Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Ini Ramuan Cinta


__ADS_3

Berkat Selir Agung Mei, Xue Shan Shan dan Minglang bisa sampai di istana pengasingan dengan cepat.


Dari kejauhan, mereka bisa melihat Putra Mahkota sedang berbaring di tanah.


Xue Shan Shan berjalan cepat, menghampiri dan melirik Pangeran Li Xian sedikit, lalu kembali menatap Putra Mahkota sambil bertanya, "Orang-orang itu dibawa olehnya untuk menghancurkan kesucianku, semuanya karena Xue Yuwen?"


"Bisa dibilang begitu," sahut Pangeran Li Xian datar sembari mengangkat bahunya tak acuh. "Dia melakukan itu juga untuk membalaskan dendam adiknya, Li Xuanji."


Xue Shan Shan menendang tubuh Putra Mahkota yang sudah tidak sadarkan diri, lalu dia berjongkok dan mengerucutkan bibirnya saat mengulurkan tangannya.


Detik berikutnya, sebuah jarum muncul di tangannya, lalu dia pun menusuk titik akupuntur Putra Mahkota.


Setelah itu, Xue Shan Shan mengeluarkan obat dan menaburkannya ke tubuh Putra Mahkota. "Kalau dia begitu suka menghancurkan kemurnian seorang wanita, maka aku dengan baik hati akan mengirimkan seorang wanita untuknya."


"Serahkan dia padaku, kamu tidak boleh keluar terlalu lama." Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan.


Gadis itu mengerutkan kening. "Bagaimana denganmu?"


"Bagi mereka, aku sudah lama meninggalkan istana," sahut Pangeran Li Xian apa adanya.


Sebelum pergi, dia sempat membuat orang-orang mempercayai bahwa dirinya sudah meninggalkan istana. Dengan demikian, maka tidak akan ada yang mencari keberadaannya.


Xue Shan Shan mengangguk mengerti, tetapi urusannya belum selesai sehingga dia enggan pergi. "Aku masih harus mengurus adikku."


Pangeran Li Xian tersenyum miring. "Karena dia sangat suka menjebak orang, maka aku akan menggantikan tugasmu untuk berbalik menjebaknya."


"Yang Mulia sangat baik." Xue Shan Shan juga tersenyum miring saat memuji Pangeran Li Xian dengan tulus. "Baiklah, aku akan merepotkan Yang Mulia untuk mengurus kedua sampah itu."


Setelah bicara, Xue Shan Shan pergi bersama Minglang.


Melihat Xue Shan Shan sudah menghilang dari pandangannya, Wei Shu berjongkok di sisi Putra Mahkota dan memeriksa denyut nadinya dan berkata dengan nada terkejut. "Ini ramuan cinta."


Detik berikutnya, Wei Shu sudah berdiri dan menatap Pangeran Li Xian sembari berkata lagi. "Yang Mulia, saya baru saja menyelidiki bahwa ternyata Putra Mahkota dan Nona Kedua Xue memiliki rencana lain. Keduanya ingin semua orang melihat mereka di saat sedang melakukan hubungan terlarang agar Nona Kedua Xue bisa memasuki kediaman Putra Mahkota."


"Bagus sekali." Pangeran Li Xian mengangkat bibirnya dan sebuah senyuman tersungging di wajahnya. "Kalau begitu, bawa dia ke sini!"

__ADS_1


Wei Shu melihat Pangeran Li Xian dengan bingung.


Sesuai pemahamannya terhadap sang tuan, dia tidak berpikir bahwa Pangeran Li Xian akan berbaik hati membantu orang lain mencapai tujuan mereka.


Tidak mungkin Pangeran akan memberi jalan bagi Nona Kedua Xue dan Putra Mahkota, kan?


"Ibu, kali ini aku meminjam tanganmu untuk mengantarkan gadis jahat itu ke pintu neraka."


Seketika, Wei Shu tercengang. Akan tetapi, itu tidak berlangsung lama.


Bagaimanapun, dia sudah menduga bahwa Pangeran Li Xian memang tidak berniat membantu Xue Yuwen dan Putra Mahkota.


Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar, Wei Shu tentu saja sudah sangat jelas tahu apa yang sedang direncanakan oleh Pangeran Li Xian.


Hanya saja, Wei Shu tidak menduga Pangeran Li Xian akan melibatkan Selir Agung Mei secara langsung.


Selesai berbicara seperti itu, Pangeran Li Xian pun berlalu pergi dari hadapan Wei Shu.


