
Pada saat ini, wajah Pangeran Li Xian pucat pasi. Untuk pertama kali di dalam hidupnya, dia menunjukkan rasa panik.
Bahkan, Kakek Ye membeku di tempat karena ketakutan, matanya membelalak ngeri saat menyaksikan adegan itu dengan tak percaya.
Sementara itu, Yuan Jingye menunjukkan senyuman yang aneh.
Akhirnya, berhasil sekali!
Melihat ekspresi Pangeran Li Xian, dua yakin bahwa wanita bernama Xue Shan Shan itu memang benar-benar kesayangannya.
'Bagaimana ini?'
'Aku bahagia sekali!'
Pangeran Li Xian berlari mendekati Xue Shan Shan dengan kecepatan tercepat, melihat Xue Shan Shan terbaring di tanah, dia jadi seperti anak kecil yang kebingungan.
Tawa bahagia Yuan Jingye terdengar, "Hahaha!"
Sorot mata Pangeran Li Xian menjadi semakin suram, aura membunuh yang terkatakan juga terpancar jelas di sana.
"Yuan Jingye, matilah kau!"
Detik berikutnya, teriakan orang kesakitan pun terdengar.
"Sial, sakit sekali!"
Pangeran Li Xian langsung mengalihkan pandangannya ke arah Xue Shan Shan, dia melihat gadis itu mengulurkan tangan untuk menarik panah bulu hitam di dadanya.
Kemudian, Xue Shan Shan melemparkan panah tersebut ke samping dengan marah, sebelum akhirnya membuka pakaian di dadanya.
"Untung aku memakai rompi anti peluru, kalau tidak, aku akan mati hati ini."
Saat bertarung melawan segelombang pria berpakaian hitam, Xue Shan Shan menyempatkan diri untuk mengambil baju rompi karena khawatir terkena anak panah.
Tidak disangka, baju itu malah berguna setelah berhasil melarikan diri dari para pria berbaju hitam itu.
Kakek Ye yang sedang menyeka air matanya, tiba-tiba melihat ke langit dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Yuan Jingye juga tercengang.
Ketika dia melihat ke sana, Xue Shan Shan yang seharusnya sudah mati, sedang duduk seolah-olah tidak ada yang terjadi, bahkan dia tidak berdarah setetes pun.
Ketika melihat ke atas, tubuhnya langsung membeku begitu dia melihat wajah Xue Shan Shan.
Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan juga melihat ke arah orang yang menyerangnya. Dia menggertakkan gigi dengan geram. "Sialan, dasar bajingan! Aku dengan baik hati menyelamatkanmu, tapi kamu malah memanahku?"
"Tidak, aku ... bagaimana bisa?" Yuan Jingye hampir menangis.
Sekarang, telah terjadi kesalahpahaman besar!
Sambil menggosok dadanya yang sakit, Xue Shan Shan terus mengoceh, "Bukankah aku hanya sedikit kejam dengan menagih 200.000 teal perak untuk biaya pengobatanmu?"
"Kalau kamu punya keluhan, bicarakan baik-baik, aku bisa mengembalikan setengahnya. Apa perlu menggunakan Formasi Enam Bunga untuk mengepungku dan memanahku?"
"Orang-orang mengatakan bahwa menyelamatkan nyawa seseorang lebih baik daripada membangun pagoda 7 tingkat, tapi kamu malah bersikap begini. Aku menyelamatkan nyawamu, tapi kamu malah mau mengirimkan aku ke penguasa akhirat?"
"Kenapa kamu seorang pria bisa begitu pendendam?"
Pangeran Li Xian menemukan kata-kata yang tidak biasa dari Xue Shan Shan, jadi dia menoleh ke arah Kakek Ye.
Pria tua itu buru-buru melambaikan tangan, memberikan isyarat bahwa dia juga tidak tahu.
Dari nada bicara Xue Shan Shan, sepertinya dia mengenal orang ini?
Barusan, Yuan Jingye bersikap begitu arogan dan sembrono. Akan tetapi sekarang dia malah bersikap sangat baik dan jinak.
Pada saat ini, dia seperti anak kecil yang melakukan kesalahan, dia diomeli oleh Xue Shan Shan sehingga tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun.
__ADS_1
Yuan Jingye benar-benar tidak menduga situasi akan tidak terkendali seperti ini.
Hanya saja, ....
Setelah menyadari sesuatu, mata Yuan Jingye menjadi sangat dingin.
Lihat saja, setelah kembali dari sini, aku akan menghajar wanita itu. Berani-beraninya dia menyamar menjadi penyelamatku dan membuatku ingin membunuh penyelamat yang sebenarnya.
Kau akan tahu akibatnya telah menipuku!
