Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Tidak, Jangan Menyerah!


__ADS_3

"Ngok ... ngok ...." Babi Terbang Sakti melompat. "Nggg ...."


Setelah menerima perintah, tawon yang baru saja pergi pun kembali terbang berkelompok ke arah mereka.


"Ahhh!" Qing Yuyao berteriak ketakutan, dia langsung melompat ke sungai di hadapannya setelah melihat ke kiri dan ke kanan.


Begitu saja, anggota lainnya dari Keluarga Qing juga seperti bebek, satu per satu ikut melompat ke dalam sungai.


Fu Qingyue melotot dengan jijik. "Keturunan Keluarga Qing memang rendahan, bahkan sangat rendahan. Bukankah mereka akan baik-baik saja jika mengucapkan terima kasih dari tadi?"


Orang Keluarga Qing masih berada di dalam air, tetapi Xue Shan Shan terlalu malas untuk memperdulikan mereka, jadi dia langsung melanjutkan perjalanan.


Setelah mereka pergi, akhirnya anggota Keluarga Qing berhasil sampai ke tepi sungai.


Seperti sudah menyadari bahwa babi yang ditunggangi oleh Xue Shan Shan bukanlah babi biasa, mereka akhirnya memutuskan untuk mengikuti gadis itu.


Benar saja, begitu memutuskan untuk mengikuti Xue Shan Shan, tawon-tawon itu berhenti mengejar mereka.


Xue Shan Shan tentu saja tahu bahwa Keluarga Qing mengikutinya, tetapi dia tidak mencoba menghentikan mereka karena berpikir ingin menggunakan mereka semua untuk dijadikan sebagai tameng ketika nanti menghadapi tantangan yang lain


"Cih, kenapa bisa bertemu lagi?"


Suara sinis seseorang terdengar, Xue Shan Shan pun menoleh ke sumber suara dan mendapati Putri Kedua dan rombongannya berada tidak jauh darinya.


Pada saat yang sama, orang-orang dari Sekte Kongyun, Sekte Wanqian dan Sekte Qingquan juga muncul satu per satu.


Xue Shan Shan berpikir bahwa daerah tempat mereka berada sekarang adalah pusat Gunung Wuxia karena awalnya mereka tersebar di berbagai tempat, tetapi akhirnya akan menuju titik akhir Gunung Wuxia.


'Sepertinya, ini adalah satu-satunya jalan menuju titik akhir.'


Setelah setiap orang yang berpartisipasi dalam ujian kali ini saling bertemu satu sama lain, mereka dengan terkejut menemukan bahwa kecuali kelompok Xue Shan Shan, kondisi yang lainnya cukup mengenaskan.


Jing Fei, Ketua Sekte Kongyun yang berpartisipasi dalam ujian ini, juga sedikit tidak percaya melihat Babi Terbang Sakti yang ditunggangi oleh Xue Shan Shan. "Apa ini binatang spiritual penjaga Gunung Wuxia, Babi Terbang Sakti?"


Babi Terbang Sakti bergumam di dalam hatinya. 'Hmmmm, akhirnya aku bertemu dengan seseorang yang memiliki wawasan luas.'


Xue Shan Shan mengangguk. "Ya, memang betul."


"Ternyata, benar, ya? Padahal, aku hanya asal menebak saja, bahkan aku sempat berpikir bahwa itu hanyalah babi hutan biasa," kata Jing Fei lagi sambil tertawa.


Dia kecewa, ternyata tidak ada yang istimewa dengan binatang spiritual penjaga Gunung Wuxia ini.


Babi Terbang Sakti sangat marah, dia pun berbicara pada Xue Shan Shan menggunakan kekuatan spiritualnya. "Xue Shan Shan, cepat turun! Aku ingin menubruk dia sampai mati!"


"Tenanglah, jangan gegebah!" Xue Shan Shan enggan turun, jadi dia hanya bisa membujuk Babi Terbang Sakti.


Setelah semua orang bertemu, jalanan di depan terhalang oleh gunung yang curam. Kalau ingin sampai di titik akhir, mereka harus melewati puncak gunung ini.


Oleh karena itu, mereka hanya bisa pergi maju secara bersamaan.


Ketika hendak menginjakkan kaki di gunung, tiba-tiba muncul cahaya keemasan di tengah gunung yang menarik perhatian semua orang.


"Apa itu?" Fu Qingyue bertanya dengan rasa ingin tahu.

