Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Wei Shu, Kosongkan Area!


__ADS_3

Begitu memasuki Istana Wanshou, Xue Shan Shan langsung bisa melihat Pangeran Li Xian di tengah-tengah aula.


Penampilan Pangeran Li Xian hari ini tampak berbeda dari biasanya. Dia memakai pakaian putih dengan ikat pinggang bermotif awan yang membuatnya terlihat lebih energik dibanding hari lain.


Detik berikutnya, Xue Shan Shan melihat pakaian dan ikat pinggangnya sendiri.


Sepertinya, mereka berdua tidak sengaja memakai pakaian yang sama ....


Saat merasakan kehadiran Xue Shan Shan, wajah Pangeran Li Xian langsung menggelap.


Xue Shan Shan tersenyum canggung dan melambaikan tangan pada Pangeran Li Xian. "Selamat pagi, Yang Mulia."


"Apa menurutmu ini masih pagi?" tanya Pangeran Li Xian dengan dingin.


"Apakah sudah tidak lagi lagi?" Xue Shan Shan berbalik bertanya dengan tampang polos, membuat mata Pangeran Li Xian semakin menggelap.


"Kamu yang ajari aku, atau aku yang ajari kamu?"


Gadis ini, bisa-bisanya membuatnya menunggu hampir setengah hari!


Xue Shan Shan mengernyitkan dahinya dan mengingat kakek beserta kedua pamannya baru saja kembali dari istana saat dirinya hendak keluar dari Kediaman Perdana Menteri.


Dengan pemikirannya itu, Xue Shan Shan pun berkata, "Kamu masih harus pergi ke istana di pagi hari, jadi aku menghitung waktu yang tepat untuk datang ke sini."


Pangeran Li Xian tertegun saat melihat Xue Shan Shan. "Siapa yang mengatakan aku masuk istana?"


"Baiklah, maaf sudah membuatmu menunggu." Xue Shan Shan tidak ingin mendebat Pangeran Li Xian karena memang dirinya yang salah.


Meski mengeluh di dalam hati, Xue Shan Shan tetap berbicara dengan patuh. "Kalau begitu, jangan menunda waktu lagi. Bagaimanapun jika kita mulai sekarang?"


Melihat kepatuhan Xue Shan Shan, amarah di hati Pangeran Li Xian yang sudah sangat bersemangat menunggu kehadirannya bahkan sebelum matahari terbit, sudah mulai mereda.


Dia pun berdiri dan berjalan ke samping Xue Shan Shan.


Di sekitar, terdapat banyak pengawal dan pelayan yang memperhatikan mereka memakai pakaian serasi, ditambah lagi keduanya memiliki paras menawan.


Saat mereka berdiri berdampingan seperti sekarang, itu menjadi pemandangan yang bagus untuk dilihat mata.


Namun, sebelum mereka puas melihat-lihat, suara dingin Pangeran Li Xian terdengar. "Wei Shu, kosongkan area!"


Tidak lama kemudian, paviliun yang besar dan megah itu hanya menyisakan Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.


"Biasanya ada menggunakan senjata, apa yang ingin kamu gunakan?" Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan.


"Cambuk saja, sedikit lebih familiar," jawab Xue Shan Shan setelah berpikir singkat.


Sebenarnya, Xue Shan Shan lebih mahir dalam pertarungan dekat, terutama menggunakan jarum, jadi dia tidak begitu tertarik dengan senjata lainnya.


"Ada bawa?"


"Tidak."


Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan sejenak, lalu membuk mulut tipisnya. "Ikuti aku."


Setelah mengatakan hal itu, dia melangkah ke depan dan Xue Shan Shan pun dengan cepat mengikutinya dari belakang.


Setelah berjalan ke ruangan yang agak terpencil, Pangeran Li Xian langsung membuka pintu.


Setelah terbuka, Xue Shan Shan melihat barang-barang yang terletak di dalamnya dengan takjub hingga mengeluarkan suara kecil.


Semuanya senjata.

__ADS_1


Segala macam senjata, semuanya ada.


Pangeran Li Xian berjalan menuju ke sebuah ruangan kecil, lalu menemukan sebuah kotak brokat dan membukanya.


Seberkas cahaya ungu muncul dari dalam kotak brokat hingga hampir menerangi sebagian ruangan kecil yang sedikit gelap itu.


Xue Shan Shan mendekat dan melihat di dalam kotak brokat terdapat cambuk ungu yang pendek, hanya sepanjang lengan depan, tetapi sekilas lihat saja sudah tahu bahwa cambuk tersebut bukan cambuk biasa.


Dari sana terpancar energi spiritual yang murni.


Pangeran Li Xian mengeluarkan cambuk dari kotak dan memberikannya kepada Xue Shan Shan. "Cobalah."


Xue Shan Shan menggenggam cambuk itu, dia langsung merasa nyaman. Dia pun mencoba mengayunkannya, tetapi cambuk itu terlalu pendek dan dia tidak tahu bagaimana mengontrolnya.


Saat Xue Shan Shan dalam kebingungan, Pangeran Li Xian berjalan keluar.


Setelah kembali ke halaman besar, Xue Shan Shan kembali mengayunkan cambuknya lagi.


Reaksi pertama dilihat adalah bagus dilihat, tetapi tidak bisa digunakan.