Di sisi lain, Xue Shan Shan sudah tiba di Taman Istana.


Karena terluka, Xue Shan Shan jadi punya alasan untuk tidak menunjukkan bakat apa pun.


"Ke mana Putra Mahkota pergi?" Permaisuri Xuan melirik Putri Amber yang berusaha menyembunyikan perasaan cemasnya.


Putri Amber menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu ke mana perginya Putra Mahkota. Akan tetapi, dia jelas tahu bahwa menghilangnya sang kakak pasti ada campur tangan Xue Shan Shan dan Selir Agung Mei yang terlihat begitu menikmati obrolan mereka.


Lebih tepatnya, ada keterlibatan Pangeran Li Xian, si Raja Neraka juga.


Memikirkan hal itu, Putri Amber menjadi sangat cemas. Dia juga khawatir dan takut akan tiba gilirannya mendapatkan pembalasan dari Pangeran Li Xian yang terkenal kejam dan tak berhati.


"Mungkin sudah pulang," kata Putri Amber mencoba menutupi kekhawatirannya dari sang ibu yang kebetulan tidak begitu memperhatikannya.


Tepat saat ini, sosok berpakaian kuning yang penuh wibawa berjalan ke arah Taman Istana.


Sebelumnya, Kaisar pergi sebentar untuk membicarakan beberapa hal dengan orang-orang utusan dari Kerajaan Qin.

__ADS_1


"Kaisar telah tiba!"


Suara Kasim Han yang menggema,embuat semua orang tercengang, sebelum akhirnya mereka semua berlutut.


Kaisar tersenyum sambil melambaikan tangannya. "Bangunlah, tidak perlu terlalu sopan."


Kemudian, Kaisar berjalan ke arah Selir Agung Mei sehingga membuat Xue Shan Shan harus menyingkir sedikit demi memberikan privasi kepada mereka.


Setelah membisikkan beberapa patah kata, Kaisar pergi ke arah Permaisuri sambil berkata dengan suara pelan. "Xuan, aku akan pergi sekarang."


"Baik, hati-hati di jalan, Kaisar." Permaisuri Xuan mengangguk dan tersenyum, dia tahu bahwa Kaisar sudah lelah dan butuh istirahat.


Begitu Kaisar pergi, seorang pelayan istana diam-diam menyerahkan selembar kertas ke tangan Luyao, sebelum akhirnya berjalan pergi dengan cepat.


Kemudian, Luyao melihat sekeliling. Menyadari tidak ada seorang pun yang memperhatikannya, Luyao mendekati Xue Yuwen dan menarik lengan baju gadis itu untuk memberikan kode.


Xue Yuwen yang tidak diperhatikan oleh siapa pun sejak kejadian terakhir kali, pergi tanpa tanpa kata.


Untuk saat ini, mereka bisa saja tidak memperdulikannya.


Namun, Xue Yuwen yakin bahwa ketika dirinya dan Putra Mahkota menghabiskan waktu bersama, pasti orang-orang akan berbondong-bondong mendekatinya.


Setelah berjalan jauh dan memastikan tidak ada orang di sekitar, Luyao berbicara pada Xue Yuwen dengan suara pelan. "Putra Mahkota sudah mengirimkan pesan."


"Baik, kita ke sana sekarang." Xue Yuwen tampak senang, dia menarik nafas dalam-dalam. "Entah bagaimana Xue Shan Shan melarikan diri dari orang-orang kiriman Putra Mahkota, aku harus bertanya padanya."


"Nona, setelah Anda menjadi Selir Sanding Putra Mahkota, Anda mempunyai kesempatan untuk melawan Nona Besar. Sekarang, yang paling penting bagi kita adalah masuk dulu ke Kediaman Putra Mahkota."


Mendengar kata-kata Luyao yang bijaksana, Xue Yuwen mengangguk setuju. "Kamu benar."


"Nona, Putra Mahkota meminta kita pergi ke Taman Rong. Kalau ada yang bertanya, bilang saja bahwa kita ke sana untuk melihat bunga krisan."


Xue Yuwen mengangguk mengerti, dia tidak mengatakan apa pun lagi.


Hanya saja, langkah kakinya semakin cepat.

__ADS_1


Dia benar-benar sudah tidak sabar bertemu dengan Pangeran Mahkota.


Lebih tepatnya, Xue Yuwen tidak sabar bisa memasuki Kediaman Putra Mahkota agar bisa dengan mudah menyinggung Xue Shan Shan


__ADS_2