__ADS_1


Babi Terbang Sakti memberitahu Xue Shan Shan dan yang lainnya. "Itu adalah Bunga Budha Emas, obat langka dan berkualitas tinggi di dunia. Benang sarinya adalah obat Suci untuk penyembuhan. Kalau memakan sebutir saja, tidak peduli apa lukanya, pasti langsung sembuh."


Mendengar manfaat Bunga Budha Emas, Xue Shan Shan menjadi sangat gelisah.


Sangat disayangkan jika benda sebagus itu tidak diberikan kepada kesayangannya, Pangeran Li Xian.


Orang yang memiliki pemikiran sama dengannya adalah kedua bersaudara yang tengah terluka, Qing Yuyao dan Qing Fengjue.


Terutama, Qing Yuyao, dia ingin mengobati luka melepuh di wajahnya. Dia sudah berobat ke tabib, tapi tabib mengatakan bahwa sekalipun luka melepuh hilang, bekasnya akan tetap ada. Jadi, dia menjadi resah untuk jangka yang lama karena hal itu.


Sekarang, dia mendengar bahwa setelah memakan bunga sari dari Bunga Budha Emas, dia akan segera sembuh dan merasa obat itu diciptakan khusus untuknya.


Apa pun caranya, dia harus mendapatkan bunga berharga itu.


Di sisi lain, Ketua sekte lainnya juga ingin bersaing mendapatkan Bunga Budha Emas, tidak terkecuali Pangeran Ketiga.


Terakhir kali, dia mengalami demam dan memanggil Tabib Kerajaan untuk memeriksa dirinya. Tidak disangka, dia diagnosa memiliki penyakit yang bisa mempengaruhi dirinya untuk memiliki keturunan. Karena itu, dia menjadi sangat gelisah karena bagaimanapun, keturunan adalah hal paling penting bagi seorang pangeran.


Tentu saja, Pangeran Ketiga tidak tahu bahwa yang membuatnya sulit memiliki keturunan adalah Xue Shan Shan yang tahu bahwa dirinya mempunyai niat ingin menguasai Negara Yuzhou.


Seketika, suasana menjadi hening.


Dengan secepat kilat dan gejolak luar biasa, Xue Shan Shan memimpin tujuh sampai delapan orang di belakangnya berkelebatan menuju ke arah Bunga Budha Emas Yanga da di tengah gunung.


Saat melihat sekelompok master langsung menyerbu Bunga Budha Emas, orang-orang di luar gunung yang menyaksikan segalanya melalui cermin ilusi pun merasa ada sesuatu yang menarik.


Sebelumnya, sekelompok orang itu dihajar Xue Shan Shan sendirian di Gunung Wuxia.


Akhirnya, tiba giliran para master untuk menunjukkan kehebatan mereka masing-masing.


Namun, bukanlah hal yang mudah untuk bisa mendapatkan bunga ajaib itu.


Sementara itu, ketika Xue Shan Shan dan yang lainnya baru sampai tebing, tiba-tiba mereka menemukan bahwa tebing itu sangat licin dan lebih curam dari yang diduga.


"Ah!" Begitu Qing Yuyao menginjak tebing, dia tergelincir dan jatuh ke tanah yang rata.


Jing Fei, dan yang lainnya juga meluncur turun bersama-sama. Pada saat meluncur, mereka mengaktifkan kekuatan batin untuk memaksakan diri agar tetap bisa berdiri, tetapi pada akhirnya mereka tidak kuat dan tetap terjatuh.


Ekspresi Xue Shan Shan tidak seperti biasanya, dia tampak tegang dan serius. Ketika hamoir tergelincir, dia segera mengeluarkan belati yang selalu disimpan di sakunya, lalu menusukkannya ke tebing untuk menghentikan dirinya secara paksa.


Namun, ketika terpikirkan sesuatu hal, dia pun meluncur turun lagi dan kembali ke tanah.


Setelah mendarat di tanah, dia menyembunyikan dirinya dengan berjalan ke sudut, lalu menyelinap ke tempat Grenie dengan pikirannya. Dia mengeluarkan sarung tangan tahan minyak dan gesekan, lalu memakainya.


Kemudian, dia juga diam-diam mengeluarkan sepatu gunung yang diperlukan untuk mendaki gunung, lalu dia melepas sepatu bersel katun lembut di kakinya dan mengenakan sepatu gunung itu.


Setelah peralatan pendakian siap, Xue Shan Shan naik ke tebing lagi dengan kecepatan yang mencengangkan.


Kali ini, meskipun tebing masih licin, tubuh Xue Shan Shan jelas sekali jauh lebih stabil.


