
Xue Yuwen yang terlihat segar dengan dandanan simpel yang membuatnya tampak anggun dan semakin enak dipandang, saat ini tengah menatap Xue Shan Shan.
Melihat Xue Shan Shan setelah cukup lama tidak bertemu, Xue Yuwen sedikit tercengang.
Xue Yuwen tahu bahwa Xue Shan Shan memang sangat cantik, tetapi tidak menyangka dia akan secantik ini.
Selama ini, dia selalu berpikir bahwa parasnya akan bisa mengalahkan Xue Shan Shan.
Bahkan, dia menghabiskan banyak tenaga hanya untuk berdandan agar terlihat lebih cantik dari Xue Shan Shan.
Namun, ketika berhadapan langsung dengan Xue Shan Shan, dia sama sekali tidak bisa menandinginya.
Seketika, perasaan iri dan benci memenuhi rongga dada Xue Yuwen.
"Tiga hari lagi akan ada perjamuan di rumah untuk menaikkan status ibuku menjadi istri sah, kakak pulang tepat pada waktunya. Dengan begitu, keluarga kita bisa berkumpul semua. Hari itu pasti akan menjadi berita bagus di kota." Xue Yuwen mencoba mengendalikan suasana hatinya dengan berbicara sambil tertawa mencemooh.
Xue Shan Shan yang bisa melihat dengan jelas ekspresi di wajah Xue Yuwen hanya tersenyum tipis, lalu membalas, "Ya, aku benar-benar tidak menyangka masih bisa mengikuti acara yang begitu bagus. Selamat untuk Bibi Faye, hari ini aku masih harus memanggilmu begitu dan akan menggantinya dengan sebutan Ibu Kedua setelah kamu benar-benar diangkat menjadi istri sah."
Selir Faye dan Xue Yuwen sama-sama tercengang, mereka bisa dengan jelas memaknai kata-kata Xue Shan Shan yang menyiratkan bahwa pengangkatan istri sah tidak akan pernah terjadi.
Ketika keduanya masih tercengang, Xue Shan Shan kembali berbicara dengan nada penyesalan. "Kemarin aku masih muda dan bodoh, jadi menyinggung Bibi Faye, mohon Bibi untuk lebih memaklumi di masa depan."
"Aku masih ingin menemui ayah, jadi aku pergi dulu, nanti aku pasti akan mengunjungimu lagi."
Setelah bicara, Xue Shan Shan mengangguk pada Selir Faye dan Xue Yuwen.
Dia belum ingin berhadapan dengan kedua wanita ini!
Namun, dia tidak langsung pergi, melainkan menatap Minglang dan berkata dengan tegas. "Minglang, pindahkan semua mas kawin ibuku ke Kediaman Perdana Menteri!"
Mendengar Xue Shan Shan ingin mengambil mahar milik Diana Lee, wajah Selir Faye langsung pucat, tangannya sudah berkeringat dingin.
Sementara itu, Xue Shan Shan beralih pada Lin Mei. "Kamu pergilah cari pelayan tua dan Kepala Pelayan Chen yang mendampingi ibuku saat menikah dulu. Jika mereka setuju kembali ke Kediaman Perdana Menteri, segeralah minta mereka berkumpul."
"Kakak, apa yang ingin kamu lakukan?" Pertanyaan Xue Yuwen menghentikan langkah Xue Shan Shan.
__ADS_1
"Perceraian." Xue Shan Shan berbicara sambil tersenyum. "Bukankah kamu memang ingin ibuku dan ayah bercerai? Bagaimanapun, perpisahan mereka akan semakin membawa dampak baik bagimu dan Bibi Faye."
Senyuman Xue Yuwen langsung membeku karena isi pikirannya dengan mudah bisa dibaca oleh Xue Shan Shan. "Kakak, apa yang kamu katakan? Aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu."
Tanpa memberikan penjelasan, Xue Shan Shan langsung pergi meninggalkan mereka.
Masih di tempat yang sama Selir Faye dan Xue Yuwen masih tercengang, sebelum akhirnya saling menatap dengan tidak percaya.
Xue Shan Shan benar-benar bertekad menginginkan perceraian, bukankah itu adalah hal yang baik?
Namun, tentu saja tidak baik bagi reputasi Xue Shan Shan dan Diana Lee.
Meski begitu, kebencian di hati Xue Yuwen semakin membengkak. "Apa dia salah minum obat?"
Selir Faye tersenyum penuh pengertian. "Dia bukan salah minum obat, dia hanya mengerti keadaan saat ini. Sekarang, kita mendapatkan dukungan dari Tuan Putri Amber yang merupakan putri favorit Kaisar. Jadi, apa mungkin dia berani melawan kita? Bukankah itu berarti dia ingin menentang Kaisar? Jadi, perceraian memang jalan yang paling baik, ayahmu juga tidak akan menolaknya."
Jika Xue Shan Shan mendengar kata-kata Selir Faye, dia pasti sudah tertawa keras saat ini.
Mereka tidak tahu saja bagaimana kecewanya Kaisar terhadap Putri Amber karena kejadian terakhir kali.
Takutnya, Putri Amber tidak akan menjadi putri favorit bagi Kaisar.
"Jangan khawatir, Yuwen. Setelah Ibu menjadi istri sah, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyingkirkan Diana Lee dan Xue Shan Shan selamanya dari Kediaman Xue! "
Sementara itu, Xue Shan Shan sudah tiba di ruang kerja Xue Jingguo yang terkejut melihat kedatangannya.
