
Tatapan Xue Yuwen tampak bingung untuk sesaat, tetapi dia tiba-tiba teringat sesuatu pada detik berikutnya. Kemudian, dia pun menarik nafas dalam-dalam sambil mengangkat kepalanya menatap Selir Faye dan mengucapkan kata demi kata. "Aku bilang ... Ibu, kamu kembalikan kekuasaan mengurus rumah kepada nyonya."
Bagaimanapun, kekuasaan rumah adalah milik nyonya atau istri sah, jadi tentu saja harus dikembalikan.
Bukan diberikan!
"Kenapa kamu berbicara seperti itu? Apa kamu tidak tahu apa arti kekuasaan mengurus rumah ini? Yuwen, hanya karena aku tidak bisa mengeluarkan uang untukmu membeli perhiasan, kamu ingin aku mengembalikan kekuasaan?"
Pada saat ini, hati Selir Faye sangat sakit.
"Ibu, aku tahu kamu tidak setuju." Xue Yuwen maju selangkah, lalu menggenggam erat tangan sang ibu. "Aku juga tidak ingin kamu melakukannya, tapi aku harus menghadiri perjamuan istana. Jika perhiasan dan pakaianku kurang bagus, bagaimana bisa aku tampil menonjol dan memikat Putra Mahkota?"
"Aku menyuruhmu menyerahkan kekuasaan rumah hanya agar nyonya bisa menyiapkan perhiasan dan pakaian untukku. Setelah aku kembali dari istana dengan membawa keberhasilan dari rencanaku dan Putra Mahkota, kekuasaan ini pasti akan kembali pada Ibu."
Selir Faye menatap Xue Yuwen, dia tentu saja ragu dengan kekuasaan yang sudah diserahkan akan dikembalikan lagi.
Bagaimanapun, itu adalah jerih payahnya sejak memasuki Kediaman Xue. Jadi, bagaimana bisa dia rela menyerahkan hasil jerih payahnya kepada orang lain?
Namun, mendengar Xue Yuwen menyebut rencana bersama Putra Mahkota, pikiran Selir Faye sedikit terbuka.
Melihat Selir Faye sudah agak goyah, Xue Yuwen kembali berkata, "Pada saat itu, jangankan kekuasaan, bahkan menjadi istri sederajat pun aku akan berjuang mendapatkannya untukmu."
"Tunggu." Selir Faye semakin menyadari sesuatu. "Yuwen, apa yang kamu dan Putra Mahkota rencanakan? Apa Putra Mahkota menjanjikan sesuatu kepadamu?"
Mendengar ini, wajah Xue Yuwen memerah, dia pun menunjukkan kepala kepada Selir Faye yang menunggu jawabannya.
"Ibu, aku juga tidak akan menyembunyikannya padamu. Kali ini, aku akan berjuang keras." Setelah berkata, dia berbisik beberapa kata langsung ke telinga Selir Faye.
Seketika, muncul sebuah senyuman cerah di wajah Selir Faye.
"Yuwen, sebelumnya aku juga pernah memberitahumu bahwa jika nasi sudah menjadi bubur, maka kamu pasti bisa mendapatkan apa yang kamu mau."
"Apa itu etika, kejujuran dan rasa malu? Jika kamu menangis di waktu yang tepat dan menunjukkan keinginanmu, pria tidak akan rela melepaskanmu." Selir Faye benar-benar guru bagi Xue Yuwen.
Hanya saja, ajaran-ajaran Selir Faye adalah ajaran sesat!
__ADS_1
"Memangnya kenapa jika sampai membuang harga diri? Apa bisa makan hanya dengan harga diri? Pada saat kamu menjadi orang di dalam Kediaman Putra Mahkota, orang lain hanya bisa iri terhadapmu."
"Memang lebih bagus jika kamu langsung diangkat menjadi Putri Mahkota, tetapi jadi Selir samping juga bukanlah hal buruk. Ibu percaya, kamu pasti bisa mengalahkan wanita mana pun yang ada di sisi Putra Mahkota dan membuat statusmu perlahan-lahan naik."
Bagaimanapun, Xue Yuwen adalah anak gadis, jadi dia langsung malu saat mendengar semua kata-kata Selir Faye.
"Kalau begitu, mulai hari ini Ibu akan bergantung padamu. Jika dibandingkan dengan kamu, kekuasaan tidak ada artinya. Kamu jangan khawatir, Ibu akan pergi menemui ayahmu."
Memang benar, bagi Selir Faye, kekuasaan tidak lebih berarti dari Xue Yuwen.
Setidaknya, apa yang dia lakukan dan coba pertahankan selama tinggal di Kediaman Xue hanyalah demi Xue Yuwen.
Begitu saja, Selir Faye pun membawa Lilu keluar dari kediamannya menuju ke tempat tinggal Xue Jingguo.
"Apa? Yu Faye, kamu serius dengan apa yang kamu katakan?" Xue Jingguo menatap Selir Faye dengan curiga.
