
"Nona, kamu membiarkannya masuk?" Lin Mei menatap Xue Shan Shan dengan tatapan tak percaya, begitupun Minglang dan Qing Ke.
"Bagaimana jika dia melihat Yangtao?" Qing Ke juga mengeluarkan isi pikirannya.
Xue Shan Shan tersenyum manis, tetapi menyiratkan banyak makna. "Setelah melihat Yangtao, Chun Ci hanya punya dua pilihan. Tetap berpihak padaku, atau mati menggantikan Yangtao!"
Jika orang lain yang memasang senyum seperti Xue Shan Shan, mungkin akan terkesan mengerikan. Namun, senyuman itu justru tampak membuat Xue Shan Shan semakin manis dan menggemaskan seolah-olah tidak ada bahaya yang tersirat di sana.
Chun Ci berjalan masuk dengan kepala menunduk, lalu mengangkat kepalanya ketika sudah berdiri di hadapan Xue Shan Shan. Baru saja dia ingin membuka mulut dan mengatakan sesuatu, pemandangan di depan matanya membuatnya tertegun.
"Nona, ini ...." Chun Ci tidak tahu kata apa yang lebih tepat untuk digunakan berbicara dengan Xue Shan Shan.
Sebelumnya, dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana tubuh Yangtao yang sudah terbujur kaku dengan luka dan darah di sekujur tubuh. Bahkan, dia juga menyaksikan Yangtao dibawa keluar dari Kediaman Xue untuk dibuang ke kuburan massal.
Sekarang, kenapa Yangtao kembali ke Kediaman Xue dan berada di Paviliun Bulan?
Seketika, Chun Ci merasa Xue Shan Shan bukankah gadis biasa pada umumnya yang hanya tahu bermain muslihat demi menjaga citra bangsawannya.
"Ada apa?" Xue Shan Shan mengangkat sebelah alisnya, bersikap tak acuh.
Chun Ci langsung berlutut, bahkan bersujud di lantai hingga kepalanya menyentuh lantai. "Nona tolong bantu hamba."
Xue Shan Shan tidak terkejut melihat tindakan Chun Ci, dia juga tidak bermurah hati untuk membawa gadis itu berdiri. "Kenapa aku harus membantu?"
"Nona, kemarin malam saya tidak sengaja mendengar Selir Faye memerintahkan Lilu untuk membunuh semua keluarga Yangtao, jika mereka mengetahui rahasianya." Saat berbicara, tubuh Chun Ci bergetar.
"Jadi, apa hubungannya keluarga Yangtao dengan aku atau pun kau?" Xue Shan Shan masih saja bersikap masa bodoh seakan tidak peduli pada Chun Ci. "Biarkan saja mereka mati, siapa suruh mereka bekerja pada orang yang salah."
"Nona ...." Chun Ci mengangkat kepalanya dan menatap Xue Shan Shan dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya. "Saya ... saya adalah sepupu Yangtao."
Mendengar itu, Xue Shan sedikit terkejut. Bahkan, Lin Mei, Qing Ke dan Minglang juga baru mengetahui bahwa Chun Ci dan Yangtao adalah sepupu.
Bagaimanapun, keduanya tidak pernah terlihat dekat.
"Saya ...." Chun Ci menggigit bibir bawahnya, terlihat ragu. "Saya juga mengetahui banyak rahasia Selir Faye dan beberapa kali berbuat jahat sesuai perintahnya."
__ADS_1
Karena sudah memutuskan untuk menemui Xue Shan Shan, Chun Ci membuang semua keraguannya.
"Nona, saya bersalah. Ampuni saya, tolong selamatkan saya." Air mata Chun Ci sudah jatuh, dia menangis dengan menyedihkan.
"Hmmmm, tidak heran jika dia ingin membunuh." Xue Shan Shan menganggukkan kepalanya, masih bersikap tak acuh. "Karena hanya orang mati yang bisa menjaga rahasia."
Kata-kata yang diucapkan oleh Xue Shan Shan membuat Chun Ci semakin ketakutan hingga tubuhnya bergetar hebat.
Pada akhirnya, orang-orang di sisi Selir Faye hanya bisa mati entah karena dikorbankan menjadi kambing hitam, atau bahkan dibunuh karena sudah tidak berguna lagi.
Itulah yang Chun Ci simpulkan setelah mendengar pembicaraan Selir Faye dan Lilu beberapa saat lalu hingga dia memutuskan untuk menemui Xue Shan Shan sesegera mungkin, berharap gadis itu dapat menyelamatkan nyawanya.
