
Setelah beberapa saat, pelayan yang bertugas memanggil Yura Chen yelah kembali dan memberi kabar. "Tuan, Yura Chen juga sedang diperiksa oleh tabib. Katanya, dia juga sakit perut."
"Apa?!" Xue sangat terkejut, bahkan bola matanya hampir saja menggelinding keluar setelah mendengar penuturan sang pelayan. "Apa terjadi sesuatu juga dengan janinnya?"
"Ayo, kita pergi melihatnya!"
Detik berikutnya, Xue Jingguo sudah berbalik dan bejalan meninggalkan tempat tinggal Selir Faye yang hanya bisa tertegun menatap bayangan punggungnya dengan tatapan tak percaya.
Melihat itu, Xue Yuwen segera mencegat Xue Jingguo. "Ayah, Ibu baru saja kehilangan anaknya. Kamu tidak boleh meninggalkannya sendirian."
Xue Jingguo tertegun, dia pun berbalik dan memandang Selir Faye yang masih dalam keadaan lemah.
Namun, dia berpaling dengan tega. "Ibumu sudah menjadi seperti itu, aku di sini juga tidak bisa membuat bayinya kembali. Suruh saja tabib memulihkan kondisi ibumu kembali!"
Setelah mengatakan itu, Xue Jingguo langsung melewati Xue Yuwen dan beranjak pergi.
Selir Faye semakin tercengang, dia tidak habis pikir Xue Jingguo akan meninggalkannya dan pergi ke pelukan Yura Chen.
Bahkan, dia juga tidak percaya pria itu juga tanpa hati mengatakan hal-hal yang membuatnya semakin terluka.
Kehadiran Xue Jingguo memang tidak bisa menghidupkan kembali bayinya, tetapi setidaknya pria itu bisa menguatkan dirinya.
Akhirnya, Selir Faye hanya bisa menangis.
Namun, dia justru tertawa keras pada detik berikutnya.
"Selir Faye!" Lilu bergegas menuju ke sisi ranjang dan menggenggam tangan Selir Faye dengan erat. "Nyonya, kamu kenapa? Jangan menakuti Hamba!"
"Ibu ...." Xue Yuwen tentu saja mmahami kepahitan yang dirasakan oleh Selir Faye dan memeluk wanita itu. "Ibu jangan begini, kamu masih punya aku dan adik."
Saat itu juga, pandangan Xue Yuwen penuh dengan kebencian.
Saat tempat tinggal Selir Faye tampak suram, Taman Fixie justru penuh dengan kehangatan.
Xue Jingguo menghela nafas setelah mengetahui tidak tidak terjadi apa-apa pada kandungan Yura Chen, dia bahkan mendekap wanita itu ke dalam pelukannya. "Yura, jangan sampai terjadi sesuatu padamu."
Wajah Yura Chen menunjukkan ekspresi menyalahkan dirinya sendiri. "Tuan, semua salahku. Aku tidak seharusnya membuat kue dan memberikannya kepada Selir Faye hingga dia jadi begitu. Namun, aku juga memakan kue itu. Bahkan Nyonya Diana dan Nona Besar juga memakannya, tapi kami semua baik-baik saja dan tidak keracunan."
Secara tidak langsung, Yura Chen membuktikan tidak ada racun dalam kue yang dia buat dengan membawa nama Nyonya Diana dan Xue Shan Shan. Terlebih, mereka memang baik-baik saja.
Kemudian, Yura Chen menambahkan dengan suara yang menyiratkan kecemasan. "Tuan, kamu harus percaya padaku. Aku tidak meracuni siapa pun!"
Xue Jingguo menepuk-nepuk bahu Yura Chen. "Kamu tenang saja, aku tahu kamu tidak akan pernah memasukkan ke dalam makanan dan aku juga sudah meminta Sensei untuk menyelidiki masalah ini."
Begitu mendengar penuturan Xue Jingguo, Yura Chen menghela nafas lega. "Terima kasih, Tuan."
Kemudian, Yura Chen menatap Xue Jingguo dengan mata yang memancarkan binar harapan. "Tuan, Yura takut, bisakah Tuan menemani Yura?"
__ADS_1
Melihat tatapan Yura Chen juga diselimuti kecemasan, hati Xue Jingguo menjadi tidak tega dan setuju untuk tetap tinggal.
Saat ini, Xue Jingguo benar-benar sudah lupa bahwa masih ada seorang wanita yang baru saja keguguran dan buruh dihibur.
Segelah Xue Shan Shan kembali ke Paviliun Bulan, dia mendengar apa yang terjadi dari Qing Ke. "Hahaha ... sekarang Selir Faye merasakan kepahitan yang ibuku rasakan dulu."
"Benar, dulu waktu nona jatuh sakit, nyonya memohon kepada tuan untuk menjenguk nona, tapi Selir Faye menghalangi hingga nyonya sangat kecewa." Lin Mei jadi teringat kejadian dulu, dia pun menghela nafas.
"Sudah berlalu, jangan diungkit lagi." Xue Shan Shan tersenyum. "Minglang."
"Nona." Minglang berjalan masuk.
"Pergi dan awasi Xue Yuwen."
Minglang tercengang, kemudian mengiyakannya.
Pada sat ini, Xue Yuwen sedang melemparkan semua barang yang ada di dalam kamarnya ke lantai, sebelum akhirnya dia tergeletak lemas di lantai dan bergumam, "Kenapa ayah memperlakukan ibu seperti itu? Kenapa bisa begitu?"
"Nona ...." Putao sangat khawatir, tetapi dia tidak tahu harus bagaimana menghibur Xue Yuwen. "Tuan ... tuan pasti masih menyukai Selir Faye, hanya saja ... oh, iya, semua ini salah Yura Chen. Kalau bukan karena dia, Selir Faye tidak akan keguguran!"
