Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Aku Ingin Melihat Dia Mati!


__ADS_3

"Tidak menggunakan tenaga dalam dan tidak memakai senjata, kita bertanding dengan pertarungan jarak dekat. Bagaimana? Bukankah sangat adil seperti itu?" Lei Zhen sengaja menunjukkan pembawaan seolah-olah dia sangat murah hati.


Xue Shan Shan langsung merasa senang.


Benar, memang sangat adil.


"Baik, mari bertanding sekarang juga!"


"Nona ...."


Setelah selesai bicara, Xue Shan Shan langsung berjalan ke arena pertarungan dengan arogan. Dia tidak hanya mengabaikan Minglang yang ingin menasehatinya, tetapi bahkan memberikan tatapan menenangkan seolah-olah sudah yakin dialah pemenangnya.


Minglang tidak meragukan kemampuan Xue Shan Shan, tetapi dia hanya takut pada keberuntungan gadis itu.


Bagaimana kalau hari itu Xue Shan Shan sedang tidak beruntung?


Apa yang harus dia katakan pada Pangeran Li Xian nanti?


Pada akhirnya, Xue Shan Shan sudah berada di arena. Padahal, pertandingan hari itu seharusnya sudah berakhir.


Namun, dengan tersiarnya kabar bahwa Lei Zhen dari tempat berlatih seni bela diri akan bertanding secara pribadi, segerombolan orang langsungnya memenuhi sekeliling arena.


Pertandingan ini pasti sangat seru!


Memangnya, siapa Lei Zhen itu?


Dia adalah preman yang sudah sangat terkenal kebrutalan dan kebengisannya di pasar budak ini, bahkan tidak memiliki rasa belas kasih sedikit pun terhadap orang lain.


Selama bertahun-tahun, banyak orang yang disiksa sampai mati olehnya dan semua orang menghindarinya.


Hari ini, dia sendiri yang naik ke ring untuk bertanding!


Kalau dilihat-lihat, lawannya adalah seorang pria muda yang kurus.


"Anak muda, kamu lebih baik memohon belas kasihan darinya sekarang dan cepat turun!"


"Benar, sekarang masih sempat meminta maaf pada Lei Zhen. Mungkin karena dia akan membiarkanmu tetap hidup."


"Aku pernah melihat orang yang cari mati, tapi belum pernah melihat orang yang begitu buru-burunya ingin mati. Hahaha ... mengapa kalian memintanya untuk memohon balas kasihan? Aku ingin melihat dia mati!"


Mendengar suara-suara dari penonton yang memberikan saran dan meremehkannya, Xue Shan Shan menyeringai.


"Anak muda, jangan membuat keributan, ayo cepat turun." Wanita cantik yang merupakan istri Tabib Zhang juga merasa bahwa Xue Shan Shan telah cukup membuat masalah.


Dia berdiri di dekat ring, mendesak Xue Shan Shan untuk turun.


"Hei, kamu temannya, bukan? Kenapa kamu diam saja melihat temanmu akan menjemput ajalnya sendiri?" Xiangxiang mendengus kesal pada Minglang yang hanya diam tanpa melakukan apa pun untuk membuat Xue Shan Shan mengurungkan niatnya bertanding dengan Lei Zhen.


Jika Xue Shan Shan sudah bertindak, apa yang bisa Minglang lakukan?


Dia hanya bisa mempercayai kemampuan Xue Shan Shan dan memohon pada langit agar tetap memberikan keberuntungan kepada gadis itu.


Melihat pemandangan Xiangxiang begitu menghawatirkan Xue Shan Shan, amarah Lei Zhen semakin meledak.


Xiangxiang baik sekali pada anak muda ini.


Tidak bisa dibiarkan!


Setelah berpikir sejenak, Lei Zhen dengan cepat melangkah maju dan meninju.


Ketika tinjunya masih berjarak beberapa centimeter dari Xue Shan Shan, gadis itu tiba-tiba berbalik dan mengangkat kakinya dalam putaran yang indah.


Detik berikutnya, rahang Lei Zhen sudah ditendang oleh Xue Shan Shan hingga pria itu mundur beberapa langkah dan tertegun.


Anak muda ini sangat cepat dan kuat.


Pada akhirnya, Lei Zhen tidak berani meremehkan lawannya lagi dan menyerang dengan seluruh kekuatannya.