"Kalau aku, Putra Mahkota Yuan Ding, memberitahumu bahwa ini hanyalah kesalahpahaman, apa kamu akan percaya?" Yuan Jingye bertanya dengan mengangkat kepalanya, dia masih mencoba mencari pembelaan untuk dirinya sendiri.
Xue Shan Shan menggertakkan giginya. "Bagaimana menurutmu?"
Kalau sekali, mungkin saja itu hanya kebetulan. Namun, bagaimana jika lebih dari sekali? Apa masih kebetulan juga?
Bukankah aku sedang diburu habis-habisan?
Tunggu sebentar!
Putra Mahkota?
Xue Shan Shan tercengang, dia tidak bisa menahan diri untuk melihat ke arah Pangeran Li Xian.
Dari kata-kata mereka, pada dasarnya Pangeran Li Xian mulai mengerti keseluruhan ceritanya.
Pada saat ini, Pangeran Li Xian yang tampak tenang berdiri di depan Xue Shan Shan untuk menghalangi pandangan Yuan Jingye.
Wajah Pangeran Li Xian sangat berwibawa, dia melirik Yuan Jingye dengan dingin. "Yuan Jingye, tidak masalah jika kami ingin membunuhku, aku akan menunggumu di medan perang."
Makna yang tersirat adalah jangan menggunakan intrik tercela di belakang layar.
Yuan Jingye mengangkat alisnya, dia melirik Xue Shan Shan, lalu beralih pada Pangeran Li Xian, senyum mempesona pun muncul di sudut bibirnya. "Sepertinya, setelah bertahun-tahun Tuhan masih sangat menyayangimu."
"Apa yang harus aku lakukan, Xian'er? Aku sangat iri padamu."
Setelah sekian lama, dia bisa tertarik pada seorang wanita.
Pada saat ini, Wei Shu dan semua penjaga tersembunyi telah berhasil membunuh semua orang yang dibawa oleh Yuan Jingye, kecuali Luo Xiao yang merupakan pengawal pribadinya.
Xue Shan Shan mengerutkan kening, dia menyadari Yuan Jingye bukan mengincar dirinya secara pribadi.
Dia memiliki kebencian yang mendalam pada Li Xian sehingga melampiaskan amarahnya padaku barusan?
Jika Itu masalahnya, maka semakin tidak nyaman.
Jika dia tahu, hari itu, dia tidak akan menyelamatkan orang ini ....
Tidak baik menjadi orang yang terlalu tergila-gila pada harta, aku akan menyumbangkan 200.000 teal perak saat kembali nanti.
Hmmmm, sumbangkan saja!
Xue Shan Shan bergumam dengan berat hati.
"Pergilah," kata Pangeran Li Xian pada Yuan Jingye, lalu menggendong Xue Shan Shan untuk terbang menjauh dari tempat itu.
Xue Shan Shan bergumam lagi di dalam hatinya dengan suka cita. 'Duh, mendadak digendong seperti ini bahagia rasanya!'
Kakek Ye melirik Yuan Jingye, lalu berkata, "Putra Mahkota Kerajaan Yuan Ding datang ke sini, jika dilihat dari situasi ini, aku menebak bukankah seharusnya para pembunuh yang muncul di sekita Pangeran Li Xian sebelumnya diutus olehmu?"
Detik berikutnya, Pangeran Li Xian melihat mayat pria berbaju hitam yang tersungkur di tanah.
Yuan Jingye yang langsung tertebak pun tiba-tiba merasa pusing.
"Ternyata benar-benar kamu. Nak, orang seperti apa yang kamu cari? Apa mereka tidak terbiasa dengan perjalanan jarak jauh? Apa kamu membayar mahal untuk para pembunuh itu? Lain kali, jangan mencari perkumpulan semacam ini. Kalau kamu memiliki uang sebanyak ini, lebih baik datang mencariku ... aku akan mengirim beberapa super master untukmu!" Kakek Ye menghela nafas, dia merasa sangat disayangkan begitu banyak uang perak yang dihabiskan Yuan Jingye untuk semua pembunuh tidak berguna itu.
Yuan Jingye memandang Kakek Ye, melihat bahwa pria itu beraura kuat, dia bertanya dengan bingung. "Siapa Anda?"
__ADS_1
"Aku tidak pernah menyembunyikan namaku, Dugu Changjiu, Ketua Sekte Xingyun, sekte seni bela diri nomor satu di dunia ini!" Kakek Ye memperkenalkan dirinya dengan angkuh.
Setelah mendengarkan rangkaian perkenalan yang panjang ini kepala Yuan Jingye sakit.
Namun, setelah mendengar orang yang ada di hadapannya adalah Ketua Sekte Dugu terkenal di dunia, dia agak terkejut.
Lagipula ....
Citranya jauh dari yang dibayangkan.
