
Xiangxiang mencibir dengan sinis. "Siapa suruh mulutmu sembarangan bicara!"
Melihat adegan di depan matanya, Lei Zhen menjadi sangat senang. "Kamu pantas mendapatkannya!"
Minglang juga mendengus dan bergumam di dalam hati. 'Siapa suruh mencari masalah dengan nonaku.'
Xue Shan Shan meminta Minglang mengambilkan air, sebelum akhirnya membasuh mata Mu Ruhua dan berkata, "Jurus serangga beracunmu sangat kuat, tapi pendahulunya terlalu lama. Lain kali, jika kamu bertemu dengan dengan orang sepertiku, bukankah kamu akan langsung kalah?"
Ketika Ku Ruhua mendengar kata-kata Xue Shan Shan, dia merasa teori itu sangat masuk akal.
Sudah tiga puluh tahun Mu Ruhua mempelajari jurus serangga beracun ini, tetapi hari ini malah diberikan pelajaran oleh anak muda yang terlihat tidak ada apa-apanya.
"Serangga yang kamu keluarkan tadi juga terlalu lemah, kamu seharusnya ...." Xue Shan Shan menambahkan banyak pengetahuan tentang jurus tersebut.
Minglang tertegun sejenak.
Nona muda dari keluarga lain suka berbagai ilmu pengetahuan, nonanya justru menyukai ilmu pengobatan, terutama seputar racun.
Semakin mematikan, semakin suka!
Setelah mendengarkan penjelasan Xue Shan Shan, akhirnya Mu Ruhua mulai memahami kenapa Lei Zhen bisa menundukkan kepala pada gadis itu.
Sekarang, amarahnya telah padam sepenuhnya.
Setelah perlahan-lahan, Mu Ruhua mulai bisa membuka matanya dan menyadari anggota tubuhnya juga sudah bisa digerakkan lagi.
"Apa yang baru saja kamu gunakan padaku tanda tanya kenapa bisa membuatku kehilangan kesadaran begitu cepat dan banyak" Mu Ruhua bertanya dengan rasa ingin tahu.
"Rahasia!" Xue Shan Shan menjawab dengan misterius, lalu menatap Mu Ruhua dengan serius. "Apa kamu masih menganggapku bocah ingusan?"
Mu Ruhua menyunggingkan senyum malu. "Bagaimana mungkin? Tadi itu, akulah yang ceroboh hingga salah mengenali orang hebat di depanku. Jangan diambil hati, aku akan menebus kesalahanku."
"Bagaimana kamu akan menebusnya?" Xue Shan Shan, si pecinta uang ini menjadi bersemangat.
"Hehe ... mudah saja! Gadis-gadis, keluarlah untuk menjemput tamu!" Mu Ruhua berteriak ke dalam rumah bordil.
Tidak lama kemudian, lima gadis muda datang berlarian. "Di mana?"
"Tuan muda ini, kalian harus melayaninya dengan baik hari ini dan melayani dia sampai dia sendiri puas!"
Dalam sekejap, Xue Shan Shan sudah melarikan diri.
Melihat Xue Shan Shan dan Minglang sudah pergi dengan kecepatan angin, Lei Zhen dan Xiangxiang juga tidak bisa tinggal lebih lama lagi.
Mu Ruhua tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Hei, jangan lari! Lei Zhen ... Qin Xiang, kenapa kalian pergi?"
"Kami mau pergi makan malam dengan bos besar, kamu tidak perlu ikut membuat keributan," sahut Lei Zhen tanpa menoleh ke arah Mu Ruhua.
Begitu mendengar kata-kata Lei Zhen, Mu Ruhua langsung mengejar mereka. "Aku juga ingin makan bersama bos besar dan belajar darinya!"
Setelah beberapa saat, Lei Zhen sudah membawa Xue Shan Shan dan lainnya duduk di restoran terbesar di pasar budak.
Dengan bangga, Lei Zhen memesan semua hidangan di restoran. "Bos Besar, makan sebanyak yang anda mau. Jika tidak cukup, pesan lagi!"
Dari awal, Xue Shan Shan selalu mengenakan topi bambu yang memiliki kain penutup.
Ketika tiba saatnya hendak makan, Xue Shan Shan akhirnya bisa melepaskan topi yang membuatnya agak tidak nyaman.
Setelah melepaskan topi, ketiga orang yang duduk di sebelahnya malah tercengang begitu melihat wajahnya.
