Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa Aku Layak?


__ADS_3

Begitu membawa Xue Shan Shan ke kamarnya, Nyonya Diana tampak termenung seperti sedang mempertimbangkan sesuatu.


Sementara itu, Xue Shan Shan hanya duduk dalam diam sembari menunggu Su Qiu yang ditugaskan oleh Nyonya Diana untuk menghidangkan makanan.


Wanita itu seolah-olah tahu bahwa saat ini putrinya sedang membutuhkan asupan gizi setelah bertempur dengan para iblis berwujud manusia.


Begitu hidangan penutup tersaji di depan matanya, Xue Shan Shan tidak membutuhkan aba-aba untuk menyantap semuanya.


Namun, tatapan Xue Shan Shan sekali-kali tertuju pada Nyonya Diana.


Beberapa saat kemudian, Nyonya Diana batu tersadar dari lamunannya. Dia melihat Xue Shan Shan, lalu tersenyum lembut. "Kembali ke kamarmu untuk beristirahat. Kamu sudah sibuk sepanjang hari ini, pasti lelah sekali."


Xue Shan Shan menelan gigitan terakhir dari makanan penutupnya, dia menatap Nyonya Diana dengan matanya yang sebesar anggur. "Ibu, apa kamu percaya Yangtao yang melakukan segala?"


Senyuman di wajah Nyonya Diana hilang dalam hitungan detik. "Mana mungkin aku mempercayainya. Itu pasti Yu Faye karena hanya dia yang mampu melakukannya."


"Benar sekali." Xue Shan Shan mengangguk setuju, lalu lanjut bicara, "Orang yang meracuni ibu adalah ayah dan nenek, sedangkan yang meracuniku adalah Selir Faye. Namun, orang yang mendorong ayah dan nenek meracuni ibu tetap saja Selir Faye. Jika tidak, mana mungkin orang desa seperti mereka punya ide seperti itu."


Setelah mendengarkan ucapan Xue Shan Shan, Nyonya Diana menggenggam erat sapu tangannya.


Sejak tadi, dia juga memikirkan hal serupa dengan Xue Shan Shan hingga membuatnya diam seribu bahasa.


Mulanya, Nyonya Diana sempat berpikir bahwa Xue Jingguo tetaplah pria baik hati seperti yang dia kenal saat mereka pertama kali bertemu. Pria pujaannya itu berubah hanya karena dihasut oleh Selir Faye sehingga dia bersikap begitu kejam.


Namun, setelah dipikir-pikir, tetap saja ini menyangkut sebuah nyawa dan tidak seharusnya mereka mempermainkannya.


Apa bagi mereka membunuh manusia seperti membunuh seekor semut?


Lagipula, jika Xue Jingguo benar-benar baik, dia tidak mungkin mudah terhasut bisikan jahat!


Nyonya Diana menatap Xue Shan Shan.


Beruntunglah, dia sudah mendengar penjelasan Xue Shan Shan mengenai kronologi yang membuat putrinya itu bisa mengetahui banyak hal tentang Xue Jingguo, Nyonya Tua Xue dan Selir Faye.


Jika tidak, dia pasti memiliki keraguan untuk putrinya sendiri.


"Takutnya, mereka tidak menyangka kalau kamu akan mengetahui seluruh kebenarannya." Nyonya Diana tertawa dingin. "Hebat sekali Xue Jingguo dan Yu Faye!"


Detik berikutnya, Nyonya Diana menatap Xue Shan Shan dengan tatapan yang menyiratkan kekhawatiran. "Shan Shan, beritahu Ibu, apa racun di tubuhmu bisa disembuhkan?"


Dia lebih memperhatikan kondisi putrinya, daripada musuh-musuhnya.


Xue Shan Shan tersenyum. "Ibu tenang saja, Guru Liu saat ini sedang membuatkan penawar racun untukku."

__ADS_1


"Baguslah." Nyonya Diana menghela nafas lega. "Ulang tahunmu akan segera tiba."


Xue Shan Shan mengernyitkan alisnya, dia tahu bahwa ibunya saat ini sedang mengalihkan pembicaraan.


"Ibu, ayah bukanlah pria baik."


"Ibu tahu." Nyonya Diana mengelus lembut rambut Xue Shan Shan. "Tidurlah, Ibu memiliki pertimbangan sendiri."


Xue Shan Shan masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia melihat Nyonya Diana tampak kelelahan. Jadi, dia hanya dapat menelan kata-katanya dan kembali ke Paviliun Bulan.


Namun, saat dirinya baru saja akan keluar, dia melihat Xue Chengdu—adik laki-laki Xue Yuwen—berdiri di depan pintu kamar ibunya.


"Chengdu, ada apa? Kenapa kamu belum tidur dan datang ke sini malam-malam?"


Xue Chengdu tidak menjawab, dia menundukkan kepalanya.


Xue Shan Shan berjalan mendekat dan bertanya, "Ada apa? Apa ibumu memarahimu lagi?"


Biasanya, Xue Chengdu akan berlari ke Paviliun Diana untuk mencari perlindungan jika Selir Faye memarahi, bahkan memukulinya.


Bukannya tidak menyayangi Xue Chengdu, Selir Faye hanya merasa kecewa setiap kali melihat putranya yang tidak bisa berjalan dengan normal.


Jika Xue Chengdu bisa berjalan seperti orang normal lainnya, Selir Faye yakin bahwa dirinya tidak perlu berusaha keras untuk menjadi nyonya rumah di Kediaman Xue.


