
Begitu menghadap Kaisar dan Permaisuri Xuan yang sedang duduk berdampingan, Putri Amber langsung menangis.
Dia tampak sangat menyedihkan dengan wajah yang hampir dipenuhi benjolan merah-merah, bahkan sekujur tubuhnya juga terasa gatal-gatal karena benjolan itu.
Permaisuri Xuan mengerutkan keningnya, dia bertanya dengan heran. "Ji'er, apa yang terjadi padamu?"
Kaisar juga mengerutkan keningnya. "Kenapa wajahmu? Apa kamu salah makan?"
"Ibu, Ayah, kalian harus menegakkan keadilan untukku." Putri Amber berbicara sambil menangis. "Ini semua perbuatan Xue Shan Shan, putri sah Keluarga Xue!"
Mendengar itu, kerutan di dahi Permaisuri Xuan semakin dalam. "Apa yang Shan Shan lakukan padamu?"
"Dia meracuniku."
"Apa?!"
Kaisar dan Permaisuri Xuan terkejut, mereka menatap Putri Amber dengan tatapan tak percaya.
"Ji'er, bagaimana bisa Shan Shan bisa meracunimu sementara kamu tinggal di dalam di istana sedangkan dia tinggal di Kediaman Perdana Menteri?"
"Ibu, kamu tidak percaya padaku?" Putri Amber tampak tak senang. "Aku punya bukti dan saksi."
Begitu Putri Amber selesai bicara, seorang pengawal membawa Chun Tiao—gadis pelayan yang sebelumnya berlutut meminta belas kasih Xue Shan Shan di Kediaman Perdana Menteri.
Pengawal itu melemparkan Chun Tiao yang sudah babak belur karena dipukul oleh Putri Amber, ke hadapan Kaisar dan Permaisuri Xuan untuk berlutut.
Kaisar bertanya, "Siapa dia?"
"Dia adalah orang suruhan Xue Shan Shan untuk meracuni makananku," jawab Putri Amber dengan penuh kebencian.
"Benarkah kamu yang meracuni Putri Amber?" Kaisar bertanya dengan penuh selidik, dia kembali bertanya ketika melihat Chun Tiao mengangguk pasrah. "Kenapa kamu melakukannya?"
"Tentu saja karena dia menerima upah dari Xue Shan Shan!" Putri Amber segera menyela untuk menjawab pertanyaan Kaisar karena dia khawatir Chun Tiao akan mengatakan yang sebenarnya.
Kaisar mengangkat pandangannya untuk menatap Putri Amber dengan tajam dan berkata, "Diamlah, biarkan dia yang berbicara."
Melihat tatapan tajam ayahnya, Putri Amber memilih diam. Namun, dalam diamnya itu dia sempat memberikan tatapan penuh peringatan dan ancaman pada Chun Tiao hingga membuat gadis pelayan itu bergedik ketakutan.
"Jawablah!" Kaisar menatap Chun Tiao.
"Ka—kaisar ... hamba adalah pelayan di Kediaman Perdana Menteri. Hamba bersalah ... hamba terpaksa ... Nona ... Nona Besar Xue yang memerintahkan hamba untuk meracuni Tuan Putri. Nona Besar Xue—dia mengancam ingin membunuh ibu hamba jika hamba tidak patuh."
Mendengar itu, Putri Amber menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan senyum puas.
"Apa yang terjadi? Kenapa Shan Shan ingin meracunimu?" Permaisuri Xuan menyipitkan matanya. "Mungkinkah kamu melakukan sesuatu padanya?"
Bagaimanapun, Permaisuri Xuan sedikit banyak memahami sifat Xue Shan Shan yang tidak akan mencari masalah dengan siapa pun, terutama keluarga kerajaan.
__ADS_1
Lagipula, dia juga lebih memahami sifat Putri Amber dari siapa pun.
Putrinya yang satu itu sangat sombong!
