
"Tidak perlu basa-basi!"
Saat Wei Shu selesai berbicara seperti itu, orang-orang yang mengantarkan mahar ke Paviliun Diana sudah kembali ke sisinya.
Xue Jingguo berusaha tenang dan segera mengucapkan terima kasih. "Saya tidak menyangka pejabat kecil seperti saya bisa mendapatkan perhatian yang begini bear dari Pangeran Li Xian. Kalau nanti Pangeran Li Xian ada perintah apa pun, saya pasti akan berusaha semaksimal mungkin!"
Wei Shu tersenyum. "Tuan Xue jangan terlalu senang dulu. Selain mengantarkan mahar, saya masih memiliki urusan lain."
Xue Jingguo menelan salivanya dengan susah payah. "Panglima Wei, silahkan katakan."
"Sekarang, Nona Besar Xue adalah tunangan Pangeran Li Xian dan akan menikah ke kediaman kami, juga diberi gelar Putri Changning mulai hari ini. Karena itu, kami mengantarkan mahar ke Kediaman Xue." Wei Shu dengan tenang menjelaskan, dia juga berbicara perlahan agar mudah dipahami oleh Xue Jingguo yang menurutnya agak dungu.
"Namun, apakah Tuan Xue sudah menyiapkan mas kawin untuk Putri Changning?"
Setelah mendengarnya, Xue Jingguo terkejut. "Mas ... mas kawin?"
Wei Shu mengangkat sebelah alisnya, lalu bertanya, "Kenapa? Apakah seorang jenderal tidak menyiapkan maskawin saat menikahkan putrinya?"
Tangan Xue Jingguo bergetar. "Bukan, maksud saya bukan seperti itu."
"Karena Putri Changning tidak disayangi di Keluarga Xue, makanya Tuan Xue tidak menyiapkan maskawin untuknya, kan? Tuan Xue pasti berpikir akan menikahkan Putri Changning dengan sembarang pria sehingga tidak akan ada yang mempermasalahkan perihal mas kawin."
Tepat sasaran, dugaan Wei Shu benar-benar tidak melenceng sedikitpun!
Xue Jingguo memang tidak begitu memikirkan soal pernikahan Xue Shan Shan, dimulai dari calon suami sampai mas kawinnya.
Satu-satunya putri yang ada di pikiran dan hatinya hanyalah Xue Yuwen!
"Namun, sekarang Putri Changning sudah bertunangan dengan Pangeran Li Xian. Jadi, kedudukannya sudah setara dengan pangeran. Bagaimana mungkin seorang Putri tidak memiliki satu pun mas kawin saat menikah?"
Semakin banyak kata yang keluar dari bibir Wei Shu, Xue Jingguo merasa tubuhnya semakin bergetar.
"Mungkinkah Tuan Xue memandang rendah Istana Wanshou?"
"Tidak, tidak!" Xue Jingguo menggeleng dengan panik. "Tidak mungkin, Panglima Wei! Sebenarnya, mas kawin Xue Shan Shan ... maksud saya mas kawin Putri Changning sudah lama disiapkan. Saya pasti akan mengantarkan mas kawinnya pada hari Putri Changning menikah dan masuk ke Istana Wanshou."
__ADS_1
Di dalam hatinya, Xue Jingguo sangat bersyukur karena Kaisar menikahkan Xue Shan Shan dengan Pangeran Li Xian saat musim semi nanti.
Dengan begitu, dia masih punya waktu untuk mengumpulkan semua mahar yang Nyonya Diana bawa dari Kediaman Perdana Menteri saat menikah dengannya.
Bahkan, Xue Jingguo juga berinisiatif memungut barang-barang yang ibunya pakai dari mahar tersebut agar bisa dijadikan mas kawin untuk Xue Shan Shan.
Namun, semua itu tetap saja tidak cukup untuk menandingi mahar dari Pangeran Li Xian yang hampir memenuhi Paviliun Bulan!
Diam-diam, Xue Jingguo merasa pusing hanya untuk memikirkan cara agar dia bisa mendapatkan mas kawin yang pantas dengan semua mahar dalam waktu singkat.
"Bagus sekali." Wei Shu tersenyum puas. "Namun, Tuan Xue harus ingat bahwa sekarang Nona Besar Xue adalah Putri Changning. Jadi, mas kawinnya jangan terlalu sedikit."
