
Pada akhirnya, hanya 5 orang yang menyelesaikan ujian Gunung Wuxia dan grup Xue Shan Shan satu-satunya mencapai titik akhir, sedangkan yang lainnya gagal.
Setelah keluar dari Gunung Wuxia, Xue Shan Shan mengantarkan pohon willow yang di bawahnya ke tanah kosong sehingga membuat tanah itu bergetar.
Pada saat ini, Yun Taek dan yang lainnya tampak takjub.
Harus mereka akui, putri angkat ketua sekte memang hebat.
Bersamaan dengan itu, kelompok lain juga keluar satu demi satu.
Putra Mahkota berjalan dengan wajah muram, dia melirik Xue Shan Shan dengan ganas.
Qing Yuyao juga berwajah masam, padahal dia merasa saran yang didiskusikan oleh Putra Mahkota untuk mengorbankan tiga saudara seperguruannya demi mewujudkan masa depannya dan kakak laki-lakinya cukup layak.
Dia yakin, ayahnya juga akan setuju dengan keputusan itu.
Tanpa diduga, Xue Shan Shan justru menggunakan jurus menipu pada saat paling kritis.
Di antara orang-orang ini, hanya Qing Yi, Qing Er, dan Qing San yang berjalan di akhir memiliki ekspresi rumit di wajah mereka.
Karena kultivasi selama bertahun-tahun, pendengaran mereka menjadi lebih tajam dari orang biasa.
Saat itu, ketika Putra Mahkota memanggil Qing Yuyao, mereka takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga memusatkan perhatian mereka pada keduanya.
Namun, tidak disangka, Qing Yuyao ternyata berniat mengorbankan mereka dengan kejam.
Meski mengalami kekalahan, Xue Shan Shan adalah penyelamat mereka.
Ketiganya saling memandang dengan perasaan berkecamuk.
Mereka selalu berpikir bahwa Qing Yuyao adalah wanita yang lembut dan cantik, perjamuan ulang tahun Sekte Xingyun ini telah membuka mata mereka.
Sepertinya, mereka telah salah menilai orang.
Saat ini, sebuah suara datang dari luar ....
"Bagaimana? Apa kalian sudah bisa menerima putri angkatku ini?" Kakek Ye berjalan dengan angkuh, wajahnya penuh kebanggaan.
Yun Taekdan yang lain saling memandang, tentu saja mereka tidak bisa mengatakan apa pun untuk membantah, bahkan Liang Baiyao tidak tahu harus mengatakan apa.
Hanya saja mulai sekarang bertambah satu saingan lagi.
Bahkan, lebih dari satu ....
Bagaimanapun, Xue Shan Shan memiliki identitas lain, yaitu Putri Pangeran Li Xian.
Pangeran Li Xian adalah karakter yang hebat, bahkan Dugu Changjiu belum tentu bisa menang darinya.
Banyak orang di dunia persilatan yang mencoba mencari tahu siapa gurunya Pangeran Li Xian, tetapi mereka tidak menemukan informasi apa pun.
"Kali ini, sudah tidak ada yang keberatan, kan? Baiklah, aku secara resmi mengumumkan Tuan Putri Changning, Xue Shan Shan sebagai Ketua Muda Sekte Xingyun!" Kakek Ye mengumumkan dengan lantang dan keagungan yang tak terbantahkan.
Ketika kaya itu diucapkan, Yun Taek langsung berlutut duluan sambil berteriak, "Bawahan memberi hormat kepada Ketua Muda."
Liang Baiyao mendengus, tetapi dia dengan enggan tetap ikut berlutut dengan enggan.
Dalam sekejap, semua murid Sekte Xingyun berlutut.
Buk!!!
__ADS_1
Putra Mahkota jatuh ke belakang, dia pingsan hanya karena tidak bisa menahan amarah.