"Ibu, kenapa kamu malah mencurigaiku seperti ini?" Putri Amber tidak senang. "Dia pasti sakit hati karena tidak dipilih jadi Putri Mahkota, jadi dia meracuniku untuk balas dendam."
Saat ini, Putri Amber masih belum tahu alasan Xue Shan Shan tidak jadi Putri Mahkota adalah karena Putra Mahkota diam-diam menyimpan gundik yang sedang hami besar.
Bersamaan dengan itu, Permaisuri Xuan juga tidak tahu apa yang terjadi di perjamuan ulang tahun Putri Amber karena dia merasa tidak enak badan dan memutuskan untuk meninggalkan acara lebih cepat.
"Untuk tahu apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Kaisar tidak meminta seseorang untuk memanggil Shan Shan memasuki istana?"
Tiba-tiba, suara Selir Agung Mei terdengar dari arah pintu masuk.
Sama seperti Kaisar dan Permaisuri Xuan, Selir Agung Mei juga sebenarnya ingin beristirahat.
Namun, kabar yang dibawa oleh Ibu Pelayan Chu membuatnya bergegas turun dari tempat tidur dan pergi ke Istana Angin.
Selir Agung Mei memasuki kediaman Permaisuri Xuan dengan anggun, membiarkan gaun panjangnya yang indah menyapu lantai, sementara tatapan tajam dia layangkan pada Putri Amber yang merasa gugup.
Melihat kehadiran istri keduanya, Kaisar diam-diam merasa tidak berdaya.
Dia hampir saja lupa bahwa selain Permaisuri Xuan, Selir Agung Mei juga sangat mengidolakan Xue Shan Shan. Apalagi, saat ini Xue Shan Shan merupakan menantu Selir Agung Mei.
Jadi, tidak heran jika selir kesayangannya itu ikut serta dalam sidang yang menyeret nama Xue Shan Shan.
Setelah beberapa saat, Kaisar berdiri dan membawa Selir Agung Mei duduk di sebelah Permaisuri Xuan, kemudian dia berkata dengan tegas. "Kasim Han, utus seseorang untuk membawa Putri Changning masuk istana!"
Bersamaan dengan suara Kaisar yang bertitah, Kasim Han pun beranjak pergi.
"Tuan Putri, apa kebakaran di kediamanmu tidak cukup membuatmu berhenti membuat ulah?" Selir Agung Mei berbicara dan menatap sinis pada Putri Amber.
"Adik, apa kamu tahu sesuatu?" Permaisuri Xuan menatap Selir Agung Mei, dia merasa wanita itu tahu segalanya. "Mungkinkah kebakaran di kediaman Ji'er bukan kecelakaan?"
Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di Kediaman Putri Amber sudah diselidiki dan hasil laporan menyatakan bahwa kebakaran tersebut murni kecelakaan karena kelalaian.
Jadi, tentu saja Permaisuri Xuan tidak memiliki pemikiran lain.
Terlebih, Putri Amber juga tidak berani buka mulut.
Namun, Kaisar yang merupakan kepala negara tentu saja tahu segalanya.
Hanya saja, dia memilih bungkam dan menutup kasus karena bagaimanapun, baik Putri Amber dan Pangeran Li Xian sama-sama bersalah.
Karena mencoba mencelakai Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian membakar kediaman Putri Amber.
Jadi, bisa dianggap Putri Amber sudah mendapatkan hukumannya melalui Pangeran Li Xian yang tidak bisa disalahkan sepenuhnya karena dia hanya membalas dendam Xue Shan Shan.
__ADS_1
"Oh, rupanya kamu tidak memberitahu ayah dan ibumu penyebab kebakaran itu, ya?" Selir Agung Mei tersenyum miring, nada suaranya yang lembut menyiratkan sarkasme.
Putri Amber menggertakkan giginya saat berkata, "Selir Agung, meskipun aku bukan anak kandungmu, kamu juga tidak boleh tidak masuk akal begini!"
"Kamu menargetkan aku bukan karena aku tidak ingin menikah ke Keluarga Sekretariat Agung, kan?"
