Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Pasangan yang Saling Melengkapi


__ADS_3

Semua orang semakin marah setelah mendengar kata-kata Xue Shan Shan, terutama Lee Zhejiang yang sejak awal tampak lebih tenang dari orang lain.


Ternyata, juga ada hari di mana Xiao Xing menjebol Xue Shan Shan.


Tidak bisa dibiarkan!


"Xiao Xing, kamu gila!" Lee Zhejiang tidak bisa menahan gejolak amarah yang timbul di bola matanya, dia bahkan hendak menerjang gadis itu.


Namun, Minglang dengan cepat menghentikannya.


Bagaimanapun, masalah Xiao Xing hari ini hanya bisa diselesaikan oleh Xue Shan Shan!


"Lepaskan, jangan hentikan aku! Biarkan aku membunuhnya!" Sebagai seorang paman yang sudah menganggap Xue Shan Shan sebagai putrinya sendiri, mana mungkin dia bisa diam saja ketika tahu gadis itu berkali-kali dicelakai oleh orang.


Terlebih, orang itu sudah ada di depan matanya.


Lee Zhejiang sangat ingin menghancurkan Xiao Xing di genggaman.


"Paman, tenanglah." Xue Shan Shan berbicara dengan datar. "Kali ini, dia tidak akan lepas lagi!"


Bagaimanapun, Nyonya Diana adalah batas kesabaran Xue Shan Shan dan Xiao Xing secara sadar telah menyentuhnya!


Mendengar suara datar dan ekspresi dingin di wajah Xue Shan Shan, Lee Zhejiang agak asing, tetapi bisa bernafas sedikit lega.


Setidaknya, sang keponakan tidak akan berbaik hati lagi untuk melepaskan musuh mereka.


Ya, musuh Xue Shan Shan adalah musuh seluruh Keluarga Perdana Menteri!


Xiao Xing sudah ketakutan, tetapi dia tidak ingin terlihat lemah di mata orang lain. Terutama, Xue Shan Shan.


"Ya, aku memang gila! Aku gila karena terus gagal membunuh Xue Shan Shan!" Xiao Xing menatap semua orang dengan garang, lalu menetapkan tatapannya pada Xue Shan Shan. "Karena aku tidak bisa membunuhmu, maka aku hanya bisa membunuh ibumu. Jika ibumu mati, jangan salahkan aku. Itu salahmu sendiri!"


Begitu Xiao Xing selesaikan bicara, tubuhnya langsung terjengkang ke belakang akibat ditendang oleh Xue Shan Shan.


"Kamu sudah melakukan hal jahat, tapi masih merasa hal itu masuk akal?"


Xiao Xing yang bertubuh kecil, sudah terlentang di lantai hingga rasanya tidak sanggup bangkit lagi.


"Ada pelaku kejahatan dalam setiap ketidakadilan, ada pengutang dalam setiap hutang. Selama ini, jangankan aku, bahkan ibuku apa saja tidak pernah mencari masalah denganmu!" Xue Shan Shanmeeasa Xiao Xing sangat lucu.


Ajalnya sudah dekat, tetapi masih saja tidak mau bertobat.


Xiao Xing sadar, Xue Shan Shan memang tidak pernah mencari masalah dengannya, apalagi Nyonya Diana.


Namun, gadis itu bermasalah dengan majikannya, Putri Amber. Jadi, siapa pun musuh Putri Amber yang yang sudah mengambilnya dari jalanan, maka akan menjadi musuhnya juga.

__ADS_1


Xiao Xing tahu bahwa dia tidak akan bisa selamat lagi, jadi dia mengutarakan apa yang seharusnya diutarakan. "Xue Shan Shan, kamu bisa bersikap sombong, sekarang. Namun, jangan lupa! Semakin tinggi posisimu, semakin keras kami akan jatuh. Suatu hari, kamu akan terpuruk!"


"Jangan khawatir, meski aku jatuh dari ketinggian, akan ada banyak orang yang menolongku. Namun, bagaimana denganmu? Bahkan, Putri Amber tidak akan pernah datang untuk menyelamatkan nyawamu dariku." Xue Shan Shan menurunkannya kelopak matanya untuk menatap Xiao Xing yang saat ini ada di telapak kakinya.


Seketika, Xiao Xing yang merasakan sakit diperutnya langsung memuntahkan seteguk darah.


Pada saat ini, semua orang seolah-olah melihat utusan dari akhirat.


Sorot mata indah Xue Shan Shan sangat dingin, sekujur tubuhnya saja dikelilingi oleh aura membunuh.


"Di mana pisauku?" Xue Shan Shan mengulurkan tangannya, tidak tahu berbicara dengan siapa.


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah berdiri di dekat Xue Shan Shan sambil menyerahkan pisau ke tangan gadis itu dengan ekspresi datar.


Semua orang tidak berkutik.


Xue Shan Shan ingin membunuh, sementara Pangeran Li Xian dengan senang hati menyerahkan pisau untuknya.


Mereka berdua sungguh keren, benar-benar pasangan yang saling melengkapi.


Setelah melihat kilatan pisau di tangan Xue Shan Shan, Xiao Xing tidak bisa lagi menahan rasa takutnya.