Awalnya, Xue Shan Shan berada dalam mood bertahan. Akan tetapi, dia beralih dari mode bertahan e menyerang ketika tubuhnya tiba di tepi ring.


Memukul, menendang, menjatuhkan dan melemparkan lawan ... gerakan Xue Shan Shan seringkali tidak terduga dan tepat sasaran.


Pada pertengahan babak, Lei Zhen sama sekali tidak menyentuh Xue Shan Shan.


Sebaliknya, malah mata Lei Zhen yang sudah seperti mata karena dipukul, bahkan sudut bibirnya memar sampai mengeluarkan darah.


Seiring dengan berjalannya pertarungan, Lei Zhen semakin yakin bahwa anak ini bukan orang biasa.


Setiap kali dia mengeluarkan jurus, Xue Shan Shan dapat langsung menghindarinya.


Sepertinya, anak muda ini sudah mengetahui luar dalam kemampuan dan kebiasaanku di seni bela diri.


Tiba-tiba, Lei Zhen menyesali usulannya sendiri untuk tidak menggunakan tenaga dalam dan senjata.


Anda tidak ada kesepakatan itu, dia pasti sudah mencincang habis tubuh lawannya.


Setelah beberapa saat bertarung, Xue Shan Shan merasa dirinya sudah sangat kelaparan.


Dengan gesit, Xue Shan Shan tiba-tiba mengubah gaya bertarungnya dan beralih menggunakan jurus Taichi.


Sekali lagi, Lei Zhen tertegun. Dia tidak bisa menahan sepenuhnya mengapa Xue Shan Shan tiba-tiba melambat.

__ADS_1


Dia mengira lawannya yang bertubuh kecil itu mulai merasa kelelahan.


Kesempurnaan telah tiba!


Lei Zhen melangkah maju dan dengan cepat menendang dada Xue Shan Shan.


Gerakan Xue Shan Shan stabil, tetapi tenaganya cukup kuat.


Ketika Lei Zhen menendangnya, telapak tangan Xue Shan Shan mendorong mundur telapak kaki pria itu.


Bhammmm!!!


Dengan jurus telapak tangan ini, Lei Zhen terlempar keluar dari ring.


Para penonton tercengang dan tidak bisa mempercayai apa yang mereka lihat.


Dalam pertandingan kali ini, Lei Zhen benar-benar telah dikalahkan.


Lei Zhen yang terlempar dari ring, juga tercengang. Setelah tersadar, dia berkata kepada bawahannya dengan marah. "Masih bengong? Naik ke atas sana!"


Mendengar itu, 30 orang dari tempat latihan seni bela diri bergegas naik ke atas ring.


"Lei Zhen, kamu curang!" Xiangxiang yang cantik meraung dengan marah.


Lei Zhen menunduk dengan wajah sedih, dia tidak berani menatap wajah si cantik Xiangxiang.


Di atas ring, pertarungan telah dimulai.


Beberapa ahli seni bela diri mencoba menahan Xue Shan Shan, tetapi ternyata gadis itu sangat kuat.


Tidak perlu waktu lama, para penonton melihat satu persatu ahli seni bela diri terlempar dari ring.


Bahkan, beberapa dari mereka dilempar ke bawah hanya dengan sekali pukulan.


Beberapa saat kemudian, ketiga puluh orang ahli seni bela diri itu sudah jatuh ke tanah.


Hanya Xue Shan Shan seorang diri yang tersisa di atas ring


Berdiri di atas ring, Xue Shan Shan menggerakkan pergelangan tangannya yang sakit sambil menatap Lei Zhen. "Bos Lei, kamu masih ingin bertarung?"


Lei Zhen sadar dirinya adalah orang yang berani menantang, tapi juga berani mengakui kekalahan.


Pada titik ini, semua orang menyaksikan anak muda itu telah mengalahkan 31 orang.


Tidak ada lagi yang bisa dia katakan.


Berani menantang, harus berani mengakui kekalahan.


Setelah itu, Lei Zhen melangkah kembali ke arah Xue Shan Shan sambil mengepalkan tinjunya dan berteriak dengan marah. "Bos Besar!"


Begitu kata-kata itu selesai terucap, terdengar gemuruh suara dari bawah.


"Bos Besar!"


Xue Shan Shan mengangkat dagunya dengan bangga dan menepuk bahu Lei Zhen. "Aku lapar!"


