Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Pilihan Terakhir!


__ADS_3

"Tentu saja." Wei Yuan langsung mengangguk. "Ketika kami di rumah, Kak Ziyu lebih baik terhadap Sensen. Pernah satu kali, Sensen merasa perutnya tidak nyaman dan Kak Ziyu datang untuk menggosok perutnya dalam waktu yang lama. Di mata Kak Ziyu, Sensen sudah seperti adik sendiri."


Fu Qiqi menggigit bibirnya, merasa tindakan Wei Ziyu sudah sangat berlebihan.


Meski hubungan keluarga mereka dekat, bisakah seorang pria dewasa menggosok perut seorang gadis yang juga sudah beranjak dewasa?


Mungkinkah mereka benar-benar tidak melibatkan perasaan?


"Pernah juga, Kak Ziyu bermalam di Kediaman Rong karena Sensen dijahati. Kedua keluarga merasa itu sangat normal, kamu juga merasa begitu, bukan?"


"Kalian ...."


"Tentu saja aku tidak keberatan." Fu Qiqi menghentikan Fu Qingyue dengan menggenggam tangan sang adik di bawah meja sembari tersenyum tipis.


Fu Qingyue menatap sang kakak dengan marah.


Fu Qiqi memberikan tatapan peringatan pada Fu Qingyue, membuat sang adik mendengus berjalan masuk dengan kesal.


Lebih baik tidak melihat, daripada harus emosi!


Melihat Fu Qingyue pergi, Wei Yuan tidak berkomentar, dia hanya menarik Fu Qiqi dan berkata, "Qiqi, aku memberitahumu karena kamu adalah temanku. Aku tahu kamu menyukai mereka yang tampan dan cantik, tetapi Putri Changning benar-benar bukan teman yang baik."


"Hanya karena dia mengatakan Tuan Muda Wei Ziyu dan Sensen terlalu dekat?" Fu Qiqi bertanya dengan tak acuh.


"Tidakkah menurutmu ada yang salah dengannya? Mengapa dia memperhatikan Kak Ziyu? Mungkin, dia menyukai Kak Ziyu ...." Wei Ziyu mengerutkan keningnya. "Dia jelas tahu tentangmu dan Kak Ziyu, kenapa dia masih ...."


Sebelum Wei Yuan menyelesaikan kaya, Fu Qiqi sudah kebu dulu mendengus dan menyela. "Sensen juga tahu tentang aku dan kakakmu, bukankah dia seharusnya tidak terlalu dekat agar tidak terjadi kesalahpahaman?"


Jika bukan karena Xue Shan Shan, dia mungkin tidak bisa melihat kejadian hari ini dengan begitu jelas.


Mereka tidak hanya menyalahkan Xue Shan Shan, tetapi bahkan menuduh gadis itu menyukai Wei Ziyu.


Jika tidak diberitahu oleh Fu Qingyue bahwa Xue Shan Shan menyukai Pangeran Li Xian, Fu Qiqi mungkin saja akan mempercayai kata-kata Wei Yuan hari ini.


Lagipula, tidak mungkin Xue Shan Shan menyukai Wei Ziyu ketika dia sudah memiliki dekret pernikahan dengan Pangeran Li Xian yang tidak bisa dibandingkan dengan siapa pun.


Fu Qiqi mengangkat kepalanya, dia baru menyadari ternyata Wei Yuan telah meninggalkan untuk pergi ke sisi Rong Sen dan Ring Mo.


Fu Qiqi tertawa pahit, hatinya pun terasa sakit.


Rong Mo memandangi kerumunan dengan kebingungan di matanya, lalu berkata, "Menurutku ...."


Satu kata itu membuat semua orang terdiam, mereka semua memandang Rong Mo.


"Kakak, bagaimana menurutmu?" Rong Sen menatap Rong Mo dengan bingung.


"Menurutku, Yang Mulia berbicara untuk mewakili Putri Changning."