Begitu tubuh Putra Mahkota digotong, Xue Shan Shan tersenyum. "Tidak perlu berlutut, aku masih ada urusan, kekasihku sedang menungguku, aku pergi dulu."
Sekarang, bagi Xue Shan Shan, yang paling penting bukanlah orang yang ada di depannya.
Setelah selesai bicara, Xue Shan Shan berjalan keluar.
Begitu dia meningalkan aulaz dia melihat sosok tinggi dan sombong berdiri di sana dengan tenang dari kejauhan.
Angin sepoi-sepoi bertiup, pakaian brokatnya berkibar, dia tampak seperti orang yang baru saja keluar dari lukisan.
Pada saat ini, mata Pangeran Li Xian menyiratkan sedikit senyuman, dia melihat sosok kecil yang berlari ke arahnya dengan wajah penuh kasih sayang.
Awalnya, Xue Shan Shan melompat ke pelukan Pangeran Li Xian, tetapi ketika dia teringat lukanya, dia melingkarkan lengannya di pinggang pria itu dan menatapnya lekat-lekat.
"Aku lulus ujian," kata Xue Shan Shan dengan manis seperti anak kecil yang ingin diberi hadiah.
Pangeran Li Xian menatapnya, mengulurkan tangan dan menyeka keringat yang tersisa di dahinya. "Ya, Shan Shan-ku memang paling hebat!"
"Ada hadiah tidak?" Xue Shan Shan bertanya dengan senyuman manis.
Pangeran Li Xian berbalik bertanya, "Apa yang kamu inginkan?"
Xue Shan Shan berpura-pura berpikir sebentar, lalu berkata, "Cium, peluk dan angkat tinggi-tinggi."
Pangeran Li Xian menemukan bahwa dia selalu terhibur dengan kata-katanya yang lucu, setelah mendengar kata-katanya, wajahnya langsung dipenuhi dengan senyuman.
Kemudian, dia membungkuk sedikit dan memegang bagian kepala Xue Shan Shan, sebelum akhirnya bibir mereka saling bersentuhan.
Entah sudah berapa lama ....
Tiba-tiba, suara batuk terdengar hingga mengganggu aktifitas mereka.
Tubuh Xue Yuwen membeku seolah-olah baru teringat sesuatu, dia pun melirik ke samping. Seketika, wajah kecilnya memerah dan dia segera keluar dari pelukan Pangeran Li Xian.
Ampun!
Dia ternyata melupakan orang-orang itu!
Kalian tidak melihatku, tidak melihatku ....
Pada saat ini, orang-orang yang berada di aula tadi, semuanya berdiri sepuluh meter jauhnya sambil menatap Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian dengan ekspresi berbeda.
"Haha ... anak muda memang luar biasa!" Yun Taek berbicara sambil tertawa.
Kakek Ye mengangguk setuju. "Apa boleh buat, anak-anak sedang jatuh cinta, tidak apa-apa kalau lebih intim."
"Yueyue, apa menurutmu dia benar-benar Kakak Kedua? Apa aku salah orang?" Putri Ketiga terkejut dengan pemandangan di depannya, dia juga sulit mempercayai penglihatannya hingga beberapa kali menggosok matanya sendiri.
Dalam kesannya, Pangeran Li Xian yang merupakan Kakak Keduanya bukanlah tipe orang yang seperti itu.
Dia adalah Pangeran Li Xian yang kejam dan dingin, bahkan takkan berkedip ketika langit runtuh!
Kadang-kadang, dia merasa bahwa kakak keduanya bukan seorang pangeran, dia mungkin akan menjadi seorang biarawan yang sedikit keinginannya.
Tidak disangka, dia malah berciuman dengan pujaan hatinya di depan umum.
Putri Ketiga masih merasa apa yang dilihatnya sangat tidak nyata!
__ADS_1
Putri Kedua juga agak terkejut, tetapi dia masih bisa meyakini diri sendiri bahwa penglihatannya tidak salah. "Kamu tidak salah orang."
