
Saat dalam perjalanan menuju ke Istana Bunga Persik, Kaisar tiba-tiba merasa kakinya sakit hingga dia kehilangan keseimbangan dan hampir saja terjatuh.
Beruntung, Kasim Han segera mendekat dan menopang tubuh tegap sang kaisar.
"Kaisar, ada apa dengan Anda?" Kasim Han tampak khawatir, dia membantu memapah Kaisar. "Cepat, panggil tabib kerajaan!"
Kasim Han memberi perintah kepada pelayan istana yang ada di sekitar.
Kaisar melihat kakinya sendiri dan berusaha berdiri. "Kakiku terkilir."
"Kaisar, Taman Rong ada di depan sana. Bagaimana kalau kita pergi ke sana dulu sambil menunggu tabib kerajaan? Setelah memastikan kaki Anda baik-baik saja, barulah kita pergi ke Istana Bunga Persik."
Kaisar mengangguk.
Bagaimanapun, tempat dirinya berdiri saat ini dilalui banyak pelayan. Jadi, Kaisar tidak ingin dilihat banyak orang sehingga berita kakinya terkilir akan sampai ke telinga semua orang.
Namun, dia merasa kesakitan setiap kali mengambil langkah.
Pada akhirnya, mereka tetap sampai di Taman Rong setelah berusaha dengan susah payah.
Sama seperti taman lainnya, Taman Rong juga memiliki sepuluh kamar yang bisa digunakan untuk keadaan darurat, juga dijadikan tempat beristirahat.
Kasim Han menunggu di luar untuk menunggu tabib kerajaan dan untungnya, sang tabib datang dengan cepat.
Setelah serangkaian pemeriksaan dan perawatan, tabib kerajaan pun berkata, "Kaki Kaisar baik-baik saja."
Mendengar itu, Kasim Han menghela nafas lega. Tepat saat Kasim Han mengangkat kepala untuk bertanya, dia melihat Kaisar sudah terlelap.
Karena itu, Kasim Han melambaikan tangan guna memberi isyarat kepada semua orang untuk pergi dan meninggalkan Kaisar sendirian di dalam kamar agar sang kaisar bisa beristirahat dengan nyaman.
Kemudian, Kasim Han memerintahkan beberapa pengawal untuk berjaga di sekitar kamar Kaisar, sementara dirinya pergi memanggil orang untuk menyiapkan kereta kuda.
Di sisi lain, Xue Yuwen yang sudah lama menunggu di Taman Rong mengira bahwa suara yang datang dari ruangan sebelah adalah Putra Mahkota.
Jadi, dia segera merapikan pakaiannya dan berjalan keluar.
Ketika melihat orang-orang di luar, Xue Yuwen agak terkejut.
Melihat keterkejutan Xue Yuwen, Luyao dengan tenang menjelaskan, "Nona, Putra Mahkota sengaja memerintahkan beberapa orang berjaga untuk menghindari beberapa hal yang tidak diinginkan."
Xue Yuwen mengangguk, lalu membawa Luyao keluar.
Tak disangka, mereka malah dihentikan oleh para pengawal.
__ADS_1
"Berhenti! Siapa kalian? Kenapa kalian ada di sini?"
Luyao segera melangkah maju, alis dan dagunya sama-sama terangkat saat berbicara. "Tuanmu yang meminta nona kami datang ke sini."
Setelah mendengar itu, para pengawal tampak tertegun dan saling memandang.
Bersamaan dengan itu, mereka juga sulit mempercayai Kaisar akan meminta seorang gadis muda datang dan menemani istirahatnya.
Bagaimanapun, kisah cinta dan betapa Kaisar mencintai Selir Agung Mei sudah seperti cerita rakyat yang melegenda.
Namun, begitu teringat bahwa Kaisar adalah penguasa negara yang membutuhkan hiburan, mereka berpikir tidak ada salahnya jika sang kaisar bermain-main dengan wanita lain.
Kemudian, salah satu dari pengawal itu berkata, "Apa Kasim Han yang memerintahkan kalian ke sini?"
Luyao dan Xue Yuwen saling memandang, mereka tampak tertegun.
Kasim Han? Bukankah itu kasimnya Kaisar? Ah, mungkin saja Putra Mahkota meminta bantuannya sebentar untuk menyampaikan pesan.
Karena berpikir orang yang di dalam adalah Putra Mahkota, Xue Yuwen langsung mengangguk saja.
Setelah melihat respon Xue Yuwen, pengawal itu pun menunjukkan ekspresi seolah-olah dia telah memahami situasi yang ada.
