Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Mulut Xue Shan Shan Benar-benar Manis!


__ADS_3

"Shan Shan, aku adalah kakak kandung ibu mertuamu, panggil saja aku Bibi Pertama. Bibi baru saja pulang dari menjenguk kerabat di desa sebelah dan baru mengetahui bahwa kamu yang menyelamatkan ayahku, terima kasih banyak untuk itu. Kediaman Bangsawan Agung berhutang nyawa padamu." Han Junhua, Kakak Pertama Selir Agung Mei dengan ramah menyapa Xue Shan Shan.


"Bibi juga mendengar kalau kamu akan pergi hari ini, jadi karena terburu-buru Bibi tidak sempat mempersiapkan apa-apa. Hanya ini yang bisa Bibi berikan padaku, terimalah." Han Junhua mengambil dua kotak brokat dari tangan pelayannya, lalu memberikannya pada Xue Shan Shan yang masih dalam keadaan kebingungan.


Bersamaan dengan itu, ada seorang wanita lainnya yang berjalan menghampiri Xue Shan Shan. "Shan Shan, aku adalah Bibi Kecilmu,.ini adalah pertama kalinya kita bertemu, terimalah sedikit cinderamata dariku."


Selesai bicara, Han Chaosang meletakkan tiga kotak brokat di atas dua kotak brokat milik Han Junhua seolah-olah mereka sedang bertanding siapa yang lebih banyak memberikan hadiah untuk Xue Shan Shan.


"Shan Shan, aku adalah istri paman pertama dari pihak ibu mertuamu."


"Aku adalah istri paman terkecil dari pihak ibu mertuamu."


"Aku adalah istri paman kedua dari ayah mertuamu ...."


Setelah orang-orang ini memperkenalkan diri satu per satu, kotak brokat yang ada di tangan Xue Shan Shan sudah menumpuk seperti bukit.


Apakah anggota keluarga Han begitu ramah?


Tradisi keluarga mereka sangat bagus.


Bahkan, ipar Kaisar juga turut memberikan hadiah untukku?


"Apa kabar Bibi-bibi semua? Maaf sudah merepotkan sepak sengaja datang ke sini. Aku tadi sempat berpikir gadis dari keluarga mana yang sengaja datang untuk mencari Yang Mulia Pangeran Li Xian." Xue Shan Shan mencoba beradaptasi dengan mereka.


Kata-kata pujian secara tak langsung yang diucapkan oleh Xue Shan Shan membuat beberapa wanita dari Keluarga Han tertawa.


Siapa yang tidak suka dipuji? Bahkan, nenek-nenek yang sudah bau tanah juga sangat senang dipuji dengan sebutan gadis.


Itu artinya, mereka masih terlihat muda.


Mulut Xue Shan Shan benar-benar manis!


Ketika Pangeran Li Xian berjalan masuk ke aula, dia mendengar suara tawa sekelompok wanita an di antara mereka, ada juga suara Xue Shan Shan.


Saat dia.melihat mereka semua dengan seksama, ternyata para wanita yang duduk di ruangan itu saling mengenal satu sama lain.


Begitu melihat Pangeran Li Xian, senyuman dari para wanita itu menjadi sedikit kaku. Mereka langsung berdiri dan memberi salam sebagaimana seharusnya terhadap seorang pangeran.


Akhirnya, Han Junhua yang memiliki hubungan cukup baik dengan Pangeran Li Xian memberi salam dan berkata, "Yang Mulia, kami mendengar kalau Anda telah kembali bersama istri Anda. Jadi, kami ke sini secara khusus untuk memberikan hadiah cinderamata kepada kalian. Tunggu sampai hari pernikahan kalian, kami pasti akan membawa hadiah uang lebih besar lagi."

__ADS_1


Saat mendengar kata-kata itu, entah kenapa Pangeran Li Xian merasa kalau tutur kata Bibi Pertama yang selama ini dianggapnya kurang waras ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya.


Pangeran Li Xian tersenyum tipis. "Terima kasih."


"Kita semua adalah keluarga, jadi tidak perlu sungkan. Kalau begitu, kami pergi dulu, kalian berhati-hatilah di jalan."


Detik berikutnya, Han Junhua memberi isyarat dengan matanya kepada yang lain.


Pada saat para wanita itu bersiap pergi setelah melambaikan tangan pada Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian, tiba-tiba tiga orang gadis muda yang cantik memasuki paviliun.


Melihat dua di antara ketiga gadis itu adalah putri dan keponakannya, Han Junhua langsung menegur, "Dong Dong, Xiao Xi, kalian kenapa datang?"


"Ibu, kami juga ingin melihat Kakak Ipar." Dong Dong tampak cemberut.


Xiao Xi yang berdiri di sampingnya juga menatap ibu dan para bibinya dengan wajah cemberut. "Benar, kenapa kalian pergi melihat Kakak Ipar tidak mengajak kami berdua?"


"Siapa suruh kalian sudah tidak ada di rumah pagi-pagi sekali," balas Han Shaosang yang merupakan ibunya Xiao Xi, lalu dia menatap seorang gadis yang ada di antara putri dan keponakannya. "Kenapa Ningyan bersama kalian juga? Bukankah dia sedang belajar di Perguruan Xiangyue?"


"Kami pergi mencari hadiah untuk Kakak Ipar dan tidak sengaja bertemu Ningyan yang ingin pergi ke sini juga." sahut Xiao Xi.


Setelah mengatakan itu, Xiao Xi dan Dong Dong secara bersamaan mendekati Xue Shan Shan dan memberikan hadiah padanya.


