Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Ada Pembunuh Bayaran?!


__ADS_3

Sekali lagi, Selir Agung Mei menarik dan menampar Xue Yuwen berkali-kali hingga membuat gadis itu semakin tersadar.


Pada saat ini, Xue Yuwen yang kesakitan dengan siksaan Selir Agung Mei, memejamkan matanya. Dalam sekejap, perasaan ingin mati pun langsung muncul di hatinya.


Setidaknya, lebih baik mati bunuh diri daripada mati di tangan Selir Agung Mei yang dirumorkan sama gila dan kejamnya seperti Pangeran Li Xian ketika berhadapan dengan musuh mereka.


Kaisar ketakutan melihat sosok Selir Agung Mei dan cukup kasihan pada Xue Yuwen, tetapi dia tidak berani mencoba menghentikan wanita yang dicintainya itu.


Permaisuri Xuan memahami isi hati Kaisar, dia pun melihat ke sekeliling.


Meski tidak ada yang berani masuk ke dalam ruangan selain Xue Shan Shan, masih banyak orang lainnya berkerumun di luar.


Bagaimanapun, mereka tidak akan sanggup berhadapan dengan Kaisar, Selir Agung Mei, bahkan Permaisuri Xuan sendiri.


Karena itu, mereka memilih berkerumun di luar demi bisa mendengar segalanya yang terjadi di dalam.


Tepat ketika Permaisuri Xuan ingin mengatakan sesuatu, beberapa langkah terburu-buru datang dari luar.


Tidak lama kemudian, terlihat Kepala Pengawal yang berjalan masuk bersama para bawahan dengan berlumuran darah di sekujur tubuh mereka.


Ketika tiba di dalam, Kepala Pengawal itu sudah berlutut. Dia memberanikan diri untuk menjadi perwakilan yang berbicara di hadapan orang-orang agung yang memiliki ekspresi tidak baik di wajah mereka.


"Kaisar, Selir Agung, Permaisuri, hamba telah lalai ... mohon ampuni kesalahan hamba."


Sama seperti Selir Agung Mei dan Kaisar, Permaisuri Xuan juga mengerutkan keningnya saat melihat penampilan para pengawal itu.


"Ada apa? Kenapa kalian tidak ada di sini saat kekacauan terjadi dan kembali dengan berlumuran darah seperti ini?"


Pertanyaan yang dilayangkan oleh Permaisuri Xuan sudah mewakili pertanyaan yang ada di benak semua orang, tidak terkecuali Kaisar dan Selir Agung Mei.

__ADS_1


"Menjawab Permaisuri, tadi saya memimpin orang untuk mengejar pembunuh bayaran dan berhasil menangkapnya."


Ada pembunuh bayaran?!


Pernyataan dari sang Kepala Pengawal membuat semua orang terkejut, mereka pun berpikir bahwa kejadian hari ini pastilah sudah direncanakan dengan sangat baik.


Tentu saja, mereka memiliki alasan untuk memiliki kecurigaan dan pemikiran bahwa Xue Yuwen yang menjadi perencana terbaik itu.


Bagaimanapun, kejadian-kejadian yang dimulai dari kereta kuda Kasim Han rusak sampai para pengawal menghadapi pembunuh bayaran, semua itu terlalu kebetulan dan hanya Xue Yuwen yang paling mencurigakan.


"Ini pasti rencana ja lang kecil ini!" Selir Agung Mei yang masih diliputi api amarah sudah kembali menyerang Xue Yuwen.


Namun, Permaisuri Xuan dengan cepat menahan tangan Selir Agung Mei agar wanita itu berhenti memukuli Xue Yuwen yang sudah babak belur.


"Adik, hentikan." Permaisuri Xuan dengan lembut berbicara pada Selir Agung Mei. "Kamu menyakitinya."


"Kakak, jangan hentikan aku! Jangankan menyakiti, aku bahkan tidak peduli jika dia mati karena aku memang sangat ingin membunuhnya," sahut Selir Agung Mei dengan aura membunuh yang sulit dipadamkan dari sekujur tubuhnya.


Melihat Selir Agung Mei agak tenang, Kaisar diam-diam menghela nafas lega, sedangkan Xue Shan Shan tersenyum miring sambil melangkah maju mendekati calon mertuanya itu.