"Maksudmu, karena kita menyinggung Putri Changning?" Rong Bo menggelengkan kepalanya. "Tidak, meskipun mereka akan menikah, tetapi Yang Mulia sangat tak acuh. Jadi, tidak mungkin dia berbicara untuk seorang wanita."


"Ya, mereka akan menikah di musim semi nanti." Rong Mo berbicara dengan hati yang dipenuhi dengan kecemburuan.


Mendengar itu, Wei Yuan tertawa kecil dan berkata, "Kalau begitu, tidak apa-apa. Bukankah Qiqi mengenal Putri Changning? Biarkan Qiqi berbicara dengan Putri Changning dan seharusnya, Yang Mulia Pangeran Li Xian tidak akan mengambil hati."


Melihat netra semua orang tertuju padanya, Fu Qiqi berkata dengan ringan. "Bukankah kamu baru saja mengatakan bahwa aku seharusnya tidak memiliki hubungan dekat dengan Putri Changning?"


"Ya, tapi tapi sekarang kita membutuhkan sesuatu darinya. Kamu harus bekerja dengan keras untuk berhubungan baik dengannya." Wei Yuan dengan cepat melanjutkan. "Kalau sudah selesai, tidak perlu berhubungan lagi."


Rong Mo mengangguk setuju. "Kurasa boleh juga."


"Kak Qiqi, tolong bantu Kak Ziyu." Rong Sen berkata dengan cepat. "Kamu tidak rela Jika Kak Ziyu kehilangan masa depan karena masalah ini, kan?"


"Jika aku berhubungan baik dengan Putri Changning, aku pasti akan pergi," kata Rong Sen menambahkannya dengan dramatis seolah-olah dialah orang yang paling memperdulikan nasib Wei Ziyu di muka bumi ini.


Fu Qiqi menatap orang-orang di depannya seolah-olah dia baru saja bertemu dengan mereka sehingga tidak mengenali satu pun dari mereka.


"Jangan memaksanya." Sedikit kekecewaan muncul di mata Wei Ziyu saat mendapati keengganan dari Fu Qiqi.


Gadis itu tersenyum e. "Jadi, selama itu baik, bahkan jika kalian sangat tidak menyukai seseorang, kalian akan tetap menunjukkan rasa suka, kan?"


"Kak Qiqi, apa maksudmu?" Rong Sen tampak kebingungan. "Kak Ziyu, apa kamu tahu apa yang dikatakan oleh Kak Qiqi?"


Wei Shu tersenyum menghibur pada Rong Sen, lalu menatap Fu Qiqi dan senyum di wajahnya langsung menghilang. "Qiqi, ini hanya pilihan terakhir."


Pilihan terakhir!


Bagaimana denganku?


Apa mereka ber denganku karena aku berguna bagi mereka?


Tidak heran, aku selalu saja merasa bahwa aku tidak cocok dengan mereka.

__ADS_1


Awalnya, aku mengira bahwa aku yang terlalu banyak berpikir.


Ternyata, ....


Aku yang terlalu bodoh!


"Kak Qiqi, Jika kamu benar-benar merasa tidak nyaman, biarkan kami mengirimkan sesuatu ke Kediaman Perdana Menteri saja." Rong Sen kembali bicara dengan nada yang membuat semua orang semakin memandang Fu Qiqi dengan tatapan berbeda dari biasanya. "Besok aku akan pergi ke Pagi Yongle untuk membeli beberapa pakaian dan perhiasan."


"Ngomong-ngomong, bukankah Qingyue mengatakan padamu bahwa Putri Changning sangat suka makan?" Ring Sen berpikir sejenak, lalu melanjutkan, "Kalau begitu, aku akan mengundangnya ke Kedai Teh Ruyi, hidangan utama dan makanan penutup di sana sangat lezat."


"Kedai Teh Ruyi bukan tempat yang bisa kita datangi sesuka hati karena harus membuat janji dulu untuk mendapatkan ruangan, bahkan harus menggunakan koneksi juga." Ring Sen berkata dengan bangga.