Xue Shan Shan kembali tertegun, dia tidak menyangka akan diperlakukan begitu hangat oleh Dong Dong dan Xiao Xi.


Keluarga Han benar-benar tahu bagaimana berinteraksi dengan anggota keluarga baru.


Jiak keluarga lain, Xue Shan Shan mungkin saja akan kesulitan untuk berbaur.


Namun, melihat betapa hangatnya mereka menyambut dirinya, Xue Shan Shan tidak merasa kesulitan. Dia pun membuang jauh-jauh kekhawatiran yang pernah merasuki benaknya.


Mengabaikan interaksi antara Xue Shan Shan dan kedua temannya, Ningyan pun membuka suaranya untuk menegaskan keberadaannya. "Yang Mulia, Ningyan mendengar kabar bahwa Anda datang ke Kota Gu. Jadi, Ningyan meminta izin dua hari dari Perguruan Xiangyue hanya untuk menyapa Anda."


Detik berikutnya, Ningyan sudah berjalan menghampiri Pangeran Li Xian tanpa menghiraukan tanggapan orang lain. Bahkan, dia juga memberikan bingkisan kepada sang pangeran.


"Yang Mulia, mantel ini Ningyan sulam sendiri khusus untuk Anda dan sangat cocok kalau dipakai saat cuaca dingin begini."


Melihat tindakan Ningyan, Xue Shan Shan, Dong Dong dan Xiao Xi mendengus sinis.


"Siapa dan dari mana asal gadis ini? Kenapa sepertinya dia dekat sekali dengan Yang Mulia?" Karena merasa Dong Dong dan Xiao Xi cukup bersahabat dengannya, Xue Shan Shan pun berbisik pada mereka.

__ADS_1


"Dia adalah putri sah Kediaman Bangsawan Di, Lu Ningyan," jawab Dong Dong.


"Yang Mulia tidak dekat dengannya, dia saja yang merasa seperti itu." Xiao Xi menimpali.


Xue Shan Shan pun mengangguk mengerti. "Oh, pantas saja aku merasa dia sangat menjengkelkan."


Bagi Xue Shan Shan, Lu Ningyan sama menjengkelkan seperti Lu Qinwen dan Nyonya Ling. Sepertinya, keluarga mereka memang memiliki gen menjengkelkan yang begitu kental.


Sementara itu, Pangeran Li Xian tidak langsung menerima pemberian Ningyan, dia hanya menatap gadis itu dengan dingin dan berkata, "Aku tidak kekurangan mantel, kau bisa membawanya pulang."


"Tapi, Yang Mulia—"


"Ningyan, bukankah kau bilang hanya ingin menyapa Yang Mulia? Karena sudah kau lakukan, maka pulanglah!" Dong Dong yang juga tidak senang dengan sikap Ningyan, tidak mencoba menutupinya.


"Benar, jangan memaksa Yang Mulia menerima mantel yang bahkan tidak lebih bagus daripada miliknya." Lagi-lagi, Xiao Xi menimpali kata-kata Dong Dong.


Melihat Dong Dong dan Xiao Xi, Xue Shan Shan merasa mereka seperti saudara kembar yang saling melengkapi ketika berbicara.


Kemudian, Dong Dong berbisik pada Xue Shan sembari melirik ke arah Ningyan. "Lihatlah, dia seperti ayam hutan yang merasa menjadi Phoenix."


"Dong Dong, Xiao Xi, kenapa kalian bersikap seperti ini padaku? Bukankah kita berteman?" Ningyan menatap kedua temannya dengan sendu, bahkan air mata hampir menetes dari pelupuk matanya.


"Kita memang berteman, tapi kalau kau berniat mencuri suami Kakak Ipar kami, kami tidak mau lagi berteman denganmu."


"Aku tidak mencuri." Ningyan menyangkalnya dengan ekspresi sedih, lalu menatap Pangeran Li Xian. "Yang Mulia, bisakah kamu menjelaskan pada Dong Dong dan Xiao Xi bahwa Ningyan tidak seperti yang mereka pikirkan?"


Sebelum Pangeran Li Xian bereaksi, Dong Dong sudah lebih dulu berdecih sinis sambil menatap Ningyan dengan aura permusuhan yang kental. "Kurangi trik berpura-pura lemahmu itu! Jangankan kami, bahkan Yang Mulia juga tidak mempan dengan trik murahanmu."


"Benar, kau bisa saja mengatakan kau tidak berniat mencuri Kakak Sepupuku, tapi tindakanmu itu sudah menjadi bukti nyata!" Xiao Xi dengan penuh semangat menimpali.


Dong Dong mengangguk setuju, lalu berkata dengan tegas. "Kedepannya, ada kami berdua yang akan membantu Kakak Ipar. Siluman setan apa pun jangan pikir mau mendekati Kakak Sepupuku, apalagi sampai merusak hubungannya dengan Kakak Ipar!"


Melihat tindakan Dong Dong dan Xiao Xi, Xue Shan Shan merasa terharu.


Dia benar-benar merasa dilindungi.


Di sisi lain, Pangeran Li Xian juga untuk pertama kalinya merasa bangga terhadap mulut lancang kedua adik sepupunya, benar-benar berguna untuk mengusir berbagai jenis siluman.


Bahkan, para wanita yang merupakan ibu dan bibi dari kedua gadis itu sama sekali tidak keberatan dengan sikap lancang mereka.

__ADS_1


Menghadapi siluman teh memang tidak boleh bersikap manis!


__ADS_2