Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Tidak Tahu Malu


__ADS_3

"Kebetulan apa?" Pangeran Ketiga menghampiri Xue Shan Shan dengan ekspresi tidak senang yang sangat kentara terlihat di wajahnya.


Setelah mendekati Xue Shan Shan, Pangeran Ketiga memikirkan Putri Amber yang masih tidak dia ketahui keberadaannya hingga saat ini. Dia yakin, adiknya itu pasti telah dicelakai oleh Xue Shan Shan.


Memikirkan hal itu, hati Pangeran Ketiga semakin diselimuti oleh kebencian. "Kenapa kamu datang ke sini? Apa kamu juga akan datang ke Sekte Xingyun untuk menghadiri perjamuan ulang tahu Ketua Sekte Dugu?"


Sebelum Xue Shan Shan sempat berbicara, Pangeran Ketiga telah berbalik untuk menatap Putra Mahkota dan yang lainnya sambil berkata, "Kalian lihat, dia sangat tidak tahu malu. Dia bahkan tidak ada di dalam daftar nama yang diberikan eh Kaisar untuk menghadiri perjamuan ulang tahu Ketua Sekte Dugu, tetapi malah memaksakan diri untuk ikut. Bahkan, dia mengajak temannya juga."


Setelah selesai bicara, Pangeran Ketiga kembali mengalihkan pandangannya ke arah Xue Shan Shan dan Fu Qingyue. Dia menatap mereka dengan sinis dan kembali berkata, "Kamu pikir, dunia ini masih milik Li Xian setelah kamu meninggalkan ibukota? Apa kamu masih bisa melakukan apa yang kamu inginkan?"


Saat ini, Pangeran Ketiga masih belum benar-benar merasakan kekuatan Xue Shan Shan, dia berpikir bahwa gadis itu hanya menumpang pada keagungan Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan mengorek telinganya dengan jari telunjuk, dia juga tiba-tiba merasa sakit kepala.


Tidak kusangka, Pangeran Ketiga sangat berisik seperti wanita. Kecerewetannya bahkan melebihi Putri Amber.


Putra Mahkota juga saat ini menatap Xue Shan Shan dengan tatapan suram, tetapi dia sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun.


Setidaknya, dia merasa belum saatnya membuat perhitungan dengan gadis itu.


Putri Kedua yang merupakan adik seibu dengan Pangeran Ketiga, merasa sedikit malu. Dia tertawa getir, lalu angkat bicara, "Kakak, jangan bicara seperti itu. Dengan status Kakak Ipar Kedua, kalau memang ingin pergi, Kaisar pasti akan memasukkan namanya ke dalam daftar."


Putri Ketiga yang merupakan kembaran Putri Kedua juga ikut menimpali, "Itu memang benar, tapi sekarang Kaisar tidak memasukkan namanya. Apa maksudnya dengan pergi diam-diam? Karena namanya tidak ada dalam daftar, sekali pun dia telah tiba di Sekte Xingyun, dia tidak akan dibiarkan masuk!"


"Xue Shan Shan, cepatlah pulang! Jangan mempermalukan dirimu dan temanmu sendiri!"


Pembicaraan Pangeran Ketiga yang bermula mengkritik satu orang ke orang lain, membuat Xue Shan Shan dan Fu Qingyue kewalahan.


Xue Shan Shan melihat Pangeran Ketiga dan kedua adiknya yang marah besar, itu sama sekali bukan sikap yang seharusnya dimiliki oleh pangeran dan putri dari sebuah kerajaan.


Mereka sama saja dengan pria dan wanita kasar di jalanan.


Saat ini, hanya Putra Mahkota yang tampak tenang seperti pembawaannya yang biasa terlihat di depan umum.


Walau Pangeran Ketiga dan kedua putri menatapnya dengan tatapan mengejek juga menghina, Xue Shan Shan tersenyum sambil menggoyangkan plakat undangan di tangannya. "Siapa bilang aku tidak terdaftar?"


Senyuman Xue Shan Shan semakin lebar. "Aku hadir atas nama Sekte Xianyue."


"Apa?"


Pangeran Ketiga tertegun di tempat.

__ADS_1


Seketika, dia teringat bahwa Xue Shan Shan memang murid dari Sekte Xianyue yang memiliki popularitasnya seperti Sekte Xingyun.


Tentu saja, Sekte Xianyue pasti akan diundang.


Pangeran Ketiga hanya tidak menyangka, kenapa harus Xue Shan Shan yang mewakili Sekte Xianyue? Padahal, gadis itu bukanlah satu-satunya murid di sana.


"Xue Shan Shan, undanganmu pasti palsu, kan?" Putri Kedua langsung menuding Xue Shan Shan setelah membuat kesimpulan.


Bagaimanapun, yang dia tahu bahwa Xue Shan Shan hanyalah murid biasa.


Mendengar itu, Xue Shan Shan tidak bisa menahan diri untuk tertawa terbahak-bahak. "Baiklah, anggap saja ini palsu."


Melihat senyuman memesona Xue Shan Shan, Putri Kedua sangat marah.


Ketika hendak melayangkan pukulan ke arah Xue Shan Shan, tangan seseorang yang terlihat pucat pucat dan ramping meraih lengan Putri Kedua.


"Kakak, sudah cukup." Putri Ketiga mengingatkan sang kakak.