"Sensen sangat pintar" Wei Ziyu tersenyum lembut dan berkata dengan perlahan. "Jangan terlalu memaksakan diri terlalu keras, jika tidak bisa juga tidak apa-apa karena selalu ada jalan dalam setiap masalah."


"Lagipula, itu hanya hak kecil, aku tidak berpikir Yang Mulia akan begitu perhitungan."


"Tidak boleh!" Rong Sen segera menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin masa depan Kak Ziyu mengalami kecelakaan, walau sekecil apa pun itu. Jika tahu begini, aku tidak akan keluar hari ini."


Selesai berbicara, sepasang mata Rong Sen menatap Fu Qiqi dengan tatapan menyalahkan.


Fu Qiqi menarik nafas dalam-dalam dan ketika dia hendak mengatakan sesuatu, Fu Qingyue tidak bisa menahan diri lagi hingga langsung berlari keluar. "Rong Sen, kalah kamu tidak ingin datang, jangan datang! Tidak ada yang mengundangmu, kakakku hanya mengundang Yuanyuan."


"Kalian juga, bagaimana dengan Shan Shan, bukan giliran kalian untuk menjelek-jelekkannya. Kami kakak beradik tidak buta!"


"Salah sendiri, tapi masih mencoba menyalahkan orang lain." Fu Qingyue mencibir dengan sinis. "Hah, masih ingin memanfaatkan Xue Shan Shan."


Mereka salah mencari lawan!


"Hari ini, aku sudah membuka mataku!"


"Qingyue, apa yang kamu katakan?" Rong Sen berkata dengan marah. "Kak Yuanyuan yang mengundang kami datang!"


Wei Yuan mengerutkan kening dan berkata, "Memang aku yang mengundang kakak beradik Rong untuk datang, apa Qingyue memiliki pendapat tentang ini?"


"Bukan begitu ...." Fu Qingyue melambaikan tangannya.


"Mungkin, Qingyue memiliki pendapat pada Keluarga Rong kami," timpal Rong Mo sembari melirik Fu Qingyue sekilas, lalu beralih pada Fu Qiqi. "Qiqi, bagaimana menurutmu?"


"Kakak, bukan itu maksudku ...." Fu Qingyue buru-buru mendekat, dia tampak cemas dan segera berkata pada semua orang. "Aku memang berselisih dengan Rong Sen, tetapi jangan mengaitkan orang lain juga dan yang paling penting, jangan memaksa kakakku?"


"Kamu hanya putri murba, kami membiarkanmu main bersama kami juga karena Kak Qiqi dan walikota! Kamu kira, kamu sangat hebat?" Rong Sen membalas dengan penuh kebencian.


"Selain itu, kita juga bisa melihat apa yang dilakukan oleh Putri Changning. Padahal, Kak Yuanyuan berniat baik dengan mengingatkan kalian, tapi bagaimana sikap kalian?"


"Sensen, jangan marah," kata Wei Ziyu dengan lembut, sebelum akhirnya menatap Fu Qiqi dan menghardik. "Qiqi, kamu sangat keterlaluan."


"Hubunganmu dengan Yuanyuan, Momo dan Sensen selama bertahun-tahun ini, apa tidak sebanding dengan Putri Changning?"


"Bahkan, adikmu yang tidak memiliki pendidikan keluarga memperlakukan Sensen seperti ini. Bagaimanapun, Sensen adalah tamu, apa begini sikap seorang tuan rumah?"


Fu menatap Wei Ziyu dengan eskpresi rumit.


Dia sangat ingin melawan, tetapi teringat pada sang kakak sehingga hanya bisa menahan diri.


Bagaimanapun, tidak ada yang boleh menindas kakaknya karena dirinya.


Bersamaan dengan itu, Fu Qiqi juga sangat-sangat tidak bisa menerima jika ada yang mengungkit masalah status adiknya.