Terutama, Mu Ruhua. Dia langsung membuka mulutnya dan berkata, "Ternyata, kamu adalah seorang wanita!!"
Xiangxiang menghela nafas melihat penampilan Xue Shan Shan.
Seperti dugaannya dan rumor yang beredar, gadis yang merupakan istri sah di Kediaman Xue adalah wanita paling cantik di ibukota.
Pada saat ini, Lei Zhen seperti tertusuk duri.
Sialan, aku hidup sampai usia segini, malah dikalahkan oleh gadis kecil!
Lei Zhen menghela nafas, hanya bisa menyalahkan usia yang sudah tua!
"Bos Besar, ini pertama kalinya kamu datang ke pasar budak?"
Xue Shan Shan makan beberapa suap dan setelah mengambil beberapa makanan lagi, dia baru menjawab pertanyaan Lei Zhen. "Benar, pertama kali.s"
"Untuk apa kamu sayang ke sini? Untuk membeli budak?" Lei Zhen bertanya lagi.
Xue Shan Shan tersenyum, dia mengangkat alisnya ke arah Lei Zhen. "Awalnya, aku mau mengumpulkan orang untuk membantuku memperbaiki rumah, tapi aku akhirnya punya pikiran lain ...."
Selain Xiangxiang, Lei Zhen dan Mu Ruhua adalah orang penting di pasar budak. Bahkan, Minglang juga tiba-tiba merasa tidak baik.
"Punya pikiran lain? Apa itu?" Lei Zhen benar-benar tidak bisa menyembunyikan rasa penasarannya. "Bagaimana dengan mencari pekerja, tetap jadi, kan? Katakan saja kamu tinggal di mana, besok aku akan langsung mengirimkan orang untuk membantumu memperbaiki rumah."
Lagipula, ada cukup banyak orang di aula seni bela diri. Jadi, tidak masalah jika hanya mengirim beberapa dari mereka.
"Aku hanya ingin menjual orang padamu ...." Xue Shan Shan berbicara sambil tersenyum lebar, menunjukkan deretan gigi putihnya. "Tenang saja, aku tidak akan meminta harga tinggi darimu."
Menjual orang?
Dengan harga rendah pula ....
__ADS_1
Siapa orang malang itu?
Di saat semua orang bertanya-tanya siapa orang yang akan dijual oleh Xue Shan Shan, hanya Minglang yang menggelengkan kepalanya tanpa daya.
Nasib Putri Amber sudah ditentukan dan tidak bisa diselamatkan lagi.
Hanya saja, apa seorang putri tidak begitu berharga hingga hanya dijual dengan harga rendah?
Sebelum semua orang yang terkejut dapat menanggapi kata-katanya, Xue Shan Shan kembali berkata dengan cepat. "Tentu saja, aku membutuhkan setidaknya lima orang dan kirimkan mereka ke jalan Ibukota nomor 29."
Sekali lagi, Lei Zhen, Xiangxiang dan Mu Ruhua dibuat terkejut oleh Xue Shan Shan.
Kali ini, mereka terkejut karena mendengar tempat yang Xue Shan Shan sebutkan adalah tempat paling mewah di ibukota.
Tunggu dulu ....
Seingat mereka, nomor 28 adalah Kediaman Pangeran Li Xian, kan?
Lalu nomor 29 ....
Setelah memikirkannya, mereka langsung teringat pada pemberitahuan kerajaan beberapa waktu lalu saat Kaisar menurunkan dekrret pernikahan untuk Pangeran Li Xian.
"Kediaman Putri Changning?"
Lei Zhen dan Mu Ruhua berbicara serentak, sedangkan Xue Shan Shan hanya mengangguk dengan sopan.
"Merendah! Merendah!"
Ya, saat Kaisar memberikan dekret pernikahan untuk Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan, beliau juga memberikan beberapa hadiah kepada gadis itu. Salah satunya, kediaman besar yang ada di sebelah kediaman Pangeran Li Xian.
Sebelumnya, Xue Shan Shan tidak berpikir akan menempati kediaman itu.
Namun, sejak Nyonya Diana berpisah dari Xue Jinggou dan keluar dari Kediaman Xue, ibunya itu berkali-kali mengutarakan niatnya kepada keluarga besarnya untuk tidak tinggal di Kediaman Perdana Menteri.
Tentu saja, orang-orang di Kediaman Perdana Menteri tidak setuju dengan ide Nyonya Diana yang menganggap dirinya adalah aib keluarga karena berstatus janda hingga tidak ingin membuat mereka malu.