Xiao Xing menelan ludah dengan susah payah dan berbicara tergagap. "Xue ... Tuan Putri, apa yang ingin kamu lakukan? Aku bersalah, mohon ampuni aku kali ini. Aku berjanji tidak akan mencelakaimu atau siapa pun orang-orang di sisimu lagi."


Untuk pertama kalinya, Xiao Xing benar-benar merasa ajalnya sudah di ujung tanduk.


Namun, bagaimana mungkin Xue Shan Shan mau memberinya kesempatan lagi?


Tanpa menunggu Xiao Xing bicara lagi, Xue Shan Shan sudah mengangkat pisau di tangannya dan menikam perut gadis pelayan itu.


"Arghhhh ...." Xiao Xing berteriak, matanya membelalak lebar dan rasa sakit pun langsung menjalar ke organ dalamnya.


Xue Shan Shan menatap Xiao Xing dengan dingin, tatapannya sama sekali tidak tersirat belas kasih. Bahkan, dia dengan kejam menikam alat vital Xiao Xing.


"Xiao Xing, aku kembalikan luka yang kau berikan pada ibuku!"


Perut Xiao Xing sudah berlumuran darah, dia tergeletak di lantai dan merasakan kehidupannya yang sudah berlalu dalam diam.


Xiao Xing melihat ke sekeliling, semua orang hanya melihatnya dalam diam dan penuh kebencian, juga penghinaan. Di antara mereka, jangankan anggota keluarga yang memang tidak pernah dia miliki sejak kecil, bahkan Putri Amber saja tidak ada di saat terakhirnya.


Pada akhirnya, Xiao Xing mati dengan sangat tidak rela.


Hari ini, Kediaman Perdana Menteri dipenuhi dengan suka dan duka.


Setelah meminta orang membuang jasad Xiao Xing, lalu melirik semua orang dengan dingin. "Kelak, siapa pun yang membuat masalah di tempat ini, akan berakhir seperti dia."

__ADS_1


Lee Wushang dan yang lainnya menatap Xue Shan Shan, mereka merasa agak asing dengan gadis itu.


Namun, tidak ada di antara mereka yang ingin menyalahkan kekejaman Xue Shan Shan.


Bagaimanapun, mereka berpikir bahwa tindakan kejam Xue Shan Shan terpicu karena Xiao Xing tidak henti-hentinya menguji kesabarannya.


Di sisi lain, Putri Amber sudah mendengarnya berita kematian Xiao Xing.


Bukannya menyayangkan nyawa Xiao Xing yang tidak begitu berarti, Putri Amber hanya terlalu murka pada Xue Shan Shan.


Tidak hanya melukainya, Xue Shan Shan bahkan telah membunuh pelayannya.


Pangeran Li Xian bahkan sangat mendukung tindakan Xue Shan Shan.


Aku akan mengingat ini semua.


Tunggu saja!


Kalian semua tunggu saja, kelak aku pasti akan membalaskan dendam ini!


Setelah keributan dia aula utama Kediaman Perdana Menteri berakhir, Xue Shan Shan melemparkan pisau di tangannya dan hendak berlalu pergi ke Paviliun Diana untuk menjaga sang ibu.


Sebelum pergi, Xue Shan Shan melihat langit sudah gelap gulita, lalu melirik Xue Shan Shan sambil berkata, "Kamu lelah, tidak?"


"Tidak terlalu." Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan.


Di saat Pangeran Li Xian mengira Xue Shan Shan akan mengusirnya, dia malah melihat gadis itu menunjuk ke arah sebuah paviliun sambil berkata, "Kalau kamu lelah, kamu pergi dulu ke Paviliun Bintang untuk beristirahat. Nanti, aku masih banyak urusan, jadi tidak sempat mengurusmu. "


Nada bicara Xue Shan Shan yang sombong ini langsung mengejutkan orang-orang di sekitarnya.


"Kakak, apakah hari ini Shan Shan kita sudah gila? Berani sekali dia berbicara begitu dengan Yang Mulia Pangeran Li Xian." Nyonya Ning berbisik pada Nyonya Cheng denga MB suara rendah yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.


Nyonya Cheng juga tidak menyangka Xue Shan Shan akan seberani itu pada si Raja Neraka, tetapi dia juga tidak berani menyuarakan pendapatnya.


Terlebih, setelah melihat bertapa mengerikannya Xue Shan Shan hari itu.


Di saat semua orang berpikir Pangeran Li Xian akan marah, pria itu justru mengiyakan kata-kata Xue Shan Shan sambil tersenyum lembut. "Baik."


Tentu saja, lagi-lagi mereka mendapatkan hal yang mengejutkan.


Pangeran Li Xian tersenyum, hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya!


Bisa dikatakan, senyuman Pangeran Li Xian sangat langka.


Semua orang benar-benar tidak mengerti, entah apa yang sudah terjadi pada Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.

__ADS_1


Setelah Xue Shan Shan tiba di Paviliun Nyonya Diana, dia disambut oleh Tabib Zhang. "Kamu datang di sana yang tepat. Ibumu sudah bangun, tapi dia sangat kesakitan."


__ADS_2