Meski Fu Qingyue hanyalah putri murba, Fu Qiqi sama sekali tidak pernah mempermasalahkannya dan tetap menganggapnya adik seolah-olah mereka berasal dari rahim yang sama.


"Tidak diundang, apa juga termasuk tamu?" Fu Qiqi bertanya dengan dingin, wajahnya pun terlihat datar tanpa ekspresi. "Jika aku bukan nona besar dari Keluarga Kediaman Walikota, apa kamu masih peduli padaku?"


Semua orang terkejut hingga tidak bisa bereaksi.


"Untuk ini saja, Shan Shan sejuta kali lebih baik dari kalian!"


"Bagaimanapun, Shan Shan berteman tidak pernah memandang identitas!"


Meskipun baru berkenalan dengan Xue Shan Shan, Fu Qiqi tidak meragukan penilaian sang adik terhadap gadis itu.


Dari sekian banyak nona muda yang pernah berkenalan dan berteman dengan Fu Qingyue, hanya Xue Shan Shan saja yang sangat tulus.


Lagipula, Fu Qiqi juga punya penilaian tersendiri terhadap Xue Shan Shan.


Gadis itu akan bersikap apa adanya dan tidak dibuat-buat.


Suka ya suka, tidak ya tidak!


Selain itu, Fu Qiqi juga tahu dengan jelas alasan Xue Shan Shan begitu memperhatikan kedekatan Rong Sen dan Wei Ziyu hingga terlihat seperti sedang cemburu.


Xue Shan Shan hanya mencoba menegakkan keadilan baginya yang merupakan tunangan Wei Ziyu!

__ADS_1


Fu Qiqi tertawa sumbang, sebelum akhirnya berteriak keras. "Pelayan, antar tamu!"


Singkatnya, semua orang terkejut dan menatap Fu Qiqi dengan tatapan tak percaya.


Tentu saja, mereka tidak percaya Fu Qiqi yang selalu mendengarkan kaya Wei Ziyu akan membantah di depan umum.


Mereka juga tidak menyangka bahwa Fu Qiqi yang begitu lembut akan mengatakan kata-kata yang mempersulit seperti itu.


Wei Ziyu mengepalkan tinjunya, lalu melambaikan lengan panjangnya dengan kasar dan berbalik pergi.


"Kakak!" Wei Yuan memanggil, tetapi Wei Ziyu tidak menoleh ke belakang dan Rong Sen secara alami mengejar.


Wei Yuan melirik Fu Qiqi dengan tatapan rumit dan berkata dengan suara rendah. "Tenangkan dirimu, aku pergi dulu."


Yang lain juga terlihat marah, mereka ikut pergi tanpa mengatakan apa pun.


Setelah punggung semua orang menghilang, Fu Qiqi tersandung.


Fu Qingyue yang ada di samping dengan cepat membantu Fu Qiqi berdiri, wajahnya dipenuhi dengan kekhawatiran.


"Aku baik-baik saja, aku hanya tidak menyangka kalau aku bisa salah menilai orang juga."


Fu Qingyue tidak tahu bagaimana menghiburnya, jadi dia hanya bisa menemani Fu Qiqi yang sedang menangis.


Di sisi lain, Xue Shan Shan berjalan bersama Pangeran Li Xian dengan suasana hati yang baik. "Yang Mulia, terima kasih karena telah mendukungku."


Kemudian, dia beeyanya dengan rasa ingin tahu. "Ngomong-ngomong, apa Rong Sen itu cantik?"


"Siapa itu Rong Sen?" Ada sedikit keraguan di mata Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan terkejut. "Aku melihatmu menatap Rong Sen barusan!"


Pangeran Li menyadari sesuatu, sudut mulutnya pun terangkat membentuk sebuah senyuman.


Tadi, dia melihat Xue Shan Shan terus menatap Wei Ziyu sepanjang waktu. Karena itu, dia juga mengikuti arah pandangan Xue Shan Shan.