"Baik, saya akan membawa Anda makan malam." Lei Zhen segera tersenyum dan memberi isyarat 'silahkan' pada Xue Shan Shan dengan penuh sopan santun.


Sekarang, Xiangxiang tersenyum penuh keyakinan pada Xue Shan Shan.


Apa Zhang Yiyuan sudah memastikan muridnya bukan seorang pembuat onar?


"Xiangxiang, kamu juga ikut saja." Lei Zhen berjalan ke sisi Xiangxiang sambil tersenyum.


Xiangxiang tidak mempunyai pilihan lain selain menganggap.


Melihat adegan ini, kerumunan secara otomatis bubar dan membentuk jalan keluar untuk mereka.


Baru berjalan beberapa langkah, terdengar suara seorang wanita dengan nada sarkastik.


"Aih, siluman wanita ini keluar lagi untuk merayu laki-laki."


Xue Shan Shan berhenti sejenak, lalu menoleh ke sumber suara dan melihat seorang wanita gemuk berdiri di pintu masuk rumah bordil dengan memakai baju merah-hijau dan wajah ditutupi bedak.


Dalam sekilas pandang, dia tampak seperti seorang pe la-cur.


Namun, wanita itu justru pemilik rumah bordil.


Begitu mendengar suara sarkastik dari pemilik rumah bordil, Xiangxiang mengerutkan kening dengan wajah yang dipenuhi amarah. "Mu Ruhua, jaga mulutmu!"


Mendengar teguran itu, Mu Ruhua malah mendengus. "Memangnya, aku salah? Satu pria di sebelah kirimu dan satu pria lainnya di sebelah kananmu, kamu sepertinya sangat sibuk!"


"Hei, Wanita Busuk, tutup mulutmu!" Lei Zhen tidak tahan untuk meraung pada Mu Ruhua. "Coba saja kalau kamu berani mengatakan hal-hal buruk tentang Xiangxiang lagi!"


Di sekitar mereka, orang-orang yang lalu lalang sepertinya sudah terbiasa dengan pemandangan itu dan tidak ada yang berhenti hanya untuk menyaksikan adegan heboh tersebut.


Xue Shan Shan melihat-lihat ke sekitar dan merasa ada yang mencurigakan.


Xiangxiang dan Lei Zhen tampaknya cukup takut pada pengurus rumah bordil ini?


Jika tidak, dengan gaya Lei Zhen yang bengis, Bukankah dia seharusnya sudah melemparkan pemilik rumah bordil ke kandang singa sejak dulu?

__ADS_1


Belum lagi, si wanita tua yang terlihat sangat cantik itu memiliki begitu banyak pil berkualitas tinggi.


Jika dia punya pil pengembali jiwa, bukankah seharusnya juga dia memiliki pil yang bisa mengambil jiwa seseorang?


Jadi, untuk menyingkirkan pemilik rumah bordil, dia hanya perlu memberikannya pil mematikan!


"Sudah kubilang, Qin Xiang ini adalah siluman tua yang kerjaannya setiap hari hanya merayu dan menggoda pria. Sekarang, dia bahkan menggaet bocah ingusan." Wajah Mu Ruhua dipenuhi dengan ekspresi menghina.


Xue Shan Shan melirik dari satu sisi ke sisi lainnya dan baru menyadari ...


Akulah bocah ingusan yang dia maksud?


Huh, sudah tidak bisa ditahan lagi!


"Aih, bibi ini ... sebelum bicara, sebaiknya berkaca dulu. Aku tidak tahu bagaimana kamu si nyonya tua bisa begitu percaya diri, bahkan dengan wajah bulat seperti labu masih berani mengejek Xiangxiang kaki yang kecantikannya mampu membuat negara-negara berperang."


Befitu Xue Shan Shan selesai berbicara, tangan kiri dan kanannya ditarik oleh Xiangxiang juga Lei Zhen pada saat bersamaan.


"Bandit kecil, jangan bicara lagi!" Xiangxiang merendahkan suaranya untuk membujuk Xue Shan Shan.


Bahkan, Lei Zhen tidak seperti biasanya. Dia menundukkan kepalanya dan berkata, "Bos Besar, tenangkan amarah Anda dan serahkan saja kepadaku."


Kali ini, Xue Shan Shan sudah mengerti sepenuhnya bahwa pemilik rumah bordil Itu sudah pasti merupakan sosok yang hebat.