Terlebih, saat ini Xue Yuwen memiliki ekspresi penuh kasih yang dibalut dengan senyum malu-malu.
Begitu saja, sang pengawal langsung membukakan pintu dan mempersilahkan Xue Yuwen masuk.
Setelah melihat Xue Yuwen masuk, Luyao langsung menyingkir ke tepi.
Sementara itu, para pengawal mulai berbincang di antara mereka.
"Kenapa aku merasa ada yang janggal? Kalau Kasim Han memanggil orang untuk melayani Kaisar, kenapa Kasim Han tidak memberitahukannya kepada kita?"
"Mungkin saja Kaisar lupa. Nona di dalam pasti pernah datang ke perjamuan istana dan disukai oleh Kaisar, itu sebabnya dia ada di sini saat ini."
"Masuk akal."
Xue Yuwen melangkah masuk, dia menundukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara. Akan tetapi, dia tidak mendapatkan respon apapun setelah menunggu cukup lama. Dia pun mengangkat kepalanya perlahan dan merasa agak heran karena tidak ada orang di luar
"Apakah orangnya di dalam?" Xue Yuwen bergumam, dia melihat ke sekeliling ruang tengah.
Dengan pemikiran seperti itu, Xue Yuwen pun berjalan memasuki kamar.
Benar saja, seseorang sedang tidur di tempat tidur.
__ADS_1
Wajahnya memerah, tetapi hatinya sangat senang.
Putra Mahkota pasti sangat tertarik dengan tubuhku.
Seketika, Xue Yuwen teringat kata-kata ibunya bahwa cara terbaik untuk memikat pria adalah dengan membuatnya tertarik pada tubuh.
Setelah memikirkan hal ini, Xue Yuwen diam-diam mengambil botol kecil dari lengan bajunya yang berisi minyak wangi.
Dia pun langsung mengoleskan minyak tersebut ke tubuhnya, lalu mengambil langkah maju untuk mendekati tempat tidur tanpa menghiraukan rasa malunya.
Sementara itu, Kaisar yang sedang tertidur langsung terbangun dan bersikap waspada ketika merasakan kehadiran orang asing di sekitarnya.
Hanya saja, Kaisar merasa aroma yang datang dari sosok asing itu sangat enak hingga membuatnya merasa begitu nyaman.
Bahkan, hatinya juga bergejolak saat melihat sosok itu adalah seorang wanita muda.
Terlebih, saat melihat wajah dan postur tubuh Xue Yuwen, Kaisar seolah-olah lupa bahwa gadis itu adalah Nona Kedua dari Kediaman Xue, saudari Xue Shan Shan.
"Kenapa kamu di sini?" Saat bicara, tatapan Kaisar tanpa sadar tertuju pada Xue Yuwen seolah-olah dia telah dihipnotis.
Melihat yang menyapa dirinya adalah Kaisar, Xue Yuwen sangat terkejut.
Bahkan, dia tidak sempat bereaksi ketika ....
Di sisi lain, Luyao yang baru saja melangkah pergi tiba-tiba merasakan saki pada leher bagian belakang, sebelum akhirnya dia jatuh pingsan.
Di Taman Istana, Xue Shan Shan sudah duduk di sisi Selir Agung Mei sambil mengobrol santai. Mereka tidak membahas rencana apa pun yang telah diatur dan direncanakan oleh Pangeran Li Xian karena keduanya benar-benar tidak tahu.
Jadi, Xue Shan Shan dan Selir Agung Mei hanya bisa mengobrol seputar acara yang sedang berlangsung.
Namun, kedamaian di Taman Istana langsung sirna begitu suara teriakan yang datang dari kejauhan bersamaan sosok pelayan istana yang berjalan mendekat.
"Gawat! Gawat! Ada sesuatu yang terjadi di Taman Rong!"
"Astaga, ini tidak baik!"
Selir Agung Mei dan Xue Shan Shan saling memandang dengan tatapan dan senyuman yang menyiratkan makna tersembunyi, sementara Permaisuri justru mengerutkan keningnya.
"Kenapa lagi ini?"
"Permaisuri, gawat! Ada sesuatu yang terjadi di Taman Rong!" Kedua pelayan yang membawa berita itu langsung berlutut di hadapan Permaisuri Xuan.
"Apa?!" Permaisuri Xuan terkejut, dia berpikir apakah terjadi sesuatu pada wanita bangsawan lagi. Karena itu, dia pun bertanya lagi. "Siapa yang tidak ada di sini?"
__ADS_1