di daerah sekitarnya beterbangan, asap tebal pun mulai mengepul.


Di antara dua orang yang sedang bertarung, Pangeran Li Xian memiliki kekuatan batin yang kuat. Ekspresinya tetap tenang, tetapi dia mengeluarkan jurus mematikan.


Setelah beberapa jurus, Yuan Jingye bahkan tidak bisa menyentuh sudut pakaian Pangeran Li Xian.


Yuan Jingye menyipitkan matanya.


Tiba-tiba, anak panah berwarna hitam muncul di telapak tangan Yuan Jingye ketika dia mengulurkan tangannya.


Busur Sakti Cahaya.


Busur itu dibuat dengan memusatkan energi Yin dan Yang dari langit dan bumi, dapat mengendalikan api dan angin.


Ketika busur keluar, angin dan guntur bergerak secepat cahaya.


Itu adalah busur terkuat di dunia.


Yuan Jingye menarik busur tanpa ragu.


Di sisi lain, Xue Shan Shan dan Kakek Ye segera menuju ke area pertarungan itu dan melihat tempat itu sudah diselimuti oleh aura membunuh yang kuat.


Terutama, saat melihat sosok Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan semakin bersemangat.


Kakek Ye yang ada di belakang Xue Shan Shan segera berseru, "Shan Shan, pelan sedikit."


Shan Shan?


Yuan Jingye yang sedang menarik busur pun tiba-tiba membeku, dengan pandangan sekilas dia melihat seorang wanita berlari ke arahnya dari kejauhan.


Apa dia adalah Xue Shan Shan?


Hehe!


Yuan Jingye tiba-tiba menggerakkan busur dan anak panah untuk membidik Xue Shan Shan, dia pun menarik busur tanpa ampun dengan kecepatan tercepat.


"Shan Shan!" Ekspresi Pangeran Li Xian berubah, dia tidak menyangka Xue Shan Shan akan datang.


Pada saat ini, sudah terlambat untuk menghampirinya.


Busur Sakti Cahaya berkecepatan seperti cahaya, berubah menjadi cahaya dan bayangan yang tidak dapat ditangkap dan dengan momentum menderu, mengarah ke jantung Xue Shan Shan.


Bang ....

__ADS_1


Sebelum Xue Shan Shan sempat bereaksi, panah bulu hitam telah tertusuk di dadanya dan dengan kekuatan yang kuat langsung menghempaskannya hingga jatuh ke tanah di kejauhan ....


__ADS_2