Meski agak gugup ditatap dengan dalam oleh sang putri, Xue Jingguo tetap menyapa Xue Shan Shan dengan ramah. "Shan Shan, kamu pulang?"
Xue Shan Shan tersenyum manis, tetapi nada bicaranya terdengar sinis. "Kenapa? Apa Ayah tidak mengharapkan kepulanganku?"
Seketika, tatapan tajam langsung dilayangkan oleh Xue Jingguo. Dia tidak menyangka Xue Shan Shan masih saja bersikap bermusuhan dengannya.
Saat dia ingin mengatakan sesuatu, Xue Shan Shan sudah lebih dulu membuka mulutnya dengan alis yang terangkat sebelah. "Beberapa waktu lalu Ibuku meminta perceraiannya darimu, Ayah tidak melupakannya, kan?"
Xue Jingguo hendak menyangkal, tetapi Xue Shan Shan kembali menyela. "Aku tahu ayah tidak ingin bercerai karena bagaimanapun, setelah perceraian terjadi tidak akan ada lagi Kediaman Perdana Menteri yang berdiri di belakang Kediaman Xue. "
__ADS_1
"Di masa depan, tidak da lagi jalan pintas, jadi Ayah harus berusaha sendiri. Bahkan, orang-orang yang pernah mendapatkan kebaikan dari Kediaman Perdana Menteri, diam-diam akan menciptakan hambatan untukmu."
"Seperti, masa depan Ayah akan sangat sulit."
"Shan Shan ...." Xue Jingguo mengerutkan alisnya sembari menahan amarah dan melembutkan suaranya saat berkata, "Anak ini, aku adalah ayahmu. Kalau aku dan ibumu bercerai, apa keuntungannya untukmu? Itu hanya akan merusak reputasimu sebagai seorang gadis."
"Aku tidak peduli dengan reputasi," balas Xue Shan Shan tak acuh. "Lagipula, aku juga sudah menjadi calon istri Pangeran Li Xian, untuk apa memikirkan reputasi? Dan setidaknya, keamanan ibu dan aku akan lebih terjamin setelah perceraian."
Xue Jingguo tahu saat ini Xue Shan Shan merujuk pada masalah keracunan yang dia alami sejak bayi.
Karena itu, dia pun mencoba membujuk, "Shan Shan, bukankah masalah waktu itu sudah diselesaikan? Untuk apa mengungkitnya lagi?"
Xue Shan Shan tersenyum miring. "Ayah, kita semua bukan orang bodoh dan tahu kebenarannya. Jika Ayah tidak menyetujui perceraian, aku akan membawa ibu untuk menuntut keadilan, meminta Walikota membuka persidangan dan membiarkan masyarakat yang menghakimi apakah pantas bercerai atau tidak?!"
"Xue Shan Shan!" Melihat kelembutan tidak dapat membuat Xue Shan Shan tergerak, ekspresi Xue Jingguo lngsung berubah dan berkata dengan marah. "Kamu .... kamu!"
Tiba-tiba, Xue Jingguo kehilangan kata-kata dan bersamaan dengan itu, Xue Yuwen datang mendekat bersama Selir Faye.
"Ayah, jangan marah ...." Xue Yuwen mengelus lembut lengan ayahnya, lalu beralih menatap Xue Shan Shan. "Kakak, kenapa kamu melakukan ini? Tidak mudah untuk lulangdan berkumpul bersama, tapi kenapa kamu malah mengungkit soal perceraian?"
"Kamu begitu ingin ayah dan ibu bercerai, apa kamu tidak memikirkan bagaimana dengan urusan pernikahanmu di masa depan?"
Raut wajah Xue Yuwen menunjukkan kekhawatiran, tetapi di matanya melintas sorot sinis.
Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen saat berkata demi kata, "Sudah aku katakan, aku tidak peduli dengan reputasi!"
Ekspresi Xue Yuwen menjadi kaku, tangannya pun tanpa sadar terkepal erat. Sesuatu yang sangat penting baginya, bahkan tidak berarti apa-apa di mata Xue Shan Shan.
Lagi-lagi begini! Setiap kali selalu seperti ini!
Xue Shan Shan sengaha membuat Xue Yuwen kehilangan harga diri.
Selir Faye tahu itu, dia pun mencoba menjatuhkan mental Xue Shan Shan. "Nona Besar, setidaknya kamu juga harus memikirkan reputasi Yang Mulia Pangeran Li Xian."
"Kalau tidak salah, sebelumnya kalian juga pernah mengungkit masalah ini, bukan? Apa kalian pikir Pangeran Li Xian memiliki reputasi yang baik?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya dengan senyum sinis. "Kalau dia saja tidak peduli, kenapa aku harus mempedulikannya?"
__ADS_1
Tanpa memperdulikan bagaimana ekspresi Selir Faye dan Xue Yuwen saat ini yang terdiam seribu bahasa, Xue Shan Shan menatap Xue Jingguo. "Ayah merasa diri sendiri sudah terlalu pintar hingga beralasan bahwa menjadikan Bibi Faye sebagai selir karena hadiah dari atasan dan paksaan nenek? Tidakkah Ayah ingin melihat ini?"
Jantung Xue Jingguo berdegup kencang, firasat buruk pun langsung melanda. "Apa?"