
Ibu Pelayan Chu membawa Xue Shan Shan dan Fu Qingyue ke Istana Bunga Persik sembari berkata, "Sekarang, perjamuan ulang tahun belum dimulai dan masih haru menunggu beberapa saat lagi, jadi Putri Changning dan Nona Fu bisa duduk dulu di istana Selir Agung."
Xue Shan Shan dan Fu Qingyue serentak mengangguk, tetapi saat hendak memasuki gerbang Istana Bunga Persik, mereka melihat beberapa gadis berdiri di sana.
Harus jadi itu mengenakan pakaian berwarna cerah, tapi pakaian mereka tidak terlihat seperti pakaian Negara Yuzhou.
Saat ini, mereka sedang berkumpul sambil memainkan bunga plum di tangan masing-masing.
Ketika melihat ini, raut wajah Ibu Pelayan Chu langsung berubah serius dan berkata, "Kalian benar-benar lancang! Berani-beraninya kalian memetik bunga persik milik Selir Agung."
Xue Shan Shan berjalan mendekat dan mendengar salah satu dari gadis itu berkata sembari memainkan bunga plum di tangannya. "Kata orang-orang, tarian bunga plum Selir Agung Mei sangat indah. Namun, sekarang kakinya sudah cedera sehingga semuanya hanya tinggal kenangan."
"Kakak Luoran, kamu adalah penari terbaik di Kerajaan Qin. Sampai sekarang, tidak ada yang mampu menyayangi keterampilanmu. Mungkin, masa-masa kejayaan Selir Agung Mei dulu, bahkan tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kekayaanmu saat ini." Seorang gadis di samping Qin Luoran menyanjungnya dengan cara yang berlebihan.
Seketika, Qin Luoran pun merasa bangga dan langsung menyahut. "Sekarang, seharusnya tidak ada orang di dunia ini yang mampu menyaingi tarian bunga plum yang aku persembahkan "
Mendengar itu, Xue Shan Shan mencibir dengan sinis. "Apa kau menari sampai mengalami orgas me?"
Xue Shan Shan menatap gadis-gadis dari Kerajaan Qin yang menurutnya tidak beretika, juga tidak tahu malu!
Suara Xue Shan Shan yang tiba-tiba dan dipenuhi dengan nada mencibir membuat suasana hati Qin Luoran sedikt rusak, dia pun menyipitkan matanya saat menatap gadis berpakaian putih sederhana yang datang mendekatinya.
Kedua bola mata Xue Shan Shan terlihat indah, tetapi memiliki sorot merendahkan.
Sebagai putri Kerajaan Qin, Qin Luoran selalu disayangi Kaisar Kerajaan Qin dan tidak pernah ditatap dengan tatapan seperti ini.
Dalam sekejap, amarah langsung menguasai Qin Luoran. "Kamu kira, kamu pantas menyela ucapanku?"
Xue Shan Shan melipat kedua tangannya di da da, lalu berkata sambil tersenyum sinis. "Aku hanya ingin mengingatkanmu, kalau ingin membual sebaiknya pilih-pilih tempat. Bukankah hanya menarik? Asalkan punya kaki, siapa yang tidak bisa menari?"
Mendengar itu, salah satu gadis yang ada di samping bergumam di dalam hati. "Tidak, aku tidak bisa menari."
Qin Luoran tentu saja tidak terima dengan penghinaan Xue Shan Shan, jadi dia menatap gadis itu dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu bertanya, "Maksudnye, kamu bisa menari? Kalau begitu, kenapa aku tidak pernah mendengar namamu? Kamu berani berlomba denganku?"
Bukannya Qin Luoran tidak pernah mendengarnya nama Xue Shan Shan yang sudah terkenal ke seluruh pelosok dunia, dia hanya tidak mengenali gadis itu.
Xue Shan Shan langsung menolak. "Tidak perlu."
__ADS_1
Sebuah senyuman penuh kemenangan muncul di wajah Qin Luoran. "Hah, ternyata hanya seorang pembual! Sepertinya, Negara Yuzhou memang tidak ada apa-apanya, bahkan tidak ada seorang putri pun yang bisa menari."
Setelah selesai berbicara, Qin Luoran langsung tertawa culas bersama gadis-gadis yang bersamanya.
"Siapa yang membuat keributan di istanaku?" Suara Selir Agung Mei yang terdengar dari depan pintu masuk Istana Bunga Persik dipenuhi dengan amarah.
Qin Luoran mengalihkan pandangan mereka saat seorang wanita mengenakan gaun merah jambu seperti bunga plum sedang berdiri di depan pintu dengan ekspresi galak.
