Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Yuwen, Kamu Ingin Pergi?


__ADS_3

"Dasar wanita ja lang! Berani-beraninya Xue Shan Shan menyerangku seperti ini!"


Dekat dengan selir dan putri murba seperti kakak adik?


Li Xuanji adalah Tuan Putri Amber yang bermartabat dari Negara Yuzhou, dia bahkan tidak menganggap kakak adik dari anak-anak Kaisar yang dilahirkan oleh Selir Agung Mei, jadi bagaimana mungkin dia bisa menerima Selir Faye dan Xue Yuwen sebagai saudaranya.


Tindakan Xue Shan Shan benar-benar menjijikkan!


Apakah makhluk rendahan yang tidak pantas dianggap seperti Selir Faye, juga Xue Yuwen masih layak untuk Li Xuanji panggil kakak dan adik.


Li Xuanji sangat marah hingga dia merasa sesak.


Awalnya, dia sengaja mendekati Selir Faye dan Xue Yuwen karena ingin meminjam kekuatan mereka untuk mengalahkan Xue Shan Shan.


Tidak disangka, Xue Shan Shan malah melakukan hal seperti ini.


Li Xuanji saat ini merasa dirinya sudah menelan seekor lalat, sangat menjijikkan!


Dia juga tidak mungkin pergi mencari masalah dengan Xue Shan Shan karena tidak ada kesalahan sama sekali dari surat terimakasih yang penuh dengan sindiran.


Lagipula, surat tersebut penuh pujian untuk dirinya.


Namun, kalau dia mengabaikannya, rakyat di kota akan mengira bahwa dirinya, Li Xuanji, menurunkan statusnya dan layak dipanggil kakak adik oleh seorang selir dan putri murba!


Hal ini mempermalukan dirinya sebagai putri dari keluarga kerajaan.


Li Xuanji merasa serba salah hingga rasanya hampir pingsan karena emosi.


Pada saat ini, Li Chenyu berjalan mendekati Li Xuanji. Begitu melihat ekspresi adiknya yang tidak sempat dipandang, dia pun bertanya, "Kenapa kamu tidak senang?"


"Lihat sendiri!" Li Xuanji berbicara sambil menyerahkan sepucuk surat di tangannya kepada Li Chenyu.


Setelah membaca isi surat itu, Li Chenyu terlihat bingung. "Xue Shan Shan? Istri yang belum sah menikah dengan Kakak Kedua?"


"Ya, kediamanku kebakaran juga karena Li Xian yang ingin melampiaskan amarah Xue Shan Shan. Bahkan, hukuman yang aku terima dari ayah dan ibu yang tidak mau menemuiku juga karena mereka!" Li Xuanji menggertakkan giginya.


Mendengar itu, Li Chenyu terdiam sejenak, tetapi matanya tampak bersinar ketika berkata, "Sepertinya, Kakak Kedua sangat menyukainya."


Seketika, Li Xuanji tercengang.


Dia menatap Li Chenyu, mereka pun saling menatap dengan isi pikiran yang sama.

__ADS_1


Sepertinya, Xue Shan Shan ini bisa mengendalikan perasaan Pangeran Li Xian.


Kalau begitu ....


Li Xuanji tiba-tiba merasa lebih baik.


'Li Xian berada di posisi tinggi dan diserang musuh-musuh yang terlalu banyak. Kalau mereka mengetahui tentang Xue Shan Shan yang memiliki tempat di hati Li Xian, apa wanita ja lang itu masih berkesempatan untuk hidup?'


Sambil memikirkan hal itu, Li Xuanji tersenyum cerah.


Mengetahui isi pikiran adiknya hanya dengan melihat ekspresinya, Li Chenyu pun memperingatinya. "Xuanji, jangan bertindak gegabah!"


"Kenapa?" Li Xuanji mengerutkan keningnya.


Li Chenyu tersenyum dengan paksa, lalu menjawab, "Xue Shan Shan tidak sesederhana yang kita pikirkan, dia pasti menyembunyikan sesuatu."


Li Xuanji teringat pada adegan Xue Shan Shan menangkap ular dengan tangan kosong, dia pun cemberut dan tidak lagi bicara.


Di Kediaman Xue, nyawa Selir Faye akhirnya bisa diselamatkan berkat permohonan Xue Yuwen dan Xue Jingguo.


Sekarang, Selir Faye hanya bisa berbaring di tempat tidur untuk memulihkan luka-lukanya.


"Selir, Tuan pergi ke Taman Fixie." Lilu menghela nafas.


Selir Faye yang sedang berbaring di tempat tidur, hanya tersenyum sinis.


Sejak Selir Faye bebas, Xue Jingguo tidak pernah mengungkit masalah pengangkatan istri sah.


