Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa Kamu Iblis?


__ADS_3

Dasar, apa kamu iblis?


Xue Shan Shan merasa bahwa dirinya pasti sudah gila karena memiliki pemikiran lain di dalam hatinya.


"Jangan bergerak." Xue Shan Shan menarik tangannya kembali, lalu menekannya lagi di pergelangan tangan Pangeran Li Xian.


Setelah diagnosis, Xue Shan Shan yang temperamental tampak cemberut dan berkata dengan asal. "Sepertinya, ada sedikit defisiensi ginjal."


"Pfffttt." Yan Shu yang menguping tidak bisa menahan tawanya.


Setelah bertemu dengan dua pasang tatapan yang tegas, Yan Shu langsung berbalik sambil menutup mulut dan telinganya rapat-rapat.


"Minum saja obat ini langsung dengan air toga hari sekali, selama tujuh hari. Saya sudah mengemasnya, satu bungkus untuk sekali makan." Saat membuka kotak obat, Xue Shan memasang ekspresi polos, lalu meletakkan bubuk obat yang sudah digiling dan dikemas ke atas meja.


Saat melihat Xue Shan Shan semakin berani, bahkan berani mempermainkannya, Pangeran Li Xian hanya duduk bersandar di kursi, mengubah posisi duduknya menjadi lebih nyaman.


"Kamu yakin aku defisiensi ginjal?" Pangeran Li Xian mengangkat alisnya.


"Tentu saja, saya adalah seorang Tabib Genius Xue," kata Xue Shan Shan dengan penuh percaya diri.


Mulut Pangeran Li Xian melengkung, sementara tangannya memainkan cangkir teh yang sudah kosong. "Namun, aku merasa diagnosismu salah."


"Tidak mungkin!" Kata-kata Xue Shan Shan bagikan air yang ditumpahkan.


Xue Shan Shan, apa kamu ingin mencobanya denganku?" Senyuman Pangeran Li Xian mengandung makna yang dalam.


Xue Shan Shan tertegun lagi, saat sudah menyadari maksud Pangeran Li Xian, wajahnya memerah.


Dasar!


Ternyata mempermainkanku!


Pangeran, aku benar-benar tidak menyangka kamu adalah orang yang seperti ini!


Kelihatannya begitu serius di permukaan, tetapi sebenarnya, sebenarnya ....


Tepat ketika Xue Shan Shan sedang dilema, sebuah buku menamparnya hingga mematahkan pemikiran yang memenuhi otak kecilnya.


"Ibu Pengetahuan, tolong gantikan aku untuk menjelaskannya."


Xue Shan Shan memegang kepalanya sambil mengambil buku di depannya, setelah melihat sampul buku Itu sekilas, dia mengangkat matanya dengan lemah. "Ini, ini bukan mahakarya Kaisar Agung lagi, kan?"


Pangeran Li Xian mengangguk sedikit.

__ADS_1


Xue Shan Shan menggigit bibirnya sambil membolak-balikkan halaman buku yang dipegangnya.


Buku jahat.


Apakah Kaisar Agung sudah pensiun dan hidup terlalu santai?


Mengapa menulis buku seperti ini? Apa berniat menyiksa orang?


Dia sama sekali tidak memahaminya.


Ketika Xue Shan Shan sedang mempersiapkan diri untuk mengatakan bahwa dirinya pun tidak berdaya, suara Pangeran Li Xian yang menggoda dan menggiurkan terdengar indah.


"Jelaskan satu halaman ditukar dengan satu buah batu giok."


"Baik, saya akan menjelaskannya kepada Anda." Xue Shan Shan segera mengambil buku dan membacanya kata demi kata.


Ekspresi Xue Shan Shan tampak begitu serius bahkan ujian kerajaan dalam mencari pejabat tidak seserius itu.


"Halaman pertama ini, menurut saya artinya adalah empat musim cuaca banyak berubah. Sekarang musim dingin sudah tiba sehingga harus memakai pakaian yang banyak, jika memakainya sedikit, maka akan mudah masuk angin. Jika masuk angin, maka harus pergi ke tabib. Sekali ke tabib, harus mengeluarkan banyak uang. Jika uang dihabiskan, maka itu akan sia-sia. Jadi, harus memakai pakaian yang banyak. Jika sedikit, maka akan masuk angin ....


"Kata-kata tidak berbobot ini hanya untuk menambah jumlah kata, apakah sedang bermain boneka matrioska? Hanya untuk menyampaikan bahwa musim dingin sudah tiba dan harus memakai banyak pakaian agar tidak masuk angin, kenapa harus menulis begitu panjang?"