Setelah diperbincangkan lagi, mereka mau tidak mau menyetujui usulan Nyonya Diana. Setidaknya, itu lebih baik daripada membiarkan wanita itu tinggal di luar kota.
"Kamu Putri Changning?" Mu Ruhua yang masih terkejut kembali bertanya lagi.
"Benar, aku tidak bisa mengganti nama atau pun mengganti nama keluargaku, begitu juga Tuan Putri Changning, Xue Shan Shan," kata Xue Shan Shan sambil berdiri dan menginjak kursi dengan sebelah kaki.
Saat ini, pintu ruangan pribadi tiba-tiba dibuka oleh seseorang.
Ketika Xue Shan Shan masih dalam posisi ini, dia tiba-tiba merasakan hawa dingin di punggungnya dan aroma Aucuba Japonica yang familier pelan-pelan mendekatinya.
Seketika, Xue Shan Shan jatuh di meja makan di depan empat orang.
"Tuan Putri Changning, apakah Anda bersenang-senang?" Suara yang dalam terdengar di punggung Xue Shan Shan.
Gadis yang baru saja bersemangat, mengeluarkannya senyum paling manis dan berbalik dengan indah.
"Sayang, kenapa kamu datang ke sini? Apa kamu melakukan perjalanan khusus untuk menemukanku, atau apakah ini pertemuan romantis yang tidak disengaja?" Xue Shan Shan berkedip sambil menatap Pangeran Li Xian.
Xue Shan Shan bukannya tidak sadar pada panggilan 'sayang' yang dia layangkan pada Pangeran Li Xian, itu dia lakukan hanya demi tidak mendapat amarah pria itu.
"Siapa yang membawamu ke sini?" Pangeran Li Xian membungkuk dan mendekatkan Xue Shan Shan, lalu melirik keempat orang yang ada di depannya dengan tatapan dingin.
"Pangeran, bukan saya, justru Putri-lah yang membawa saya."
Seketika, ketiga orang lainnya juga, melambaikan tangan dengan cepat.
"Bukan aku, bukan aku!"
Jika Minglang saja tidak membawa sang putri, bagaimana mereka bisa melakukannya.
Sejak sang pangeran memasuki ruang privat tempat mereka makan, ketiga orang itu sudah mengenalinya sebagai penguasa akhirat di dunia fana yang menakutkan, yakni Pangeran Li Xian, sosok tertinggi dari Negara Yuzhou.
Benar-benar tidak boleh menyinggungnya!
Tatapan Pangeran Li Xian jatuh pada Xue Shan Shan lagi.
"Sebenarnya, saya ... aduh ...."
Sebelum Xue Shan Shan bisa menyelesaikan kata-katanya, sebuah tangan sudah menjepit telinganya dan membawanya pergi dari ruangan private itu.
Di belakang, beberapa orang melihat gadis yang tadinya begitu hebat di pasar budak, malah dijewer pergi seperti anak kecil oleh Pangeran Li Xian.
Hmmmmm, di dunia ini setiap hal memang selalu ada kelemahannya.
Setelah meninggalkan restoran, ada banyak orang lewat yang menyapa Xue Shan Shan.
"Bos Besar!"
"Bos, hati-hati di jalan."
Xue Shan Shan yang masih dijewer telinganya, hanya bisa menutupi wajahnya dengan malu.
Citra yang dia bangun tadi, runtuh sudah.
Eh, tunggu ... Xiangxiang belum memberiku pil berkualitas tinggi!
__ADS_1
Xue Shan Shan merasa dirinya telah kehilangan ratusan ribu teal perak, tetapi dia juga tidak bisa kembali untuk mengambilnya.
Sudahlah, beberapa hari lagi aku juga akan kembali ke sini membawa Putri Amber.
Sekalian saja ....
Sampai masuk ke kereta, barulah Pangeran Li Xian melepaskan Xue Shan Shan.
Namun, wajah yang tegang menunjukkan ketidaksenangannya.
Bos Besar?
Makhluk kecil ini ke mana saja tetap membuat masalah!
Merasa badai akan segera datang, Xue Shan Shan bertindak duluan dengan memeluk lengan Pangeran Li Xian dan bersandar padanya sambil berkata dengan manis.