Entahlah, dia juga tidak tahu kenapa mempercayakan nyawanya kepada Xue Shan Shan yang duduk dengan angkuh dan terlihat tidak punya hati.
"Nona, saya khilaf. Saya ... saya terpaksa melakukannya."
"Oh?" Xue Shan Shan mengangkat sebelah alisnya. "Kau terpaksa, ya?"
"Iya, Nona." Chun Ci mengangguk dengan antusias. "Hamba menyukai salah satu pengawal di Kediaman ini."
"Lalu?" Xue Shan Shan samar-samar dapat menebak alurnya.
"Entah bagaimana hal ini bisa diketahui oleh Selir Faye, dia berjanji akan membebaskan saya agar bisa menikahi pengawal itu asal saya bersedia membantunya melakukan berbagai hal jahat."
"Apa saja yang sudah kau lakukan?"
Chun Ci kembali mengangkat kepalanya, dia menatap Xue Shan Shan yang terlihat lebih berwibawa dan dewasa. "Saya ... saya yang sudah meletakkan musk di bawah sarung bantal Nyonya Diana saat hamil hingga dia keguguran."
Detik berikutnya, Chun Ci sudah membenturkan kepalanya di lantai dengan keras. "Nona, hamba benar-benar khilaf. Saya menyadari bahwa setelah naik ke kapal pencuri tidak bisa turun lagi."
"Tolong bantu hamba, Nona Besar."
Xue Shan Shan menghela nafas, mencoba menghilangkan jejak emosi yang melintas di wajahnya begitu mendengar pengakuan Chun Ci.
Bagaimana mungkin ada manusia yang tega membunuh manusia lainnya demi kepentingan pribadi?
__ADS_1
"Demi seorang pria, kamu bahkan bisa melakukan apa saja."
"Hamba benar-benar bersalah dan sudah menyadarinya. Sejak Nyonya Diana keguguran, hamba tidak bisa hidup dengan tenang. Setiap saat merasa dihantui oleh rasa bersalah. Hamba baru bisa merasa tenang ketika mengatakan semuanya padamu, Nona."
Melihat air mata yang terus mengalir di pelupuk mata Chun Ci, Xue Shan Shan tahu bahwa gadis pelayan itu benar-benar tulus.
Dia juga tidak mungkin melampiaskan amarahnya pada Chun Ci karena bagaimanapun, adiknya yang mati sebelum bisa melihat dunia ini tidak akan bisa hidup kembali.
Xue Shan Shan menurunkan matanya dan menatap Chun Ci. "Aku bisa menyelamatkanmu dari kematian, tetapi kamu harus bekerja untukku!"
Chun Ci membeku sejenak, dia mengangguk dengan lembut setelah mencerna kata-kata Xue Shan Shan.
Tidak masalah bekerja untuk siapa pun, asal nyawanya masih berada di badan.
Lagipula, dia yakin Xue Shan Shan tidak akan memerintahkannya melakukan hal-hal jahat seperti Selir Faye.
Lagipula, semua hal sudah menjadi seperti ini. Apa dia punya pilihan lain?
Tidak!
Xue Shan Shan mengeluarkan mutiara agate merah dari lengan bajunya, dia tersenyum melihat betapa jernihnya mutiara yang sekokoh batu dan menyembunyikan banyak musk di dalamnya.
Tidak terlihat dan tidak tercium.
"Sayang sekali jika barang berharga ini tidak diberikan kepada Selir Faye." Xue Shan Shan berbicara sambil menatap Chun Ci.
Kata-katanya tidak hanya membuat Chun Ci kebingungan, tetapi Lin Mei, Qing Ke dan Minglang juga merasa heran.
Jika barang berharga, kenapa diberikan kepada Selir Faye?
"Kalau tidak salah ingat, Selir Faye sering mengenakan tusuk rambut berbatu merah seperti ini, kan?" Xue Shan Shan bertanya pada Chun Ci yang mengangguk dalam kebingungan.
"Maka ini akan menjadi tugas pertamamu." Sekali lagi, kata-kata Xue Shan hanya membuat orang di sekitarnya kebingungan.
Sementara itu, Chun Ci hanya bisa menerima batu agate merah itu dari tangan Xue Shan Shan.
__ADS_1
"Nona, apa yang harus saya lakukan?" Chun Ci menatap batu cantik di tangannya, lalu beralih pada Xue Shan Shan.
"Kamu hanya perlu mengganti batu merah dari tusuk rambut Selir Faye dengan milikku itu."