Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Jangan-jangan Terjadi Sesuatu?


__ADS_3

"Ganti pakaian dulu." Pandangan Xue Shan Shan tampak tak biasa, tetapi jelas nampak aura dingin memancar dari sekujur tubuhnya yang hampir menyamai aura Pangeran Li Xian beberapa saat lalu. "Takutnya, orang di belakang layar itu akan segera datang."


Xue Shan Shan tersenyum miring, sementara Fu Qingyue menarik nafas dalam-dalam dengan perasaan panik yang mendera dirinya.


"Yang Mulia, aku membutuhkan bantuanmu." Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian yang berwajah datar.


"Baik," sahut Pangeran Li Xian singkat. "Kamu pergilah ke istana pengasingan, setelah menangani masalah di sini, aku akan menyusul ke sana."


Xue Shan Shan mengangguk, sedangkan Pangeran Li Xian pergi bersama Wei Shu.


Saat ini, Putra Mahkota sedang duduk dan mengobrol bersama Permaisuri Xuan di Taman Istana. Akan tetapi, matanya yang nakal dan terlaknat itu tidak berhenti menatap tubuh molek Xue Yuwen.


Rasanya, Putra Mahkota sudah tidak sabar untuk mengeksekusi Xue Yuwen yang berkali-kali membuat jiwa kelelakiannya bangkit tanpa bisa dikontrol.


Putra Mahkota menggeleng sedikit guna membuang pikiran kotor yang hampir menguasai dirinya di saat yang tidak tepat, sebelum akhirnya dia melirik sang pengawal.


Setelah pengawal itu menganggukkan kepala, Putra Mahkota tersenyum sembari berkata, "Ibunda, sudah waktunya mengumpulkan puisi. Izinkan aku melihat betapa baiknya para nona bangsawan itu membuat puisi, bagaimana?"


Mendengar kata-kata itu, Permaisuri Xuan tersenyum sambil berkata, "Kamu masih saja suka bersenang-senang, padahal sudah begitu besar, tapi tetap saja tidak bisa tenang."


"Di depan ibunda, aku akan selalu menjadi seorang anak." Mata Putra Mahkota dipenuhi kekaguman, senyum cerah juga tidak luntur dari wajahnya.


Tentu saja, Permaisuri sangat puas dengan penampilan Putra Mahkota hingga dia pun mengangguk setuju. "Kalau begitu, kamu tinggal untuk melihat."


Di sebelah, Selir Agung Mei mendengus sinis, tetapi dia memilih diam dan tidak mengatakan apa pun.


Dengan cepat, ada banyak gadis dari keluarga bangsawan berjalan masuk. Permaisuri Xuan masih tersenyum saat berkata, "Waktu sudah berlalu lima belas menit, semuanya langsung menyerahkan puisi jika sudah selesai menulis."


"Baik." Beberapa gadis bangsawan itu menjawab sambil membungkuk sedikit badan mereka, lalu duduk di tempat masing-masing.


"Ke mana Putri Changning dan Nona Fu pergi?" Permaisuri Xuan mengerutkan keningnya dengan bingung. "Apa masih belum selesai mengganti pakaian?"


Beberapa orang mulai berbisik dan menggeleng, mengisyaratkan bahwa mereka tidak tahu.

__ADS_1


Guo Yangyang melirik Xue Yuwen yang tampak tenang di sebelahnya, lalu berbisik dengan suara kecil. "Jangan-jangan terjadi sesuatu?"


"Apa mungkin?" Xue Yuwen berbalik bertanya dengan ekspresi panik yang langsung muncul di wajahnya.


"Ibunda, aku rasa kita harus segera mengirim orang untuk mencari mereka. Putri Changning bukan orang yang mudah disinggung." Putri Amber sengaja menekan nadanya saat menyebut nama 'Putri Changning' sambil melirik Selir Agung Mei dengan sinis guna menyinggung wanita itu.


Meski menyinggung, tetapi itu adalah fakta!


Selir Agung Mei juga tidak merasa tersinggung, dia hanya mendengus pada Putri Amber.


Sebagai calon istri dari Pangeran Li Xian yang terkenal kejam dan mengerikan, sekaligus calon menantu dari seorang selir yang agung dan tidak mudah dihadapi, tentu saja Xue Shan Shan bukanlah orang yang bisa disinggung sembarang.


Kemudian, Selir Agung Mei mengangguk pada Ibu Pelayan Chu untuk memberinya titah tanpa kata.