Hanya saja, Rong Sen duduk di sebelah Wei Ziyu. Jadi, dia disalahpahami sebagai melihat gadis itu.


Xue Shan Shan menghela nafas lega karena Pangeran Li Xian bahkan tidak tahu Rong Sen, bagaimana mungkin bisa menatapnya.


Sekarang, wajah Xue Shan Shan sudah berubah merah.


Beruntung, ada suara Grenie di benaknya yang mengajaknya bicara sehingga dia tidak merasa begitu canggung.


"Shan Shan, pasti ada yang salah dengan Tuan Muda Wei Ziyu itu, kan?"


"Ya," sahut Xue Shan Shan. "Bagaimanapun, Wei Ziyu telah memiliki janji pernikahan dengan Qiqi. Jika kita orang luar saja tahu, Keluarga Rong yang memiliki hubungan dekat dengan Keluarga Wei Rida mungkin tidak tahu."


"Namun, Wei Ziyu justru sangat dekat dengan Rong Sen. Jika kamu tidak tahu, kamu pasti akan berpikir bahwa Rong Sen yang akan menikah dengan Wei Ziyu."


"Namun, mereka juga mengatakan bahwa Keluarga Rong dan Keluarga Wei berhubungan baik. Karena mereka tumbuh bersama, perasaan mereka secara alami berbeda."


"Kalau begitu, baik Rong Sen maupun Wei Ziyu harus tahu bagaimana menjaga jarak agar tidak disalahpahami." Xue Shan Shan mencibir. "Adi apanya? Lebih tepat jika dikatakan adik kekasih! Sudah melamar putri Keluarga Fu, tetapi masih dekat dengan Rong Sen, pria ini jelas bukan orang baik!"


Grenie setuju. "Kamu benar."


Ketika sampai di ibukota, Pangeran Li Xian yang sebelumnya bersandiwara ingin bertemu dengan Perdana Menteri, tentu saja harus menyelesaikan sandiwaranya itu.


Jadi, dia dan Wei Shu pergi ke Kedai Teh Ruyi untuk bertemu dengan Perdana Menteri.


Di sisi lain, Grenie masih berbicara dengan Xue Shan Shan setelah membiarkan gadis itu berpamitan pada Pangeran Li Xian. "Shan Shan, apa kamu akan memberitahu Qiqi tentang hal ini?"


Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Qiqi sangat menyukai Wei Ziyu, tidak ada gunanya bicara hal buruk tentang pria itu. Biarkan Qiqi tahu dengan sendirinya."


Dengan begitu, Fu Qiqi akan lebih membuka matanya lebar-lebar tanpa harus merasa di provokatif oleh orang-orang di sekitar.


"Yah, sayang sekali ... padahal Qiqi sangat baik, tapi malah disia-siakan oleh Wei Ziyu."


Detik berikutnya, Grenie seperti teringat sesuatu dan berbicara dengan senang. "Tidak disangka, Si Tampan akan berbicara untukmu."


***


Ini bukan niat nambah konflik atau masalah ya, cuma mereka ini emang harus ada dalam kisah hidup Xue Shan Shan.


Tidak mungkin Shan Shan hanya dikelilingi musuh, tanpa adanya kawan yang tulus, kan?


Intinya, mereka ini saling berkaitan. Mereka tidak mungkin hadir di dalam novel ini jika tidak berguna hehehe ....


Setidaknya, orang-orang tulus ini yang akan menemani ending bahagianya Shan Shan nanti.


Btw, buat yang bingung sini aku jelasin kalau Keluarga Wei itu semuanya laki-laki, sedangkan dari Keluarga Rong hanya Rong Bo yang laki-laki, sedangkan Rong Sen dan Ring Mo adalah perempuan.

__ADS_1


Untuk masalah Putra Mahkota ... akan ada di part selanjutnya dan giliran Putri Amber akan segera tiba ....


__ADS_2