"Hahaha, seperti yang diharapkan dari gadis berbakat nomor satu di ibukota. Pangeran Kedua, kamu benar-benar telah menemukan menantu yang baik."


Setelah suara itu terdengar, terlihat seorang pria paruh baya berdiri di depan pintu dengan keagungan yang memancar di sekujur tubuhnya.


Ketika Xue Shan Shan linglung dan tidak sempat berbalik untuk bereaksi, dia melihat Pangeran Li Xian sudah berdiri dan menatap pria itu sambil berkata, "Salam kepada Ayah."


Ayah?


Kaisar!


Astaga, kenapa Kaisar Agung tiba-tiba muncul?


Seketika, orang-orang di sekitar beramai-ramai berlutu di tanah.


Menyadari hal itu, Xue Shan Shan juga segera berdiri dan menunduk dengan penuh hormat. "Hamba memberi sala kepada Kaisar Agung."


Kaisar Agung mendekat selangkah demi selangkah, dia masih dipenuhi energi meski umurnya sudah memasuki setengah abad. Bahkan, alisnya tampak menunjukkan aura yang mendominasi dari generasi Kaiasar.


"Tidak perlu sungkan." Kaisar melambaikan tangannya kepada semua orang, meminta mereka berhenti berlutut.


Kemudian, Kaisar melirik Pangeran Li Xian, lalu beralih pada Xue Shan Shan dan menatapnya dengan teliti lagi.

__ADS_1


Setelah itu, senyum puas muncul di wajahnya.


Terakhir kali, dia masih ragu membiarkan Pangeran Li Xian menikahi Xue Shan Shan yang terkenal tidak bermoral.


Sekarang, setelah semua yang terjadi, dia tampaknya lebih tenang.


Terlebih, ketika menyadari ada perubahan pada sang putra, meski tidak begitu terlihat.


Setidaknya, masih ada satu wanita yang bertahan hidup di sisi Pangeran Li Xian yang terkenal kejam.


"Kenapa Ayah tiba-tiba datang?" tanya Pangeran Li Xian.


"Beberapa hari lagi adalah ulang tahun ibumu, jadi aku datang untuk menanyakan pendapatmu tentang hadiah apa yang harusnya kupersiapkan untuknya." Kaisar berkata dengan nada santai.


Setelah selesai berbicara, matanya tertuju pada buku di atas meja, lalu melihat Xue Shan Shan sambil berkata, "Menantu Pangeran Kedua, kamu menerjemahkannya dengan baik. Memang itulah maksud yang kutulis."


Xue Shan Shan menggerakkan sudut mulutnya dengan canggung. "Terima kasih banyak atas pujian Kaisar Agung. Buku Kaisar Agung ini sangat mendalam, tetapi cukup midah untuk dimengerti. Setiap kata adalah motivasi untuk membangun dunia!"


Mendengar pujian Xue Shan Shan yang berlebihan, Pangeran Li Xian meliriknya dengan setengah tersenyum dan sedikit simpati dalam ekspresinya.


Xue Shan Shan menangkap tatapan Pangeran Li Xian, tetapi sebelum dia bisa bereaksi, Kaisar sudah kembali berkata, "Kalau begitu, kamu lanjut ceritakan tentang apa yang diungkap oleh sisa buku ini."


Xue Shan Shan menundukkan kepalanya, menyembunyikan ekspresi tertekan. "Ya Tuhan, ampuni aku."


Benar-benar mengalami hal sial.


Jika mengatakan sesuatu yang salah di depan orang seagung ini, bukankah akan langsung ditarik keluar dan dipenggal?


Sekarang, dia baru benar-benar menyadari makna dari ekspresi Pangeran Li Xian sebelumnya.


Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan meminta pertolongan.


Namun, tanpa diduga pria itu justru memerintahkan pelayan untuk membuat teh, lalu berkata dengan santai. "Kebetulan, aku juga ingin mendengarkan bersama Ayah."


Xue Shan Shan cemberut dengan sedih.


Melihat penampilan Xue Shan Shan saat ini, Pangeran Li Xian merasa sangat tertarik hingga rasanya ingin mengulurkan tangan hanya untuk mencubit wajah mungil gadis itu.


Xue Shan Shan kamu sangat lucu.


***


Hayo, ngaku ... siapa yang baper?

__ADS_1


__ADS_2