Sebenarnya, Xue Jingguo sudah sangat kesal dan ketakutan hingga keringat dingin tidak berhenti mengalir. Hanya saja, dia tidak bisa berbuat apa pun, selain dengan patuh menjawab, "Baik, baik. Saya pasti tidak akan semberono saat memberikan mas kawin."
Setelah mengintimidasi Xue Jingguo, Wei Shu memegang pedang di pinggangnya, lalu berbalik dan mengibaskan jubahnya saat pergi.
Pada dasarnya, bukan mas kawin yang diinginkan oleh Pangeran Li Xian dari Kediaman Xue saat mengirimkan Wei Shu pergi.
Dia hanya ingin membuat peringatan pada Xue Jingguo bahwa Xue Shan Shan bukanlah orang yang bisa ditindas oleh mereka Keluarga Xue!
"Kenapa anak sialan itu bisa sangat beruntung sampai Pangeran Li Xian mau menikahinya?"
"Sayang sekali, mas kawin yang akan aku kumpulkan harus diberikan kepada gadis tidak berguna itu!"
"Benar-benar sial!"
Dari dulu, Xue Jingguo memang tidak menyayangi Xue Shan Shan.
Namun, setelah Xue Shan Shan mendapatkan kehormatan karena akan menikah dengan Pangeran Li Xian, Xue Jingguo bersedia memberinya sedikit kasih sayangnya.
Hanya saja, Xue Shan Shan tampaknya tidak ingin patuh. Jadi, Xue Jingguo merasa kasih sayangnya pasti akan terbuang sia-sia.
Pada akhirnya, Xue Jingguo hanya bisa berharap Putra Mahkota segera menikahi Xue Yuwen agar dia bisa memberikan pelajaran pada Xue Shan Shan yang sudah memiliki derajat lebih tinggi darinya.
Bagaimanapun, Xue Yuwen pasti akan menjadi Permaisuri Yuzhou di masa depan!
__ADS_1
Dengan statusnya sebagai ayah mertua Kaisar, dia tidak perlu takut pada Pangeran Li Xian lagi.
Dalam waktu singkat, kabar Dekret Kaisar yang berisi titah pernikahan untuk Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian, bukannya Pangeran Mahkota menjadi pembicaraan hangat di ibu kota.
Dari setiap kediaman dan saudara Kaisar, juga pejabat istana sampai pedagang kecil di jalan, semuanya sangat terkejut mendengarnya kabar menghebohkan ini.
Bagaimanapun, tidak sedikit orang yang tahu bahwa Xue Shan Shan dan Pangeran Mahkota adalah kekasih masa kecil.
Terlebih, rumor mengenai Pangeran Li Xian yang tidak pernah dekat dengan wanita sudah menyebar ke pelosok negeri.
Jadi, bagaimana mungkin Pangeran Li Xian bisa tergila-gila pada Xue Shan Shan yang tidak berguna dan tidak disayangi sehingga meminta titah menikah dari Kaisar?
Di ibu kota, reputasi Pangeran Li Xian memang tidak kalah buruk dari Xue Shan Shan.
Namun, dia adalah Dewa Perang Negara Yuzhou!
Rakyat takut, tetapi juga menghormatinya.
Selain menganggap Xue Shan Shan adalah wanita berbahaya dan tidak tahu malu karena sudah menggoda Pangeran Li Xian, sebagian dari mereka justru merasa sang pangeran memang sangat unik.
Jadi, jika dia melakukan sesuatu yang mengejutkan, itu bukanlah hal aneh.
Lagi pula, di Istana Wanshou tidak ada wanita sehingga jika Pangeran Li Xian menyukai Xue Shan Shan dan mereka berjodoh, bukankah itu adalah hal yang baik?
Semua rakyat ibukota memiliki pendapat yang berbeda-beda, perdebatan pun menjadi semakin sengit.
Untuk masalah ini, tidak ada yang lebih senang daripada Selir Agung Mei dan lebih bingung dari Xue Shan Shan.
Dia masih saja memikirkan tentang dekret yang saat ini masih teronggok di depan matanya, sementara sang ibu sudah kembali ke Paviliun Diana!
Meski dia berencana menggunakan kekuasaan Pangeran Li Xian untuk balas dendam, tetapi dia belum sempat mengutarakan niatnya itu saat mereka bertemu beberapa kali.
Jadi, dari mana datangnya ide Pangeran Li Xian ingin menikahinya?
Apa sebenarnya tujuan pria itu?
__ADS_1