
Pangeran Li Xian terbatuk-batuk, dia tersenyum tipis demi menyembunyikan salah tingkah yang dirasakannya. "Kita pergi makan dulu."
"Ya, baiklah." Xue Shan Shan hanya bisa pasrah, tetapi dia sangat senang karena Pangeran Li Xian selalu mengutamakan perutnya.
Setidak-tidaknya, dia tidak pernah kelaparan setiap kali bertemu dengan Pangeran Li Xian.
Setibanya di Kedai Teh Ruyi, Pangeran Li Xian membawa Xue Shan Shan memasuki ruang privat melalui jalan belakang agar kehadiran mereka tidak menjadi pusat perhatian.
Bagaimanapun, yang seharusnya menjadi pusat perhatian pada hari itu adalah Xue Jinggou. Jadi, sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta itu tidak boleh mengacaukannya.
Jika tidak, maka cerita tentang Xue Jinggou yang sedang diceritakan oleh Bu Nan tidak akan menarik lagi bagi orang-orang.
Bagaimanapun, Kedai Teh Ruyi sudah berkerja sama dengan pengadilan agar masyarakat yang tidak bisa pergi ke pengadilan tetap dapat mengetahui proses dan hasil interogasi.
Begitu tiba di ruang privat, meja penuh dengan berbagai macam hidangan adalah hal pertama yang Xue Shan Shan lihat.
Apa menurutnya aku mampu menghabiskan ini semua?
Xue Shan Shan melirik Pangeran Li Xian sedikit, sebelum akhirnya kembali menatap meja makan.
Setelah sekian lama, baru kali ini Xue Shan Shan merasa dirinya terlalu banyak makan hingga membuat Pangeran Li Xian menghidangkan satu meja penuh makanan untuknya.
Seperti biasa, Xue Shan Shan sama sekali tidak mencoba bersikap lemah lembut ketika makan.
Bahkan, Pangeran Li Xian tersenyum simpul melihat gadis yang senantiasa bersikap apa adanya itu.
"Aku sudah kenyang." Xue Shan Shan meletakkan sumpit saat merasa perutnya mulai membesar, lalu meneguk minumannya dan mengelap bibirnya sedikit.
Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan, dia mengulurkan tangannya secara alami dan penuh kasih sayang untuk menyeka bibir gadis itu yang terdapat sisa makanan.
Dilihat dan disentuh oleh Pangeran Li Xian sedemikian rupa, jantung Xue Shan Shan berdebar kencang hingga rasanya alat pemompa jantungnya itu hendak melompat keluar dari rongga da da.
Sekuat tenaga, Xue Shan Shan berusaha bersikap tenang seolah-olah tindakan Pangeran Li Xian adalah hal yang biasa.
"Hadiahku mana?" Xue Shan Shan mengerjapkan mata dan menunjukkan penantian.
Bukankah ini pertama kalinya pangeran menyiapkan hadiah untukku?
Pangeran Li Xian tertawa ringan, dia memberikan kode kepada Wei Shu.
Tidak lama kemudian, sebuah kotak brokat diletakkan peluh Wei Shu ke atas meja.
__ADS_1
Xue Shan Shan mengenalinya, kotak itu adalah tempat Cambuk .
Jangan-jangan Pangeran ingin memberikan aku cambuk yang sangat berharga ini?
Pangeran Li Xian tidak menghiraukan isi pikiran Xue Shan Shan, dia mengulurkan tangan untuk membuka kotak brokat itu.
Di dalam sana tidak hanya ada Cambuk Abadi, tetapi juga buku panduan untuk menggunakan benda berharga dan langka itu.
"Untukmu."
Meski sudah menduganya, Xue Shan Shan tetap saja terkejut. Dia mengambil buku manual dari tangan Pangeran Li Xian, lalu membaca isi dalamnya secara sekilas.
Begitu melihat gerakan-gerakan luar biasa di dalam buku panduan, Xue Shan Shan langsung tertarik.
Bagi Xue Shan Shan, hadiah itu lebih berguna daripada harta karun dan perhiasan.
Jika dia bisa mempraktekkan isi buku dengan baik, maka itu akan menjadi jimat pelindung diri.
Bagaimanapun, menjaga keselamatan diri sendiri adalah hal yang sangat penting di dunia ini.