Putri Ketiga telah menemukan bahwa tidak ada apapun di dunia ini yang tidak dapat dilakukan oleh kakak ipar keduanya.
Bahkan, orang yang melakukan seperti kakak keduanya saja bisa ditaklukkan dengan patuh.
Di samping, Qing Yuyao mendengarkan percakapan antara kedua putri kembar dan baru menyadari bahwa pria yang baru saja memeluk Xue Shan Shan adalah penguasa akhirat di dunia fana yang legendaris—Yang Mulia Pangeran Li Xian.
Soal ini ....
Kecemburuan yang tak terkatakan langsung meluap di hati Qing Yuyao.
Xue Shan Shan telah mengambil semua keberuntungan!
Dibandingkan dengan rasa malu Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian justru tampak lebih tenang. Setelah mengeluarkan tangan untuk memeluk Xue Shan Shan di sisinya, dia menatap semua orang dengan tak acuh.
Seketika, semua orang langsung menarik perhatian mereka dengan tahu diri.
Hanya ada satu tetapan yang masih menatapnya lekat-lekat, ada emosi yang rumit dan tak terhitung jumlahnya di mata itu, yang akhirnya berubah menjadi cinta mendalam.
Lu Ningyan selalu tenang dan terkendali, tetapi dalam situasi ini dia menatap pria yang telah diimpikan selama sepuluh tahun.
Saat melihat wanita yang ada di pelukan Pangeran Li Xian, Lu Ningyan merasa hatinya berdarah-darah.
Lu Ningyan pertama kali bertemu dengan Pangeran Li Xian saat berumur enam tahun, dia langsung jatuh cinta padanya.
Ketika berusia sepuluh tahun, Lu Ningyan menemukan bahwa Pangeran Li Xian seperti pangeran yang paling mulai.
Namun, sebagai seorang pangeran, dia menderita jebakan dan penderitaan yang tidak dibayangkan orang lain.
Lu Ningyan bersumpah bahasa dia akan berdiri di sisi pria itu secara terang-terangan dan bertarung berdampingan dengannya.
Itu sebabnya, dia dengan tegas ingin menjadi murid di Sekte Xingyun, berbeda dari gadis pada umumnya yang lebih fokus pada kesenian, terutama menyulam.
Selangkah demi selangkah rumah dari orang biasa tanpa bakat hingga meraih prestasi hari ini, menjadi genius seni bela diri yang dikagumi orang-orang.
Dalam proses ini, dia telah mengalami begitu banyak kesulitan yang tak terbayangkan bagi orang luar, dia hampir kehilangan nyawanya berkali-kali.
Sekarang, sudah hampir 10 tahun.
Hari yang dia janjikan dengan gurunya untuk turun gunung dengan bebas telah tiba, tetapi dia terlambat selangkah.
Sudah ada orang lain di sisi Pangeran Li Xian.
Ada juga senyuman di wajah Pangeran Li Xian yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Lu Ningyan menarik nafas dalam-dalam, menatap ke langit hanya untuk menahan air matanya agar tidak menetes ke bumi.
Namun kau mah rasa keengganan yang kuat mendominasi emosinya.
Pada akhirnya, dia maju beberapa langkah tanpa sadar dan berjalan ke sisi Pangeran Li Xian selangkah demi selangkah.
"Kakak Pangeran Xian, lama tidak bertemu." Lu Ningyan memberanikan dirinya untuk menyapa Pangeran Li Xian, mengabaikan fakta dirinya pernah diabaikan oleh pria itu saat di Kota Gu.
Di dalam hati, dia berpikir bahwa belum terlambat dan masih bisa merubah segalanya.
Tatapan Pangeran Li Xian dengan tak acuh tertuju pada Lu Ningyan.
Dalam tatapan penuh harap Lu Ningyan, hanya ada dua kata samar yang terdengar.
__ADS_1
"Siapa kamu?"