"Ini adalah Cambuk Abadi Penarik Aura Dewa yang menarik dan mengumpulkan aura dewa. Saat diayunkan tampak seperti tarian ular, tetapi bisa memikat jiwa dan nyawa." Pangeran Li Xian menjelaskan dengan pelan dan singkat.


Selesai berbicara, dia mengarahkan jarinya ke arah Xue Shan Shan menunjuk cambuk yang ada di tangan gadis itu.


Xue Shan Shan memberikan cambuk itu pada Pangeran Li Xian.


"Lihat baik-baik." Pangeran Li Xian menggenggam erat cambuk.


Detik berikutnya, cambuk itu seperti memiliki nyawa ketika warna ungu yang ada di sana berubah menjadi ungu gelap.


Plakkk!


Bhammm!


Tiang kayu langsung retak.


Seperti bisa merasakan kegunaan tiang kayu, cambuk tersebut langsung mengayunkan dirinya ke tiang yang lain.


"Alasan Cambuk Abadi Penarik Aura Dewa ini bisa memikat dan mengejar nyawa adalah karena dia bisa mencari sendiri musuh tuannya, bisa berinisiatif menyerang atau bertahan, memiliki banyak perubahan. Namun, kamu harus mencari misterinya sendiri."


Saat Xue Shan Shan terus sadar dari keterkejutannya, Pangeran Li Xian sudah selesai memberikan contoh dan mengembalikan cambuk kepadanya.


Dalam sekejap, Cambuk Abadi itu seolah-olah kehilangan nyawa sehingga kembali pendek seperti sediakala.


Xue Shan Shan menatapnya dengan pandangan tak percaya.


Tidak disangka, seutas cambuk bisa begitu luar biasa.


"Kamu coba sendiri." Pangeran Li Xian berdiri di samping dan memberi isyarat kepada Xue Shan Shan.


Gadis itu mengangguk.


Tadi, saat Pangeran Li Xian memberikan contoh, Xue Shan Shan merasakan dengan jelas bahwa pria itu mengumpulkan kekuatan di pergelangan tangannya.


Cambuk Abadi ini perlu didorong dengan kekuatan internal.


Setelah memikirkannya, Xue Shan Shan menarik nafas, mencoba untuk menyalurkan kekuatannya ke cambuk.


Namun, setelah mencobanya beberapa kali Xue Shan Shan tetap tidak berhasil hingga dia hampir depresi.


"Postur tidak benar."

__ADS_1


Sejak awal, Pangeran Li Xian memperhatikan Xue Shan Shan dan sudah tidak tahan lagi.


Pangeran Li Xian mendekati Xue Shan Shan, lalu sebelah tangannya menggenggam tangan gadis itu yang menggenggam cambuk.


Saat merasakan aura dingin di punggung tangannya, Xue Shan Shan tertegun.


Entah sejak kapan, tetapi dia baru sadar bahwa Pangeran Li Xian sudah berdiri di belakangnya.


Seketika, seluruh tubuh Xue Shan Shan dikelilingi oleh aroma Aucuba Japonica.


Meskipun hanya belajar kungfu, pasti ada kontak fisik dan Xue Shan Shan tidak bisa mengendalikan wajahnya yang yang sudah memerah.


Dengan postur ini, Xue Shan Shan merasa dirinya sedang dipeluk oleh Pangeran Li Xian dari belakang.


Dalam sekejap, jantungnya pun berdetak lebih cepat lagi tanpa bisa dikendalikan.


Sampai akhirnya, Xue Shan Shan merasakan adanya ledakan kuat di pergelangan tangannya.


Namun, tetap saja tidak bisa melakukannya sendiri setelah mencobanya beberapa kali.


Xue Shan Shan pun mulai meragukan dirinya sendiri.


"Teruskan."


Tidak disangka, Pangeran Li Xian ternyata sangat bersabar mengajari Xue Shan Shan.


Dia kembali menggenggam tangan gadis itu, lalu menundukkan kepalanya dan menjelaskan dengan detail.


Saat menjelaskan, nafas Pangeran Li Xian jatuh ke leher Xue Shan Shan hingga gadis itu merasa seluruh tubuhnya mati rasa, bahkan tulangnya melunak.


Dasar pria kurang ajar ini!


Hanya untuk menjelaskan saja, kenapa harus begitu dekat?


Xue Shan Shan menggerutu di dalam hati.


Bukannya tidak senang, dia hanya belum bisa mengendalikan diri.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Pangeran Li Xian.


Setelah sang pangeran mengucapkan kata terakhir, Xue Shan Shan langsung melangkah ke depan untuk menjauhi pria itu.


Akan tetapi, dia malah tidak sengaja menginjak cambuk hingga tersandung dan jatuh ke depan.


Beruntung, sebuah lengan panjang memeluk pinggangnya dan menariknya ke belakang.


Hanya saja, Xue Shan Shan belum bisa berdiri dengan sempurna hingga dia jatuh menimpa tubuh Pangeran Li Xian.


Detik berikutnya, mereka terjatuh ke lantai.


Saat terjatuh, Xue Shan Shan tanpa sadar menutup matanya.


Begitu membuka mata, wajah Pangeran Li Xian lngsung terpampang nyata seolah-olah sosok pria itu diperbesar berkali-kali lipat.


Bahkan, dia juga merasakan sentuhan lembut di bibirnya.


Seketika, Xue Shan Shan panik.


Habislah, matilah dia!


Aku menci um pangeran!!!

__ADS_1


__ADS_2