Saat melihatnya, Qin Luoran dan gadis-gadis lain merasa takut dengan wibawa yang melekat pada tubuh Selir Agung Mei.
Namun, saat mengingat kaki Selir Agung Mei sudah cedera, dia merasa wanita itu hanyalah seorang selir yang sudah tidak disayangi oleh Kaisar.
Oleh karena itu, sikap Qin Luoran kembali berubah.
"Anda Selir Agung Mei, kan? Kata orang-orang, tarian bunga plum Anda sangat indah. Selama ini, saya sangat mengagumi Anda. Apakah hari ini Anda bisa mengajarkan saya sedikit?" Pertanyaan Qin Luoran yang terdengar ramah mengandung makna dan ejekan tersirat.
Seketika, raut wajah Selir Agung Mei menjadi sangat dingin.
Bersamaan dengan itu, beberapa pengawal Istana Bunga Persik juga diam-diam sudah memilihkan kuburan terbaik untuk Qin Luoran.
'Beraninya kamu menabur garam pada luka Selir Agung Mei yang imut ini.'
Xue Shan Shan juga tersenyum miring menatap Qin Luoran, gadis yang terlahir di kerajaan kecil merasa dirinya seperti katak di dalam sumur yang tahu langit berwarna biru, tetapi tidak tahu seberapa luasnya samudera.
Namun, Xue Shan Shan cukup salut pada Qin Luoran yang tidak takut mati.
Xue Shan Shan sudah tidak tahan lagi, dia tidak bisa bersabar.
Sialan!
Bukankah hanya menari?
Hari ini aku akan menunjukkan padamu tarian yang indah itu seperti apa!
"Kamu ingin lomba menari, kan? Ayo, aku akan berlomba denganmu!"
"Shan Shan." Selir Agung Mei sangat terkejut mendengar perkataan Xue Shan Shan.
__ADS_1
Gadis itu berjalan mendekat, lalu mengedipkan matanya pada Selir Agung Mei sembari berkata, "Selir ... Ibu tenang saja, aku tahu apa yang sedang aku lakukan."
Selir Agung Mei membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu, tetapi mulutnya kembali tertutup saat dia mengurungkan niatnya untuk bicara.
Tadinya, dia ingin langsung memerintahkan pengawal untuk menyeret Putri Kerajaan Qin yang berani bersikap lancang terhadap dirinya, lalu memenggalnya.
Namun, menantunya yang baik justru ingin membantunya melampiaskan amarahny.
Jadi, dia harus bekerja sama dan melihat apa yang akan dilakukan oleh menantunya itu.
Ketika Qin Luoran mendengar kata-kata Xue Shan Shan, dia pun menutup mulutnya sembari berkata, "Boleh, aku ingin melihat tarian seperti apa yang akan dipersembahkan oleh pembual sepertimu."
"Sebelum lomba dimulai, katakan dulu apa hukuman untuk orang yang kalah." Xue Shan Shan menatap Qin Luoran tanpa rasa takut, bahkan terkesan menantang.
Qin Luoran mendengus sambil tersenyum jahat. "Kalau kamu kalah, berlutut di tanah dan jilatlah sepatuku sampai bersih."
"Hanya itu hukumannya?" Xue Shan Shan menaikkan sebelah alisnya bersamaan dengan sebelah sudut bibirnya. "Kalau begitu, dengarkan baik-baik! Jika kamu kalah, aku akan mematahkan kakimu!"
Qin Luoran langsung terdiam, dia tidak menyangka Xue Shan Shan akan mengajukan hal sebrutal itu.
Dalam sekejap, matanya sudah dipenuhi dengan amarah, tetapi dirinya yang sombong kembali berpikir. 'Bagaimana mungkin aku bisa kalah dari gadis pembual ini?'
Tanpa pikir panjang lagi, Qin Luoran pun setuju. "Baik, sepakat."
Setelah selesai berbicara, Qin Luoran sudah berputar dengan indah, lalu menarik di Istana Bunga Persik bak seekor burung layang-layang.
Hari ini, Qin Luoran mengenakan gaun berwarna merah tua, dua lonceng yang menghiasi perhiasan rambut perak di sanggulnya berbunyi saat dia sedang menari.
Gerakan tubuhnya tampak lentur dan indah, dia terlihat sangat cantik saat menatap orang-orang sambil tersenyum.
Bahkan, para dayang dan kasim istana yang lewat langsung berhenti saat menyaksikan tarian Qin Luoran.
Begitu melihat tarian Qin Luoran, pandangan Xue Shan Shan terhadap gadis itu langsung berubah.
Sepertinya, putri ini memang tidak membual.
Qin Luoran memang pandai menari.
__ADS_1