"Yang Mulia, aku benar-benar sangat mencintaimu!" Xue Shan Shan tidak bisa menahan diri, dia pun langsung mengungkapkan kegembiraannya tanpa sungkan.
Pangeran Li Xian tentu saja sangat senang, bahkan detak jantungnya pun tidak terkendali.
Pangeran Li Xian mencondongkan tubuhnya lebih dekat, pandangannya yang lembut tertuju ke arah Xue Shan Shan. "Oh? Kamu mencintai aku atau buku panduan ini?"
Xue Shan Shan memperhatikan tatapan mengancam di matanya, lalu segera memasang senyuman manis. "Tentu saja aku lebih mencintaimu, Yang Mulia."
"Ya, bagus!" Pangeran Li Xian tampak puas dengan jawaban Xue Shan Shan, dia pun membungkuk dan mengecuup ringan bibir merah gadis itu.
Sejak awal, Xue Shan Shan sudah berusaha untuk tetap tenang. Namun, kecyupan Pangeran Li Xian membuat wajahnya memanas dalam sekejap.
Bahkan m, jantungnya semakin tidak bisa dikendalikan hingga rasanya dia hampir mati.
Yang Mulia, apa kamu ingin membuatku mati?
Mengabaikan Xue Shan Shan yang menutupi wajah merahnya, Pangeran Li Xian menunjuk ke arah salah satu ujung cambuk. "Inilah yang aku ajarkan padamu terakhir kali, kamu bisa mencobanya."
Xue Shan Shan dengan cepat mengangguk.
Setelah melihat sebentar, Xue Shan Shan mengambil Cambuk Abadi itu, sebelum akhirnya berkonsentrasi dan memusatkan tenaga Qi-nya ke dalam diafragma.
__ADS_1
Setelah mengalirkan semua kekuatan ke pergelangan tangan sambil mengendalikannya, tangan yang memegang cambuk itu terulur dan bergerak ....
Pertama kali gagal ....
Kedua kali pun gagal ....
Pada percobaan yang ketiga ....
Bhammmm!!!
Pranggg!!!
Mengikuti suara tekoh yang pecah, Pangeran Li Xian sedikit terkejut.
Penjaga toko dan beberapa pengunjung yang berada tidak jauh dari ruangan itu juga agak terkejut dengan keributan yang terjadi, tetapi tidak ada di antara mereka yang berani mencari tahu.
Bagaimanapun, ruang privat yang ditempati oleh Pangeran Li Xian adalah tempat khusus bagi bangsawan tingkat tinggi, terutama para pangeran.
Bagaimanapun, mereka tidak ingin terlibat masalah yang tidak segar.
Sudut mulut Xue Shan Shan berkedut, dia menggaruk kepalanya karena malu.
Xue Shan Shan juga tidak berani menatap Pangeran Li Xian, dia hanya berkata dengan suara lemah sambil menunduk. "Maaf, sepertinya kamu harus mengganti semua kerugian di dalam ruangan ini."
Saat ini, Xue Shan Shan rasanya bener-bener ingin menggali lubang di tanah dan bersembunyi di dalamnya.
Gara-gara lepas kendali, Xue Shan Shan tidak hanya memecahkan tekoh beserta gelas teh yang ada di atas meja, tetapi juga merusak tingkap ruang privat.
Ini adalah kegagalan pertama sepanjang sejarah dirinya belajar ilmu bela diri.
Pada akhirnya, Pangeran Li Xian malah menghiburnya dengan suara hangat. "Tidak masalah, selama kamu baik-baik saja."
Xue Shan Shan merasa bersalah, tetapi dia juga agak tida percaya Pangeran Li Xian akan semudah hati ini.
Padahal, pria itu selalu memalak dirinya dalam setiap kesempatan.
Salahkan aku jika terlalu banyak berpikir?
Xue Shan Shan mengira hubungan dengan Pangeran Li Xian bukan hanya sekedar hubungan timbal balik atau sebatas menunaikan dekret dari Kaisar, tetapi lebih dari itu!
"Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu memperbaiki kedai teh ini?"
__ADS_1
"Uhuk, uhuk, tidak perlu ...."
Pada saat ini, seseorang berlari masuk dari luar pintu hingga mencairkan suasana canggung di antara mereka. "Yang Mulia Pangeran Li Xian, Putri Changning, Kaisar meminta Anda berdua menghadap."