Ini adalah pertama kalinya Xue Shan Shan melihat Putri Kedua dan Ketiga lebih dekat.


Sebelumnya, dia hanya melihat mereka dari kejauhan saat di Aula Belajar Kerajaan.


Beberapa kali, Xue Shan Shan sempat mendengar kabar bahwa kesehatan Putri Kedua dan Putri Ketiga tidak baik sehingga jarang keluar rumah.


Bahkan, Xue Shan Shan juga bisa melihat bahwa Putri Ketiga mewarisi keunggulan Keluarga Li dengan sempurna. Fitur wajahnya lebih cantik dari semua putri yang ada, tetapi kulitnya putih pucat. Mungkin, itu karena kurangnya terpapar sinar matahari sepanjang tahun.


Meski begitu, tubuhnya tetap memancarkan aura keindahan orang yang penyakitan.


Karena ditatap serius oleh saudari kembarnya, Putri Kedua langsung menaiki tangga setelah menghempaskan tangan Putri Ketiga dengan kasar.


Sementara itu, Putra Mahkota menatap Xue Shan Shan dengan lekat, sebelum akhirnya menyusul langkah Putri Kedua.


Dia setuju pada keputusan Putri Kedua untuk melepaskan Xue Shan Shan atas arahan dari Putri Ketiga.


Xue Shan Shan terlalu licik, jadi jangan menyinggungnya dulu.


Di belakang, Pangeran Keempat yang juga ada di dalam rombongan Putra Mahkota, hanya melirik sekilas pada Xue Shan Shan dan Fu Qingyue.


Kemudian, dia juga ikut pergi meninggalkan Xue Shan Shan dan Fu Qingyue di tempat.


Setelah saling memandang sekilas dengan Pangeran Keempat, wajah Fu Qingyue tampak memerah tanpa alasan.

__ADS_1


Fu Qingyue menenangkan dirinya sejenak, lalu berbisik pada Xue Shan Shan. "Shan Shan, sepertinya aku jatuh cinta sekali lagi."


"Hah? Jatuh cinta sekali lagi? Kali ini, pada siapa?" Xue Shan Shan mengerutkan keningnya ketika mengajukan pertanyaan beruntun pada Fu Qingyue.


"Kepada Yang Mulia Pangeran Li Xanjian." Fu Qingyue menarik lengan baju Xue Shan Shan dengan ekspresi malu, bahkan perasaan bahagia jelas tidak bisa disembunyikan dari wajahnya.


Pangeran Li Xanjian adalah Pangeran Keempat!


Xue Shan Shan berpikir sejenak.


Kalau dilihat dari penampilannya, Pangeran Li Xian memang tampan. Yah, meski tidak setampan Pangeran Li Xian, tetapi itu tetap masuk akal jika Fu Qingyue menyukainya.


Hanya saja, Xue Shan Shan merasa bahwa Pangeran Li Xanjian terlihat lebih dingin dan tertutup jika dibandingkan dengan Pangeran Li Xian.


"Shan Shan, Yang Mulia Pangeran Li Xanjian sangat tampan, kan? Dia juga terlihat lemah lembut. Menurutmu, apa Yang Mulia Pangeran Li Xanjian sangat istimewa? Dia hanya melirikku sedikit, tapi aku merasa sudah ditaklukkan ...." Fu Qingyue semakin bersemangat, jantungnya juga kembali berdetak kencang begitu mengingat kejadian barusan.


Perasaan berdebar seperti ini, selalu dia rasakan ketika bertemu dengan Pangeran Keempat.


Namun, pertemuan kali ini melibatkan kedua pasang mata yang saling bertemu tatap. Jadi, debaran di dadanya agak berbeda dari biasanya.


'Aku sangat menyukai.'


"Bukankah kamu hanya terobsesi pada ketampanannya? Qingyue, jangan terlalu terbawa perasaan."


Jika sebelumnya Fu Qingyue yang mengingatkan Xue Shan Shan, maka sekarang malah sebaliknya.


Sebagai seorang teman, Xue Shan Shan benar-benar tidak bisa menaha diri untuk tidak memberikan peringatan pada Fu Qingyue.


Namun, Fu Qingyue tidak mau mendengarnya.


"Shan Shan, akhirnya aku mengerti kenapa waktu itu kamu mengejar Yang Mulia Pangeran Li Xian tanpa malu-malu." Fu Qingyue mulai menyadari, Xue Shan Shan sepertinya lebih tidak tahu malu dibandingkan dengan dirinya.


Begitu mendengarkan Fu Qingyue berkata demikian, Xue Shan Shan langsung tersedak.


"Para pria tua ini sangat menarik." Fu Qingyue menambahkan, dia tidak memperdulikan wajah merah Xue Shan Shan setelah terbatuk-batuk.


Fu Qingyue menghitung dengan jemarinya, dia baru berusia lima belas tahun, sementara Pangeran Li Xanjian sudah berusia 21 tahun.


Jika dihitung-hitung, dia memiliki jarak usia enam tahun dengan Pangeran Li Xanjian.


Xue Shan Shan menatap Fu Qingyue dengan wajah kurung, tetapi dia juga tidak ingin mengatakan apa-apa lagi.

__ADS_1


Lupakan saja, Qingyue terlalu bersemangat. Mungkin, dia akan baik-baik saja setelah bangun besok pagi.


__ADS_2