"Ibu, tenangkan dirimu. Jangan terlalu emosi, itu tidak baik untuk kesehatanmu." Xue Shan Shan berkata dengan lembut, dia juga dengan lembut mengelus punggung tangan Selir Agung Mei hingga emosi wanita itu perlahan mereda.


Merasa Selir Agung Mei mulai meredakan emosinya, Xue Shan Shan kembali berkata dengan ekspresi takut-takut, "Ibu, bolehkah aku mengatakan pendapatku di sini?"


Xue Yuwen yang tersungkur dengan menyedihkan di bawah, langsung menatap Xue Shan Shan dengan tajam saat mendengarkan sang kakak berbicara seperti itu.


Meski sangat ingin menghentikan Xue Shan Shan, Xue Yuwen memilih diam dan tidak melakukannya apa pun karena khawatir Selir Agung Mei menyadari keberadaannya hingga kembali menyerangnya tanpa ampun.


Setidaknya, Xue Yuwen pikir bahwa hanya Xue Shan Shan yang bisa mengendalikan emosi Selir Agung Mei.

__ADS_1


Hanya saja, dia juga sedikit takut apa yang akan dikatakan Xue Shan Shan justru kembali memicu amarah Selir Agung Mei.


Selir Agung Mei menarik nafas panjang, lalu melirik Xue Yuwen dengan sinis, sebelum akhirnya menatap Xue Shan Shan dengan lembut sambil mengangguk dan berkata, "Shan Shan, katakan saja, untuk apa meminta izin? Kamu bebas bicara dan berpendapat di depan Ibu."


Bagaimanapun, Selir Agung Mei saat ini memiliki pemikiran bahwa dia harus bersikap lembut dan baik hati dengan menjaga suasana hati Xue Shan Shan agar calon cucunya yang ada di dalam perut gadis itu tidak terpengaruhi hingga merasa tidak bahagia.


"Ibu, adikku tidak mungkin menjebak Kaisar." Xue Shan Shan menggigit bibir sambil menundukkan kepalanya, dia bersikap seperti takut pada Selir Agung Mei, tetapi harus membela Xue Yuwen hingga akhir. "Adikku tahu yang mana benar dan salah, jadi dia tidak mungkin melakukan hal tidak bermoral dan memalukan seperti ini."


Mendengar pembelaan dari Xue Shan Shan, Xue Yuwen sangat terkejut sehingga dia merasa salah dengar. Bahkan, dia sulit percaya bahwa dirinya saat ini sedang berhadapan dengan kakaknya.


Xue Shan Shan menggigit bibir lagi, lalu menatap Selir Agung Mei dan berkata, "Namun, tidak mungkin juga Kaisar yang menjebak adikku."


Di permukaan, Xue Shan Shan jelas bersikap seperti seorang kakak yang sedang membela Xue Yuwen. Bahkan, dia juga tidak melemparkan kesalahan pada Kaisar.


Sikap dan kata-kata Xue Shan Shan dimaknai oleh orang-orang di sekitar bahwa Xue Yuwen dan Kaisar sama-sama dijebak.


Namun, sejatinya dia sedang mengantarkan sang adik ke liang kubur.


Xue Yuwen yang tidak menyadari makna tersirat di dalam kata-kata Xue Shan Shan, segera menghentikan tangisnya.


Tidak ada gunanya menangis, masalah sudah berkembang jadi seperti ini.


Aku harus menyelam diriku sendiri.


Sepertinya, menjadi selir kaisar juga bukanlah hal yang buruk ....


Xue Yuwen menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan senyum miring di wajahnya, dia pun segera berpakaian dengan utuh dan memasang ekspresi menyedihkan.


"Kaisar ...."

__ADS_1


"Kakak benar, masalah hari ini pasti merupakan jebakan seseorang!" Xue Yuwen sudah berlutut di hadapan Kaisar, dia mengabaikan sosok Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan. "Saya mana mungkin berani merayu, bahkan menjebak Kaisar!"


Sebelum semua orang menanggapinya, Xue Yuwen sudah kembali berkata dengan cepat. "Saya mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa Kaisar memanggil saya untuk datang ke sini. Tidak disangka ...."


__ADS_2