"Benar! Pasti salah dia!" Xue Yuwen mengangkat kepala, wajahnya yang cantik memancarkan aura jahat. "Kata ayah, semua ini terjadi karena adanya krokot di dalam makanan. Namun, aku tidak percaya. Pasti yang bermasalah adalah kue Yura Chen!"
"Hanya saja, tuan sudah menetapkan kejadian ini sebagai kecelakaan," ujar Putao sambil melambaikan tangannya kepada para pelayan untuk membereskan kekacauan yang terjadi pada kamar. "Nona, kita tidak boleh membiarkan Yura Chen bertindak sesuka hatinya."
Mata Xue Yuwen dipenuhi kebencian, dia lalu berkata, "Tentu saja aku mengerti, tapi sekarang ibu sudah kehilangan bayinya. Walau demi anak di dalam kandungan ibu, ayah pun tidak akan menghukum Yura Chen."
"Tidak peduli benar atau tidak, aku tidak boleh mengambil resiko ini!" Xue Yuwen mengatakan sepatah demi sepatah kata dengan jelas. "Anak laki-laki Kediaman Xue hanya boleh dilahirkan oleh ibuku! Aku tidak akan membiarkan semua milik Keluarga Xue menjadi milik orang lain!"
"Ini ...." Putao tidak tahu harus mengatakan apa lagi.
Setelah Xue Yuwen melambaikan tangannya untuk memerintahkan para pelayan keluar, dia memandang Putao dan berkata dengan pelan. "Yura Chen si wanita jalangg itu sudah menyebabkan ibuku keguguran, maka aku juga bisa membuat anaknya tidak lahir ke dunia ini!"
Hati Putao tiba-tiba bergetar, dia menatap Xue Yuwen dengan tatapan tak percaya. "Nona, apa yang ingin kamu lakukan?"
Muncul sebuah senyuman jahat di bibir Xue Yuwen. "Krokot adalah barang bagus!"
Melihat Xue Yuwen seperti itu, Putao sedikit ketakutan.
"Putao!"
Putao terkejut hingga tubuhnya gemetaran. Setelah menyadarkan dirinya, Putao menatap Xue Yuwen sambil menelan ludahnya dan bertanya, "Nona, ada yang bisa saya bantu?"
"Bagaimanapun caranya, kamu harus mencarikan tanaman krokot untukku."
"Baik." Putao mengangguk dan bergegas pergi mematuhi perintah.
Di belakangnya, Xue Yuwen memancarkan kekejaman di sekujur tubuhnya.
__ADS_1
Sulit dibayangkan, tidak disangka anak gadis seperti Xue Yuwen bisa mengeluarkan aura yang seperti itu.
"Oh? Tanaman krokot?" Mendengar laporan dari Minglang, Xue Shan Shan tertawa dan berkata, "Kejam sekali!"
"Pergilah, sampaikan kabar ini pada Yura Chen!" Xue Shan Shan meletakkan kuas yang ada di tangannya, lalu menggunakan tutup kuas untuk menahan dagunya
Cahaya di dalam matanya memantulkan sinar yang berbeda.
Pada saat itu, Lin Mei meletakkan kue yang baru saja keluar dari pemanggang ke hadapan Xue Shan Shan.
Melihat itu, mata Xue Shan Shan pun jadi berbinar-binar. Dia mengambil kue tersebut dan menggigitnya, mulutnya sedikit terbuka saat hawa panas di dalam mulutnya keluar.
"Enak." Xue Shan Shan menatap Lin Mei dan berkata, "Ini pasti bukan keahlian dapur kecil kita."
Lin Mei tersenyum dan berkata, "Kue ini dibuat oleh Da Bingzhi."
"Sungguh berbakat! Kalau begitu, suruh Da Bingzhi untuk fokus meneliti tentang makanan saja. Untuk pekerjaan rumah, aku akan meminta orang lain yang melakukannya."
Sangat disayangkan jika kemampuan sebaik itu hanya dimanfaatkan untuk menjadi pelayan.
Da Bingzhi harus menjadi pencipta makanan lezat!
Seketika itu juga, suasana hati Xue Shan Shan menjadi sangat baik.
Lin Mei menatap Xue Shan Shan dengan heran, dia benar-benar tidak habis pikir.
Memang dari dulu Xue Shan Shan sangat menyukai makanan penutup, tetapi kini sudah sangat berlebihan.
Bahkan, dia bisa menghabiskan begitu banyak makanan penutup dalam sehari.
Terkadang, Lin Mei juga berusaha menghentikan Xue Shan Shan dengan berbagai alasan kesehatan, tetapi nonanya itu tidak mau mendengarkan.
Bagi Xue Shan Shan, dengan makan barulah benar-benar akan sehat!
Tidak ada pilihan lain, Lin Mei akhirnya hanya bisa pergi dan memberitahukan pada Da Bingzhi mengenai keputusan Xue Shan Shan.
Da Bingzhi tentu saja sangat gembira karena bagaimanapun, dia memang sangat suka memasak sejak dulu.
Sekarang, saat dia memasak di dapur kecil, dia bahkan bisa diam-diam mencuri makanan.
Di sisi lain, Xue Yuwen terus menjalankan rencananya. Dia mengira sudah melakukan segalanya dengan benar dan tersembunyi, tetapi ternyata pergerakannya sudah diketahui oleh Xue Shan Shan.
"Nona, Nona Kedua sudah mendapatkan krokot dan dia berniat membeli pelayan di Taman Fixie beserta Chihuahua."
Minglang mengerutkan alisnya, dia tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Xue Yuwen.
Chihuahua adalah orang Yura Chen, mana mungkin bisa dibeli dengan mudah!
__ADS_1