Bagaimanapun, semua orang tahu bahwa kekuasaan mengurus rumah sudah seperti nyawa bagi Selir Faye. Jadi, memang sulit dipercaya jika wanita itu berkenan melepaskannya.
Bahkan, saat akan menikahi Yangtao yang saat itu berstatus sebagai putri angkat dari Keluarga Zhang, Xue Jingguo sempat membujuk Selir Faye untuk menyerahkan kekuasaan rumah kepada calon istrinya.
Mata Selir Faye memerah, dengan ekspresi menyedihkan dia berkata, "Tuan, tentu saja aku bersungguh-sungguh. Ini kulakukan demi Nona Kedua dan salahkan aku yang tidak memiliki kekuatan hingga hanya bisa mengandalkan nyonya untuk membantu Nona Kedua."
Melihat penampilan Selir Faye, Xue Jingguo ingat bahwa wanita itu sudah menderita karena mengikutinya sejak muda.
Seketika, Xue Jingguo merasa bersalah. Dia pun mengulurkan tangannya untuk memeluk Selir Faye. "Akhir-akhir ini aku sudah mengabaikanmu ...."
Mendengar ini, Selir Faye benar-benar merasa sangat menyedihkan hingga dia menangis keras di dalam pelukan Xue Jingguo.
Dengan cepat, Xue Jingguo membawa Selir Faye ke hadapan Yangtao yang saat ini masih berkumpul bersama Yura Chen dan Xue Shan Shan.
Saat mengetahui Xue Jingguo akan datang bersama Selir Faye, Xue Shan Shan dan Lin Mei tidak berniat bersembunyi.
Dia ingin secara terang-terangan mendengarkan dan menonton pertunjukan yang ada.
Sebelum itu, Xue Shan Shan mengintruksikan kepada Yura Chen untuk berpura-pura pingsan di waktu yang tepat.
__ADS_1
Xue Jingguo baru saja hendak berbicara, tetapi keberadaan Xue Shan Shan mengalihkan perhatiannya.
Seketika, Xue Jingguo teringat tentang kejadian dirinya diabaikan di Kediaman Xue beberapa hari lalu. Dia pun bertanya dengan nada tak senang. "Untuk apa kamu di sini? Apa kamu masih ingat bahwa aku adalah ayahmu?"
Xue Shan Shan memutar bola matanya, dia membalas dengan nada tak acuh. "Aku datang bukan untuk menemuimu, tapi menemui nyonya dan Selir Chen untuk berbagi sedikit hadiah yang diberikan Kaisar kepadaku."
Mendengar itu, Xue Jingguo dan Selir Faye menggertakkan gigi masing-masing karena rasa iri.
Kenapa hanya Nyonya Zhang dan Selir Chen yang dapat bagian?
"Nona, apa kamu tidak berniat membaginya juga untuk ayahmu?" Selir Faye sebenarnya ingin menanyakan bagiannya, tetapi dia tidak punya muka.
Jadi, hanya bisa menggunakan nama Xue Jingguo.
"Atas dasar apa?" Xue Shan Shan mengangkat sebelah alisnya sambil tersenyum miring.
"Anak durhaka!" Xue Jingguo mengangkat tangannya hendak memukul Xue Shan Shan, tetapi Minglang yang sejak awal menjadi pengawal bayangan, segera datang demi menepis pukulan itu.
Xue Jingguo menyadarinya dan ingin memukul Minglang, tetapi pria itu dengan cepat memundurkan langkahnya dan berbalik memukul ayah Xue Shan Shan.
"Ya ampun, apa yang kamu lakukan Nona Besar? Kenapa kamu berkelahi dan membiarkan ayahmu dipukul orang lagi?" Selir Faye dengan sengaja menabur minyak ke dalam kobaran api. "Sungguh tidak patut! Cepat panggil tabib!"
Selir Faye dengan sengaja berteriak keras, ingin semua orang tahu betapa durhakanya Xue Shan Shan.
Xue Shan Shan melirik Yura Chen, lalu memutar bola matanya dan berjalan cepat.
"Selir Faye, apa yang kamu lakukan? Bukankah sebuah penghinaan kalau masalah keluarga dipublikasikan? Kamu berteriak seperti ini, tidakkah menurutmu hanya akan menjadi lelucon bagi orang-orang terhadap Keluarga Xue?"
Raut wajah Selir Faye membeku, dia langsung berkata, "Aku tidak bermaksud begitu, aku hanya ingin mencari tabib karena takut terjadi sesuatu pada Tuan."
Usai berbicara, dia langsung berbalik pergi ke sisi Xue Jingguo dan mengulurkan tangannya mendorong Yura Chen.
Detik berikutnya, Yura Chen terhuyung dan jatuh di hadapan Yangtao.
"Selir Chen, kamu kenapa?" Yangtao tampak sangat ketakutan saat melihat Yura Chen pingsan. "Ya Tuhan, Tuan, Selir Chen pingsan! Selir Faye, apa yang sudah kamu lakukan pada Selir Chen?"
__ADS_1