Dia bahkan tidak perlu bertarung dengan Nyonya Diana dan hanya perlu menjaga, juga merawat dengan baik putra satu-satunya Xue Jingguo itu.


Xue Shan Shan terdiam, dia ingin menyangkal agar adik laki-lakinya itu tidak khawatir. Akan tetapi, dia yakin Xue Chengdu sudah mengetahuinya. Jadi, tidak ada gunanya membohongi bocah itu.


Benar saja, Xue Chengdu memang sudah tahu mengenai Xue Shan Shan Shan dan Nyonya Diana yang diracuni.


Itu sebabnya, dia berada di Paviliun Diana, bahkan sudah berdiri di depan pintu kamar Nyonya Diana hingga mendengar pembicaraan Xue Shan Shan dan ibunya.


Hanya saja, dia tidak menduga bahwa pelakunya adalah ibu dan ayahnya.


"Kakak, benarkah ayah dan ibuku yang meracunimu dan Nyonya?"


Nyonya Diana berdiri dan datang mendekat, lalu mengelus lembut kepala Xue Chengdu yang dia anggap seperti putranya sendiri. "Chengdu, jangan dipikirkan. Ibu dan kakakmu baik-buruk saja."


"Sebaiknya, kamu kembali ke kamarmu dan tidurlah. Jika ibumu tahu kamu di sini, dia pasti akan memarahimu."


Xue Chengdu menatap Nyonya Diana, lalu menundukkan kepalanya. "Nyonya, maafkan ibuku."


Meski selalu dimarahi, Xue Chengdu tidak bisa membenci Selir Faye karena bagaimanapun, dia adalah ibunya!

__ADS_1


"Sudah berapa kali aku katakan, jangan panggil aku nyonya." Nyonya Diana melayangkan tatapan tak senang pada Xue Chengdu. "Kamu adalah anakku, jadi panggil aku ibu!"


"Apa aku layak?" Karena ibunya sudah begitu jahat, Xue Chengdu merasa dirinya tidak pantas disayangi oleh Nyonya Diana.


Nyonya Diana menghela nafas, lalu berkata dengan lembut. "Chengdu, jangan libatkan dirimu dalam urusan orang dewasa. Aku tidak akan perhitungan denganmu, meski kamu putra Selir Faye."


Xue Chengdu mengangkat kepalanya hanya untuk menatap Nyonya Diana dan Xue Shan Shan bergantian.


Saat dia ingin mengatakan sesuatu, Nyonya Diana sudah lebih dulu melakukannya.


"Sudahlah, jangan terlalu banyak pikiran dan tidak perlu bersikap begitu sungkan padaku. Ingatlah, aku ini ibumu!" Meski terkesan tegas, suara Nyonya Diana penuh kelembutan dan sarat akan kasih sayang sehingga membuat Xue Chengdu yang kekurangan kasih sayang merasa sangat disayangi.


Detik berikutnya, Nyonya Diana menatap Xue Shan Shan dan berkata, "Shan Shan, sebelum kembali ke kamarmu, bawalah Chengdu ke kamarnya dulu."


"Baik."


Begitu saja, Xue Chengdu hanya bisa pasrah mengikuti Xue Shan Shan setelah dirinya berpamitan kepada Nyonya Diana.


Setelah Xue Shan Shan dan Xue Chengdu pergi, Su Qiu menatap Nyonya Diana. "Nyonya, Anda ...."


"Bibi Su, apa aku terlihat lemah dan mudah ditindas?" Nyonya Diana tersenyum dingin. "Mana mungkin aku akan membiarkan pelaku yang membuat putriku sakit, hidup dengan tenang!"


"Nyonya, apa yang ingin Anda lakukan?" Su Qiu bertanya dengan cepat.


Nyonya Diana mengambil teh di sampingnya, lalu menyeruput sedikit sambil berkata dengan lembut. "Mereka tidak membiarkan aku menjadi orang baik, jadi sudah seharusnya aku membalas sikap jahat mereka dengan kejahatan juga."


Saat mengatakan itu, ekspresi dan nada suara Nyonya Diana tidak seperti memiliki niat jahat.


Mata Su Qiu berkedut, dia mengatupkan bibirnya.


"Obat yang diberikan ibu mertua sudah bisa digunakan." Jari tangan Nyonya Diana terkepal erat. "Mereka sendiri yang cari masalah denganku!"


Diam-diam, Si Qiu merinding saat merasakan aura berbahaya dari Nyonya Diana.


Dia tiba-tiba terpikirkan sebuah pepatah, 'Jangan bangunkan singa yang sedang tidur!'


Sekarang, Keluarga Xue sudah ditakdirkan hancur di tangan Nyonya Diana.


Bagaimanapun, marahnya orang sabar sangat berbahaya!


Kemudian, Nyonya Diana menghirup nafas sambil berbicara sepatah demi sepatah kata. "Yu Faye sudah melukai putriku, tapi aku tidak akan melukai anak-anaknya karena mereka tidak bersalah. Sebagai gantinya, ...."


Nyonya Diana mengangkat kepala, tatapan penuh kebencian yang sebelumnya tidak pernah ada, melintas di matanya.

__ADS_1


"Korbankan ibunya untuk menyelamatkan bayinya!"


Su Qiu langsung tersenyum. "Nyonya, seharusnya Anda melakukan hal ini sejak dulu."


__ADS_2