Selir Faye juga enggan dan tidak berniat mengungkitnya, meski sangat ingin.


Bagaimanapun, Xue Jingguo adalah orang yang paling memperdulikan reputasi jauh dari apa pun juga.


Dengan dirinya yang terbukti bersalah dan sudah menerima hukuman, mana mungkin Xue Jingguo mau memikirkan rencana pengangkatan istri sah untuknya


"Aku bukannya tidak tahu seberapa kejamnya dia, tapi aku baru tahu betapa menyakitkannya itu setelah merasakannya sendiri."


"Selir ...."


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkanku." Selir Faye berkata dengan datar. "Aku sudah mati rasa. Saat ini, Yuwen saja sudah cukup untukku. Selama Yuwen menikah dengan keluarga baik-baik, siapa yang berani memandang rendah diriku?"


Bagaimana dengan Tuan Muda?

__ADS_1


Lilu ingin bertanya, tetapi dia menutup mulutnya rapat-rapat mengingat Selir Faye hanya menganggap Yuwen ada seolah-olah dia tidak pernah melahirkan anak laki-laki.


Lilu menghela nafas, dia lalu mengambil dan menyerahkan semangkuk obat kepada Selir Faye. "Selir benar."


Begitu melihat Selir Faye menghabiskan obat, dia baru kembali berkata, "Bagaimanapun, Kediaman Xue sudah tidak ada nyonya rumah lagi. Tidak peduli untuk dirimu sendiri atau demi Nona Kedua dan Tuan Muda, kamu harus mengambil posisi nyonya rumah ini."


Mendengar Lilu menyebut soal Xue Chengdu, Selir Faye baru teringat tentang putra yang sempat dia lupakan.


Entah bagaimana kabar putra yang dia abaikan, tetapi sungguh perhatian padanya?


"Tentu saja." Mengingat dirinya harus berjuang demi masa depan Xue Yuwen dan Xue Chengdu yang cerah, dia kembali bertekad untuk menjadi nyonya rumah.


"Sekarang hanya ada aku dan Yura Chen, dia tidak mungkin membiarkan wanita rumah bor dil itu untuk menjadi nyonya." Selir Faye tersenyum penuh percaya diri.


Bersamaan dengan pemikirannya itu, dia juga tidak ingin berada di bawah kekuasaan orang lain.


Untuk sesaat, Lulu menggerakkan bibirnya sambil berpikir.


Namun, dia menelan kembali semua kata-kata yang ingin diucapkan , tidak memberitahu bahwa Xue Jingguo masih bisa menikahi wanita lain.


Sementara itu, Xue Yuwen baru berhenti memperhatikan luka di tubuh Selir Faye setelah melihat sudah tidak ada yang serius.


Kemudian, dia membawa membawa Putao untuk keluar, tetapi malah bertemu dengan Yura Chen dan Xue Jingguo.


Saat Xue Yuwen menghampirinya, Xue Jingguo langsung bertanya, "Yuwen, kamu ingin pergi?"


"Yuwen memberi salam pada Ayah," kata Xue Yuwen dengan hormat, lalu tersenyum lembut. "Benar, Ayah. Putra Mahkota mengajakku minum teh di tepi danau."


Seketika, wajah Xue Jingguo dipenuhi dengan binar kebahagiaan. "Yuwen, layani Putra Mahkota dengan baik. Kalau bisa, dekati juga Pangeran Kecil. Jika kamu bisa menjadi selir samping Pangeran Mahkota, itu juga sudah sangat baik dan merupakan keberuntungan untukmu."


Xue Yuwen menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan senyum sinis


Dari awal rencananya mendekati Putra Mahkota dengan membuat drama disergap bandit, Xue Yuwen sudah berniat bertemu dan menjalin hubungan dengan pangeran kecil untuk memudahkan jalannya agar bisa menjadi Putri Mahkota.


Saat mengangkat kepalanya lagi, Xue Yuwen sudah tersenyum malu-malu, lalu berpamitan pada Xue Jingguo.


Begitu keluar dari gerbang Kediaman Xue, senyuman Xue Yuwen langsung sirna. Dia mendengus dan berkata dengan dingin. "Selir sanding Putra Mahkota?"


"Nona, jangan marah. Tuan hanya tidak tahu niatmu." Putau menghibur dengan cepat.


Xue Yuwen menyahut dengan asal, kejengkelan melintas di matanya. "Dengan bakat dan kecerdasanku, bagaimana mungkin posisi selir sanding sepadan denganku?"

__ADS_1


Kebengisan melintas di mata Xue Yuwen, "Aku hanya ingin posisi terbaik!"


Tujuannya selalu hanya satu, menjadi Putri Mahkota!


__ADS_2