Kalau tidak, bagaimana mungkin bahkan Lei Zhen saja bisa takut dibuatnya.


"Dasar bocah ingusan, kamu juga tidak mencari tahu dulu reputasi nyonya tua ini. Jika kamu berani macam-macam padaku, hari ini juga nyonya tua ini akan menghancurkanmu sepenuhnya."


Termotivasi oleh kata-kata Xue Shan Shan, pemilik rumah bordil itu langsung memutar ujung jarinya.


Seketika, dua serangga hitam seukuran kuku terbang ke arah Xue Shan Shan.


Tentu saja, Xue Shan Shan terkejut melihat kejadian itu.


Hah? Jurus serangga beracun?


Kenapa dia mengeluarkan jurus seperti itu?


Sekarang, barulah Xue Shan Shan mengerti kenapa Lei Zhen dan Xiangxiang terlihat tak berdaya di hadapan Ku Ruhua.


Detik berikutnya, tepat ketika Xiangxiang dan Lei Zhen ingin menghalangi Xue Shan Shan, gadis itu sudah lebih dulu mendorong mereka ke samping dan mengeluarkan obat bius yang dibawanya.


"Sshhhhh ...."


Empat tembakan bius berturut-turut menembus lutut dan tangan si pemilik milik rumah bordil.


Seketika, Mu Ruhua merasakan kaki dan tangannya menjadi sangat lemas hingga dia tidak bisa menahan diri jatuh ke lantai.


Kemudian, dia dengan ngeri menyadarkan bahwa kaki dan tangannya perlahan-lahan mati rasa.


Serangga yang tadi dia lepaskan juga dibius dengan tembakan oleh Xue Shan Shan dan jatuh tepat di depan pemilik rumah bordir itu.


"Fiuh!"


Xue Shan Shan meniup muncung senjata biusnya dan memandang kedua orang di sisi kiri dan kanannya dengan mata menyipit. "Keren, kan?"


Xiangxiang dan Lei Zhen tercengang dan mengangguk dengan linglung, sementara Minglang justru tampak biasa saja karena ini bukan hal baru baginya.


Si pembuat onar ini, benar-benar ....


Bahkan Mu Ruhua si ahli jurus serangga beracun nomor satu di dunia, terkulai tak berdaya di hadapannya.


Habis sudah, benar-benar sudah habis!


"Ah, kakiku dan tanganku!"


Mu Ruhua yang jatuh ke tanah merasa ngeri saat menyadari bahwa dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dari leher ke bawah.


Mendengar suara Mu Ruhua, banyak orang keluar dari rumah bordil.


Namun, tidak ada yang berani mendekati, apalagi memapah Mu Ruhua begitu melihatnya seperti itu.


Mereka berpikir Mu Ruhua telah terkena racun yang aneh.


"Bibi, kamu sudah lihat sendiri, kan?" Xue Shan Shan berjongkok di depan Mu Ruhua.


Wanita itu menggertakkan gigi, sebelum akhirnya seberkas cahaya merah melintas di matanya dan perlahan-lahan sebuah kabut merah dari matanya yang melesat ke arah Xue Shan Shan.


"Hati-hati!"


"Ahhhhhh!"


Suara teriakan Minglang yang memperingati Xue Shan Shan bergema bersamaan dengan raungan Mu Ruhua yang menembus langit.


Minglang sudah bergerak cepat ingin melindungi Xue Shan Shan, tetapi lagi-lagi dia kalah cepat.


Xue Shan Shan tersenyum miring sembari menatap botol kecil berisi air cabe yang dia ambil tepat waktu, lalu mengangkat bahunya dengan tak acuh pada Mu Ruhua yang menutup kedua matanya.


"Maaf, siapa suruh kamu diam-diam menyerangku? Ketika aku panik, tanganku reflek menyemprot lebih banyak air cabe."


Xue Shan Shan masih tersenyum saat bergumam, 'Untung saja, aku sudah mempersiapkan dan membawa semua barang yang diperlukan untuk berjaga-jaga.'

__ADS_1


Pada saat ini, Mu Ruhua rasanya ingin berguling-guling di tanah. Akan tetapi, dia tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya hingga hanya bisa meneteskan air mata.


Pada akhirnya, dia dengan enggan berkata, "Qin Xiang, anak muda yang kamu bawa pulang kali ini terlalu kejam!"


__ADS_2