Begitu saja, Ibu Pelayan Chu langsung pergi.


Di sisi lain, Xue Yuwen yang memasang ekspresi palsu, ikut membuka suara. "Permaisuri Xuan, takutnya kakak saya tersesat. Jadi, biarkan saya mencarinya dulu."


Tepat ketika permaisuri hendak mengangguk, terlihat pelayan istana mendekat dengan terburu-buru. "Permaisuri Xuan, gawat! Ketika para pelayan istana berjalan melewati Taman Ruyi, mereka sepertinya mendengar suara Putri Changning ...."


Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan berdiri secara bersamaan, mereka juga sekali lagi menanyakan pertanyaan yang sama. "Apa yang terjadi?"


"Hamba tidak tahu." Pelayan istana itu gemetar, dia berlutut di lantai dan tidak berani mengangkat kepalanya.


"Kakak saya pasti mengalami kecelakaan!" Xue Yuwen menjadi semakin panik seolah-olah dia sungguh mencemaskan Xue Shan Shan. "Permaisuri, Selir Agung, saya sangat mencemaskan kakak saya. Saya ...."


Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei menarik nafas dalam-dalam, lalu sang permaisuri berkata dengan tenang. "Ayo, kita pergi melihat."


"Hmmm, aku ingin melihat siapa yang berani mencari masalah dengan menantuku." Selir Agung Mei yang memasang ekspresi tidak bersahabat langsung berjalan keluar bersama Permaisuri Xuan.


Di belakang, Xue Yuwen, Guo Yangyang dan yang lainnya juga menyusul.


Dalam diam, mata Xue Yuwen memiliki binar bahagia, tetapi segera menghilang.

__ADS_1


Semua orang tiba di Taman Ruyi, mereka melihat pintu tertutup rapat.


Di dalam kamar, Xue Shan Shan melirik Fu Qingyue dan yang lainnya dengan senyum kecil sambil berkata dengan suara rendah. "Mereka sudah datang, mari kita bersandiwara juga."


"Tentu saja, kita harus bersandiwara dengan baik!" Fu Qingyue menyahut dengan penuh semangat. "Kamu tenang saja, aku sudah sering melihat Opera Tradisional. Jadi, sandiwaraku pasti tidak akan mengecewakan."


Setekah Fu Qingyue selesai berbicara, suara-suara dari luar mulai terdengar.


"Ada apa dengan kakakku? Apa kakakku digertak oleh pelaku? Tidak, tidak mungkin!" Xue Yuwen ingin bergegas masuk ke dalam, tetapi dia dihentikan oleh Guo Yangyang.


"Apa yang kamu lakukan? Jangan masuk!" Sama seperti Xue Yuwen, Guo Yangyang juga yakin telah terjadi sesuatu di dalam sana.


Karena itu, dia harus turun serta memainkan peran dalam drama yang sedang berlangsung, bersikap seperti gadis baik yang menghalangi orang-orang agar tidak melihat apa yang seharus tidak boleh dilihat.


Dengan begitu, maka semua orang pun meyakini bahwa memang telah terjadi sesuatu pada Xue Shan Shan dan Fu Qingyue hingga mereka menjadi sangat penasaran.


Mata Xue Yuwen semakin memancarkan cahaya kebahagiaan yang tidak bisa disembunyikan, tetapi dia malah berkata dengan panik. "Orang hangat da di dalam adalah kakakku! Mereka menggertaknya, aku tidak bisa membiarkan dan memaafkan mereka!"


Karena kehebohan Xue Yuwen, semua orang saling memandang dan berbisik dengan suara kecil.


"Jangan-jangan Putri Changning dan Nona Fu ...."


"Ini tidak dapat dipastikan, kita belum melihatnya."


"Namun, bukankah memang itu yang dimaksud oleh Nona Xue?"


Hanya dengan beberapa kata tersirat dari Xue Yuwen, tentu saja mereka memiliki pemikiran yang sama dengan gadis jahat itu.


"Minggir!" Xue Yuwen mendorong Guo Yangyang ke samping, lalu kembali berteriak, "Pelayan, buka pintunya!"


Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei melirik Xue Yuwen, sebelum akhirnya mengangguk pada pelayan yang tidak bergerak saat menerima titah dari gadis itu.


Begitu pintu terbuka, Xue Yuwen mendahului siapa pun untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Detik berikutnya, dia malah tercengang menyaksikan adegan yang ada di dalam sana ....


__ADS_2