"Baru beberapa jam tidak melihatmu, aku sudah sangat merindukanmu. Sepertinya, kamu makin tampan. Bisakah aku mencium wajahmu yang tampan ini?"
Seketika, seseorang dengan wajah gelap langsung kehilangan kesabaran dan menundukkan kepalanya, lalu mengambil inisiatif untuk mendekatkan wajahnya.
"Ayo, lakukan!"
Xue Shan Shan tercengang, tetapi tetap mencium wajah Pangeran Li Xian.
Hanya saja, Pangeran Li Xian tidak puas.
Dia memegang pipi Xue Shan Shan, lalu mencium bibir merah mudanya sampai gadis itu tidak bisa bernapas dan memohon untuk melepaskannya.
Pada akhirnya, Pangeran Li Xian tetap melepaskan Xue Shan Shan.
"Apa kamu masih berani datang ke tempat ini lagi?" Pangeran Li Xian menatapnya, jarinya dengan lembut menyentuh bibir merah Xue Shan Shan yang basah.
Xue Shan Shan langsung menggelengkan kepalanya, mencoba menyembunyikan niat yang sebenarnya ada di dalam hatinya.
"Bagus, aku akan memberimu hadiah lagi."
Tentu saja, mata Xue Shan Shan langsung berbinar.
Lihatlah, bagaimana mungkin si pecinta uang tidak mencintai Pangeran Li Xian yang begitu loyal?
Bukan hadiah seperti yang diharapkan, Xue Shan Shan malah merasa bibirnya dicium lagi.
Bahkan, gadis itu sampai lemas dibuatnya.
Namun, kali ini Xue Shan Shan mulai membalas tindakan sang pangeran.
Dengan balasan ini, ciyuman menjadi lebih intens.
Ketika kereta berhenti, bibir merah Xue Shan Shan tampak sedikit membengkak.
Xue Shan Shan memukul dada bidang Pangeran Li Xian. "Kamu tidak bisa lembut sedikit?"
"Lain kali, aku akan hati-hati." Bibir Pangeran Li Xian tersenyum tipis, menunjukkan betapa baiknya suasana hatinya.
Setelah turun dari kereta, Xue Shan Shan baru menyadari bahwa dirinya telah dibawa ke istana.
"Ini?" Xue Shan Shan bertanya dengan rasa ingin tahu.
"Ibu mengundang kita untuk makan malam," sahut Pangeran Li Xian.
Mendengar itu, Xue Shan Shan menundukkan kepalanya dan melirik pakaian hitam yang dia pakai.
Mulutnya sedikit berkedut. "Apa kamu tidak bermasalah dengan pakaianku?"
Pangeran Li Xian menggelengkan kepalanya. "Tidak apa-apa, aku dan ibu tidak akan mempermasalahkan bagaimana pun penampilanmu."
Pangeran Li Xian membawa Xue Shan Shan ke Istana Bunga Persik.
Di dalam Istana Bunga Persik, Selir Agung Mei sedang menunggu Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan untuk makan malam bersama.
Ketika melihat dua orang saling berpegangan tangan sambil berjalan masuk ke Istana Bunga Persik, Selir Agung Mei tanpa sadar menggosok kedua matanya.
Setelah memastikan kedua orang itu adalah putra dan menantu perempuannya yang berharga, Selir Agung Mei ingin tertawa lepas. Akan tetapi, dia menahannya sekuat tenaga.
Sadar, akhirnya anak laki-lakiku yang sedingin es itu sadar juga!
Dan juga, pakaian yang dikenakan Shan Shan tampak berbeda.
Apa mungkin itu selera baru anak muda?
Jadi, Selir Agung Mei diam-diam berbisik kepada Ibu Pelayan Chu di sebelahnya. "Perhatikan pakaian yang dikenakan Shan Shan hari ini, buatkan sepuluh set lagi yang seperti itu dan kirimkan ke Kediaman Perdana Menteri."
"Ya, Yang Mulia Selir Agung."
Ketika Pangeran Li Xian mendekat, tangan Xue Shan Shan masih berada di genggamannya.
Untuk pertama kalinya, Xue Shan Shan merasa malu pada Selir Agung Mei.
"Ibu." Pangeran Li Xian menyapa Selir Agung Mei.
"I—ibu ...." Xue Shan Shan juga menyapa Selir Agung Mei dengan malu seolah-olah dia tidak pernah tertangkap basah melakukan hal yang lebih dari sekedar berpegangan tangan dengan Pangeran Li Xian.
__ADS_1