Saat ini, Putri Amber sengaja berasumsi untuk membuat orang-orang di sekitar berpikir Selir Agung Mei sedang mencari masalah dengannya karena dirinya berkali-kali menolak menikahi Zhang Fei, Tuan Muda dari Keluarga Sekretariat Agung.
Mendengar itu, Kaisar langsung menegur, "Putri Amber!"
Mengabaikan teguran ayahnya, Putri Amber justru menatap Selir Agung Mei dengan angkuh. "Apa hebatnya Keluarga Sekretariat Agung? Bukankah hanya karena mengikuti ayah dan berkontribusi memberikan pasukan? Siapa yang tidak melakukan itu?"
Semua orang terdiam, tidak terkecuali Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei. Mereka seperti sengaja memberikan kesempatan bagi Putri Amber untuk meluapkan semua isi hatinya.
"Ibuku juga banyak berjasa, tapi dia tidak sombong dan mendominasi sepertimu."
Selir Agung Mei hanya tersenyum, dia tidak merasa ada yang salah dari kata-kata Putri Amber, terutama tentang dirinya yang sombong dan mendominasi.
"Diam!" Kaisar kembali mencoba menghentikan Putri Amber yang menurutnya semakin keterlaluan. "Jangan sembarangan bicara! Kau tidak berhak mengomentari kontribusi Keluarga Xuan dan Sekretariat Agung."
"Ayah, kamu bisa menghentikan mulutku, tapi apa kamu bisa menghentikan mulut semua orang yang ada di dunia ini?" Putri Amber membalas kata-kata Kaisar tanpa rasa takut.
Dia pun melirik Selir Agung Mei yang masih tersenyum, lalu lanjut bicara dengan sinis. "Pelayan di kediamanku bahkan tahu bahwa Keluarga Sekretariat Agung mengandalkan kontribusi mereka di masa lalu untuk bersikap sombong juga berusaha menekan orang-orang dari Istana Angin."
"Diam! Dasar bocah!" Permaisuri Xuan menatap tajam pada Putri Amber saat menghardiknya dengan tegas, tetapi tidak meninggalkan kesan lembut dan elegannya.
Kemudian, Permaisuri Xuan memutar sedikit tubuhnya untukenatap Selir Agung Mei dengan tidak enak hati. "Adik Mei, aku yang tidak mendidik anak dengan baik. Aku bersalah padamu."
Selir Agung Mei hanya tersenyum tipis sembari menatap Permaisuri Xuan, sebelum akhirnya tatapannya beralih pada Putri Amber yang kembali angkat bicara.
"Ibu, jangan memikul segalanya sendirian. Semakin kamu mengalah padanya, dia akan semakin tidak tahu diri." Putri Amber semakin tidak senang melihat ibunya yang begitu lemah seolah-olah tidak memiliki daya apa pun. "Kamu memikirkan ayah dan menelan penderitaanmu sendiri, aku tidak bisa menerima hal itu."
"Selama bertahun-tahun ini, apa mereka semua masih ingat bahwa kamu adalah seorang permaisuri?!"
"Kamu ...." Kaisar sangat murka, dia mengangkat jari telunjuknya untuk menunjuk ke arah Putri Amber yang tidak memberikan kesempatan padanya untuk bicara.
"Ayah selalu bermesraan dengan selir kesayangannya, mana ada waktu untuk memandang Istana Angin."
Plak!
Begitu Putri Amber selesai memuntahkan kata-katanya, suara tamparan langsung menggema di seluruh penjuru ruangan pada detik berikutnya.
Kuatnya suara itu, membuktikan betapa kerasnya tangan Selir Agung Mei menyentuh pipi mulus Putri Amber.
Bahkan, Kaisar yang ingin memarahi Putri Amber tidak sempat berkutik.
Kaisar kembali menurunkan tangannya dan menunduk, sementara Permaisuri Xuan terdiam dengan keterkejutan.
__ADS_1