"Apa Xue Shan Shan curang? Kenapa dia menyiapkan sarung tangan dari awal?" Saat melihat sarung tangan di tangan Xue Shan Shan, sorot mata Putra Mahkota memancarkan emosi yang meledak-ledak.


Qing Yuyao juga mengikuti alur bicara Putra Mahkota, dia pun berkata, "Dia memiliki hubungan yang begitu baik dengan Ketua Sekte Dugu, jadi aku pikir pasti Ketua Sekte Dugu telah memberitahunya secara pribadi. Kalau tidak, kenapa Babi Terbang Sakti ini hanya mendengarkan kata-katanya?"

__ADS_1


Begitu mendengar perkataan Qing Yuyao, suasana di sekitar menjadi hening lagi.


Detik berikutnya, Babi Terbang Sakti melompat dan berbicara, "Jangan bicara omong kosong! Aku bukanlah tipe binatang yang bisa disuap!"


Lei Zhen, Minglang dan yang lainnya juga tidak bisa menahan diri lagi, tetapi Fu Qingyue yang lebih dulu menunjuk Qing Yuyao dan berkata dengan marah. "Kamu sendiri tidak memiliki kemampuan, lalu mengatakan orang lain curang. Shan Shan tahu dia akan menghadapi banyak rintangan di ujian kali ini, jadi menyiapkan segalanya dan datang tidak dengan tangan kosong seperti kalian."


Pangeran Ketiga menyipitkan matanya, memandang Xue Shan Shan yang satu-satunya masih berada di tebing saat ini.


Dengan sangat emosi dia membalikkan badan untuk mengambil panah, lalu mengarahkan panah terbang ke arah Xue Shan Shan.


Melihat tindakan Pangeran e, Qianning tentu saj tidak tinggal diam. Dia mengangkat tangan, sebelum akhirnya Pedang Giok Hijau terbang keluar dari sarungnya.


Dengan suara 'ding', tembakan panah terbang Pangeran Ketiga dihantam jatuh dengan akurat.


"Seorang pelayan berani bertarung denganku?" Pangeran Ketiga mengangkat alisnya, lalu melayangkan pukulan ke arah Qianning.


Seketika, sorot mata Qianning menjadi dingin, dia pun tanpa sungkan menyerang balik Pangeran Ketiga.


Saat melihat pertarungan sudah berlangsung, Putra Mahkota melirik Bunga Budha Emas dengan rakus lagi, dia pun segera terbang dan bergabung dengan barisan orang-orang yang bersaing untuk mendapatkan Bunga Budha Emas.


Beberapa saat kemudian, Qing Yuyao merasa sangat cemas, dia melirik ke kiri dan kanan hingga pandangannya tertuju pada tempat tertentu di tebing itu.


Sepertinya, tempat itu agak berbeda dari tempat lainnya.


Dengan mentalitas mencoba-coba, dia menerbangkan pita di lengan bajunya ke arah tanaman berwarna hijau giok di tebing itu.


Buk!!!


Tanaman segar itu pun tercabut beserta akarnya karena hantaman pita di tangan Qing Yuyao.


Pada saat yang sama, tebing itu bergetar hebat.


Di tebing, bebatuan yang tak terhitung jumlahnya berguling-guling turun dalam skala yang luas.


"Gawat, batu-batu ini berjatuhan! Jangan-jangan gunung ini akan runtuh!" Lei Zhen melihat ke atas tebing, di mana batu-batu yang tak terhitung jumlahnya berjatuhan dengan kecepatan yang mencengangkan.


Bahkan, Lei Zhen juga menyadari reruntuhan batu itu akan segera mengenai Xue Shan Shan.


"Babi Terbang Sakti, cepat pikirkan solusi!" Fu Qingyue juga melihat hal itu dan menjadi panik seketika itu juga hingga berjalan mondar-mandir di sekeliling babi itu.


Bai Terbang Sakti mendengus. "Ngok ... aku juga tidak bisa berbuat apa-apa. Apa kamu pikir Bunga Budha Emas begitu mudah didapatkan?"


Xue Shan Shan tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu, tetapi Bunga Budha Emas sudah berada di depan matanya.


Tidak, jangan menyerah!


Xue Shan Shan menggertakkan giginya, dia berpegangan pada batu dengan satu tangan, lalu mengeluarkan Cambuk Abadi dengan tangan lainnya.


Detik berikutnya, dia sudah mengaktifkan kekuatan batin.


Bang, bang, bang, bang!


Setelah merobohkan berapa batu besar berturut-turut, masih ada bebatuan yang terus berjatuhan dari atas kepalanya.

__ADS_1


"Sialan, aku tidak akan pernah menyerah!"


__ADS_2