Biarpun berkata seperti itu, Kakek Ye akhirnya memandang Yuan Jingye dengan serius. "Biar kuberitahu, Shan Shan adalah putri angkatku. Aku tidak peduli urusanmu dengan Li Xian, tapi kalau kamu berani menggertak Shan Shan lagi, aku tidak akan mengampuni!"
'Gawat, aku juga menyinggung ayahnya,' pikir Yuan Jingye.
"Kalau begitu, bagaimana caranya ... aku meminta maaf padanya?" Yuan Jingye yang memiliki suasana hati rumit, masih ingin menyelamatkan citranya.
Kakek Ye menatap Yuan Jingye sambil menyentuh dagunya. "Yah, anak ini agak pendendam. Kalau kamu tidak mau keluargamu hancur, aku menyarankan untuk tidak muncul di hadapannya baru-baru ini."
***
Begitu kembali ke penginapan, Xue Shan Shan mengganti mantelnya dan melepas rompi anti peluru yang dikenakannya.
"Ngomong-ngomong, ketika baru tiba di Kota Qianjing, aku pergi mencari Qingyue melihat putra mahkota itu terbaring dengan berlumuran darah. Waktu itu, aku menyelamatkannya ...."
Xue Shan Shan berinisiatif menceritakan apa yang terjadi waktu itu sehingga bisa mengenali pria yang ternyata merupakan musuh Pangeran Li Xian.
Pangeran Li Xian sedikit mengernyit, dia teringat adegan saat Xue Shan Shan terpanah yang membuatnya ketakutan setengah mati.
"Yuan Jingye bukan orang biasa, hindari dia di masa depan."
"Ngomong-ngomong, apakah ada dendam antara kamu dan dia?" tanya Xue Shan Shan.
Ini adalah pertama kalinya Xue Shan Shan bertemu dengan seorang yang memiliki kebencian mendalam pada Pangeran Li Xian.
Pangeran Li Xian terdiam sesaat, sebelum akhirnya bercerita dengan nada datar. "Tujuh tahun yang lalu, Negara Yuzhou dan kerajaan Yuan Ding berperang. Ayah Yuan Jingye meninggal di tanganku. Setelah ayahnya meninggal, ibunya juga ikut meninggal setengah tahun kemudian karena depresi."
"Ternyata, begitu ceritanya ...." Akhirnya, Xue Shan Shan mengerti kenapa Yuan Jingye sangat membenci Pangeran Li Xian.
Hanya saja, pedang di medan perang tidak memiliki mata dan sangat kejam.
Setelah jeda, Xue Shan Shan bertanya lagi. "Bukankah dia adalah Putra Mahkota? Kalau begitu, ayahnya adalah raja Kerajaan Yuan Ding?"
Apakah perlu raja turun tangan sendiri ke medan perang?
"Saat itu, ayahnya Yuan Jingye hanyalah seorang pangeran. Sekarang, raja Kerajaan Yuan Ding sudah sangat tua dan hanya memiliki dua putra, tapi mereka sangat biasa-biasa saja. Jadi, dia membuat pengecualian dan mengangkat Yuan Jingye sebagai Putra Mahkota."
Setelah penjelasan ini, Xue Shan Shan semakin mengerti.
"Lalu, racun di tubuhmu ...." Tidak tahu kenapa, Xue Shan Shan tiba-tiba terpikirkan hal ini.
"Ya, dia yang meracuniku," sahut Pangeran Li Xian mengangguk.
Xue Shan Shan agak terkejut, dia awalnya berpikir bahwa orang yang meracuni Pangeran Li Xian adalah orang-orang dari Negara Yuzhou, lebih tepatnya mereka yang tinggal di dalam istana.
Bagaimanapun, setiap kerajaan pastilah memiliki intrik tersembunyi dan mungkin saja Pangeran Li Xian menjadi korban karena dianggap sebagai penghalang jalan bagi seseorang.
Ternyata ....
'Sayang, kamu terlalu tenang,' Xue Shan Shan membatin sembari melihat Pangeran Li Xian yang tidak memiliki ekspresi apa pun di wajahnya.
Dengan kemunculan, Yuan Jingye, Xue Shan Shan membereskan barang-barangnya dalam semalam, berenang untuk segera kembali ke ibukota.
Bersaman dengan itu, Qing Yuyao menunggu di sebuah paviliun sepanjang siang.
Setelah melihat bayangan Yuan Jingye yang telah kembali, dia menyambutnya dengan senang hati. "Yang Mulia Putra Mahkota."
Melihat Qing Yuyao menghampirinya, lalu melihat cadar wanita itu, Yuan Jingye langsung tertawa.
__ADS_1
Kemudian, sebelum Qing Yuyao bisa bereaksi, Yuan Jingye menarik cadar wing Yuyao hingga lepas.
"Ahh!!!"